Author Topic: [ECO Fanfict] Treasure Hunter's Story [Ch. E-I-G-H-T!!]  (Read 22679 times)

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [ECO Fanfict] Treasure Hunter's Story [Chapter 1!]
« Reply #20 on: October 31, 2010, 12:41:56 AM »
Author's Note :
maap kalo chap 1nya lama ya.. habis rapor saya ketauan jeleknya kemaren keasikan maen mulu.. dan saya malah merasa yang kurang banyak banget.. kayak misalnya sifat chara yang kagak nongol.. mungkin nanti diedit edit lagi.. atau bahkan baru muncul di chapter depan..
sekian dulu basa basinya..

sangat menerima saran dan kritik m(_ _)m


Disclaimer
Fan Fiction Emil Chronicle Online © KuroYuki 2010

Miel belongs to KuroYuki
Abyss belongs to Light1412
Anju belongs to Nafi
Carina belongs to milkteddy
Houri belongs to Yukika

Emil Chronicle Online™ is copyrighted ©GungHo Online Entertainment, Inc. and ©Gravity Co, Ltd. Wavegame was granted the right to publish, distributed and transmit Emil Chronicle Online™ in Indonesia.



Chapter One : New Partner, New Luck!

Diaperman, kini aku datang lagi! Sekarang aku siap melawan mu bersama dengan anggota partyku! Aku tidak akan kalah melawanmu dan anak buahmu yang seperti model iklan pasta gigi! Diaperman, bersiaplah! Berikan aku Stamp dan Catty Booster!

Benar-benar beruntung rasanya, beberapa orang membaca iklan partyku dan menawarkan dirinya untuk menjadi anggota party. Anju dan Abyss bersedia menjadi anggota partyku untuk pergi berburu Diaperman dan beberapa peti harta sebagai bonus. Dan kami memutuskan untuk berkumpul di depan pintu masuk Continental Cave.



“Terlambat setengah jam. Dasar, kau ini niat berburu atau tidak, sih?

Miel hanya bisa diam dan berusaha tersenyum, ketika Anju yang berdiri di depannya memasang tatapan tajam kepadanya. Anju pun mengalihkan pandangannya dan memasuki Continental Cave. Abyss hanya bisa tertawa kecil melihat Miel yang diprotes oleh seorang anak kecil dikarenakan sikap ‘jam karet’nya yang parah.

‘Sadar umur.. Sadar umur.. Sabar. Dia masih kecil.. Sabar..’ batinnya dalam hati sambil memaksakan otot mukanya untuk membentuk sebuah senyuman.

Anju berjalan dengan santai, sesekali ia melihat ke kanan dan ke kiri, terkadang berbicara sendiri. Miel dan Abyss yang berjalan dibelakangnya, sedikit bergidik ngeri. Miel memang sering mendengar cerita tentang Anju dari Café Master, ia juga pernah bertemu dengan Anju beberapa kali di Downtown. Kemampuan Anju untuk berkomunikasi dengan roh memang hebat sekaligus membuat beberapa orang bergidik ngeri ketika mengetahuinya. Pikiran Miel yang melayang-layang, membuatnya lupa akan satu hal yang cukup penting untuk diketahui, meski beberapa kali Abyss menepuk bahunya untuk mengingatkannya. Secara logika, ketika Anju sedang berbicara sendiri, itu membuktikan bahwa mereka tidak hanya bertiga. Abyss akhirnya memberanikan diri bertanya pada Anju mengenai kelakuannya yang berbicara sendiri sejak mereka memasuki pintu gua Continental.


“Uhm.. Anju, daritadi kau berbicara dengan siapa?”
“Seorang hantu Dominion yang dari tadi menempel di bahu Miel.”
“Eh?” Raut muka Miel pucat pasi.

Tidak sampai lima detik, Miel sudah berlari secepat mungkin sampai ke desa Insmouse yang terletak jauh di dalam gua itu sambil berteriak sekeras mungkin. Anju segera mengeluarkan sapu terbang yang muncul entah darimana dan mulai mengejar Miel sambil tersenyum tipis, tinggalah Abyss yang terengah-engah mengejar kedua gadis yang berlari mendahuluinya masuk jauh ke dalam gua itu.



Sesampainya mereka di depan Insmouse Village, mereka mendengar suara orang yang sedang berbicara di depan pintu masuk menuju Insmouse Village. Miel maju terlebih dahulu dengan penuh harap agar itu bukan suara hunter yang berbahagia mendapat booster atau stamp. Betapa kecewanya Miel ketika ia menemukan sesosok makhluk yang tidak asing lagi bagi dirinya. Seorang Assasin yang memakai Sagitarius Jacket dan rok motif kotak-kotak berwarna coklat. Disampingnya ada seorang Marionettist berbaju serba ungu dengan tas punggung berwarna biru yang sangat besar.

“Ah! Miel datang, myan.”
 “Ha! Si bodoh datang! Kali ini dia bawa teman-temannya,” sebuah senyum licik terlihat jelas di wajah cantik Assasin itu.
“Ke-kenapa harus ada kau ketika aku sedang bersemangat hunting sih.. Haa..”
“Carina! Hentikan!”
“Cih, Houri merusak kesenanganku. Padahal kan seru kalau meledek si bod-“

Marionettist itu menempelkan dua buah First Aid yang dibawanya ke mulut Carina. Jujur saja, kelompok Miel terheran-heran melihat kedua gadis Emil itu. Wajah mereka mirip, bahkan persis. Baginya, Carina dan Houri bagaikan sebuah cermin, yang membedakan mereka hanya sikap dan model rambut mereka. Carina memiliki rambut berwarna cokelat pekat yang dikepang ke kanan dengan sebuah karet kuning yang mengikatnya. Sikapnya tampak menyebalkan, terutama ketika ia meledek Miel terus menerus. Lain dengan Houri yang sikapnya polos dan baik hati, ia terus menerus berusaha menghentikan aksi Carina yang meledek Miel. Rambut Houri yang berwarna ungu, dikepang ke kiri dengan sebuah pita berwarna putih.

“Summon, Necro Armor.”

Secara mendadak, Anju memanggil sebuah baju zirah berwarna hitam yang segera meluncur dan menodongkan pedangnya kearah Carina. Matanya yang berwarna emas, menatap Carina dengan tatapan sinis. Carina membalas tatapan Anju dengan sorot mata yang tidak kalah sinis. Miel dan Houri yang merasakan bahwa jika kedua gadis ini tidak dihentikan, mungkin akan muncul perang dunia yang mengalahkan dahsyatnya perang di masa Machine Age, segera memisahkan keduanya. Miel menarik tangan Anju dan mengajaknya berjalan mengelilingi gua itu, ketika Houri mengelus kepala Carina sambil tersenyum.

“Ayo, Anju. Siapa tahu ada banyak Container disana. Atau mungkin kita cukup beruntung untuk bertemu dengan Diaperman lebih dulu.”

Baru saja Miel dan Anju mulai melangkah menjauhi Carina. Muncul gelembung air yang tak terhitung banyaknya di antara Houri dan Carina, disertai gempa yang sanggup membuat kelima petualang itu jatuh ke lantai gua. Gelembung air itu bergerak ke tengah, membentuk sesosok ikan raksasa. Miel segera membenahi posisinya dan segera bersiaga dengan Queen Whip kesayangannya. Anju mundur ke belakang sambil membuka Black Ledger yang ditulisi catatan-catatan dan mantra Necromancy. Carina mengasah sarung cakarnya yang berhiaskan permata Ruby, sedangkan saudari kembarnya segera mengeluarkan sebuah Dancer Fan.

Kini gelembung air itu sudah membentuk suatu wujud raksasa yang sangat ditunggu-tunggu oleh Miel. Seekor ikan raksasa dengan senyum permanen mengembang di wajahnya, ikan itu memiliki tangan dan kaki yang berotot layaknya seorang olahragawan. Sisa-sisa gelembung itu membentuk ikan berwarna coklat tua yang lebih kecil, hanya saja memiliki bentuk dan muka yang sama persis dengan ikan berwarna hitam kecoklatan yang muncul itu. Para Sandfish yang baru muncul itu, segera dicambuki oleh Miel tanpa ampun.  Abyss memutar-mutar Multi Colored Hand Gun di tangannya layaknya seorang koboi. Gunner itu berhasil memberikan serangan pertama pada Diaperman, tepat sebelum Carina menggoreskan cakarnya ke kulit ikan yang licin itu. Necro Armor milik Anju segera melayang dan mulai memukuli Diaperman tanpa ampun, persis seperti sedang mencincang daging. Houri berusaha mengendalikan tangan-tangan Diaperman itu agar berhenti bergerak, ketika Carina berusaha memukuli para Sandfish yang mengelilinginya.

Diaperman memberikan pukulan bertubi-tubi ke arah Abyss tanpa ampun. Satu pukulan berhasil mendarat di bahu Abyss, satu pukulan lagi berhasil ditahan Necro Armor milik Anju. Miel dan Carina berusaha mengalihkan perhatian Diaperman itu agar tidak mengincar Abyss. Houri mengayunkan Dancer Fan miliknya, cahaya merah dibelakang Houri membentuk wujud Homura yang turut menyerang Diaperman.  Carina berhenti menggoreskan cakarnya pada Diaperman, matanya yang berwarna coklat meneliti Diaperman dari atas sampai bawah.

“Ah! Miel! Di dekat sirip punggung Diaperman ada Catty Booster,” Carina berteriak sambil menunjuk punggung Diaperman.

Miel segera berhenti mencambuki Diaperman itu. Ia menggunakan ekor Diaperman sebagai pijakan untuk memanjat ke punggung ikan raksasa itu dan meneliti sirip hitam di punggung Diaperman. Namun sayangnya, Miel baru sadar bahwa ia dibohongi oleh Carina. Treasure Hunter itu melempar cambuknya ke tanah dan mengeluarkan sebuah dagger dengan ukiran berbentuk pentagram dari balik jaket merahnya. Dengan brutal, ia menusuk punggung Diaperman berkali-kali hingga darahnya yang berwarna ungu mengalir deras ke lantai gua. Merobek kulit licin ikan yang dijuluki Gayfish itu tanpa ampun.

“Mana Boosternyaa??! Manaa? Manaaaa??!”

Miel berteriak sambil terus menghujani Diaperman dengan Starry Star Dagger di tangannya. Darah ungu yang terus menerus keluar dari punggung ikan itu membuat Diaperman  segera jatuh ke lantai gua, diikuti suara dentuman yang besar dan dua benda yang jatuh dari genggaman Diaperman. Yang satu sebuah stempel dengan warna warni indah pada permukaannya, satu lagi sebuah benda putih yang bergerak seperti pudding. Kelima pemburu harta itu hanya bisa membelalakan matanya, tak percaya dengan apa yang terjadi di hadapan mereka. Terutama Miel yang masih membeku di tempatnya, hanya bisa memandang kedua benda yang dijatuhkan Diaperman dengan tatapan tidak percaya. Satu-satunya orang yang segera sadar akan hal itu hanya Anju, ia segera meraih Diaperman! Stamp dan Catty Booster ditanah dan segera menyerahkannya kepada Miel.

“Booster dan… Stamp? Sekaligus? Abyss, ini bukan mimpi kan?” Abyss maju dan mencubit pipi Miel, membuat pipinya merah karena dicubit terlalu keras, “Bukan mimpi… Akhirnya! Bye bye Carina dan Houri! Semoga kita tidak akan bertemu lagi!! Aku tidak mau bertemu denganmu dalam perburuan berikutnya!”
“Huh! Siapa juga yang mau bertemu lagi dengan Treasure Hunter bodoh sepertimu?”
“Tidak peduli, sayonaraaa,” ujar Miel penuh semangat sambil menarik tangan Abyss dan Anju menuju pintu keluar Continental Cave.
“Miel, ada yang mengikutimu tuh.”
“Gyaa!! A-apa lagi?”
“Bayanganmu,” ujar Abyss santai sambil tertawa.



Senangnya hatiku, pulang bossing bawa stempel. Kini aku berjalan dengan riang. Setelah bertanya dengan Anju dan Abyss, mereka sepakat untuk menjual Catty Booster yang baru saja kami dapatkan. Hasilnya dibagi rata, sepertiga untuk Anju, sepertiga lagi untuk Abyss, dan sisanya untuk Carina dan Houri karena menurutku mereka juga membantu kami mengalahkan Diaperman. Maka besok kami memutuskan untuk menjual booster!

« Last Edit: July 30, 2011, 10:33:28 PM by KuroYuki »
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
 not playing anymore, just contact me on discord  @
  cornelialk#4273

Offline Light1412

  • Gate Guardian
  • Follower of Wisdom
  • *
  • Posts: 691
  • Cookie: 49
  • WIngS of Hopes (W.I.S.P)
Re: [ECO Fanfict] Treasure Hunter's Story [Chapter 1 Update!]
« Reply #21 on: October 31, 2010, 01:10:54 AM »
Nice!!... short simple tapi mantap.. ^^ (dan charku nongol di chapter 1 nih hehehehee..)

hmm.. kl mau sih lebih diperpanjang dikit aja bagian battlenya, awal - awal dah bagus perkembangan ceritanya, cm kerasa di bagian battle ckp dipercepat..

Untuk sifat - sifat per character sudah ada di muncullin kok cm mungkin karena 5 char langsung sekaligus membuat gak smua char dapat di tonjolkan sifat - sifatnya.

Overall dari segi penataan cerita, sudut pandang dah lumayan enak dibaca kok.. so last comment is nice again ^^.. good luck untuk chapter - chapter selanjutnya yah..

Offline sacchan_magician

  • Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [ECO Fanfict] Treasure Hunter's Story [Chapter 1 Update!]
« Reply #22 on: October 31, 2010, 10:54:44 AM »
wiw, a naisu happy chapter :sing:
buat awal dari sebuah petualangan....ini cukup bagus kok XD
porsi dialog, deskripsi, dan humornya lumayan pas...cuma mungkin kurang di...deskripsi penampilan char? ^^a
walaupun battle nya udah mengena :nod:

cm mungkin satu yg agak mengganjal...knp dropnya bs 2 sekaligus? apa ga akan ada penjelasan soal ini? @_@
karena lumayan 'wah' juga, di hari pertama hunting lgsg dapet 2 benda bagus ^^a

dr segi development story...Carina di sini ga sepenuhnya terlihat antagonis yah...aku pribadi sih berharap bakal ada konspirasi yg lebih 'gelap' lg buat antagonis2 ke depannya =P

dr segi penulisan...
Quote
“Uhm.. Anju, daritadi kau berbicara dengan siapa?,”
“Seorang hantu Dominion yang dari tadi menempel di bahu Miel.,”
“Eh?,” Raut muka Miel pucat pasi.
3 kalimat itu...kelebihan koma di belakang @_@
cukup gunakan satu jenis tanda baca aja buat kalimat langsung (perkecualian buat '?!') :nod:

well, kykny cukup segitu dulu :sing:
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [ECO Fanfict] Treasure Hunter's Story [Chapter 1 Update!]
« Reply #23 on: October 31, 2010, 11:35:39 AM »
Makasi koreksinya sach.. *dogeza*
@light : mungkin nanti di battle scenenya bakal ditambah tambahin dikit. Abis bingung sih nulis battle scene..
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
 not playing anymore, just contact me on discord  @
  cornelialk#4273

Offline milkteddy

  • Rune Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5878
  • Cookie: 63
Re: [ECO Fanfict] Treasure Hunter's Story [Chapter 1 Update!]
« Reply #24 on: October 31, 2010, 11:40:20 AM »
yeay carina gw eksis di chep wan
masih chep satu kali ya, semoga di next chap carina gw jadi makin disebelin
wkwkwkwkwkw

gw ngakak waktu anju nya ngeluarin sapu
biasanya napi kan orang yang tertimpa sial gitu
entah kenapa dia well-prepared disini, jadi lucu aja kesannya
wkwkwkwkwk

Offline sinoSOU

  • Lord of Love Conquest
  • Apprentice of Songs
  • *****
  • Posts: 1421
  • Cookie: 68
  • it's time to get up
Re: [ECO Fanfict] Treasure Hunter's Story [Chapter 1 Update!]
« Reply #25 on: October 31, 2010, 11:54:40 AM »
hmmm, bagus... >_<

cmn black ledger itu buat merchant job...  :confuse:
CMIIMW
setauq  senjata warlock itu dagger ato staff rata2, atau anju mode gardener  @_@
my char is orange Princess - Sweets - Sweet - Yakult - Yogurt - Eilie - Calista and Cio-Petite-Lyx @ Zinnia

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [ECO Fanfict] Treasure Hunter's Story [Chapter 1 Update!]
« Reply #26 on: October 31, 2010, 01:45:13 PM »
Etoo, setelah saya baca ulang, ada bagian yang keapus di awal chapter..
Nanti sore or malem baru bisa saya edit ulang..
Hontouni gomenasai..
m(_ _)m
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
 not playing anymore, just contact me on discord  @
  cornelialk#4273

Offline LarckHikari

  • Apprentice of Songs
  • **
  • Posts: 1226
  • Cookie: 52
  • New Baby's Born
Re: [ECO Fanfict] Treasure Hunter's Story [OpRec : 2 Antagonist]
« Reply #27 on: October 31, 2010, 09:37:02 PM »
Seekor ikan raksasa dengan senyum permanen mengembang di wajahnya

Like this !!  :laugh:  :laugh:
« Last Edit: October 31, 2010, 09:42:29 PM by LarckHikari »

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [ECO Fanfict] Treasure Hunter's Story [Chapter 1 edited]
« Reply #28 on: November 03, 2010, 07:36:37 PM »
@ sinoSOU : abis yang saya liat dari SS yang disubmit napi, bentuknya mirip black ledger sih.. jadi.. tulis saja begitu.. toh sama sama buku.. << jawaban yang tidak bertanggung jawab *geplaked*

@ ce fafa : semoga.. semoga otak pentium satu ini bisa membuat carina semakin antagonis.. amin..
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
 not playing anymore, just contact me on discord  @
  cornelialk#4273

Offline Yuka

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 839
  • Cookie: 53
Re: [ECO Fanfict] Treasure Hunter's Story [Chapter 1 edited]
« Reply #29 on: November 06, 2010, 07:03:44 AM »
updatenya mana~!! *cekek lia*