Author Topic: KuroYuki's Story  (Read 16266 times)

Offline LennViste

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 799
  • Cookie: 45
  • Corre=Lysfrin
Re: KuroYuki's Story
« Reply #100 on: July 14, 2014, 07:29:41 AM »
...Kayaknya baru kemaren aku 15 taun deh... /DIHAJAR KARENA UDAH MAU 22
Bisa muter waktu itu emang enak ya :<

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2970
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: KuroYuki's Story
« Reply #101 on: March 05, 2017, 07:29:08 PM »
A really big family problem

Sebenernya gw mau cerita tentang berbagai macam hal, tapi karena satu cerita ini panjang banget. Gw memutuskan untuk update masalah gw yang satu ini aja dulu. Dan karena cerita ini cukup panjang juga, silakan cari posisi duduk yang manis, ambil cemilan dan minum biar mulut ga kering ngunyah cemilan, dan selamat membaca ~


spoiler karena ini wall of text
Spoiler for Hiden:
Jadi....... gw lelah sama keluarga gw
nonono, not I hate mom or dad or something like that. Sebelom gw memulai cerita gw... let's use fake name karena katanya dengan menggunakan nama lain akan mempermudah orang mendapat gambaran dibanding si A atau si B

Jadi di cerita ini ada Tuna, dia itu adiknya nenek gw
Ada Pretzel, alm. nenek gw yang selalu nolak kalo ditawarin pretzelnya Auntie Anne's tapi pas ditinggalin abis dua biji.
Ada Jengkol, suaminya Tuna, orangnya preman brengsek banget
Ada Bakso, alm. Om gw, anaknya Tuna sama Jengkol
Cabe, Tante gw, makhluk brengsek #2
Bunga, istrinya alm. Om gw, total angel and pure heart
Uleg, Suaminya Cabe, ga separah Jengkol sama Cabe, but still Brengsek #3



Alkisah ada dua orang bersaudara bernama Tuna dan Pretzel. Keduanya merupakan saudara yang akrab karena sering bergosip ceria kemanapun mereka berada, serta kalap belanja baju di Mangga Dua. Tapi karena cerita ini lebih berfokus kepada Tuna, mari kita lanjut saja mengenai Tuna di paragraf berikutnya.

Pasangan hidup Tuna bernama Jengkol. Keduanya menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Bakso, namun karena adiknya Jengkol memiliki terlalu banyak anak, like 5 or 6, dan cewek semua. Tuna dan Jengkol memutuskan untuk mengadopsi salah satu anak perempuan dari adiknya Jengkol. Maka hadirlah Cabe sang anak bungsu (karena lebih muda dari Bakso) di keluarga Tuna dan Jengkol.

Sepanjang hidupnya Tuna selalu menghindari segala jenis pertikaian, dirinya selalu mengiyakan apa kata suaminya. Kebetulan Jengkol, sang suami, merupakan orang yang sayang sama anak sehingga selalu memanjakan Cabe, to the point she spoiled rotten that you want to slap 'em both. Untungnya Tuna selalu ditemani oleh Bakso, anak pertama mereka yang selalu menemani dan membela Tuna ketika Jengkol melakukan segala cara untuk memanjakan Cabe.

Untuk memulai problem pada masalah ini, gw mau cerita sedikit tentang Jengkol. Ini makhluk rada-rada bodoh atau tolol atau idiot gw ga tau. Yang jelas setelah cukup sukses dengan toko yang dibangun oleh Tuna, Jengkol ini sempat membawa uang untuk digandakan ke dukun.

yes, you read it ppl

DIGANDAKAN

KE

DUKUN

goblok abis emang

Terus duitnya kemana? Ya dibawa lari lah, kemana lagi coba selain dibawa lari ama dukunnya. Ya gw tau sih daerah Banten emang masih rada mistik2 gimana gt, but srsly pake otak dikit lah kalo udah soal duit. Oh, jumlah duitnya? round 50jt. But thanks to our strong Tuna, dia akhirnya woles sama uang itu dan tetap bekerja keras dan berusaha mencari uang lebih banyak lagi.

Jengkol juga pernah berkunjung ke rumah gw. Note: Jengkol ini perokok berat sementara dirumah gw ga ada yang ngerokok. Gak, disini gw ga mo ngejudge yg ngerokok, tapi Jengkol ini ngerokoknya ga sopan banget (apalagi pas lagi berkunjung di rumah orang yang ga ngerokok sama sekali, ALSO IN FRONT OF KIDS! I WAS 4 OR 5 BACK THEN!)
Gw inget banget dia ngerokok di ruang tengah gw, yang alhasil bikin rumah gw (yang ga gede2 amat) jadi berkabut bo, udah gt abunya dibiarin jatoh aja ke lantai. Kenapa dulu keluarga gw ga sediain asbak aja? Ya karena di keluarga gw, dan circle keluarga gw ga ada yang ngerokok, kami ga melihat asbak sebagai suatu kewajiban buat disediakan di rumah. Oke that's it, intermezzo flashback gw selesai, silakan lanjut

Bertahun-tahun keluarga Tuna hidup bersama, hingga akhirnya tibalah masa dimana Cabe harus mulai kuliah. Seperti kebanyakan orang yang ingin membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia tercinta ini, Cabe memutuskan untuk kuliah Ekonomi di Beenuz. Katanya sih sempet jadi asdos, tapi gw liat di fbnya selalu update bak cewe kegatelan butuh belaian cowok.

Really, "Malam minggu galau nih sendirian"
or
"Aduh ujan-ujan gini enaknya ada yang bawain bakso hangat"
or
"Rasanya pengen banget deh ada yang nemenin kalau lagi dingin begini"

Suatu hari, Tuna minta tolong emak bokap gw yang lebih paham teknologi (well, ga terlalu paham juga) untuk mengecek nilai-nilai Cabe, sang anak tercinta yang kini katanya menjadi asdos, karena katanya mau bayar kuliah tapi Tuna gagal paham sama sistem di Beenuz. Karena gw yang saat itu masih persiapan UAN, dan ortu gw juga kurang paham juga sama cara liat nilai di Beenuz, ortu gw minta tolong guru les gw yang kebetulan paham soal ginian. Dikasilah id sama pass punya Cabe buat login.

YA BAPA KUATKAN HAMBA NILAINYA MANTAB SOUL
ITU NILAI E SEMUA SEJAK SEMESTER 1 LO NGAPAIN AJA TIGA TAON ANJER

Dari situ ketauan lah bohongnya Cabe, yang katanya selama ini sibuk kuliah di Jakarta sampe ga bisa pulang karena jadi asdos dan segala macem. Jangankan jadi asdos, gw juga ogah dapet project bareng makhluk macam ini.
In the end, katanya sih dia beli ijazah. Oke, ini sejarahnya gw mulai ga percaya sama Cabe

Oke itu salah satu sejarahnya. Berikutnya kita lanjut ke ceritanya Bakso.
Ga kayak cabe, Bakso itu benar-benar anak yang berbakti sama Tuna. Kenapa berbaktinya sama Tuna doang? Karena Jengkol selalu memanjakan dan menganakemaskan Cabe, dan Bakso selalu diabaikan. Understand? Good.

Bakso akhirnya sudah menikah juga, istrinya bernama Bunga. Kenapa tetiba nama istrinya manis begini? Honestly, gw cuma mengambil trait dari orang aslinya aja, dan honestly, Bunga ini orangnya emang baik banget banget banget. Setelah menikah, sebagai anak sulung, Bakso mengambil alih toko yang dibangun oleh Tuna sejak zaman dia masih muda. Lama kelamaan, toko yang awalnya sudah besar dan menjadi mitra berbagai supplier itu mulai turun omsetnya, hingga akhirnya toko tersebut disewakan separuh. Tapi emang dasar gampang dibegoin, disewakannya murah BANGET. Kayak misalnya kalo harga sewa normalnya 10jtper bulan, dia bisa kasih 2-3jt per bulan. Rugi bo.

But that's not the end!

Gw sampe sekarang ga tau kenapa, tapi keluarga gw (nyokap-bokap-kakek-adiknya nyokap) yakin banget kalo Bakso terlibat judi online dan hutang kemana-mana. Keadaan tersebut berjalan terus selama beberapa bulan, mungkin hampir setaon. Sampe tiba-tiba gw lagi asik ngaso depan komputer dan nyokap lagi asik bbman (pas masih jaman bbm ya), tau-tau doi dapet kabar yang ga enak banget dari keluarganya Tuna.

Bakso, Tuna's beloved and good son, hanged himself.

Gw kaget
nyokap kaget
seluruh keluarga gw kaget
Bunga histeris dan sedih
Tuna terpukul berat
Cabe masih sempet2nya apdet status tentang kematian Bakso sang kakak di efbe.

Oh, did I mention that the efbe status update also have lot's like, REALLY LOT of "guyz my bro just die plz pity me"
Oke lanjut

Gw.... sejauh ini hampir ga pernah sih liat keluarga inti yang meninggal, terus adeknya bawa2 pacar gitu ya. But this, is the new way ppl! As expected from Cabe! Dia bawa cowoknya ke rumah duka merangkap krematorium, yang katanya udah beberapa bulan and I swear bulan lalu dia masih update status baper jomblo dan galau sendirian di malem minggu. Ga cuma itu, dia juga mengenalkan kemana-mana kalo itu cowoknya seakan ini lagi family gath di kondangan. Like, what the shyt are you doing on your brother funeral?

Sementara Tuna, here our poor Tuna can't say anything. She just sit and cry on the front row of the crematorium preparation. Still can't believe her beloved son just left like that. Pretzel, kakaknya Tuna yang sempet gw mention di awal banget cerita ini... gw lupa dia dateng apa gak, tapi seinget gw nggak karena Pretzel lagi sakit, cuma suaminya Pretzel yang dateng dan berusaha menemani dan menghibur Tuna. Kenapa yang menghibur Tuna malah suaminya Pretzel? Karena saat itu Jengkol malah berada di ujung ruangan lain dan memukul-mukul kepalanya sendiri. No one stop him, karena kalo kita sapa dan kita berusaha menghentikan, dia bakal marahin kita. Basically, emang ga ada yang seneng sama dia juga sih. So... ya gitu deh...

Jadi begitu dari cerita mengenai Bakso. Kemudian, karena alm. Bakso dan Bunga yang sudah menikah belum dikaruniai anak, Tuna sempet bilang ke Bunga kalo dia boleh menikah lagi, dia masih muda dan banyak harapan.

And Bunga was like, "No, I will live with Tuna and Jengkol and make u both happy."
God, she is too kind for her own good. Guys, semoga kalian semua suatu saat nanti bakal dapet menantu sebaik Bunga

DAN SEMOGA KITA SEMUA DIJAUHKAN DARI MAKHLUK KAYAK JENGKOL DAN CABE

why? because from here, Tuna's life went into total shit




Tadi gw sempet mention kalo Cabe ngenalin pacarnya pas kremasi Bakso kan? NAH

Sesuai tradisi, katanya tuh orang Tionghoa ga boleh sembayangan yang happy2 selama masa berkabung (yang tergantung golongannya lagi, bisa berlangsung setahunan). At least tiga bulan itu lo bakal sering banget ada tujuh harian, 40 harian, 100 harian buat anggota keluarga yg udah meninggal. Bahkan kalo tahun pertama, ga boleh ngerayain hari ibu (kalo yang meninggal itu seorang ibu), atau sembayang Imlek.

Why I told you this tradition? Because Cabe decided to get ENGAGED with his boyfriend, sementara ya di keluarga itu masih masa berkabung. Keluarganya Pretzel langsung pasang tampang sinis dan judgmental sama Cabe. Why? The 1 year mourning tradition duh.

Gak cuma itu, setelah tunangan, kesannya, KESANNYA YA, Cabe ngebet banget nikah, segala hal diburu buru. Menurut gw sih ya, terburu-buru banget. Soalnya tunangan Desember, April atau Mei gt udah nikah. I mean, mereka aja kayaknya baru pacaran 1-2 bulan?

Pas selama Desember-Mei gitu, pas mereka masih tunangan. Gw sering pake banget mendengar cerita ga enak mengenai si tunangannya Cabe. Let's name him Uleg biar cocok sama Cabe.

Cerita gak enaknya itu, waktu lamaran, Jengkol think it's wise to tell d all about his wealthiness!Yang seharusnya merupakan kekayaan Tuna, karena selama ini yang kerja itu Tuna. Dulu waktu gw kecil, tiap gw ke rumah mereka, yg kerja di toko itu selalu Tuna, dibantuin sama alm. Bakso. Sementara Jengkol ngaso di lantai atas, dan Cabe selalu lagi main ke rumah temennya.

Intinya, pas lamaran itu Jengkol cerita2 kalo dia punya tanah luas sekian di sana disini, lalu punya rumah disana disini, dan punya apa apa lagi semuanya. PEDE BANGET LO KAYAK ITU PUNYA LO AJA ANJER. Well, secara teknis iya sih punya dia DAN punya Tuna, meski yang nyari duit Tuna semua.

Abis lamaran, Uleg minta beberapa spare parts yg dijual di toko. MINTA BO, MINTA. Gw ulangi, MINTA. Baru lamaran aja udah gitu waw. Oke lanjut


Selama proses persiapan pernikahan, keluarga gw (which is keluarganya Pretzel, kakaknya Tuna) ga ambil pusing dan ga mau terlibat. Biarkan mereka sendiri, toh mereka juga ga minta bantuan atau tanya apapun sama kita. Our family decided to sit and watch what kind of shit the wedding will be.

Which turns to be an actual shit with small cramped hall and filled with even less ppl. Bahkan ketika keluarga gw dateng, si Cabe tau2 nyamperin "Tolong jadi penerima tamu dong" ke bokap gw. Itu, yang salam2in tamu yg dateng di pintu masuk.

WHO THE F*** ASKED SOMEONE TO DO THIS ON THE D-DAY?!

Satu, bokap gw ga seneng banget sama Cabe
Dua, bokap gw ga suka diminta tiba-tiba, apalagi nikahan
Tiga, bokap gw misuh misuh
Empat, bokap still do what Cabe asked because he is a good functioning adult and need to keep the good face to the whole family, unlike Cabe. Cabe is a total shyt that didn't prepare, don't be like Cabe guys.


Setelah nikahan, yang gw denger adalah Bunga ditendang dari rumah sama Cabe dan suaminya karena dia menuduh kalo Bunga mau mengambil kekayaan keluarga dengan tetap berada di keluarganya Tuna. Poor Bunga, I know and my family all know Bunga do this because she love the family, especially Tuna. Or especially because she knew the family is total shit and our poor Tuna just need to be saved.

Abis itu keluarganya Tuna (dan Jengkol, Cabe, dan Uleg) pindah dari Banten ke daerah Semanan di jakarta. Beli rumah baru karena yang di banten mo dijual. Which is actually good, karena Tuna masih terpukul banget sama kematiannya Bakso, dan kalo ttp tinggal di Banten kayaknya kurang baik juga dia sedih terus.

Here is the thing. Jengkol udah mulai sakit-sakitan sampe dia ga bisa jalan sendiri, dan Cabe, sang anak tercinta mengulur waktu luamaaaaaaaaaaa sekali sebelum akhirnya baru dibawa ke rumah sakit. Setelah keluar dari rumah sakit, Jengkol tetep susah buat jalan sehingga harus pake tongkat. Which is di rumah mereka sekarang, semua kamar ada di lantai dua. Dan yang ngurusin Jengkol adalah................ dundundundundundun: TUNA!

Yes, Tuna, istrinya, yang sama-sama udah tua dan jalan aja susah. Only God know what Cabe and Uleg do, kita ga tau mereka ngapain. Yang jelas sih Cabe update banget sama event di mall2, sampe gw lagi pulang kuliah, melipir beli material2 kuliah di gramedianya, dan kebetulan lagi rame banget ada event apa gt. Dia yang menjawab dengan lancar dan sempurna mengenai event apa itu.

Berita berikutnya yang gw denger adalah Cabe punya anak. Setelah gw menghadapi 9 bulan update status fb kalo bayinya nendang tambah besar, belanja baju bayi etc. Can I also note kalo apa2, Cabe bakal update ke fb
"eh bumil boleh makan ini gak sih?"
"bumil boleh ngapain ga sih"
"aduh anakku nendang sabar ya nak mama juga ga sabar ketemu kamu"

Yes, gw menghadapi yang begitu, sembilan bulan sampe akhirnya gw unfollow facebooknya biar TL gw bersih dari Cabe.




Suatu hari, gw dapet notif di fb kalo si Cabe nulis di wall gw... (Dua tahun lalu ya kayaknya?)
Nanyain kalo di rumah lagi ada nyokap gw apa nggak. KATANYA SIH, KATANYA LOH YA, Tuna mau main-main kesini dan ngobrol temu kangen sama nyokap gw. Which is I found total bullshiet karena akhirnya rumah gw kayak elder day care. Thank God yang dianter cuma Tuna doang, ga kebayang kalo sampe Jengkol ngikut. Dan gw sejujurnya bersyukur karena Tuna dateng kesini, soalnya mukanya udah despo abis dan emang butuh hiburan sama nyokap gw.

Terus karena merasa sekarang mamanya bisa dititipin di rumah gw, hal ini DIULANG LAGI sama Cabe. Cuma diulangnya ga tanggung-tanggung, pas Imlek. Literally dari pagi Tuna didrop gt aja di rumah gw, terus Cabe sama Uleg numpang ke wc, membuat wc gw yang baru abis disikat dan wangi karbol itu jadi bau banget dan ga disirem. Terus langsung cabut gitu aja.

Jadi gini, tradisi di keluarga gw itu, pas malam imlek (h-1 Imlek), biasanya gw pergi ke keluarga dari sisi bokap gw. Terus pas hari H imleknya, gw ke keluarga dari sisi nyokap gw. Tuna ini dari sisi nyokap gw (adiknya nenek gw, remember?), yang ga saling mengenal sama keluarga dari sisi bokap gw. Hasilnya gimana? pas malem imlek awkward abis, semua kakak sama adek sepupu gw selalu nanya "Dia siapa? Tantenya nyokap lo? Kok bisa ngikut disini? Anaknya kemana?"
Mabok ga lo ditanya tanyain gitu.
Note: Keluarga dari sisi bokap gw welcome aja sih dengan keberadaan Tuna pas imlek kmrn. Cuma ya ttp awkward karena ga kenal, dan mereka semua mempertanyakan (ke gw, bokap dan nyokap gw, dan ga didepan Tuna) kenapa anaknya ga membawa Tuna ke famgath mereka sendiri sehingga harus keluarga gw yg ngurusin Tuna.

Setelah itu, mulai sembayang Imlek, dan abis itu gw pulang. Pagi-pagi pas hari H Imlek, Tuna dijemput sama Cabe dan Uleg and God know where they went. Yang jelas mereka ga nongol di rumahnya Pretzel (biasanya tiap taon ngumpul di rumah nenek gw). Gw? Laporan dong sama keluarga besar, kan demen gosip semua.


Okey, itu dua taon lalu, pas awal 2016 mari loncat ke juni-agustus 2016 everything went downhill once again. Pretzel, nenek gw, sekaligus kakak, temen curhat, ngobrol, dan temen kalap bersamanya Tuna, meninggal. Now I won't talk what happen to me but rather on Tuna side.

Setelah nggak ada Pretzel lagi, Tuna jadi tertutup banget. Waktu dikabarin meninggal, Tuna langsung ngajak Jengkol ke rumah sakit tempat nenek gw meninggal. Dianterin sama Cabe dan Uleg, terus pas udah sampe, Tuna sama Jengkol ditinggal gitu aja. That's one

Terus pas lagi di rumah duka, gw benci banget sama Jengkol. Ga sopan abis nyuruh2  Tuna ini itu, yang sedang berduka karena kakaknya meninggal. KAKAKNYA LOH, KAKAKNYA. Bahkan nih ya, pas jalan dari rumah duka ke krematorium (ya kira2 100 meter lah ada), dia nyuruh2 Tuna macem2 terus. Sampe akhirnya gw ama nyokap gw narik Tuna buat jalan. Sabodo teuing sama Jengkol. Udah nyuruh, kasar lg nyuruhnya. (Note: NYURUH, bukan MINTA TOLONG. Gw tekankan sekali lagi, NYURUH)

Cabe sama Uleg? hah, dateng aja kaga


Oke, mari skip same satu bulan yang lalu: Akhir Januari 2017, seminggu sebelom Imlek.
Gw dapet kabar kalo pas awal tahun, Tuna sama Jengkol balik ke Banten, gw ga sebut daerah mana soalnya orang sana suka saling kenal. Tuna sangat tidak mau makan, paling sesuap dua suap, dan seharian dia BENGONG DOANG. Sementara si Jengkol juga ga bs jalan kalo ga pake tongkat DAN dibantu orang, but still rude as ever. Sekarang mereka tinggal sama saudaranya Jengkol, yang which is ngegusur kamar orang. Kebetulan yang kamarnya digusur ini seorang difabel. Dan menurut testimoni nyokap, ini orang licik pake banget. But thank God and Heavens above, saudaranya si Jengkol ini masih berbicara dan berpikir dalam gelombang yang sama dengan keluarga gw.

Itu baru satu, langsung besoknya, gw dapet kabar lagi kalo Tuna masuk rumah sakit entah karena apa. Why gw mendadak update banget? Karena yang bawa ke rumah sakit itu bokap gw, separuh biaya rumah sakit udah ditanggung sama bokap gw. Terus kebetulan Tuna lagi bawa duit, dan pas Cabe dateng, sayang sekali duitnya diberikan kepada anaknya. Yang entah mengalir kemana, yang jelas bukan buat bayar rumah sakit. Karena saat itu Tuna yang harusnya dirawat semingguan lebih, cuma dirawat 4 hari terus keluar dari rumah sakit, konon katanya Cabe yang ngeluarin karena GAK ADA BIAYA. Where the f those money went?

Dan untuk memperparah keadaan, Cabe dengan pede mau minjem duit ke bokap gw. Alasannya untuk bayar biaya rumah sakit, karena katanya hampir 100jt.

Gw ga mau dikasihani atau mau pamer atau apalah, tapi gini ya...
Pretzel a.k.a nenek gw meninggal karena kanker, kita udah kenyang ngeliat biaya rumah sakit dan obat-obatnya, seenggaknya tau lah harga obat A berapa obat B berapa, harga kamar di rumah sakit berapa, etc. Cabe mau ngaku2 obat 50 juta dan kita liat obatnya apaan aja tuh udah ketauan kalo Cabe lagi boong.

Terus udah kita tolak gt, si Cabe malah nuduh2 kalo keluarga gw ga mau bantu kalo lagi susah. Apdet status semacam "Iya sabar aja orang baik mah ada karmanya"
atau
"Giliran lagi seneng ditemenin, tapi giliran susah ga mau bantuin"

Ya... gw ga seneng aja sih, dan gw ga tau dia bego atau apa tapi dia ttp update status di fb sama bbm yang notabene masih bisa diliat gw, nyokap gw atau siapapun yg lagi dia omongin. Sengaja kali ya biar diliat.


Okei lanjut, balik lagi ke ceritanya Tuna. Setelah dikeluarin dari rumah sakit karena 'gak ada biaya', Tuna pulang dan tinggal di... bengkel? Kalau ga salah dibilang di bengkel bareng sama Jengkol. And that's it, that's the last straw. Ortu gw akhirnya jemput Tuna buat tinggal di rumah gw karena gila aja lo orang yang harusnya belom boleh keluar dari rumah sakit terus sekarang disuruh tinggal di bengkel bareng orang yang perlu diurus juga dan kata-katanya abusif parah

Pas Tuna dijemput, si Cabe apdet status karena katanya apa apaan main bawa orang seenaknya tanpa ijin tanpa apa, tapi pas dimintain biar Tuna tinggal sementara ga mau.

Heh, kita awalnya nolak karena maunya Cabe tinggal bareng ortunya, bukan dibuang gitu aja. Lagian duit lo yang banyak itu dikemanain sampe ga punya duit sama sekali?

Kurleb Tuna tinggal sebulan lebih di rumah gw. Dan disini problemnya dia kayaknya udah stres berat. Ga mau senyum, ga mau makan, ga mau ngomong. Sering banget ga keburu kalau mau buang air 1 atau 2. Yang bersihin mostly bokap gw, pembantu gw, karyawannya bokap, dan nyokap gw. Karena adiknya nyokap gw yg tinggal serumah, orangnya jijik/geli tingkat parah dan gw kuliah dari pagi.

Tante gw misuh misuh mulu karena dia geli dan ga mau tidur di kamar dia lagi (Tuna tidur di kamarnya dia), ngepak semua barang dia dan dikirim ke rumah sepupu gw di serpong terus pindah kesana. Nyokap pusing ngurusin Tuna, gw merasa ga enak banget ga bs bantuin nyokap, bokap pusing karena gw cerita kalo kayaknya nyokap udah mulai tertekan juga sama kondisi kayak gini.

Selama tinggal di rumah gw sebulan, Cabe sama Uleg 'menjenguk' cuma dua kali. Sekali pas Tuna kudu kontrol balik ke dokter. Which is sampe sekarang gw ga tau Tuna sakit apa karena GA ADA YANG NANYA. like wtf everyone
Sekali lagi itu seminggu kemudian. Sisanya nope, sebulan itu no calls, nothing.

Yang bikin gw empet itu, si Jengkol pake ngata2in keluarga gw HAHAHAHAHA
"Si *kakek gw* mah bilangnya aja baik tapi ga mau bantu" HAHA
GW SEBULAN INI NGAPAIN DONG
HAHA


Lastly, karena minggu lalu banjir dan airnya masuk ke rumah gw (dan rumah gw cuma 1 lantai), Tuna dibawa sama Cabe to God know where. Di satu sisi, ya gw bersyukur karena itu makhluk ada inisiatif untuk tidak meninggalkan mamanya di rumah yg kebanjiran sampe masuk air ke rumah gt. Di satu sisi lain gw takut banget Tuna kenapa-napa, karena sejak sebulan tinggal di rumah gw, dua hari sebelum dibawa itu dia baru mulai senyum, mukanya lebih cerah. Gw takutnya dia balik murung lagi kalo misalnya balik sama Cabe + Jengkol.

Oh iya, terus kemaren ini fb gw, nyokap, dan seluruh keluarga gw diblok dong sama si Cabe
AKHIRNYA DIA TAU ADA FITUR BLOK YA WAW  TEPOK TANGAN GAES


Oke demikian ceritanya
No, I don't need pity party. I just need to throw this shyt out from my system.  Capek bo gw pendem tanpa ada yang dengerin selain sesama orang yang terlibat.
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing
Closers: Junghwa (Miyeon, Hawthorn, Donghan)

Offline Mizura

  • Apprentice of Songs
  • **
  • Posts: 1316
  • Cookie: 56
Re: KuroYuki's Story
« Reply #102 on: March 06, 2017, 12:15:05 AM »
Sebuah kisah yang luar biasa dan fenomenal.

/mamam popcorn

Itu susah banget nyari jalan keluarnya. Jangan khawatir tapi, Li. Orang kayak Cabe biasanya yang paling pertama mati di pilem zombie. #LANTAS
·············································································································································
▉ Don't grow up too fast & don't embrace the past; life's too good to last & I'm too young to care
·············································································································································

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2970
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: KuroYuki's Story
« Reply #103 on: March 06, 2017, 09:35:22 AM »
Sekarang sih aku udah berasa kalo itu bukan masalahku lagi tapi aku ttp khawatir sama kondisinya Tuna
meskipun keluarga sebelah, ya ttp aja dia adiknya alm. nenek yang dari gw kecil juga sering ketemu dan berelasi segala macem lah.

Dan lagi keluarga besar sering banget ngulang2 cerita itu pas kejadiannya baru nongol.

Honestly nyokap pernah nanya, kalo gw di posisi Tuna, gw bakal ngapain


Police, I definitely call police. Also lawyer

Also I won't go to Jengkol or Cabe funeral
« Last Edit: March 06, 2017, 09:36:46 AM by KuroYuki »
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing
Closers: Junghwa (Miyeon, Hawthorn, Donghan)

Offline Novie

  • Rune Guardian
  • Follower of Wisdom
  • *
  • Posts: 788
  • Cookie: 49
Re: KuroYuki's Story
« Reply #104 on: March 09, 2017, 01:17:38 AM »
sebelomnya permisi ...ijin corat coret yaa :hi:


Spoiler for Hiden:
thanks for sharing
runtut, lugas nan explosif khas lia


pertama, salut buat nek tuna.
terlepas dari kekurangannya dia uda sukses berjuang mertahanin rumah tangganya.
(bayangin aja, dia puluhan taun ngabdi jd tulang punggung keluarga ke suami abusif ogah kerja & anak macem cabe, plus ditinggal moral supporternya (nek pretzel, om bakso & tante bunga))
sayang, dia malah ngga punya power buat ngebentuk karakter si cabe.   ....tapi ga bisa nyalahin juga, toh si mbah jengkol yang lebih dominan jadi role modelnya kan?

kedua, salut buat keluarga pretzel & anak anaknya yg uda ngehandle krisis keluarga secara dewasa.
sekalipun ngga termasuk keluarga inti tp masi nyoba all-out ngesupport sambil ngadepin 2 makhluk astral dari keluarga yang dibantuin.

cabe  ..cabe  ..oh CUABEEEEEE...   baca partnya si cabe berasa ketampar bo!. 
berasa pengen naek mesin waktunya doraemon, balik ke beberapa taun lalu, & tabokin bolak balik ke makhluk yang namanya widyaswati novita sampe bego

kenapa?

aku ngerasa familiaaaar banget sama karakter si cabe;   childish, ga sensitif, alay lebay-borderline attention whore, mulut nyeblak - overall gampar-able deh.
maenan pesbuk pas ada keluarga meninggal? check. doyan maksa nyuruh orang ga pake kata tolong? check! doyan komentar nyelekit ke orang yg uda banyak mbantuin? DING DONG!...  check!
ngeliat ke belakang rasanya malu banget.  syukur dapet temen & lingkungan yg positif jd bisa pelan pelan kebentuk dari bitch queen jadi    ...yah, moga moga yg skrg lebih presentable deh.

oh well..
moga moga si tante cabe bisa reform sebelom evolusi jadi jengkol v2  & nularin anaknya virus percabean & perjengkolan


Quote
Honestly nyokap pernah nanya, kalo gw di posisi Tuna, gw bakal ngapain
oke, aku ijin mosisiin diri jadi nenek tuna yaa..

seandainya jadi beliau mungkin yang diinginkan ga jauh beda; pengen jalanin masa tua dengan tenang bareng keluarga yg hangat & perhatian.
idealnya, itu tanggung jawab suami & anak.  tapi yang ada depan mata? suami  beban, anak & menantu sibuk dunianya sendiri.
seandainya jadi beliau, dapet support dari keluarga sebelah ya

kalau diposisi beliau, pertama aku pasti ngerasa berterima kasih banget udah disupport finansial & moral dari keluarga sebelah.
tapi disisi lain pasti ada rasa sungkan & kangen keluarga inti,- separah apapun mereka.

oh ya,
asumsi nenek tuna usia 70+, kalau aku diposisinya uda ga bisa banyak ambil keputusan & ambil tindakan lagi.
sewa lawyer? panggil polisi? sori tapi rasanya agak mustahil si nenek mampu ambil tindakan drastis gitu.
jangankan itu, buat urusan ngerawat diri aja semuanya uda serba diatur caregiver.
 
dan lagi, rasanya si nenek juga ngga bakal tega
separah parahnya jengkol & cabe, mereka tetep keluarganya yang dia perjuangin puluhan tahun lho.
yah...  mentok mentoknya seandainya aku di posisi nek tuna palingan cuma bisa ngarep keluarga yg kesisa bisa lebih care nemenin sisa hari tua..



quote of the day;  O lord, deliver us from percabean & perjengkolan \[T]/
« Last Edit: March 09, 2017, 01:34:38 AM by Novie »

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2970
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: KuroYuki's Story
« Reply #105 on: March 09, 2017, 01:33:18 PM »
Arigachu mbak widyaaaa‎|•'-'•)و✧

Spoiler for Hiden:
mbak widyaaaaaaaa :cry:
Selama ini mbak widya selalu baik kooook ‎|•'-'•)و✧
*bearhug*

Seenggaknya mbak widya skrg udah nggak begitu bgt kan
Ini masih, dia sampe bener2 putusin hubungan sama keluarga sini. Dan Cabe tuh kesannya kayak narik Tuna karena masih ada harta yg pake nama Tuna

Kan apaan bgt kelakuannya, kesannya kayak takut keluargaku bakal ngembat harta orang
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing
Closers: Junghwa (Miyeon, Hawthorn, Donghan)

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2970
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: KuroYuki's Story
« Reply #106 on: January 28, 2018, 08:26:52 PM »
im tired

unfollowing or unfriend toxic ppl
check
knowing my limit
check
going to gym
check
have a better mindset
che-
apply what I learned on psychology to myself
.......

Seharian rasanya otak gw kayak not responding, gw ga ngapa-ngapain cuma tidur. Besok deadline, gw belom ngetik apa-apa. Gw ga enak banget sama dosbing gw yang kooperatif sementara gw leha-leha males dan progress gw sampah banget. Meanwhile temen satu dosbing pada punya progress, tau apa yang harus mereka lakukan dan segalanya.

how ppl do that
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing
Closers: Junghwa (Miyeon, Hawthorn, Donghan)

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2970
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: KuroYuki's Story
« Reply #107 on: February 11, 2018, 05:23:48 PM »
karma?

capek ngeliatin orang pada lovey dovey pas deket valentine hahahaha
ngeliat temen temen gw sama-sama stres skripsian, tapi mereka ada yang nemenin haha. iya gw ngiri sama yang pacaran. kemana gw yang dulu kesel ngeliat orang pacaran terus nanya kenapa orang pacaran... (pas gw smp ya nanya kayak gitu disini? lol)

ngobrol sama temen juga macem
"gw harus kasih apa ya buat cowok gw pas valentine"
"lo ga salah nanya gue?"

ya setidaknya ada satu masalah yang tidak perlu dipikirkan selama valentine tapi...... rasanya sepi banget.

I once had a boyfriend...
tp akhirnya putus karena berbagai alasan lol

anw, gw ngerasa kayaknya karma gitu gegara gue jadi fujo terus suka ngeship2in orang. dulu duluuuuuuuu banget juga pernah dibilangin sama ian kalo gw fangirling jangan terlalu cancerous banget tar kena karma. eh kejadian sekarang
orang yang gue suka demennya sesama haha
udah demennya sesama, udah punya pacar pula haha
terus kalo galau ceritanya ke gw

ahahahahaha :die:
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing
Closers: Junghwa (Miyeon, Hawthorn, Donghan)