Author Topic: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.  (Read 22095 times)

Offline LarckHikari

  • Apprentice of Songs
  • **
  • Posts: 1226
  • Cookie: 52
  • New Baby's Born
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #10 on: November 29, 2010, 12:26:22 PM »
"Eits, enak saja, harta ini milikku tahu!" Sosok perempuan misterius memegang cambuk nan arogan tersebut berdiri di hadapan mereka semua sambil menggotong harta yang baru saja berhasil direbut dari Digital.

Question ~~~~*angkat tangan*
Ini jgn2 F****i, charnya Yuki :???:

Offline M1nh

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 366
  • Cookie: 51
  • I'm not a man of too many faces
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #11 on: November 29, 2010, 01:59:13 PM »
Tiba" miris kenapa gua harus terlibat dalam petualangan GemeinSchaftful

Tidak....

Lanjut Gan, demen gua sama gaya bahasa lo yang menggelitik
Sekalian bikin ancur dah itu si Guarder
LoLs
« Last Edit: November 29, 2010, 01:59:36 PM by M1nh »
None will last forever... Never...

Offline Tsuna

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 500
  • Cookie: 46
  • /人◕ ‿‿ ◕人\
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #12 on: November 29, 2010, 04:18:08 PM »
Quote
Hahaha iyalahhhh! BOkek beneran ini mo di fanfic sama in game sama in real life hahaha. Biar bokek yang penting heppy   Thanks jempolnya Him

For Your Information: Saia tidak memberikan jempol kuw kepada mu (cuma kasih liat) ;_;


untung wa belum masukin char ke ring nya si belel (bisa2 jadi korban FF kayak dante) :santai:


anyway, Lanjut-Gan :laugh:


Offline Raykishin

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 392
  • Cookie: 45
  • Are you reading this? LOL
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #13 on: November 30, 2010, 01:20:06 AM »
wiw wiw wiw... ko ryan bikin fanfic ttg gemein..  :puppyeyes:
<< orang yang disangka gila di ruang komputer karena ngakak sendiri..
ditunggu next chapnya

Awas keselek spidol ibu guru. Sebelumnya GOTCHA!

Question ~~~~*angkat tangan*
Ini jgn2 F****i, charnya Yuki :???:

Hahaha santai aja gan. No spoiler kok kekeke.

Tiba" miris kenapa gua harus terlibat dalam petualangan GemeinSchaftful

Tidak....

Lanjut Gan, demen gua sama gaya bahasa lo yang menggelitik
Sekalian bikin ancur dah itu si Guarder
LoLs

As we've said before :love2:

For Your Information: Saia tidak memberikan jempol kuw kepada mu (cuma kasih liat) ;_;


untung wa belum masukin char ke ring nya si belel (bisa2 jadi korban FF kayak dante) :santai:


anyway, Lanjut-Gan :laugh:

Hahah gpp yang penting dah bantuin sundul ach  :love:


Chapter 3. Kecelup sapi.

Tatap menatap antara Jeanne dengan treasure hunter misterius kembali berlanjut. Setelah masing-masing pihak merasa bahwa matanya katarak karena terlalu lama melotot akhirnya mereka menyudahi dengan saling membuang muka. Setelah masing-masing berpaling maka mukanya kembali dipungut dan dipasang kembali, emangnya Gundam.

"Sudah, sudah, daripada kita bertengkar lebih baik damai deh, mo berantem liat-liat tempat dong, lagi di tempat bahaya ni." Ancient mencoba untuk menenangkan Jeanne serta treasure hunter tersebut.

"Yee tapi dia duluan yang cari gara-gara, masa harta gw diembat!" Digital menyerobot karena merasa tidak terima akan kekalahannya yang dianggapnya agak dilicikin.

"Udeh-udeh, biar saya yang handle, begini non, kami dari perkumpulan Gemeinschaftsgefühl, assassin yang bermuka dekil itu adalah ketua kami, dan kedatangan kami kemari bertujuan untuk menumpas monster ganas yang bersarang disini." Alfred mencoba menjelaskan situasi sambil menunjuk ke arah Beliial dan begitu kaget dirinya ketika melihat sang ketua sesenggukan seperti habis kesantet.

"JAH! Kenapa lu!" 5ucks bertanya kepada Beliial, agak bingung dengan ketiba-tibaan sikap ketua temporernya.

"Huuu... Huuu... Kalo alurnya lelet gini, sampe bab berapa kita baru bakal ngelawan tu momon." Beliial kembali terisak.

Wanita misterius itu lalu kembali memotong pembicaraan yang tidak berbobot tersebut, "Ga usah bo'ong dah, kalian disini karena mengincar harta kan??" Treasure hunter wanita tidak mempedulikan rengekan Beliial yang dianggepnya seonggok sampah dan menuduh sambil dengan lincah memainkan cambuk merek kodoknya. Mau pamer ceritanya.

"Yeee suka-suka kita orang dong, mo nyari harta kek, mo maen gaplek kek, situ sendiri ngapain?" Digital lama-lama agak naik darah dengan ketengilan treasure hunter tersebut.

"Huuu kuno! Kamu lagi! Masih ga terima ya kalo kalah cepet nilep harta, udah deh pasrahin aja. Cihh, ga peduli apa yang akan kalian lakuin disini, tapi awas aja kalo sampe ganggu kesenanganku berburu treasure chest ya, pasti akan merasakan pedesnya cambuk ini!" Treasure hunter tersebut kembali mengayun-ayunkan cambuk dihadapan para anggota Gemeinschaftsgefühl.

"Eh gini lho mbak." Alfred juga nampak agak kehilangan sedikit kesabarannya. "Situ sendirian, ene bertujuh lho, keknya kalo kita maen Winning Eleven di PlayStation juga udah keliatan siapa pemenangnya."

Howzaaa, perempuan tersebut baru menyadari kondisi dirinya kalah massa. Namun karena gengsi ia tetap mempertahankan penampilan soknya sambil berpikir bagaimana caranya melarikan diri. Setelah berpikir selama tiga detik dan empat puluh tujuh milidetik maka ia kembali memasang tameng sok galaknya.

"Cuihh!! Keroyokan beraninya! Kali ini kumaafkan kalian, laen kali pasti akan kuusir!" Tidak sampai telor ceplok mateng, dengan lincahnya treasure hunter misterius tersebut segera mengambil langkah seribu dan ngacir keluar goa bak seniman kungfu di komik Tapak Sakti (pada baca gak?), tidak lupa sambil menunjukkan bahasa isyarat 'peace' tapi minus jari telunjuk. Setelah kepergian pengganggu cilik tersebut, Jeanne bergumam.

"Sepertinya ini bukan terakhir kalinya kita bakal ketemu dia deh."

"EMOH! Laen kali gw kasih pelajaran tu songong satu!!" DigitalAllianz mendengus sambil memberikan remasan geram di tangan Ancient yang kerempeng, alhasil sang pemilik lengan tersebut jerit-jerit kesakitan karena tangannya kayak dilindes bajaj.

"Ga usa dipikirin deh kalo jodoh juga ketemu. Pucuk dicinta ulam tiba kalo kata mama." Beliial mencoba kata-kata bijaksananya kembali dan mengajak teman-temannya untuk kembali menjelajah goa Northern. Namun apa daya mereka harus berhenti sejenak lantaran banyak anggota yang muntah-muntah setelah mendengarkan kata mutiara yang keluar dari mulut sang ketua. Enek.

Hampir setengah jam perjalanan sia-sia, ibarat mi instant  tanpa kentang goreng (apa coba). Tidak ada tanda gerak-gerik kehidupan mahluk buas melainkan monster-monster lokal yang mendiami goa Northern. Namun gerakan mereka terhenti ketika terdengar suara gemersik tapak kaki yang melesat dengan kecepatan laksana peluru ke arah mereka.

SHAAAAHHHTT!!! Desiran lantai bersalju akibat langkah kaki yang terhenti di hadapan para anggota Gemeinschaftsgefühl menerpa muka para jagoan kita. Alfred bersin-bersin. Sebuah sosok mahluk hidup muncul di hadapan mereka, bentuknya mirip seperti seorang Emil (ras orang), namun kepalanya tidak menyerupai bentuk manusia. Lingkaran hitam menyelimuti kedua mata mahluk, napasnya meninggalkan kabut menandakan degup jantung yang terpacu. Binatang/Orang tersebut tidak mengenakan sepeser benang pun di badannya, hanya seonggok cawat yang menutupi salah satu bagian tubuhnya yang ceking-berotot. Sebelum para jagoan sempat melakukan sebuah tindakan, sosok aneh tersebut meraih ke dalam cawat?celana?nya dan mengeluarkan berbagai macam barang seperti kantong Doraemon.

"HAII!! NAMAKU SUPERPANDA!! Pedagang keliling nomor 1 Acroniaaa!!!! Monggo diliat barang-barangku!!"

DOENGGG!!! Ketuju pemuda tersebut pingsan sukses. Ternyata hanya pedagang lewat, mata yang tengah memperhatikan gerak gerik para petualang sejak masuk ke dalam goa Northern kita berasal dari mahluk tersebut.

Jeanne kembali memberanikan diri berkomunikasi dengan binatang tersebut lantaran yang lain agak takjub/jijik ngeliat binatang tersebut.

"Om, seperti yang bisa diliat, kita bukan orang kaya, keknya kita ga bisa bantu membeli barang-barangmu deh, ini aja mau berburu monster karena keuangan kami udah defisit kelas berat." Jeanne mencoba memberikan senyuman mautnya agar mahluk tersebut segera berlalu, namun tampaknya ia cukup gigih.

"Yahhh diliat aja wahai perempuan cantik, siapa tahu ada yang berguna, MURAH!" Rayu SuperPanda.

"Aku laki-laki tahu." Jawab Jeanne datar.

Giliran SuperPanda yang gontai dan nyusruk ke tanah karena kaget dengan pernyataan Jeanne. Dan setelah bergulat harga beberapa saat, mereka akhirnya memutuskan untuk tidak membeli apa-apa. SuperPanda stress lalu berlalu.

"Cuman cameo." Alfred berkata kepada para teman-temannya.

"Udah minta ijin?"

"Udeh kok."

"Ohh ya udah.."

Para anggota segera melupakan pernah melihat hewan menakjubkan tersebut dan kembali menjelajah, tampaknya mereka kewalahan dan harus beristirahat karena dinginnya malam mulai terasa ke badan para anggota. Ancient membuka tenda dan mereka bermaksud untuk melepaskan kepenatan mereka, seperti biasa tenda Jeanne dipisah karena alasan yang sudah sampe bosen dijelaskan.

Bruk.. Brukk.. Brukkk... Langkah kaki berat mendekati tenda mereka di saat hampir seluruh anggota sedang terlelap. Pemilik langkah tersebut menggeram, matanya menyorot tajam. Dengan penuh ketidaksukaan karena dianggap telah melanggar teritorinya, sosok kolosal mendekati tempat tenda.

See you next chapter. :P

Hahaha, thanks buat PandaPandi yang rela dijadiin bahan siksaan. Cheers my good mate. Love you.
« Last Edit: November 30, 2010, 01:28:31 AM by Raykishin »
Yesterday's when girls where listening to Guns n Roses. Yesterday's when Axl Rose was the kick ass badboy of this story. Yesterday when sex & drugs & rock n roll was the message. Yesterday has written down in the books of history. And these guys passed from kids; to grown men.. And then to legends... They rocked the world once; and they grew up a whole new music generation influenced by them... Yeah... That was yesterday's... And I thanked them for yesterday's.

Offline sinoSOU

  • Lord of Love Conquest
  • Apprentice of Songs
  • *****
  • Posts: 1421
  • Cookie: 68
  • it's time to get up
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #14 on: November 30, 2010, 02:21:43 AM »
Quote
"Cuman cameo." Alfred berkata kepada para teman-temannya.

swt, tp bkin ngakak  :laugh:
my char is orange Princess - Sweets - Sweet - Yakult - Yogurt - Eilie - Calista and Cio-Petite-Lyx @ Zinnia

Offline M1nh

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 366
  • Cookie: 51
  • I'm not a man of too many faces
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #15 on: November 30, 2010, 02:34:54 AM »
Quote
"Aku laki-laki tahu." Jawab Jeanne datar.
Deklarasi nya lantang bener :laugh:
ancur hatikuwh

bruakakakakak
None will last forever... Never...

Offline milkteddy

  • Rune Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5878
  • Cookie: 63
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #16 on: November 30, 2010, 06:06:59 AM »
another frase yang dapat dipelajari dari fanfict ini:
1. Tidak sampai telor ceplok mateng
2. ibarat mi instant  tanpa kentang goreng

 :nod: :nod:
frase apakah yang akan muncul di chap berikutnya..
mari kita nantikan kedatangannya  :nod:

Offline Fragile7

  • Elder
  • Follower of Words
  • *
  • Posts: 137
  • Cookie: 45
  • Umm...Nothing.
Hahaha
« Reply #17 on: November 30, 2010, 06:35:09 AM »
Kocak abis sumpah!!!
Lanjutkan pi!
Gara-gara baca fanfic ini jadi dikira makin nggak beres sama karol =X
......eh? 
masih 999% seksian suara asli gw ah
ada yang mau coba gw bisikin?
BISIKIN AKU BISIKIN AKUUUUUU

Offline LarckHikari

  • Apprentice of Songs
  • **
  • Posts: 1226
  • Cookie: 52
  • New Baby's Born
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #18 on: November 30, 2010, 08:21:29 AM »
SHAAAAHHHTT!!! Desiran lantai bersalju akibat langkah kaki yang terhenti di hadapan para anggota Gemeinschaftsgefühl menerpa muka para jagoan kita. Alfred bersin-bersin. Sebuah sosok mahluk hidup muncul di hadapan mereka, bentuknya mirip seperti seorang Emil (ras orang), namun kepalanya tidak menyerupai bentuk manusia. Lingkaran hitam menyelimuti kedua mata mahluk, napasnya meninggalkan kabut menandakan degup jantung yang terpacu. Binatang/Orang tersebut tidak mengenakan sepeser benang pun di badannya, hanya seonggok cawat yang menutupi salah satu bagian tubuhnya yang ceking-berotot. Sebelum para jagoan sempat melakukan sebuah tindakan, sosok aneh tersebut meraih ke dalam cawat?celana?nya dan mengeluarkan berbagai macam barang seperti kantong Doraemon.
Waktu baca ini, lgsg inget2, apa ada monster kaya gini di North DG ? terus begitu liat ini...............

"HAII!! NAMAKU SUPERPANDA!! Pedagang keliling nomor 1 Acroniaaa!!!! Monggo diliat barang-barangku!!"

*gubrak* Eeeeaaaaaa, ternyata Panda, sama sekali nggak nyangka :laugh:

"Cuman cameo." Alfred berkata kepada para teman-temannya.

"Udah minta ijin?"

"Udeh kok."

"Ohh ya udah.."

Apalagi pas baca ini, like this :laugh:

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2974
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [ECO fan fic] Humoria Gemeinschaftfuhl.
« Reply #19 on: November 30, 2010, 11:40:13 AM »
hahahah! Like this.. apalagi bagian...

tidak lupa sambil menunjukkan bahasa isyarat 'peace' tapi minus jari telunjuk.

malah jadi ngebayangin, charnya oda sama ko hensuw gimana ya kalo dimunculin.. sesama BOTAK!!
 :laugh:

Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing
Closers: Junghwa (Miyeon, Hawthorn, Donghan)