Author Topic: [ECO FANFICT] Reach the star [UPDATE CHAPTER SEVEN~~~]  (Read 8405 times)

Offline nizami

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 1136
  • Cookie: 54
  • i am back being just a lurker...
    • Travelers of Destiny, a Seal Online fanfiction
Re: [ECO FANFICT] Reach the star [UPDATE CHAPTER FIVE~~~]
« Reply #30 on: June 22, 2010, 07:46:41 AM »
haa.. dear kai...

aku ga mau liat lg reply-an kmu yg bilang "maaf, bahasa gw jelek" dan semacamnya yg merendahkan diri sendiri terus menerus...

coba deh liat dr halaman 1 tuh, udah brp orang yg udah bilang "jangan lupa titik di akhir kalimat"?
kesannya mungkin cuman sepele. tapi klo ga diperbaiki dr skrng, gmn klo kebawa pas kmu mau nulis -misalkan- skripsi ato makalah lainnya di dunia nyata?

lebih bagus kan klo kmu mulai memperbaiknya dr skrng?
selain yg baca jg lbh enak, kemampuan menulis dan bahasa kmu jg bakal terasah.

\^0^/
lurker on the move
bye bye forum~

Offline fighter-or-backpacker

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 346
  • Cookie: 45
  • heee......
Re: [ECO FANFICT] Reach the star [UPDATE CHAPTER FIVE~~~]
« Reply #31 on: June 23, 2010, 06:58:58 AM »
iya ce niz
saya memperbaiki diri  :cry:
Acronia/Ryuurei//Marionettist/R.O.S.E
Acronia/Ryuuka/Gunner/-
Acronia/AriaLexDevina/Gambler/-
Old ECO player, return here someday...

Offline fighter-or-backpacker

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 346
  • Cookie: 45
  • heee......
Re: [ECO FANFICT] Reach the star [UPDATE CHAPTER FIVE~~~]
« Reply #32 on: December 29, 2010, 11:54:02 PM »
fuuuh seteleh super duper lama gk nulis akhirnya gw ngepost cerita chapter 6 juga  :cry: gw yakin masih banyak kesalahan tp tolong di koreksi ya, udah gw usahaiin untuk tanda baca dan sebagainya, maaf ke lia yg pake udah nanyaiin gw kapan chapter selanjutnya keluar
dan inilah chapter 6 :confuse:
________________________________________________________________________________
First Day at Ring


Di suatu pagi di Airship induk camaraderie.

“Huaaaaah” Kairei menguap seraya bangun dari tempat tidurnya.

Kelihatan dari mukanya masih memikirkan tentang kejadian yang menimpanya kemarin.
“Tidak boleh, tidak boleh terjadi kejadian seperti kemarin” gumamnya saat masih terduduk di tempat tidur.

Tiba-tiba seseorang masuk kamar Kairei.

“YOOOO! YANG UDAH BANGUNG BERGUMAMA AJA NIEEEE!!!” teriak seorang Dominion cewek berambut hitam pendek dengan piyama yang masi melekat di badannya yang kurus, tidak lain dan tidak lain dan tidak bukan ialah Kuro Yuki.

Ternyata pahlawan baru kita ini sudah tidur kembali dengan nyenyaknya.

“Ah, WOOOOI BANGUUUN!!!!! MANA ADA ORANG YANG TADI PAGI BERGUMAM DENGAN SERIUS DAN BEBERAPA DETIK KEMUDIAN TIDUR LAGI DENGAN NYENYAAAAK!!!!” Kuro Yuki yang marah berteriak-teriak sambil menggoncang-goncangkan badan kairei yang masih tertidur dengan lelapnya.

Mata Kairei pue terbuka sedikit melihat kearah Kuro Yuki.
 
“Ah, nenek 5 menit lagi” kata Kairei dan kembali tidur.

“nenek, nenek, nenek, NENEK?!” Kuro Yuki pun sadar apa yang dikatakan Kairei .

“ANAK SIALAN!!!” katanya Kuro Yuki sambil melempar Kairei keluar kamar.

“BRUGH!!!” Kairei pun menabrak tembok.

Kairei pun terbangun dan berkata.

“Ah nenek, kok jadi, Kuro Yuki??” katanya sambil melihat Kuro Yuki yang penuh amarah .

“Nenek lagi, GRAAAAAAAAA” Kuro Yuki menenakan sarung tangan hitam dia mengepalkan tangannya.

“TWIN GREAT WARIOR!!! COME AND HELP ME!!” kata Kuroyuki sambil mengangkat tangan kanan yang sudah ia pakaikan sarung tanngan hitam itu.

“SWOOOSH” dari lantai keluarlah dua wanita bertubuh besar dan berarmor lengkap, satu dari mereka membawa pedang hitam dan yang lain membawa pedang putih. Yang membawa pedang hitam memiliki sayap Titania, sedangkan yang membawa pedang putih meliki sayap Dominion.

“SERANG ANAK ITU!!!” teriak Kuro Yuki sambil menunjuk ke arah Kairei.

Dua wanita yang membawa pedang itu menengok ke arah anak itu dengan tatapan yang tajam. Tanpa basa-basi wanita yang membawa pedang putih mengayunkan pedang ke arah lantai di samping kanan Kairei.

“AAAAAAAA!!!” teriak Kairei seraya berlari menyelamatkan diri.

Kebisingan pun terjadi di Airship induk Camaraderie.
Kuan Yu yang sedang tidur pun tidak tahan akan suara-suara yang dihasilkan makhluk yang di summon Kuro Yuki. Tanpa tahu apa yang terjadi Kuan Yu pun keluar kamarnya dan berteriak.

“ JANGAN BERISIK BOOODOOOH!!!” teriaknya dengan lantang dan kebetulan Kairei sedang berlari kearah Kuan Yu.

“SIAPAA YANG BOOODOOOH?! SERANG DIA JUGAAAA!!” teriak Kuro Yuki yang marah dan menyuruh dua makhluk yang di summonnya untuk menyerang Kuan Yu.

“GYAAAAAA!! JANGAN SERANG KESINIIII!!!” kata Kuan Yu sambil menghindari serangan dua makhluk yang di summon Kuro Yuki.

“LAAARII KUAAAN!!!” teriak Kairei kepada Kuan Yu.

“AKUUUU TAHUUU!!!” Kuan Yu pun berteriak.

Akhirnya dua oranng itu pun lari-lari menghindari Kuro Yuki dan dua makhluk yang di summonnya.

><><><><><><><

Singkat cerita Airship induk Camaraderie pun berantakan.
Kuro Yuki sudah di ikat dan di masukan kamar mandi agar tidak mengacau.
Kuan Yu dan Kairei pun duduk tenang setelah capek berlari-lari menghindari Kuro Yuki.
Sachiko pun datang kearah Kairei.
“Hei gak apa-apakan Kai?” Tanya Sachiko.

“Gak apa-apa kok Cuma capek banget lari mulu” jawab Kairei.

“Kalo Kuan? Gak apa-apa kan?” Tanya Sachiko Kepada Kuan Yu yang sedang duduk di dekat Kairei.

“Sama, Cuma capek aja kok” jawab Kuan Yu.

“Eh iya, coba ukur level kamu, dengan level detector ini” kata Sachiko kepada Kairei.

“NGUUUUNG! MENGUKUR LEVEL, MENGUKUR LEVEL. PIIP. PIIP, LEVEL TERDETEKSI BASE LEVEL ANDA DELAPAN PULUH JOB LEVEL ANDA SATU”  suara itu pun keluar dari level detector yang di berikan Sachiko.

“HUAAAA! KOK BASENYA HIGH LEVEL SIIHHH?!” teriak Kuan Yu.

“Gak tahu, aku juga baru tahu” jawab Kairei dengan nada pelan.

“Fufufufu, sekarang level bukanlah masalah, yang penting sekarang adalah PENAMPILANMU!!” kata cewek berambut pendek dan berwarna biru dengan nada misterius.
Ia mendatangi Kairei dan Kuan Yu yang sedang duduk.

“Heee, penampilan?” kata Kairei.

“Iya, penampilan kampung kayak gitu mana bisa orang percaya kau hebat~” kata cewek itu dengan nada santai.

“Eh, oke sih tapi aku tak punya uang” kata Kairei.

“Udah, tenang aja. Eh iya Kuan juga harus lho~” kata cewek itu dengan santai.

“A..apa, aku?!” kata Kuan terkejut.

“Iya lah penampilan mu juga kampungan tau” kata cewek itu dengan santai lagi.

Cewek itu mengeluarkan dua kantung uang dan memberikannya kepada Kairei dan Kuan Yu.

“Ini masing-masing isinya satu juta gold, hati-hati yaa~” katanya dengan enteng.

“I..ini satu juta?” kata  Kuan Yu.

“Iya” jawab cewek itu.

“K….Kuan, tangan ku bergetar memegang kantung ini” kata Kairei gemetaran.

“T…tenang jangan bergetar gitu” kata Kuan Yu sambil gemetaran juga.

“Aduh-aduh masa segitu udah gemetaran, hoi Sachi tenangkan mereka berdua dong, eeeh” cewek itu bingung melihat Kairei dan Kuan Yu gemetaran ditambah Sachiko yang membatu sambil bergumam.

“Level 79, 79, 79, 79, belom ngapa-ngapain level 79, tadinya masih sempet kalah sama monster cupu tiba-tiba level 79” begitulah gumam Sachiko.

><><><><><

Yah cerita pun kembali di singkat karena memakan waktu lama untuk menyadarkan Sachiko.
Kairei dan Kuan Yu sudah turun dari Airship induk dan mencari golem-golem atau orang-orang yang berjualan di sekitar Uptown.

Mata Kuan Yu tertuju pada suatu pada Shadow Knight Armor set.
Kuan Yu pun mendatangi penjualnya.

“Bang nih armor berapa bang?” Tanya Kuan Yu.

“Ah, murah kok cuma tujuh ratus ribu gold aja”  kata si penjual.

“Gak bias kurang apa, pengelaris nih” tawar Kuan Yu.

“Pengertiannya dong bang tempa magic crystal plus lima nih” kata penjual lagi

“Yah bang, kurangin lagi deh” kata Kuan Yu

Sementara Kuan Yu menawar harga armor, Kairei melihat golem Tiny yang sedang kebingungan. Lalu kairei pun menghampiri Tiny tersebut.

“Hei Tiny kenapa kebingungan gitu?” Tanya Kairei.

“Ah Tuan, saya kebingungan karena dagangan saya tidak ada yang laku, kalau begini saya bias-bisa di hajar oleh Master saya” kata Tiny itu ketakutan.
 
Kairei pun melihat barang-barang yang di jual oleh tiny tersebut. Mata Kairei tertuju pada satu set pakaian yang dijual Tiny tersebut.

“Ini satu set baju berapa?” tanya Kairei sambil menunjuk Treasure Clothes set.

“Ah ini totalnya tujuh ratus empat puluh lima ribu gold, semua plus tiga life magic crystal” kata Tiny itu.

“Humm, bajunya terbilang cukup keren beli saja ah” pikir Kairei.

“Kenapa tuan?” Tanya Tiny itu.

“Ah, saya beli Treasure Clothes set ini saja”  kata Kairei.

“Eeeeh, yang benar” tanya Tiny itu.

“Iya ini hitung dulu uangnya” kata Kairei sambil menyerahkan sekantung uang.

“Hummm, ini satu juta Tuan, ini kembalinya” kata Tiny tu menyerahkan sekantung uang yang lebih kecil dari pada Kairei.

“Lho, kamu kok bias tahu ini satu juta?” Tanya Kairei.

“Tuan tidak tahu? Kami golem yang di khusukan berjualan dapat menghitung uang yang ada di dalam kantung hanya dengan melihatnya” jelas Tiny itu.

“Oooooh, oke kuambil barangnya ya” kata Kairei seraya memasukan Archangel set kedalam kantung plastik.

“Ini kembaliannya jangan lupa” kata Tiny itu tersenyum.

“Oh! Makasih hampir lupa” kata Kairei sambil mengambil kantung yang ada di tangan Tiny itu.

Sementara itu Kuan Yu masih menawar Armor level tujuh puluh lima itu. Karena tidak tahu seluk-beluk Uptown Kairei pun tersasar di Uptown.

“Heee mana Kuan Yu ya” Tanya Kairei dalam hati.

Matanya melihat sekelilingnya ia hanya melihat banyak orang yang berjualan dan berjalan-jalan.

“Hueeeh, dimana sih Kuan Yu” gumamanya lagi.

Pada saat itu ia melihat seorang cewek Dominion berclass Scout sedang di serang oleh empat Swordman  di pojok kota.

“Wogh, cewek lagi di serang harus  ku tolong nih!!” kata Kairei dalam hati.

Kairei pun berlari kearah cewek itu. Terlihat cewek itu akan di serang menggunakan pedang oleh para Swordman tersebut. Melihat itu Kairei memperrcapet larinya. Ia berlari tanpa melihat ada sebuah kulit pisaang didepannya. Akhirnya ia pun terpelaset  dengan kepala di depan dan terbang depan dan menabrak cewek itu.

“HOOI! APA-APAN KAMU HAAAH?!” teriak salah seorang Swordman.

Kairei pun bangun dan berbalik kearah para Swordman itu.

“Ah kalian jangan mengeroyok anak perempuan dong!!” kata Kairei kepada para Swordman itu.

“Diam kau anak kecil!! Enyahlah dari sini sebelum kami remukan kamu juga!!” kata para Swordman itu.

“Huh dasar malah kena masalah disini!” kata Kuan yu yang datang dari belakang para Swordman itu.

“Hooi Kuan yu! Bisa tolong jelaskan pada mereka agar berhenti mengeroyok anak perempuan ini” kata Kairei.

“Memang aku peduli, ayo kembali!!” kata Kuan Yu.

“HAHAHAHA, IKUTI SAJA TEMANMU PECUNDANG, RING MEREKA PASTI PECUNDANG JUGA KAN?!” kata salah satu Swordman itu.

“Hoi, Kai rencana berubah, kita gak balik, kita hajar para Swordman rendahan itu!!” Kata Kuan Yu kepada Kairei dengan mata yang terlihat membara.

“Oke” kata Kairei dengan mata membara juga.
______________________________________________________________________________

sekali lagi gw minta maaf untuk tanda baca gw yg kurang ataupun tulisan gw yg kurang :confuse:
chapter 76 belom dibuat tunggu aja yah  @_@
« Last Edit: December 30, 2010, 12:00:15 AM by fighter-or-backpacker »
Acronia/Ryuurei//Marionettist/R.O.S.E
Acronia/Ryuuka/Gunner/-
Acronia/AriaLexDevina/Gambler/-
Old ECO player, return here someday...

Offline ConRaD

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 148
  • Cookie: 45
  • ConRaD Bluefire (バガボンド)
Re: [ECO FANFICT] Reach the star [UPDATE CHAPTER SIX~~~]
« Reply #33 on: December 30, 2010, 12:13:18 AM »
wah another story emang bener kata cc niz

banyak yang mesti di perbaiki dan mesti harus banyak belajar lg

tapi jangan pernah takut salah =D

oke terusin crita nya  =P
* i'm not gonna live by what i see
* i'm not gonna live by what i feel
ConRaD Bluefire

Offline sanhiez

  • Apprentice of Wisdom
  • ***
  • Posts: 1659
  • Cookie: 39
  • Saber X Gilgamesh~ <3
    • http://twitter.com/yaoiyaoiuke
-post di HP-
« Reply #34 on: December 30, 2010, 12:35:26 AM »
Aduh ngakak pas yuki ngamuk dan manggil summon nya itu, trs pas yuki nya di iked wwkwkwkwk, nice story tp msi ada bbrp typo si
~Retired but still Lurking on Forum~

Offline sacchan_magician

  • Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • Someday, somewhere, a distant memory...
Re: [ECO FANFICT] Reach the star [UPDATE CHAPTER SIX~~~]
« Reply #35 on: December 30, 2010, 06:34:47 PM »
aduh serius ngakak :laugh:
masih banyak salah di tanda baca, tapi seenggaknya sifat char udah nampak lah.....naisu :laugh:

satu yang perlu diinget aja sih kai, tiap dialog harus ada tanda bacanya, entah itu titik, koma, seru, tanya...jangan dibiarin botak gt dong :o

Quote
“Hueeeh, dimana sih Kuan Yu” gumamanya lagi.
harusnya jadi
Quote
“Hueeeh, dimana sih Kuan Yu...” gumamnya lagi.
atau
Quote
“Hueeeh, dimana sih Kuan Yu,” gumamnya lagi.

hiks...berasa nostalgilanostalgia....master gayfish kuan kita kini tiada....hiks... ;_;
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy | Arknights

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline fighter-or-backpacker

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 346
  • Cookie: 45
  • heee......
Re: [ECO FANFICT] Reach the star [UPDATE CHAPTER SIX~~~]
« Reply #36 on: December 30, 2010, 08:28:43 PM »
hoo gitu ya sach =P
oke deh nanti kl ada waktu gw perbaiki lagi XD
Acronia/Ryuurei//Marionettist/R.O.S.E
Acronia/Ryuuka/Gunner/-
Acronia/AriaLexDevina/Gambler/-
Old ECO player, return here someday...

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • I miss Larck
Re: [ECO FANFICT] Reach the star [UPDATE CHAPTER SIX~~~]
« Reply #37 on: December 31, 2010, 08:32:48 AM »
....... daku jadi ganas begitu..  *pundung di pojokan*
selain tanda baca di akhir kalimat, kadang kadang suka ada yang kalimat(spasi)titik
harusnya ga pake spasi.


“nenek, nenek, nenek, NENEK?!” Kuro Yuki pun sadar apa yang dikatakan Kairei .

just contact me on discord  @
  cornelialk#4273

Offline fighter-or-backpacker

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 346
  • Cookie: 45
  • heee......
Re: [ECO FANFICT] Reach the star [UPDATE CHAPTER SIX~~~]
« Reply #38 on: March 18, 2011, 02:43:23 PM »
yep kembali ngepost chapter baru XD
setalah sekian lama gk ngepost  =P
nikmati saja chapter yang penuh dengan pertarungan ini  :love3:
________________________________________________________________________________
Fight!!

“SWOOOOOSH” terdengar suara hembusan angin.
Para swordman sudah mempersiapkan pedangnya, Kairei dan Kuan pun menyiapkan senjatanya masing-masing. Kairei memegang  Starry Star Dagger, dan Kuan memegang Orichalcon Spear.

“Dasar bocah-bocah bodoh, benar-benar cari mati ya kalian?” kata Swordman yang paling depan.

“Udah habisi saja mereka.” Kata swordman yang ada di belakangnya.

“Berisik kalian, kalau gak mau maju, aku akan maju duluan” kata Kuan kepada para Swordman itu.

“UGH?! DASAR BOCAH TENGIIIK!!!” teriak swordman yang peling depan sambil berlari kearah kuan sambil bersiap menebaskan pedangnya.

“TAANG!” Kuan melemparkan pedang Swordman itu dengan ujung  tombaknya. Swordman itu pun kaget ia tidak mengira serangannya bisa di buang begitu saja oleh Kuan.

“cih… ternyata cuma sampah…” kata Kuan dengan suara kecil.

“BUAAAGH!”  Kuan pun menendang Swordman itu hingga jatuh tersungkur. Swordman yang di belakang Swordman yang tersungkur itu pun langsung menerjang Kuan, dan yang di sampingnya menyerang kearah Kairei.

“HEAAAAA!!” teriak Swordman yang menerjang  kearah Kuan sembari bersiap menusukan pedangnya.

“huh! FLYNG SPEAR!!” teriak Kuan sembari berlari dan meluncurkan Skill Flying Spear kearah Swordman yang menerjang kearahnya. Skill yang di luncurkan oleh Kuan mengenai ujung pedang Swordman yang menerjangnya, sehingga tangan dan pedang Swordman itu terhempas. Lalu dengan cepat Kuan mengayunkan kakinya keatas sehingga mengenai dagu Swordman itu.

Pada saat ang bersamaan Kairei agak kewalahan manangani Swordman yang dihadapinya. Kairei luamayan sigap untuk menghindari semua serangan Swordman itu, akan tetapi dia agak susah untuk menyerang.

“BUUUUGH!” muka Kairei terkena pukulan dari Swordman itu. Ia pun terhempas agak jauh.

“KAI!” teriak Kuan saat melihat Kairei terpukul. Pada saat itu juga ia langsung di pegangi oleh salah seorang Swordman yang dari tadi diam.

“HAHAHAHA, MATI KAU PECUNDANG!” kata seorang Swordman yang dagunya di tending oleh Kuan.

“HEEEI! KALIAN CURANG! “ teriak Dominion Scout yang tadi akan di kepung oleh para Swordman itu.

“HAHAHA! Ini namanya Strategi gadis cantik. HAHAHA!” kata Swordman yang memegangi Kuan.

“BUAAAGH! BUK!BUK!” Swordman yang tadi di tendangi Kuan memukuli Kuan dengan sangat keras. Begitu juga dengan Kairei, ia di tendangi oleh Swordman yang di hadapinya.

“HENTIIKAAAN! AKULAH YANG KALIAN INCAAAR!JANGAN SAKITI MEREKA!” teriak Dominoon Scout itu.

“MEMANG KAU ITU SIAPANYA MEREKA!? JANGAN SOK PAHLAWAN DENGAN MENGORBANKAN DIRI DEH!” kata Swordman yang menendangi Kairei.

“A….Aku.. aku yang kalian incar kenapa kalian menyakiti mereka? Aku tidak mengorbankan diri tahu…AKU YANG KALIAN INCAR BODOH!!” teriak Dominion Scout itu sembari berdiri. Swordman yang menendangi Kairei langsung datang dan menampar Cewek Dominion Scout itu hingga jatuh lagi.

“MEMANGNYA KAMI PEDULI!KAMI AKAN AJAR ORANG YANG KAMI TIDAK SUKA, KAMI AKAN RAMPOK ORANG YANG MEMILIKI BANYAK HARTA,KAMI CULIK GADIS-GADIS CANTIK DAN MENJUAL MEREKA!” teriak Swordman itu.

“Cih! Ternyata kau lebih buruk dari sampah.” terdengar suara seseorang dari belakang.

“SIAPA YANG BILANG?” teriak Swordman yang menendangi Kairei sembari menengok ke belakang.
AKU! AKU YANG BILANG!!” kata Kairei. Tubuhnya sudah terlihat tak kuat lagi, tendangan Swordman tadi itu sanget berefek pada tubuhnya. Mukanya yang babak belur masih menunjukan wajah yang serius. Pandangannya tajam kearah Swordman yang menendanginya. Bukan karena marah di tendangi, melainkan karena kata-kata Swordman itu yang sebelumnya.

“DASAR TIKUS PECUNDANG! MASIH BISA-BISANYA KAU BERKATA BEGITU!” teriak Swordman yang menendangi Kairei tadi.

“BERISIK KAU SAMPAH!MAJU KESINI!” teriak Kairei.

“KALI INI AKA BENAR-BENAR KUHABISI KAU TIKUS!” kata Swordman itu sambil lari kearah Kairei. Ia juga bersiap menebaskan pedangnya kearah Kairei.

“KAAAI!” teriak Kuan yang masih di pegangi saat melihat Kairei akan di serang.

“HORIZONTAL SLASH!” teriak Swordman yang menyerang Kairei sembari melancarkan skill horizontal slash. Tapi berbeda dengan sebelumnya di mana kairei tersudut, kali ini dia jongkok ke bawah denganc epat saat skill itu dilancarkan, lalu dia langsung melancarkan sebuah uppercut kearah dagu Swordman itu.

“BUAAAGH!” serangan itu cukup kuat sehingga Swordman itu agak terangkat. Setelah itu dengan sigap Kairei langsung berputar dan melancarkan tendangan kearah perut Swordman itu sehingga Swordman itu terdorong dan jatuh.

“K…Kai… matamu..kenapa?” kata Kuan kaget. Matanya kembali berubah, warna hitam dan putihnya kembali tertukar, akan tetapi kali ini dia bisa mengendalikan tubuhnya.
“Hum? Aku tidak merasakan apa-apa, hanya… ada kekuatan yang mengalir dalam tubuhku…” kata Kairei.

“BRENGSEK!! KAMI HABISI KAU!!” kata  Swordman yang memegangi Kuan. Swordman yang menyerangi Kuan pun ikut maju.

Mereka berdua maju dengan berlari kearah Kairei dengan cepat, mereka berdua sudah mengcast skill Sword Delay Cancel sebelumnya. Serangan mereka berdua pun sangat cepat. Kairei sampai menghindari mereka dengan mundur ke belakang. Saat delay cancel meraka habis, kai pun segera menendang Swordman yang kanan kearah Kuan.

“Kuan! Ini bagianmu!” teriak Kairei kepada Kuan.

“Haha! Terima kasih Kai.” kata kuan. Ia pun langsung berdiri dan mengcast skill Dark Tide.

“DARK TIDE!” teriak Kuan sambil melepaskan skill tersebut. Gelobang kegelapan pun menerpa Swordman tersebut.

“GRAAAAAGH!!”  teriak Swordman itu saat terkena Skill Dark Tide dari Kuan.

“Nice! One down!!” teriak Kai. Ia pun menendang dagu Swordman yang satu lagi sampai Swordman itu terangkat dari tanah. Lalu Kairei menurunkan kakinya dan memukul perut Swordman hingga Swordman itu terpental kebelakang.

“NICE KAI!!” teriak Kuan.

“Haha… gak seberapa kali kuan.” Kata Kai sambil mengusap kepalanya sendiri.

“HAI BOCAH! JANGAN SENANG DULU KALIAN!” kata Swordman yang  tadi terkena uppercut Kairei. Ia memegang secarik kertas aneh. Lalu Swordman itu merobeknya. Dari tanah di depan Swordman itu keluarlah lingkaran sihir, dan keluarlah seekor monster bernama Death. Monster ini biasanya tinggal di dalam dungeon-dungeon yang dalam dan gelap. Akan tetapi saat Swordman itu  merobek kertas aneh itu, Death langsung keluar di hadapannya.

“Death?!” teriak Kairei dan Kuan secara bersamaan

“GYAHAHAHA, TAMATLAH KALIAN!” teriak Swordman itu sambil menggunakan Space Time Key, untuk lari. Seketika Swordman itu hilang entah kemana.

“Kai, gimana nih?” kata Kuan Bimbang.

“Mau gak mau harus kita lawan ini…” kata Kairei.

“Bodoh, cari mati kalian kalau melawan Death sekarang, apa lagi pakai tangan kosong.” ada suara dari atas Kairei.

Seorang Blademaster emil berbicara sambil terbang dengan catty booster di di punggungnya, ia menggunakan Yakasa armor, ia juga sedang memegang Two Handed Urieganov di tangan kanannya. Matany coklat dan pandangannya Tajam.

“Minggirlah kalian dulu!” katany sambil terbang lurus kearah Death itu. Lalu ia tebaskan pedangnya ke Death itu dari arah kanan.

“TRAAANG!” ternyata Death itu malah menahan serangan Blademaster itu dengan sabitnya, lalu iya pentalkan serangan Blade master itu.

“Cih! Bukan Death biasa ya.” Katanya sambil tersenyum. Lalu ia tiba-tiba menghilang  dari tempatnya dan berada belakang Death itu dengan posisi membelakanginya.

“Wow! Sonic Movement yang cepet banget!” Kata Kuan kaget.

“HORIZONTAL SLASH!” Teriak Blademaster itu sambil berputar memotong Death itu.

“Huff, Death dari mana itu, beda dari yang biasanya.” Kata Blademaster itu sambil berjalan kearah Kairei Kuan Yu dan cewek Dominion itu.

“Namaku Ryuoon, kalian siapa?“ Kaanya sangat ramah.

“Namaku Damon.” Kata Scout yang di serang para swordman tadi.
“Aku Kuan.” Kata Kuan.

“Dan aku….AWAS!!” Teriak Kairei di sela-sela perkenalannya sambil menunjuk ke belakang Ryuoon.

Ryuoon yang kaget langsung menarik pedang dan berusaha menangkis Serangan Death yang  menyerang kembali. Ryuoon gagal menahan serangannya, pedangnya terlempar dan dia tersungkur jatuh dengan luka sabetan di dadanya.

“Cih! Dark Flare!” Kata Kuan sambil mengeluarkan skill Dark Flare untuk menahan Death itu.

“BANTU AKU! INI GAK BERTAHAN LAMA” Katanya kepada Damon dan Kairei.

“IYA!” Teriak mereka berdua.

“Agility Up, Counterattack, Dager Delay Cancel!” Damon menggunakan beberapa buff ke diri sendiri Lalu maju. Ia melancarkan beberapa serangan cepat ke Death, tapi selalu bisa di tahan. Lalu Death itu  menyerang Damon dengan sabitnya dari atas.

“Hehe…” Damon tersenyum licik. Lalu ia menahan serangan Death dengan khukrinya.

“Inilah bodohnya monster, COUNTERATTACK!!” teriak Damon sambil menusukan Khukrinya ke badan Death itu.

“Belum selesai! VITAL STRIKE!” Damon menusukan daggerrnya ke topeng milik Death.

“Kuan!” Kata Dmon sambil berlari mundur.

“sudah siap! FLARE STING!” Kuan menyerang dengan skill flare sting yang ia cast daritadi di belakang, ia mengarah kan Flare sting kea rah topeng milik Death.

“Cih belum hancur! KAAAI!” Teriak Kuan memanggil Kairei.

“Aku siap!” Kairei berlari kearah Death itu dan melompat.

“WHIPLASH!” Kairei mulai melakukan skill whiplash itu. Ia mengenai topeng Death itu sempai empat kali.

“HEAAAA!” serangan terakhir ia buat lurus menusuk dengan kekuatan whiplash yang tersisa, dan tepat mengenai topeng Death itu hingga pecah, tak hanya itu mata cambuk kairei pun menusuk muka asli Death yang tertutup tudung jubahnya hingga menembus tudung itu. Sedikit demi sedikit tudung Death pun terbuka, menunjukan muka asli death yang di kalahkan Kairei.

“A….apa ini?” kata kairei kaget, mukanya bingung sekaligus takut meliat wajah Death itu. Kuan Yu dan Damon hanya bisa diam melihat wajah Death itu. Sedikit demi sedikit tubuh Death itu berubah menjadi asap, dan menghilang, dan meninggalkan sabitnya.

“Kenapa kalian, baru pertama kali melihat wajah Death yang asli ya?” tanya Ryuoon kepada ketiga orang itu.

“A…aku kira Death hanyalah monster, tapi kenapa itu manusia…” kata Kuan.

“Monster? Ya benar, Death itu monster tapi saat menjadi Death…” kata Ryuoon pelan.

“Apa maksudnya?” tanya Damon kepada Ryuoon.

“Hum…aku tak tahu lengkapnya tapi yang pasti ini adalah ulang dari seseorang  dari Machine Age, namanya Francus, Profesor Francus” jelas Ryuoon pada mereka.

________________________________________________________________________________
inilah chapter 7  :love3:
siapakah Profesor Francus? dari jaman machine age? kelanjutannya di chapter 8  XD
Acronia/Ryuurei//Marionettist/R.O.S.E
Acronia/Ryuuka/Gunner/-
Acronia/AriaLexDevina/Gambler/-
Old ECO player, return here someday...

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • I miss Larck
Re: [ECO FANFICT] Reach the star [UPDATE CHAPTER SEVEN~~~]
« Reply #39 on: March 18, 2011, 06:31:27 PM »
pertamax yei,
anyway kai, wa kadang kadang kurang enak aja kalau baca fanfic yang tulisan caps locknya banyak banget, agak gimanaa gitu. misalnya yang ini
“UGH?! DASAR BOCAH TENGIIIK!!!” teriak swordman yang peling depan sambil berlari kearah kuan sambil bersiap menebaskan pedangnya.
tanpa ditulis caps pun, sebenernya udah cukup jelas kalo itu teriak kok. dan kalo ga salah 'kearah' itu dipisah juga, soalnya menunjukan arah tempat. terus soal yang bagian 'sambil berlari ke arah Kuan sambil bersiap' kayaknya agak gimana ya.. @_@
gak enak aja kayaknya kata 'sambil' diulang ulang mulu gitu. agak lebih enak kalau misalnya diakal akalin pake kata kata lain, misalnya

Quote
sambil berlari ke arah Kuan dengan membawa pedangnya yang bersiap menebas apapun.

pokoknya koreksi dulu aja deh, typo dan kapitalnya suka kelewat tuh :confuse:
just contact me on discord  @
  cornelialk#4273