Author Topic: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.  (Read 22978 times)

Offline Raykishin

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 392
  • Cookie: 45
  • Are you reading this? LOL
[ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« on: November 29, 2010, 12:09:35 AM »
Hai, entah kapan gw pengen sekali publikasiin kejadian-kejadian yang terjadi di ring gw tapi ga pernah kesampai-an. Kehangatan serta keceriaan yang terjadi akan gw tuliskan tapi tentu saja dengan beberapa exaggerate kan namanya juga fiksi. Soo, just enjoy and sit back my first time writing here. All comments or stuffs are welcomed.

Buat anggota ring yang ga muncul, tenang aja pasti semua gw munculin, so siap-siap jadi banyolan ya hehehe. :laugh:

Disclaimer:
Emil Chronicle itu punyanya/copyrighted by mbah Gung Ho, dipublish sama WaveGame jadi semua punyak mereka berdua. Nih yang bener.

Emil Chronicle Online™ is copyrighted ©GungHo Online Entertainment, Inc. and ©Gravity Co, Ltd. Wavegame was granted the right to publish, distributed and transmit Emil Chronicle Online™ in Indonesia.


Prolog.

Bankrut.

Jika ada sebuah kata atau kalimat yang paling pantas untuk menggambarkan kondisi ring Gemeinschaftsgefühl saat ini, maka bankrut adalah yang paling tepat. Dengan muka lecek bak koran bekas, sang ketua Beliial mengadakan rapat dengan para anggotanya yang emang bentuknya rata-rata mirip dengan gundukan sampah. Kumal!

"Kalian tau kan gimana kondisi keuangan kita sekarang?" Beliial mengeluarkan sebuah pundi uang yang kempes dan dengan lesu mengosongkan isinya. Hanya terdapat beberapa keping receh.

Para anggota Gemeinschaftsgefühl melirik ke arah satu sama lain, tidak seorang pun berkata. Mereka sadar bahwa ini bukan lagi waktunya bercanda kecuali seorang gambler yang sedang asik ber-autis ria memainkan bayangan tangan dengan lamput sorot.

BLETAK! Sebuah asbak mendarat di jidat Gambler tersebut. Sambil memegangi kepalanya yang benzol dan berdenyut, dengan cengengesan Alfred segera mengakhiri kegilaannya.

"Nah.." Beliial melanjutkan. "Seperti yang dah kalian tau, fame ring kita itu yang paling bontot, ga ada orang yang mau request pekerjaan sama kita, kalo begini caranya, kapan kita bisa majuu??" Beliial mengakhiri ceramahnya dengan bibir yang dimonyong-monyongkan mirip bebek kejepit.

Kelima anggota ring tersebut sedikit mendelik, karena pertama agak jijik dengan sikap ketua yang sok monyongin bibir dan kedua karena sadar bahwa selama ini mereka selalu main-main dan tidak pernah serius melakukan pekerjaan demi ring.

"Saya ada usul." Semua kepala berdongah ke arah suara lembut dan merdu tersebut berasal. Jeanne, sang wakil ketua angkat bicara. Dijuluki sebagai sang malaikat pencabut nyawa, Jeanne merupakan sosok yang ditakuti baik di dalam maupun di luar Gemeinschaftsgefühl karena kecantikannya yang tiada tara serta fakta bahwa dirinya adalah seorang laki-laki yang suka mengenakan pakaian wanita.

"Udeh buru, apa yang ingin kamu sampaikan Jen?" DigitalAllianz yang sedang asik mengorek upil langsung menodong karena tidak ingin bertele-tele.

"Bagaimana kalo kita membuka warteg dan kita berpakaian seperti..."

"USUL DITOLAK!!" Secara serentak anak-anak segera mengutarakan kalimat tersebut.

"Hey, aku belum selesai bicara." Jeanne membela diri.

"BODO!" Laksana paduan suara anak-anak kembali bersinkron karena udah tahu bahwa idenya pasti tidak beres.

"Kita harus melakukan pekerjaan yang akan dikenang semua orang, nih keknya aku dapet sesuatu yang bisa mengeluarkan kita dari situasi ini." AncientCity, anggota paling kalem kemudian mengeluarkan sebuah gulungan kertas sayembara.

Wanted dead only; monster yang suka mengacau di kontinen utara. Bagi siapa yang berhasil menangani mahluk tersebut akan mendapatkan 2,000,000 Gold serta kesempatan untuk menambah 30 fame ring dan 1 set daging giling kualitas ekspor.

"Hmm kalo kek gini pasti banyak guild yang bersaing untuk ngalahin binatang ini." Alfred agak ciut terhadap ide tersebut.

"Alfred jangan ngomong guild tau, di game ini namanya ring bego, ntar lu kena tuntut copyright!" DigitalAllianz menegur.

"Oiya ya."

Setelah pertimbangan yang memakan waktu sekitar lima menit dan tiga belas detik diselingi dengan permainan gunting batu kertas, maka anggota Gemeinschaftsgefühl akhirnya memutuskan untuk mengambil pekerjaan yang diajukan oleh AncientCity. Mereka segera mendaftar kepada Cafe Madona terdekat dan karena pekerjaan tersebut cukup berat maka diberikan waktu yang cukup signifikan. Dengan menebeng airship seorang musafir yang sedang pergi ke Northern Cape, para anggota Gemeinschaftsgefühl akhirnya memulai quest mereka. Setelah kepergian mereka musafir tersebut misuh-misuh karena ongkosnya ternyata cuman kiss padahal yang menumpang sebanyak lima orang.

End of Prologue.

Chapter list.

Pengenalan tokoh utama, secara garis besar (soon to be added begitu chapter nambah):

Spoiler for Hiden:
Ketua: Beliial
Job: Assassin/Breeder/Tukang Copet
Sifat: Mata duitan, maruk, genit tapi sayang dengan anggota ringnya.

Wakil ketua: Jeanne
Job: Druid-Explorer/TH??
Sifat: Cinta estetika, macho, dan kadang manis, serta sering jadi bulan-bulanan.

AlfredAdler
Job: Gambler/Babu heal sejati/Tukang tipu anak orang
Sifat: Mata duitan, maruk, pedofil dan kadang suka aneh-aneh.

DigitalAllianz
Job: TH SEJATI/Tukang tipu pasar
Sifat: Mata duitan, maruk, cuek dan pencinta treasure chest/container dll.

AncientCity
Job: TH SEJATI/Farmer sejati
Sifat: Mata duitan, maruk, kalem, suka dipalak, penggemar keringet ikan.
« Last Edit: July 23, 2012, 07:29:34 PM by Raykishin »
Yesterday's when girls where listening to Guns n Roses. Yesterday's when Axl Rose was the kick ass badboy of this story. Yesterday when sex & drugs & rock n roll was the message. Yesterday has written down in the books of history. And these guys passed from kids; to grown men.. And then to legends... They rocked the world once; and they grew up a whole new music generation influenced by them... Yeah... That was yesterday's... And I thanked them for yesterday's.

Offline milkteddy

  • Rune Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5878
  • Cookie: 63
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #1 on: November 29, 2010, 12:18:50 AM »
gw pertamax keknya?

gw cuman mau ngomong tiga patah kata aja sih
Dijuluki sebagai sang malaikat pencabut nyawa, Jeanne merupakan sosok yang ditakuti baik di dalam maupun di luar Gemeinschaftsgefühl karena kecantikannya yang tiada tara serta fakta bahwa dirinya adalah seorang laki-laki yang suka mengenakan pakaian wanita.

LIKE THIS GAN
oke abis deskripsinya wkwkwkwkwkwk

di tunggu next chap nya

Offline Tsuna

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 500
  • Cookie: 46
  • /人◕ ‿‿ ◕人\
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #2 on: November 29, 2010, 12:51:41 AM »
kena krismon gara2 npc tempa nih kayaknya  :laugh:


Offline sinoSOU

  • Lord of Love Conquest
  • Apprentice of Songs
  • *****
  • Posts: 1421
  • Cookie: 68
  • it's time to get up
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #3 on: November 29, 2010, 01:07:06 AM »
Quote
"Udeh buru, apa yang ingin kamu sampaikan Jen?" DigitalAllianz yang sedang asik mengorek upil langsung menodong karena tidak ingin bertele-tele.

baca ini + liat PP, ngakak malem2  :laugh:

typonya...  @_@
Quote
BLETAK! Sebuah asbak mendarat di jidat Gambler tersebut. Sambil memegangi kepalanya yang benzol dan berdenyut, dengan cengengesan Alfred segera mengakhiri kegilaannya.

sisanya g tau,  keasikan ngakak  :laugh:
my char is orange Princess - Sweets - Sweet - Yakult - Yogurt - Eilie - Calista and Cio-Petite-Lyx @ Zinnia

Offline Raykishin

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 392
  • Cookie: 45
  • Are you reading this? LOL
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #4 on: November 29, 2010, 02:42:00 AM »
gw pertamax keknya?

gw cuman mau ngomong tiga patah kata aja sih LIKE THIS GAN
oke abis deskripsinya wkwkwkwkwkwk

di tunggu next chap nya


Heyy thank you supportnya Fa hahaha, nantikan kehadiran SEMUA kemunculan anak gemein lho, ga terkecuali.

kena krismon gara2 npc tempa nih kayaknya  :laugh:


Hahaha iyalahhhh! BOkek beneran ini mo di fanfic sama in game sama in real life hahaha. Biar bokek yang penting heppy  /gg Thanks jempolnya Him

baca ini + liat PP, ngakak malem2  :laugh:

typonya...  @_@
sisanya g tau,  keasikan ngakak  :laugh:


Wkwkawkakwa thanks supportnya Sino. Nantikan chapter-chapter berikutnya hehe.

Without further ado, it's chapter 1.


Chapter 1. Lah-lah-lah aku cayang cekalii, Gemeinschaftsgefühl~~

Angin dingin menyelimuti bulu ketek para anggota Gemeinschaftsgefühl. Suasana North sama seperti kuburan, akibat kedatangan monster pengganggu yang ada dalam sayembara, tidak banyak petualang yang berani menjajakan kaki mereka ke daerah tersebut. North Plateau adalah daerah pertama yang ada pada daratan North dan petualangan akan di mulai dari sana.

"WOI, ngapain kamu?!" Sahut Beliial kepada Alfred yang tengah membeli sesuatu pada mbak-mbak penjual disana.

"Nih." Alfred menyodorkan bungkusan yang telah ia beli.

"Apaan nih? Bakpao?" Ujar Beliial dengan dongonya.

"Ya kagakkkk lahhh, ini heated stone, pak ketua, jika dipake waktu cuaca dingin gini akan melindungi diri kita dari sengatan hawa utara."

"Oooo" Beliial manyun mendengar penjelasan Alfred.

Setelah memeriksa kembali perlengkapan masing-masing, kelima petualang Gemeinschaftsgefühl memutuskan untuk singgah ke kota Northern Promenade untuk membenah kembali dan mencari informasi mengenai musuh yang akan mereka buru.

"Ada baiknya kita merekrut seorang druid dari kota North untuk membantu pertarungan kali ini." Usul DigitalAllianz

"Hey, apakah kalian melupakan keberadaanku?" Dengan gaya genit Jeanne meliuk-liuk mirip penyanyi dangdut kapiran.

"Eeghh kalo ngandalin kamu mah bisa-bisa mati duluan sblom berantem." Jawab DigitalAllianz tanpa gairah dan agak geli.

Anak-anak tertawa melihat kelakar kedua teman mereka, lalu melanjutkan perjalanan mereka menuju muara Northern Promenade. Beberapa treasure chest serta musuh dilahap kek serigala ketemu lemper. Ga pandang bulu (emang banyak sih bulu disana kebetulan).

"Strength Crystal dan sebuah Piece of Mind." Beliial melirik ke hasil buruan mereka sebelum memasuki daerah North Mountain.

"Ya lumayan lah buat upah bayar druid ntar." AncientCity memaklumi.

"Yuk bergegas, gigiku dari tadi gemertuk, keknya hari makin dingin nih." Jeanne merengek.

"Oke deh." Lalu Beliial mengomandokan agar para anggota untuk mempercepat langkah mereka menuju kota.

Kota Northern Promenade tampak lebih suram dari biasanya, ternyata imbas kehadiran mahluk buas di North sampai juga di kota tersebut. Tentu saja yang sial adalah lima orang anggota Gemeinschaftsgefühl, karena para penjual komoditas terpaksa menaikkan harga mereka agar omset tercapai. Setelah me-nego sambil ngemis-ngemis dan nangis bawang bombay, sebuah hotel terpaksa membiarkan mereka menginap dengan ongkos 1 Piece of Mind dan ciuman dari Jeanne (pemiliknya tidak tahu Jeanne laki-laki). Mereka menyewa kamar paling bobrok yang bentuknya kayak truk tanah masuk jurang, dan tentu saja Jeanne dipisahkan tempat tidurnya agar tidak terjadi hal-hal yang kurang diinginkan.

Esoknya sebelum ayam jago berkokok (karena udah disembelih oleh Alfred buat makan malem), para anggota Gemeinschaftsgefühl bangun dan mencari bulletin board terdekat dengan harapan menemukan seorang druid tambahan.

"Hmm, kira-kira dibayar 1 Strength Crystal mau gag ya tu orang?" Beliial menganda-andai.

"Mau lah... Harusnya." DigitalAllianz mencoba menyakinkan ketuanya.

"NAH INI!" AncientCity tiba-tiba memekik kegirangan seperti anak kecil ke-gep nyolong.

"Guarder.. Sepertinya dia dapat diandalkan." Alfred mengangguk-angguk setuju.

"Dibilang tempat ketemunya di Cafe Valeria, yuk deh tunggu apa lagi." Beliial segera berjalan menuju Cafe tersebut.

Sang empu yang dicari ternyata mudah, karena disamping dirinya dan seorang treasure hunter, tidak ada lagi tamu di dalam Cafe tersebut.

"Hai, kamu Guarder?" Sapa Beliial kepada seorang druid yang sedang menyeruput kopi, sambil megang koran dan sepiring pisang goreng hangat yang mengepul di atas mejanya.

"Dan siapa kalian?" Tanya Guarder yang sembari melirik ke arah trio kwek-kwek (Alfred, Digital,Ancient) yang terlihat berbinar-binar pengen ngembat pisang goreng.

"Maksud kedatangan kami in..." Belum sempat Beliial selesai mengucapkan kalimatnya, Guarder kemudian memotong.

"Err, sepertinya ketiga teman kamu disana amat kelaparan, makan aja tu pisang goreng, traktiranku deh." Sambil mengatakan dengan nada agak kesian soalnya iba ngeliat tiga orang pemuda ngeces kek busung lapar Ethiopia.

Tanpa nunggu perintah ketua (yang emang ga pernah didenger) maka ketiga orang tersebut berebutan pisang goreng tapi kalah cepat dengan Beliial yang sebenarnya juga sudah menatap pisang goreng dari sejak awal masuk ke Cafe.

HEY!! Namun apa daya Alfred, Digital dan Ancient tidak daya melawan ketua. Hanya Jeanne yang kalem melihat tingkah laku mereka sambil terus tersenyum manis, amat manis, kayak gula aren.

Sambil menggenyol pisang di sela-sela giginya, Beliial melanjutkan maksud kedatangan mereka menemui Guarder, "Jadi begini pak Guarder, kami dari ring Gemeinschaftsgefühl tengah menjalankan quest melawan mahluk yang telah membuat resah para penduduk North, namun tenaga penyembuh kami kurang berbobot," Beliial menunjuk ke arah Jeanne yang nampak malah sedang ngobrol akrab dengan seorang treasure hunter. "Jadi singkat cerita, maukah anda menolong kami? Tentu akan kami bayar, uang muka kami adalah Strength Crystal ini, setelah quest selesai maka kami akan memberikan 5% hasil dari penangkapan tersebut."

Guarder terlihat berpikir sejenak, "Jadikan 15% maka aku akan ikut."

"Ugh, 10?" Beliial mencoba me-nego.

"Hmm... Ya udah deal deh! Siniin Strength Crystal mu" (gampang bener pikir Beliial)

Namun tetap dengan berat hati Beliial menyerahkan Crystal yang didapatkan setelah menzolimi Ogre di Northern Plateau kemarin.

"Baiklah teman-teman! Guarder akan ikut kita! Mari kita akrab-akrab sama pak Guarder ya, ngomong-ngomong Jeanne. Siapa teman mu itu?"

"Hey Bel, kenalkan ini."

Treasure hunter misterius yang menjadi lawan bicara Jeanne berdiri dan mendekati Beliial. "Kenalin, gw Babang."

"WOI JANGAN NAMA ASLI, in game oi, ini fanfic woi"

"Oh maaf, kenalin gw 5ucks."

Jeanne kemudian melanjutkan, "Bel, aku menceritakan apa yang akan kita lakukan dan sepertinya dia tertarik untuk bergabung dengan kelompok kita, bagaimana?"

"Hmm gak tau ya Jen, kita udah ada 2 treasure hunter, dan Alfred itu udah ga bisa digolong gambler, mata duitannya setara treasure hunter."

"Ayolahh Belll, aku janji 5ucks ga akan memperlambat kita.." Rayu Jeanne.

"Ya betul kata Jeanne, gw pengen bales dendam sama tu momon, dia udah membuat banyak teman-teman gw masuk SLB!" 5ucks juga ikut merayu.

"Baiklah kita putuskan dengan voting saja, bagaimana dengan yang lain?" Beliial nampak ingin terlihat demokratis akan tetapi sepertinya tindakannya salah.

"Terserah Jen deh." Alfred tapi sambil mengacungkan tanda setuju karena takut diapa-apain Jeanne.

"Suka-suka mu Jen." Digital, idem dengan alasan yang sama dengan Alfred.

"Yah sudahlah." Ancient, lagi ga peduli karena sedang menggoda Valeria, pemilik Cafe yang kecenya semlohey.

"Bedebah, satu tambahan mulut buat dikasih makan deh." Putus asa karena kayaknya percuma saja menolak permintaan Jeanne dan nyesel pake sistem voting.

Dengan dua orang anggota tambahan, ring Gemeinschaftsgefühl bergegas meninggalkan kota Northern. Mereka mendengar desas desus bahwa monster tersebut membuat sarang di gua utara Northern Mountain. Sambil mengecek barang bawaan, tiker, gitar, cemilan, dan dua dus indomi, tampaknya mereka siap menggebrak tempat tinggal monster tersebut. Onwards to great adventure!

See you next chapter.

Pengenalan tokoh baru:

Spoiler for Hiden:
Guarder
Job: Druid/Tim SAR
Sifat: Kalem, agak cuek, tapi suka salting sendiri kalo ada yang aneh-aneh.

5ucks
Job: TH SEJATI/Anak ilang
Sifat: Humoris, mata duitan, suka becanda, demen komik kung-fu
« Last Edit: November 29, 2010, 02:48:57 AM by Raykishin »
Yesterday's when girls where listening to Guns n Roses. Yesterday's when Axl Rose was the kick ass badboy of this story. Yesterday when sex & drugs & rock n roll was the message. Yesterday has written down in the books of history. And these guys passed from kids; to grown men.. And then to legends... They rocked the world once; and they grew up a whole new music generation influenced by them... Yeah... That was yesterday's... And I thanked them for yesterday's.

Offline LarckHikari

  • Apprentice of Songs
  • **
  • Posts: 1226
  • Cookie: 52
  • New Baby's Born
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #5 on: November 29, 2010, 07:57:52 AM »
Treasure hunter misterius yang menjadi lawan bicara Jeanne berdiri dan mendekati Beliial. "Kenalin, gw Babang."

"WOI JANGAN NAMA ASLI, in game oi, ini fanfic woi"

Like this  :laugh:
Ficnya bnr2 kocak  :laugh: :laugh:  Ditunggu lanjutan ceritanya  :laugh:

Offline di3trich

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 39
  • Cookie: 45
  • slick and smooth....i'll lick you good >=D
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #6 on: November 29, 2010, 09:57:55 AM »
Kyaa, karakterku udah keluar ajah disini, yandere pula! *biar banci yg penting eksis*

Offline milkteddy

  • Rune Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5878
  • Cookie: 63
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #7 on: November 29, 2010, 10:10:12 AM »
wow cepet banget new chap nya

anjir asli ngakak gw yang satu ini
"Baiklah kita putuskan dengan voting saja, bagaimana dengan yang lain?" Beliial nampak ingin terlihat demokratis akan tetapi sepertinya tindakannya salah.

"Terserah Jen deh." Alfred tapi sambil mengacungkan tanda setuju karena takut diapa-apain Jeanne.

"Suka-suka mu Jen." Digital, idem dengan alasan yang sama dengan Alfred.

"Yah sudahlah." Ancient, lagi ga peduli karena sedang menggoda Valeria, pemilik Cafe yang kecenya semlohey.

"Bedebah, satu tambahan mulut buat dikasih makan deh." Putus asa karena kayaknya percuma saja menolak permintaan Jeanne dan nyesel pake sistem voting.

wakakakaka
wakakakakakakaka
keknya si belel gak in real, in game, in fanfict selalu di tindas
wakakakak
wakakak
nice gan

udah lama gak baca fanfict kocak kek gini...
rata-rata pada pake bahasa resmi.... udah dari taon kapan ya (kayaknya tenggelem pas awal-awal gw masuk forum ini)
good deh yan... lanjutkan gan!!!

Offline Raykishin

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 392
  • Cookie: 45
  • Are you reading this? LOL
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #8 on: November 29, 2010, 10:35:46 AM »
Like this  :laugh:
Ficnya bnr2 kocak  :laugh: :laugh:  Ditunggu lanjutan ceritanya  :laugh:

Hohoho, more to come soon, stick by it man.

Kyaa, karakterku udah keluar ajah disini, yandere pula! *biar banci yg penting eksis*

BENCONG LU *kasar*. Aduh tapi kamu tetap menjadi pujaanku kok *wink2*

wow cepet banget new chap nya

anjir asli ngakak gw yang satu ini
wakakakaka
wakakakakakakaka
keknya si belel gak in real, in game, in fanfict selalu di tindas
wakakakak
wakakak
nice gan

udah lama gak baca fanfict kocak kek gini...
rata-rata pada pake bahasa resmi.... udah dari taon kapan ya (kayaknya tenggelem pas awal-awal gw masuk forum ini)
good deh yan... lanjutkan gan!!!

Benernya udah ada draftnya Fa, tapi belum sempet gw edit biar bahasanya enak dibaca jadinya yaa cepet deh hehehe. Emang lah tu belel, namanya juga mahluk kesian.

Here goes.


Chapter 2. Dangdut is the music of Gemeinschaftsgefühl.


Gluduk-gluduk.

Cuaca Eternal North Boundary bagaikan cincau tumpah. Butek dan agak biadab. Tersirat kegelisahan dan penat di mata para anggota Gemeinschaftsgefühl. Setelah meyakinkan bahwa para anggota menunjukkan wajah keletihan bukan ketampanan, Beliial selaku ketua serta tonggak hina memutuskan untuk berhenti sejenak di dalam sebuah igloo milik seseorang.

"Yakin nih ga apa-apa kita maen masuk rumah orang? Kenapa ga buat tenda aja?" Ancient menunjukkan rasa kesungkanannya untuk berteduh di dalam igloo orang yang tidak dikenal.

"Gak apa-apa dah, lagian emang kosong kok ini igloo." Beliial kembali celingak-celinguk, mengecek siapa tahu pemiliknya kembali. "Lagian kita kan jadi bisa ngirit durasi tenda, mayann donggg." Ia kembali memonyong-monyongkan bibirnya.

"Dia selalu kek gini ya?" Guarder tidak kuasa ingin bertanya kepada para anggota Gemeinschaftsgefühl mengenai sifat ketua mereka.

"Hmm yeah, dulu sih kami kira dia pelit, tapi setelah dicek di laboratorium dan ditelaah lebih lanjut, ternyata ee...emang pelitnya ga ketulungan." Digital menanggapi. "Maklum deh, kami miskin sih."

"Eh enak aja, ga pelit tau, cuman sedikit berhemat, ingat! Hemat pangkal kaya!" Beliial mencoba membela diri.

Anggota Gemeinschaftsgefühl memberikan tatapan cengo dan menyahut berbarengan, "Ya, ya, ya..."

"Kamu sendiri nggak tertarik bergabung dalam ring?" Alfred yang daritadi anteng menegur Guarder.

"Ahh enggak, belum ketemu yang cocok sih."

"Ring kita lowong kok kalo berminat."

"Errr, pikir-pikir dulu deh, goceng dapet ga?"

"Kok malah jualan! Melenceng nih!"

"Iya iya"

Setelah 5ucks memeriksa kondisi cuaca yang sedikit lebih bersahabat, ia memberikan kode signal kepada yang lainnya untuk segera berangkat. Namun karena pada dasarnya ga ngerti bahasa isyarat dan otaknya pada di dengkul, anak-anak tidak ada yang mengerti dan malah mengira 5ucks mau mentraktir es dawet yang kebetulan lewat.

"Saya pesan dua mangkok ya." Jeanne membalas dengan bahasa isyarat yang berarti 'peace'.

"Woi bukan goblokk, cuaca dah mendingan nih, ayuk lah kita cepet dikit biar sampai di Northern Mountain Utara gak kemaleman." 5ucks kesal.

"Yeee ngomong dong yang jelas, bentar gw bangunin si Ancient dolo, pules banget tidurnya." Alfred yang sepertinya udah ngarep banget ditraktir kontan beranjak dan mencoba membangunkan teman ringnya.

Ancient tertidur pulas di dalam kantong tidur, tampak wajahnya sangat innocent kayak seorang penjagal sapi. Dengkurannya malah ga kalah dari suara mesin giling tebu. Berisik banget!

"Den, den, ehh salah, Ancient, bangun An, dah mo cabut nih." Alfred mengguncang-guncang tubuh ceking Ancient hingga sang pujangga melek.

Sambil mengumpulkan nyawa, Ancient melipat kantong tidur miliknya dan mengepak semua barang-barang, dilihat teman-temannya juga melakukan hal yang sama.

"Ayok jalan." Beliial keluar pertama dan langsung jingkrak-jingkrak kedinginan kemudian disusul oleh para anggotanya satu persatu lengkap dengan para tambahan, Guarder dan 5ucks. Ketika para motley crew berjalan agak jauh dari igloo kemudian terdengar teriakan yang agak kurang sedap.

"WOI!! Sapa nih yang barusan ngacak-ngacak rumah guee!! Gua kutuk jadi Malin Kundang nyahoo loo!!"

Oopps, namun karena pada dasarnya bersifat cuek bebek semua, tidak ada yang menghiraukan suara tersebut dan melanjutkan pendakian mereka menuju Northern Mountain Utara. Setelah bergulat dengan racun ganas dan serangkaian sihir yang dilepaskan bulu-bulu hitam (hii, jangan mikir jorok ya), akhirnya mereka sampai pada pintu masuk goa Northern Mountain. Suasana cukup menegangkan karena mereka cukup dekat dengan singgasana binatang misterius nan buas yang meneror populasi warga North, mereka paham derita dan bahaya karena jika meleng dikid nyawa yang jadi taruhan.

"Teman-teman, kita udah deket dengan mulut goa nih, jangan ada yang misah ya, kita datang bersama, pulang juga enaknya bersama, kecuali kalo emang betah tinggal disini." Tumben Beliial sang ketua memberikan kata-kata yang agak bijaksana.

"Semuanya bersiaplah." Beliial mengisyaratkan para anggota untuk segera bersiaga.

"To arms." Alfred menambahkan.

"Sok keren lu!" Seluruh anggota berkompakan.

"Yeee, biar sih."

Dengan gaya ondel-ondel kesasar, para pemberani menjelajah goa Northern. Belum beberapa langkah tiba-tiba DigitalAllianz berteriak.

"HARTAAA!!!" Sembari menyosor ke arah sebuah peti harta yang tergeletak, walaupun dipikir pakai logika, ngebingungin juga, bisa muncul darimana coba tu benda.

Tiba-tiba sebuah bayangan cepat segera melancarkan serangan. Digital merasa sebuah sayatan kilat menampol dirinya, dan ia pun ambruk. Sambil memegangi bokongnya yang pedih akibat terjatuh ke lantai ia mendongah ke arah pemberi serangan tersebut.

"Eits, enak saja, harta ini milikku tahu!" Sosok perempuan misterius memegang cambuk nan arogan tersebut berdiri di hadapan mereka semua sambil menggotong harta yang baru saja berhasil direbut dari Digital.

"Siapa kamu!?" Jeanne membrondong.

"Huh! Aku tidak terobligasi untuk memberikan namaku kepada orang asing, siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di wilayahku?"

Buset! Sengak betul lagaknya wanita yang jika ditebak juga berprofesi sebagai treasure hunter.

Tatap menatap berlangsung sekitar lima detik, dari kejauhan, terlihat sepasang sosok mata yang bukan berasal dari manusia. Siapakah pemilik kedua mata tersebut.

To be continued next chapter, whoseeee that poke'mon?? girl??

See you next chapter.

Belum ada tokoh baru kali ini :D.
Yesterday's when girls where listening to Guns n Roses. Yesterday's when Axl Rose was the kick ass badboy of this story. Yesterday when sex & drugs & rock n roll was the message. Yesterday has written down in the books of history. And these guys passed from kids; to grown men.. And then to legends... They rocked the world once; and they grew up a whole new music generation influenced by them... Yeah... That was yesterday's... And I thanked them for yesterday's.

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2974
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #9 on: November 29, 2010, 11:58:49 AM »
wiw wiw wiw... ko ryan bikin fanfic ttg gemein..  :puppyeyes:
<< orang yang disangka gila di ruang komputer karena ngakak sendiri..
ditunggu next chapnya
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing
Closers: Junghwa (Miyeon, Hawthorn, Donghan)