Author Topic: [ECO FanFic]For My Country and Love's Sake  (Read 19744 times)

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookie: 44
  • Darkness's Last survivor
Re: [ECO FanFic]For My Country and Love's Sake
« Reply #20 on: April 03, 2011, 03:28:45 PM »
kwkwkw... lah katanya di awal si Xeno itu scout? tapi pake psycho gun akwkkwakak... apakah dia gardener? hehehe..
jadi critanya Xeno tuhh stga gunner stga scout gitu ya?

singkatnya, saya GM, saya GG, saya ganteng, saya keren, dan juga lain sebagainya :gone:



Chapter 3 :puppyeyes:
« Last Edit: April 03, 2011, 04:02:49 PM by squad »

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline ngeblank

  • Loveable Starter
  • Posts: 9
  • Cookie: 45
  • It's me... ngeblank (Sakura server)
Re: [ECO FanFic]For My Country and Love's Sake
« Reply #21 on: April 03, 2011, 03:40:35 PM »
Quote
commando bisa pake senjata lempar, 1h gun, sama claw :nod:

kwakwkwakwakak ak ga punya commando sihh.. ihihih....
baru tw jdinya aku commando bisa pake apa aja awkwakwak :D

Quote
singkatnya, saya GM :gone:

awkwakwakk... benarkahh? :???: :???: kalau kamu gm..... mw tanya ssuatu....
Kok emailku ke gm@econline.web.id ga dibales" yaa? ud sbulan... ==" kasian pabusku... hilang tanpa arahh
_____________________
(Pensi 90%)- Nick : ngeblank [Gunner lv forever 95]

Jangan lupa follow @darienhamidjaja yaak buat yg kenal haha :D

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2974
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [ECO FanFic]For My Country and Love's Sake
« Reply #22 on: April 03, 2011, 03:43:48 PM »
kwakwkwakwakak ak ga punya commando sihh.. ihihih....
baru tw jdinya aku commando bisa pake apa aja awkwakwak :D

awkwakwakk... benarkahh? :???: :???: kalau kamu gm..... mw tanya ssuatu....
Kok emailku ke gm@econline.web.id ga dibales" yaa? ud sbulan... ==" kasian pabusku... hilang tanpa arahh
tolong jangan OOT.

singkatnya, saya GM :gone:
rules : minimal 10 kata, ini untuk menghindari SPAM comment

dan jangan chating ==
 :gone:
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
Recently playing
Closers: Junghwa (Miyeon, Hawthorn, Donghan)
you can contact me on discord @cornelialk

Offline sacchan_magician

  • Gate Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [ECO FanFic]For My Country and Love's Sake
« Reply #23 on: April 03, 2011, 05:34:49 PM »
aww...saya ketinggalan ;_;

anyway...
prologue
Quote
“Ah, ya… Err… namaku Syvia Dianemeiser, terima kasih sudah menolongku…” Perempuan itu menabat tangan Dominique, berarti dia memaafkanku? Lagipula salahku apa sih?
menjabat

ch 1
Quote
Aku masih belum bisa membahagiakan Syvia.
kl dr konteksnya...apa bukan hrsny Lyvia? @_@

anyway, story nya bagus :puppyeyes:
seru, dan menarik...bacanya juga enak, padet gt :>
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline alverina

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 209
  • Cookie: 46
  • Ng?
Re: [ECO FanFic]For My Country and Love's Sake
« Reply #24 on: April 03, 2011, 07:39:20 PM »
astaga cepat sekali udah chapter 2 *nglirik kanvas HVS pnyku masi putih bersih*  :omg2:
btw ceritanya bgs nih o.o
bisa juga ya dibuat image gt
(kmrn kebingungan gr2 tokohnya misterius, pdhl aku mw pke POV 1, dan POV 1 ku cerewet biasanya  T^T)
naizu, ditunggu chapter berikutnya  :puppyeyes:
You think that same trick will work on me? Before you can finish weaving your best spell, I've dismantled every essence you poured into it!

Offline chievo

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 154
  • Cookie: 47
  • ~ Farewell ~
Re: [ECO FanFic]For My Country and Love's Sake
« Reply #25 on: April 04, 2011, 09:47:08 AM »
keren pas xeno cemburu liat domi sama lyvia berpelukan. jadi kasihan liat xeno >.<

lanjut chap 3 pliiiissss  XD
I think this is the time to say enough...

Offline milkteddy

  • Rune Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5878
  • Cookie: 63
Re: [ECO FanFic]For My Country and Love's Sake
« Reply #26 on: April 04, 2011, 02:09:19 PM »
somehow pas baca FF ini gw kaget...
soalnya gw ngebaca pas di FF sebelah... waktu dulu lu awal-awal posting FF yang lu buat... perbedaannya kerasa banget
makin ke depan kemajuannya pesat banget wkwkwkwk

keren deh two thumbs up dari gw wkwkwk
cuman tinggal agak diperbanyak aja kayaknya ya panjang per chapternya
soalnya harusnya per chapter lebih panjang dua kali lipat daripada yang lu tulis wkwkwkwk
*lirik2 senior di bagian writing*


ditunggu deh next chap
keren kok

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookie: 44
  • Darkness's Last survivor
Re: [ECO FanFic]For My Country and Love's Sake
« Reply #27 on: April 04, 2011, 02:53:35 PM »
keren pas xeno cemburu liat domi sama lyvia berpelukan. jadi kasihan liat xeno >.<

lanjut chap 3 pliiiissss  XD

wuu kasian ama saya
hug dunk
* :gone:

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline Michelle99

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 102
  • Cookie: 45
  • bunuh dalam satu serangan
Re: [ECO FanFic]For My Country and Love's Sake
« Reply #28 on: April 04, 2011, 03:48:48 PM »
kwakwkwakwakak ak ga punya commando sihh.. ihihih....
baru tw jdinya aku commando bisa pake apa aja awkwakwak :D

awkwakwakk... benarkahh? :???: :???: kalau kamu gm..... mw tanya ssuatu....
Kok emailku ke gm@econline.web.id ga dibales" yaa? ud sbulan... ==" kasian pabusku... hilang tanpa arahh
wuu kasian ama saya
hug dunk
* :gone:

no OOT plis @_@

aww...saya ketinggalan ;_;

anyway...
prologue
menjabat

ch 1
kl dr konteksnya...apa bukan hrsny Lyvia? @_@

anyway, story nya bagus :puppyeyes:
seru, dan menarik...bacanya juga enak, padet gt :>


oke ntar saya fix...
err... itu... maksudnya membahagiakan Syvia dengan membahagiakan Lyvia, gt >.<
sankyuu XD

astaga cepat sekali udah chapter 2 *nglirik kanvas HVS pnyku masi putih bersih*  :omg2:
btw ceritanya bgs nih o.o
bisa juga ya dibuat image gt
(kmrn kebingungan gr2 tokohnya misterius, pdhl aku mw pke POV 1, dan POV 1 ku cerewet biasanya  T^T)
naizu, ditunggu chapter berikutnya  :puppyeyes:

haha , saya kali bikin emang cepet kok... kecepetan kali yah?
sankyuu~

keren pas xeno cemburu liat domi sama lyvia berpelukan. jadi kasihan liat xeno >.<

lanjut chap 3 pliiiissss  XD

liat yg itu aja udah kasihan... ntar nangis dong waktu adegan yg paling sedih =P

somehow pas baca FF ini gw kaget...
soalnya gw ngebaca pas di FF sebelah... waktu dulu lu awal-awal posting FF yang lu buat... perbedaannya kerasa banget
makin ke depan kemajuannya pesat banget wkwkwkwk

keren deh two thumbs up dari gw wkwkwk
cuman tinggal agak diperbanyak aja kayaknya ya panjang per chapternya
soalnya harusnya per chapter lebih panjang dua kali lipat daripada yang lu tulis wkwkwkwk
*lirik2 senior di bagian writing*


ditunggu deh next chap
keren kok

yaw... mungkin saya udah mulai terbiasa?
sankyuu thumbs nya... XD

iya, ini udah aku panjangin kok chap 3 nya...



Chapter 3 : The War Begins

Aku menggosok pelatuk Psycho Gun-ku hati-hati. Aku juga menyiapkan beberapa Gold Bullet di kantongku. Di sebelahku Dominique dan tentara-tentara lainnya juga menyiapkan diri. Pikiranku kembali ke pembicaraan kami dan Jenderal Zachary beberapa hari yang lalu…

   “I-Ini… Bukankah…” kata Lyvia tergagap. Jenderal Zachary mengangguk pelan.

   “Ya. Benar.” kata Jenderal Zachary dengan raut wajah yang tampak agak ketakutan. Aku memperhatikan tulisan yang tertera di kertas itu.

   Pernyataan perang resmi dari negara tetangga. Tepatnya negara asal Dominique dan Lyvia. Aku menatap Jenderal Zachary tanpa ekspresi.

   “Jadi kalian akan menjadi panglima perang… Kalian bisa memimpin pasukan yang akan kubagi dalam beberapa regu.” Jenderal Zachary terbatuk keras sambil memegangi dadanya.

   “Anda tidak apa-apa kan, Jenderal? Tampaknya anda sakit…” kata Lyvia cemas. Jenderal Zachary menggeleng. Tampak ekspresi waswas di matanya.

   “Err…” Jenderal Zachary terbatuk lagi, kali ini lebih keras. “Jadi kalian akan memimpin pasukan yang kubagi dalam tiga regu-”

   “Anda yakin anda tidak apa-apa? Tidak biasanya anda mengatakan hal yang sama dua kali.” sela Dominique cepat. Terlukis di wajahnya ekspresi khawatir. Dominique menatap Lyvia bingung, seperti mengatakan, menurutmu bagaimana? Atau kira-kira seperti itu. Aku memang kurang pandai membaca ekspresi orang.

   “Tolong jangan sela ucapanku, Dominique. Nah, Xenocrest, kamu akan memimpin regu satu. Dominique regu dua, dan Lyvia… Kamu regu tiga, regu penyembuh. Siap?” kata Jenderal Zachary. Kami bertiga menjawab serentak,

   “SIAP!” Lalu kami keluar bersama-sama dari ruangan itu. Beberapa tentara menyelamati kami atas promosi yang kami dapat. Beberapa bahkan meminta pajak, sungguh tidak masuk akal. Gaji kami sebagai tentara saja sudah pas-pasan. Dominique bersungut-sungut saat ada yang meminta pajak.

***
   
   Aku berjalan masuk ke medan perang di belakang Jenderal Zachary dan kuda kesayangannya, Christo, memimpin regu satu. Dibelakangku ada Dominique dan regunya, serta tentu saja Lyvia dan regunya. Pasukan negara tetangga sudah siap, berdiri tegar menunggu kami. Aku memperhatikan jenderal dari negara tetangga. Rasanya aku pernah melihatnya… Tapi kan aku belum pernah melawannya? Aku terus menatap jenderal itu bingung. Lalu aku menoleh ke belakang, menghadap Dominique. Aah… Ternyata jenderal itu mirip dengan Dominique. Rambut hijaunya, mata ungunya… Dan raut wajah yang mirip. Eh. Aku harus siap-siap. Pasukan negara tetangga sudah mengambil posisi ofensif. Aku mengkomando anggota reguku untuk menyiapkan posisi defensif. Maka perang pun dimulai. Kami-aku dan reguku-yang berada di depan agak kewalahan menahan serangan buas dari pasukan negara tetangga. Maka Dominique dan regunya maju untuk membantu kami. Lyvia dan regunya tetap di belakang, menyembuhkan prajurit-prajurit yang terluka akibat terkena serangan. Seketika itu juga… DOR! Tembakan dari jenderal negara tetangga itu mengenai kepala Jenderal Zachary. Jenderal itu tersenyum keji, membuatnya tampak seperti psikopat.

   “Ayah!?” teriak Dominique. Hah? Ayah katanya? Siapa? Jenderal psikopat itu? Aku menoleh ke arah Dominique bingung.

   “Jenderal dari negara tetangga itu… Dia ayahku.” kata Dominique, kelihatannya dia risih. Jenderal itu-ayah Dominique-menoleh, matanya terbelalak melihat Dominique. Namun ekspresi keterkejutan itu hanya bertahan sebentar di wajah jenderal psikopat itu, berubah menjadi ekspresi haus darah. Aku baru tahu ada ayah yang haus darah… Akan darah anaknya.

   “Dominique! Beraninya kamu berperang melawan negara asalmu? Negaraku?” kata jenderal psikopat itu marah. Dominique diseretnya. Dia menginstruksikan sesuatu pada bawahannya, dan Dominique dibawanya jauh-jauh. Lyvia, tentu saja, mengejar Dominique. Begitu bodohnya. Aku semakin berang, aku menyerang mempiggy buta. Dan hal berikutnya yang kutahu…

   Kami kalah. Pasukan menjadi kacau balau sepeninggal Jenderal Zachary, Dominique, dan Lyvia. Aku terbaring di tanah, bersama tentara lain… Kebanyakan sudah tak bernyawa. Aku hanya bisa memandangi medan perang yang kosong… Tanpa ekspresi. Aku memanggil siapa saja yang masih hidup, pergi ke ibukota negaraku. Siap membalas dendam, dan merebut kembali Lyvia. Kalau Dominique, aku sudah tidak peduli lagi. Biarkan dia bereuni dengan ayahnya. Sesampai di ibukota, kami masuk ke istana dengan terburu-buru. Menjelaskan situasi kepada raja… Dan minta kepadanya supaya kami diikutsertakan dalam perang selanjutnya. Tentara lain, yang mengira kami datang kesini untuk meminta raja mengadakan gencatan senjata dengan negara tetangga, memprotes. Mereka tidak mau ikut perang lagi, dan… Mereka meninggalkanku. Aku hanya sendirian, masih memaksa raja. Akhirnya ia setuju, kami pun merencanakan serangan balasan-serangan balas dendam. Aku berlatih terus, agar semakin kuat. Supaya bisa membunuh jenderal psikopat itu. Nanti pada saat serangan balik kami, aku bersumpah, aku akan merebut kembali Lyvia. Lalu mungkin aku akan mengundurkan diri dari tentara, hidup bahagia bersamanya. Selamanya.

   Sementara itu, di negara tetangga…

   Dominique dan Lyvia berjalan lemas. Mereka dituntun oleh bawahan ayah Dominique. Ayah Dominique berjalan santai di belakang mereka, mengawasi kalau-kalau mereka mencoba kabur. Dominique menatap wajah Lyvia memelas, lalu berbisik,

   “Maafkan aku…” Lalu ia mengusap wajah Lyvia lembut. Lyvia hanya menggenggam tangan Dominique erat-erat. Setelah beberapa lama berjalan-lebih terasa seperti bertahun-tahun bagi Dominique dan Lyvia-mereka sampai di istana negara. Jenderal psikopat ayah Dominique yang ternyata bernama William itu pergi meninggalkan Dominique dan Lyvia, menghadap raja. Sempat terpikir oleh Dominique untuk mencoba kabur, namun pikiran itu diurungkannya karena ketatnya penjagaan atas dirinya dan Lyvia. Selama ayahnya itu masih menghadap sang raja, dia berbincang-bincang bersama Lyvia. Ternyata ayahnya itu adalah kakak dari Jenderal Zachary. Nama keluarga mereka pun sama. Zachary Vackbreun dan William Vackbreun. Jadi Dominique itu masih keponakan dari Jenderal Zachary, namun Jenderal Zachary tidak tahu. Nama Xanderweiss diambil dari nama ibu Dominique.

   Di dalam ruangan raja negara Dominique…

   “Yang Mulia!” Jenderal William masuk ke dalam ruangan raja dengan terburu-buru. Ia menabrak beberapa pot mahal koleksi raja.

   “Pelan-pelan, William. Kamu mau mengganti koleksi pot-potku itu?” kata sang raja gusar. “Ada apa?” lanjut raja tak bersemangat.

   “Saya telah menemukan anak itu, Yang Mulia!” kata Jenderal William dengan mata berbinar-binar, seakan telah menemukan permata terlangka di dunia.

   “Hah? Benarkah? Anak penentu revolusi dunia itu?” balas raja tak kalah bersemangat.

   “Ya. Dia persis dengan ciri-ciri yang pernah Yang Mulia sebut.” Jawab Jenderal William yakin.

   “Apa kau membawanya kesini?” tanya raja menggebu-gebu. Kalau negara ini mendapatkan anak itu, maka kami tidak akan terkalahkan dalam setiap perang! Pikir sang raja.

   “Eh…” Wajah Jenderal William memerah.

   “Jangan bilang kamu tidak membawanya!” Raja menjadi marah. Bibirnya ditekuk. Dia cemberut.

   “Err… Aku juga menemukan anakku, jadi…” Jenderal William tidak bisa meneruskan. Malu.

   “BODOH!” teriak raja sambil membanting segala sesuatu yang ada didekatnya. Pecahan pot yang tadi ditabrak Jenderal William jadi tampak tak berarti. “Untung saja kamu banyak berjasa untuk negara ini, William. Kalau tidak aku sudah memecatmu!” kata sang raja garang.

   “Eh… Kalau begitu saya undur diri dulu, Yang Mulia.” Jenderal William buru-buru keluar dari ruangan raja. Dia menatap anaknya yang sedang duduk santai di depan ruangan raja. Dominique menoleh santai ke arah ayahnya.

   “Ada apa, ayah?” katanya dengan nada acuh tak acuh. Mata Jenderal William berkilat marah, entah karena dia dipermalukan atau karena reaksi acuh tak acuh dari anaknya. Dia mengeluarkan Automatic Rifle dari sarungnya.   
« Last Edit: April 04, 2011, 04:15:33 PM by Michelle99 »

Offline sacchan_magician

  • Gate Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [ECO FanFic]For My Country and Love's Sake
« Reply #29 on: April 04, 2011, 04:05:32 PM »
wiw perangnya sadis...dan berasa...perang @_@
dan rajanya...ngga banget sikapnya :laugh:

tp kok saya merasa endingnya ga bakalan happy ending yah... @_@

Quote
“Apa kau membawanya kesini?” tanya raja menggebu-gebu. Kalau negara ini mendapatkan anak itu, maka kami tidak akan terkalahkan dalam setiap perang! Pikir sang raja.
yg pikirannya sang raja itu...entah knp bacanya berasa agak janggal yah @_@
mungkin lebih enak kl 'batinan' itu dibikin cetak miring? :???:
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...