Author Topic: [ECO Fanfic]Unsolved Riddle [END]  (Read 12488 times)

Offline Yukika

  • * Starlite Chronicles
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 345
  • Cookie: 48
Re: [ECO Fanfic]Unsolved Riddle
« Reply #10 on: February 09, 2011, 07:16:42 PM »
wogh...cerita misteri~
jarang2 nih A_A
nyoba2 nebak ah, lewat PM aja yah~    :>

Offline sacchan_magician

  • Gate Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [ECO Fanfic]Unsolved Riddle
« Reply #11 on: February 09, 2011, 07:36:15 PM »
whoaaaaaa.... :puppyeyes:
saya suka cerita detektif XD

ada sih bbrp tebakan2....yah tapi petunjuknya terlalu sedikit buat bikin 100% yakin...yasudahlah ;_;

btw, itu kapitalnya banyak yang....kena auto ms word kykny @_@

Watching you from afar...and will always love you...
We're always here for you...
[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ]

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline milkteddy

  • Rune Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5878
  • Cookie: 63
Re: [ECO Fanfic]Unsolved Riddle
« Reply #12 on: February 09, 2011, 08:51:46 PM »
si lia mau nyaingin aoyama gosho bikin cerita detektip
kasian banget si squad, di awal chapter udah disuruh jadi tukang ojek
terus si houri, di awal chapter udah mati wkwkwkwkwk

ngakak gw yang bagian ini
Quote
“Ya.. Ya.. Aku sudah tahu kau mau kesini untuk memecahkan kasus itu kan? Dasar, pintar begitu kok jadi Blade Master, harusnya kau jadi detektif saja.” Gerutunya.

Memang sih, otakku bekerja lebih cepat dari Sword Delay Cancel yang sering dibanggakan oleh para Blade Master. Tapi kalau aku bekerja sebagai detektif, aku tidak akan dapat membeli motor hijau kesayanganku ini.
entah kenapa tidak sesuai dengan aslinya
*digeplak squad*


hmmm pembunuhnya adalah... lia... karena kalo lia gak nulis houri mati, ya houri gak mati (lho)

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2974
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [ECO Fanfic]Unsolved Riddle
« Reply #13 on: February 09, 2011, 09:18:29 PM »
@ sacchan : huhu, nanti kukoreksi ulang deh. Kemaren maen diem diem jadinya buru buru dan gak sempet baca ulang T^T
@ ce fafa : wakakakak.. Boleh dong aoyama gosho wannabe. Lumayan lho kalo ketularan ide kreatif dalam bikin kasusnya. Siapa tau saya bisa jadi novelis detektif ato detektif beneran (lho kok?)

Baru satu yang ngirim jawaban kasusnya. Kalau yang ditulis milkteddy jelas gak diitung *dikeplak* ayo ayo yang mau ngirim jawaban kasusnya. Gak susah kok, karena Semua orang di fanfic itu bisa jadi pelakunya.  XD
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing
Closers: Junghwa (Miyeon, Hawthorn, Donghan)

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookie: 44
  • Darkness's Last survivor
Re: [ECO Fanfic]Unsolved Riddle
« Reply #14 on: February 10, 2011, 03:33:53 PM »
@ fafa: faa
aku skg suka mantengin cystg di kaskus loh~
jadi yaa
secepet agi 70-an pake sdc deh
wkwk
@ kuroyuki:
sepertinya kau bsa baca pikiranku... xD
akhir2 ini lagi bersemedi di cistik molo... Mengasah otak...

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2974
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [ECO Fanfic]Unsolved Riddle
« Reply #15 on: February 13, 2011, 09:12:28 PM »
Author Note :
Yak, selesai juga.. awalnya takut gak beres gara gara dilarang maen komputer. taunya pada pergi keluar. sempet deh selesainnya.

Disclaimer :
Squad belongs to squad
Yukika and Houri belongs to Yukika
Annelies belongs to annelies
Mr. Specialist, Acronia Knightage and Cafe Master belongs to Emil Chronicle Online

Fan Fiction Emil Chronicle Online © KuroYuki 2011

Emil Chronicle Online™ is copyrighted ©GungHo Online Entertainment, Inc. and ©Gravity Co, Ltd. Wavegame was granted the right to publish, distributed and transmit Emil Chronicle Online™ in Indonesia.

ALL RIGHT RESERVED



Chapter 2 : The Answer

Squad menghentikan motornya di depan sebuah rumah yang berada di sekitar South Cape, tempat Houri tinggal. Tentunya sekarang rumah itu tidak dihuni oleh siapapun lagi. Dengan sedikit ragu, Squad memutar kenop pintu rumah itu. Dugaannya benar, Houri mengunci rumahnya sebelum ia pergi.

‘Oke, aku mencari informasi. Aku tidak mengambil apapun jadi aku tidak bisa dituduh sebagai pencuri.’ Gumamnya dalam hati.

Ia berbalik dan mengecek bagasi motornya. Berkali-kali ia memindahkan barang-barang yang ada di dalamnya, mulai dari persediaan makanan sampai akhirnya ia menemukan sebuah kotak berisi Jewelry Tools dengan berbagai macam peralatan di dalamnya. Dengan hati-hati, Squad memasukkan dua buah kawat ke dalam lubang kunci. Setelah sepuluh menit berkutat dengan pencongkel pintu, akhirnya Squad bisa memasuki rumah itu. 

Rumah Houri benar-benar mencerminkan seorang Marionetist pada umumnya. Pot-pot bunga tertata rapi di dekat jendela, dengan sebuah penyiram air di dekatnya. Koleksi Marionette digantung dengan rapi, bahkan diantaranya ada Baby Dumpty dan Frog Prince. Ketika Squad memeriksa meja tulis yang terletak di dekat kasur, ia menemukan sebuah buku catatan yang memiliki kunci. Dengan Griel Blade di tangannya, Squad menghancurkan buku itu dan mulai membacanya.

***

Base Camp, Mai Mai Island.
Bagus, sekarang Mandra Daikon itu sudah tidak bisa apa-apa lagi. Jalan menuju ruang Mandra Daikon sudah berhasil digali oleh para Explorer, dan aku bisa ikut meneliti tanaman langka itu. Aneh, tumbuhan itu bisa hidup ratusan tahun di dalam reruntuhan, padahal tidak ada akses sinar matahari sama sekali. Belum lagi ternyata Daikon merupakan tempat penyuplai energy menuju seluruh bagian Mai Mai Ruin. Pantas saja kami seperti melawan pasukan yang tidak ada habisnya. Tapi untuk sementara, mungkin tempat itu aman dan bisa diteliti

Café, Tonka Island.
Aneh, kenapa tidak ada yang memberi kabar mengenai penelitian Mandra Daikon? Apa benar-benar tidak ada kemajuan?

Mai Mai Island
Kacau, bagaimana bisa? Kenapa ada DEM Champion disini? Kemana yang lain? Ketika aku sibuk mencari mereka, sebuah tangan yang dingin menarikku ke belakang tenda yang dekat dengan pintu masuk menuju ruangan Daikon. Ternyata tangan itu adalah tangan dari salah satu DEM, Mysterious Girl.

“Lupakan semua penelitian Mandra Daikon. Jangan harap selamat jika ada data yang tersisa.” Ujarnya dengan suara yang datar khas sebuah robot.

Kupikir, akan aman jika aku membakar semua data yang ada. Toh, aku masih memiliki ingatan mengenai penelitian itu. Aku segera membakar semua data penelitian di depan robot perempuan itu.  Tapi tunggu, bagaimana dengan yang lain, bukannya seharusnya mereka juga sudah menghancurkan data penelitian dan pulang dengan selamat? Tapi aku tidak melihat siapapun dari kelompok penelitian yang datang dari Mai Mai Island!

“Kurang, masih kurang.” Ujarnya datar, “Kau juga, musnahkan ingatanmu atau kami akan memulai perang lagi.” Katanya lagi dengan suara yang datar, namun ada kesan mengancam dari setiap kata yang diucapkan robot itu.

Hah? Dia kira aku robot juga sampai ia menyuruhku menghapus ingatanku semudah itu? Aku kan Emil, bukan DEM yang tinggal tekan tombol ‘delete’!! Tunggu, sekarang bukan saatnya memikirkan itu, bagaimana aku bisa melupakan data berharga itu?

“Kami akan menunggu satu hari sampai kau benar-benar menghilangkan data itu. Jika tidak, Mother Board akan memerintahakan seluruh DEM untuk menyerang Acronia.”

Satu-satunya cara...

***

Squad menutup buku itu. Kini ia sudah bisa merangkai susunan kejadian mengenai kematian Houri. Squad membawa buku itu dan mengendarai motornya secepat mungkin ke arah Acropolis City. Tapi tepat sebelum ia sampai di Uptown, ia membelokkan motornya ke arah Downtown. Squad tidak mengurangi kecepatan motor hijaunya sampai ia tiba di Lake Utena. Benar dugaannya, ia menemukan sebuah Electell Marionette yang disembunyikan di balik semak-semak. Kabel dari Marionette itu dipotong dan ujungnya terendam air danau. Tegangan listrik yang cukup untuk membunuh, baik orang maupun monster.

Kini Squad segera kembali ke Acropolis City, tepatnya ke kantor fraksi East yang serba hijau. Di sana ada Yukika yang diinterogasi oleh salah satu tentara. Nasibnya memang seperti pepatah ‘sudah jatuh, tertimpa tangga’. Sudah kehilangan saudara, dituduh pembunuh pula.

“Apa maumu kemari?” Tanya tentara itu ketus sambil menatap Squad tajam.

“Pembunuhnya bukan Yukika.” Ujarku pelan.

“Apa katamu?”

“Sudah kubilang kan? Pembunuhnya bukan Yukika. Kau baca saja buku ini.” Balas Squad sambil mengeluarkan buku catatan Houri dari balik Hakama miliknya.

Squad terdiam, ia menunggu Yukika yang membaca buku catatan itu dengan kecepatan tinggi. Setelah itu Yukika memandang Squad, seakan-akan berkata ‘Tolong jelaskan semuanya’. Squad pun mengangguk, dan ia berjalan mondar-mandir sambil melipat kedua tangannya, gaya khas seorang detektif yang hendak menjelaskan sebuah kasus.

“Jadi, Houri bisa dibilang bunuh diri. Sedangkan alasan mengapa Houri bunuh diri adalah ancaman dari DEM Champion  mengenai rahasia penelitian Houri dan kelompoknya. Sedangkan Thunder Crack yang dilihat Yukika berasal dari Wind Scroll yang digunakan Houri untuk membuat Electell itu mendapat arus listrik yang lebih besar, lalu ia memotong salah satu kabel Electell yang dialiri listrik dan merendamnya di Lake Utena. Setelah itu, ia menceburkan diri ke dalam danau. Alasannya karena buku catatan itu. Bahkan aku sendiri yakin buku itu sudah dirubah oleh Houri. Atau setidaknya, ia menghilangkan informasi penting dari penelitian yang ia catat di buku itu. Jadi-“

Mendadak Yukika berdiri, seluruh perhatian tertuju padanya seperti slogan iklan perlombaan kecantikan ‘Ratu Acronia’. Dan Squad segera berlari mengikuti Yukika. Ketika Yukika sampai di luar bangunan hijau itu, ia segera terbang ke arah timur diikuti Squad yang mengejarnya dengan motor kesayangannya. Mereka melewati bukit-bukit hijau di daerah timur, sampai akhirnya Yukika berhenti tepat di atas tebing di Momo Plains. Begitu juga dengan Squad yang mengurangi kecepatan motornya ketika ia melihat Yukika mendarat di tebing. Ia segera menghampiri Yukika, sedangkan gadis Titania itu tetap terdiam memandang laut di depannya.

 “Squad,” Yukika berbalik dan menatap Squad, air mata menggenangi setiap sudut matanya. Ia melangkah mendekati Squad, hingga jarak diantara mereka hanya tinggal beberapa sentimeter.

***

Aku ingin menenangkannya, Yukika sudah seperti adikku sendiri. Aku tidak tahan kalau melihatnya bersedih seperti itu. Tapi tiba-tiba rasa sakit menjangkiti tubuhku. Aku meragukan apa yang kulihat saat ini, tapi itulah kenyataannya. Yukika menusuk tepat di jantungku dengan sebuah pisau, air matanya seolah-olah mengering. Apa maksudnya ini?

“Kau tidak tahu apa-apa Squad.” ujarnya dingin. “Akulah yang membunuh Houri, tepat seperti perkataan para tentara bodoh itu. Hanya saja mereka tidak memiliki bukti yang cukup kuat sehingga aku hanya bisa dijadikan saksi.”

Apa?

“Kau sama sekali tidak menyelidiki hal lainnya. Apa kau tahu? Annelies ada di Northern Kingdom sejak minggu lalu. Dan sejak awal, tidak ada penelitian di Mai Mai Ruin. Kau benar benar bodoh, Squad.”

Tapi kenapa? Bagaimana bisa? Yukika yang kukenal adalah Yukika yang baik hati dan tidak mungkin menjadi seorang pembunuh! Apa Titania yang berdiri di depanku ini benar-benar Yukika? Ingin sekali kutanyakan, tapi aku tidak bisa. Rasa sakit menguasai seluruh tubuhku, tampaknya aku terlalu banyak kehilangan darah. Ditambah lagi, pandanganku mulai kabur.

“Akulah yang menulis buku itu, aku yang menyiapkan Electell Marionette, dan akulah yang membunuh Houri. Apa kau tahu Squad? Bertahun-tahun para Guild Council melakukan penelitian terhadap pemikiran ketiga ras utama di benua ini. Kau tahu kenapa mereka tidak pernah berhasil membaca pikiran makhluk hidup?” ujarnya dengan nada yang dingin dan mengancam, serta nada yang semakin meninggi di setiap kalimatnya.

Tidak.. Aku sama sekali tidak tahu.

“Karena pikiran makhluk hidup itu selalu berubah-ubah, tidak ada yang bisa menebak. Kau pikir aku ini seorang Elementalis yang polos? Kau salah. Aku pembunuh.”

Dengan berakhirnya kalimat terakhir dari Yukika, ia mendorongku ke tebing. Satu tekanan lagi dan aku akan terjatuh. Dengan suara pelan dan dingin, Yukika berkata, “Selamat tinggal Squad.”

Dingin, hanya itu yang kurasakan setelah Yukika mendorongku dari tebing. Ingin kukatakan ‘Selamat tinggal juga’ kepada Yukika, tapi kesadaranku semakin menjauh.

Jadi.. Ini akhir hidupku?

_______________
END



Hiks, kenapa sih kesalahan yang sama selalu diulang ulang.  T^T ngedit pake hape taunya kepotong. laen kali harus dicatet di jidat kayaknya, jangan ngedit pake hp.... dan thanks to faikid yang ngingetin saya belom nulis tag "END"  T^T
« Last Edit: February 17, 2011, 11:44:36 AM by KuroYuki »
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing
Closers: Junghwa (Miyeon, Hawthorn, Donghan)

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookie: 44
  • Darkness's Last survivor
Re: [ECO Fanfic]Unsolved Riddle
« Reply #16 on: February 13, 2011, 09:21:54 PM »
Kenapa..
Squad selalu dibunuh di setiap fanfic  :sweat:
gpp lah, yang bunuh cewe cantik + imut semua :p

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline shinigami_boy

  • Elder
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2364
  • Cookie: 47
  • Alceus
Re: [ECO Fanfic]Unsolved Riddle
« Reply #17 on: February 13, 2011, 09:31:43 PM »
ah..tebakanku bener..
aku udh ngeduga dia yg bunuh, tp karna gak kpikiran alasannya, jadi gak brani ngirim..
dan trnyata alasannya emang bisa dibilang gak ada.. =3=

nice eniwei~ :sing:

Offline Yukika

  • * Starlite Chronicles
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 345
  • Cookie: 48
Re: [ECO Fanfic]Unsolved Riddle
« Reply #18 on: February 13, 2011, 09:40:21 PM »
a..aku membunuh.. :cry:
tapi kok ga ada alasannya ya?
kenapa yukika bunuh houri?

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2974
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [ECO Fanfic]Unsolved Riddle
« Reply #19 on: February 13, 2011, 09:45:34 PM »
judulnya aja 'Unsolved Riddle'
gimana mau menyelesaikan suatu kasus kalau kasusnya udah selesai?
kan udah saya tambahin, yukikanya psikopat.
*bukan yukika aslinya kok* ;_;
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing
Closers: Junghwa (Miyeon, Hawthorn, Donghan)