Author Topic: [ECO Fanfic] Infiltration [END]  (Read 17638 times)

Offline shinigami_boy

  • Elder
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2364
  • Cookie: 47
  • Alceus
Re: [ECO Fanfic] Infiltration
« Reply #10 on: April 03, 2011, 11:23:40 PM »
masalahnya nama ras jg harusnya gede loh.. emang bingungin itu Emil..
(alasan utama kenapa di fanfic2 buatanku gak pernah ada ras emil, tapi selalu kusebut manusia, titania, dominion XD)

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2967
  • Cookie: 56
  • super ultra biased to tatsun
Re: [ECO Fanfic] Infiltration
« Reply #11 on: April 09, 2011, 01:13:26 AM »
Author's Note :
ngaku deh. ini bagian yang paling sulit menurut saya soalnya mesti bolak balik buka wikipedia sama world guns karena beberapa senjata ini saya ambilnya dari senjata betulan @_@ dan mungkin tinggal satu chapter lagi sampe selesai?

dan adegan berantemnya, next chapter sajalah ya. saya males :P



Disclaimer :

Xenocrest belongs to squad
Scout Master, Philip/Cafe Master, Emil, Hinmel belongs to Emil Chronicle Online

Fanfiction 'Infiltration' © KuroYuki 2011

Emil Chronicle Online™ is copyrighted ©GungHo Online Entertainment, Inc. and ©Gravity Co, Ltd. Wavegame was granted the right to publish, distributed and transmit Emil Chronicle Online™ in Indonesia.

ALL RIGHT RESERVED



Chapter 1 : Night

Siang itu juga, Xenocrest segera berangkat ke Morg dengan menumpang Airship salah satu pedagang yang memiliki urusan di Morg City. Perjalanan menuju Morg City tampak berjalan mulus tanpa hambatan. Tidak ada pasukan Morg yang memeriksa Airship itu, sehingga Xenocrest tidak harus berpura-pura menjadi seorang turis. Cukup dengan alasan yang ia katakan pada pedagang Morg tadi. ‘Ingin menemui saudara di Morg’.

‘Bagus juga strategi mereka, tidak menunjukan perubahan apapun. Eh tunggu, apa khusus orang-orang tertentu ya?’ pikir Xenocrest sambil menatap pemandangan awan yang melewati Airship itu.

Satu jam kemudian, Xenocrest tiba di Morg Airport yang tergolong sepi itu. Xenocrest duduk di salah satu kursi Café Morg paling ujung dan memesan Egg Sandwich kesukaannya. Hanya ada ia dan satu orang petualang yang sibuk mengantarkan duri-duri besi yang diminta pemilik cabang Café Morg itu. Setelah Xenocrest menghabiskan setengah porsi dari Sandwichnya, seorang Assassin berpakaian serba hitam sampai menutupi mulutnya, masuk ke café itu dan berjalan ke arah Xenocrest. Rambutnya jabrik berwarna keperakan dan matanya sangat sipit, tampaknya ialah Hinmel yang ditunggu-tunggu oleh Xenocrest.

“Hinmel?” tanya Xenocrest. Dominion berambut perak itu mengangguk lalu menarik kursi dan duduk di samping Xenocrest.

“Langsung saja tidak perlu pakai basa-basi ya. Selama kami mengirimkan data itu ke tempat Master, kami sudah menemukan beberapa hal lagi. Tapi yang terpenting, kami belum tahu kapan mereka mereka mulai menyebarkan racun itu.” ujar Hinmel dengan kecepatan berbicara yang membuat orang geleng-geleng kepala. “Jangan disini, ayo ke tempat Violeta dan Jiggi.”

Kedua Assassin itu berdiri, hanya saja Xenocrest berdiri sambil membawa Egg Sandwichnya yang tinggal setengah itu dan memakannya sambil berjalan mengikuti Hinmel. Mereka menaiki tangga kayu dan memasuki sebuah gedung yang dihiasi bendera bergambarkan lambang-lambang dari Fighter Guild. Di sana, seorang Assassin perempuan memakai baju berwarna biru dengan rambutnya yang berwarna merah melompat ke arah Hinmel dan mengacak-acak rambut peraknya seperti seorang kakak yang mengisengi adiknya. Juga seorang pria yang agak tua dengan dandanan yang cukup ‘ajaib’ menyapa mereka berdua.

“Hinmel! Dan kau pasti Xenocrest dari Acropolis City kan? Aku Violeta, dan dia Jiggi. Untuk misi kali ini, kau dan Hinmel yang menyusup sedangkan kami berdua mencari informasi dari sini.” ujar Violeta sambil mencari-cari sesuatu di balik mejanya. “Nah, ini dia.”

“Jadi yang terutama sekarang, kusarankan kalian berdua menyimpan Claw dan Dagger. Simpan saja di tas kalian. Ini peta tempat proyek itu, lalu ini denah lantai proyek, dan ini jenis racunnya.” Violeta memberikan beberapa lembar kertas kepada Hinmel dan Xenocrest.

“Di belakang rumah Diermant? Rasanya aku tidak melihat apapun disana.” timpal Hinmel sambil menggaruk kepala.

“Hush, tentu saja itu pintu rahasia!” bentak Jiggi sambil menjitak kepala Hinmel.

KCN? Po..ta..sium.. Sianida?” gumam Xenocrest. Tampaknya ia sedang berpikir keras hingga alisnya menyatu, “Bentuknya seperti gula, dan mudah larut. Lalu racun ini lebih cepat bereaksi ketika perut kosong, mungkin mereka akan menyebar racun itu di pagi hari.”

Mata Violeta berbinar-binar, “Sudah kuduga! Orang yang dikirim Master memang lebih pintar dari Hinmel! Ia bahkan tidak tahu sama sekali tentang jenis-jenis racun!” katanya sambil menepuk bahu Hinmel yang kemudian hanya bisa menggerutu.

“Malam ini, Hinmel dan Xenocrest harus menyusup dan mencuri sampel racun itu. Kalau ada waktu, cari anti racunnya.” ujar Jiggi kepada kedua Assassin itu. “Sebaiknya kalian istirahat dulu sampai nanti malam.”

* * *

Makan malam Xenocrest dan Hinmel harus mereka nikmati sambil menerima ‘pengarahan’ dari Violeta dengan cara yang cukup kejam bagi Hinmel. Jiggi pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menyiapkan peralatan yang mereka gunakan dalam penyusupan malam itu.

“Kuberi waktu tiga detik untuk berpikir! Habis ini kalian ngapain?” kata Violeta dengan tegas dan cepat.

Kedua Assassin itu menjawab serempak, “Menyusup ke tempat proyek KCN, mengambil sampel, mempelajari kondisi, dan mencari tahu tanggal pelaksanaan rencana itu!”

“Dimana?”

“Belakang rumah Diermant, papan kayu ketiga dari kiri!” Kali ini hanya suara Xenocrest yang terdengar, sedangkan Hinmel hanya bisa mengernyit dan berusaha mengingat hal-hal yang ia tulis di lengannya.

BLETAK!!

“Oke, tampaknya kau sudah cukup mengerti. Kalau ada apa-apa, tolong hubungi lewat Receiver.” ujarnya singkat sambil membuka koper yang dilapisi emas.

Di dalam tas itu, terdapat tiga buah handgun yang mengkilap. Handgun pertama berada di sebelah kiri, dengan warna perak dan selongsong yang cukup panjang sangat menarik perhatian Xenocrest. Ia segera mengambil senjata itu.

“Hmm.. Berat juga.” gumam Xenocrest sambil mengecek peluru di dalamnya.

“Violeta! Itu kan koleksiku! Siapa yang mengizinkanmu menyentuh apalagi mengeluarkan koleksi pistol-pistol dikamarku, hah?!” bentak Hinmel sambil menarik pistol perak itu dari tangan Xenocrest.

Hinmel melirik pistol di tangannya, sebuah pistol model Wildey berwarna perak diisi dengan tiga peluru. Kemudia ia melirik dua pistol lainnya.  Sebuah pistol model Welrod berwarna hitam yang lebih mirip sebuah pentungan yang dibawa oleh para penjaga kota Acropolis ketimbang sebuah pistol. Sedangkan pistol yang satu lagi ia serahkan pada Xenocrest. Sebuah FN FNP-45 yang lebih sering disebut Psycho Gun dan senjata yang pertama kali ditemukan di dalam Mai Mai Ruins.

“Psycho Gun yang kau pegang itu semi automatic, jadi bisa kau gunakan sambil lari. Yah, semoga tidak terpakai sama sekali sih.”  ujarnya sambil mengambil beberapa kotak yang terisi penuh dengan Magnum Bullet.

Hinmel menyimpan tas emas itu ke dalam kamarnya, lalu ia kembali sambil membawa beberapa benda berbentuk seperti telur berwarna kehijauan. Granat lempar.

“Terakhir, semoga kalian berdua selamat.” bisik Violeta.

* * *

Malam hari di Morg City benar-benar suram. Lampu jalanan berkali-kali mati, kemudian menyala lagi, lalu mati lagi. Di atas atap rumah Diermant, dua orang Assassin duduk diam di sana sambil mengawasi keadaan. Setelah memberi kode, kedua Assassin itu melompat turun dari atap rumah berwarna ungu tersebut. Salah seorang Assassin yang berambut perak mengawasi keadaan di sekitar mereka, sedangkan temannya yang berambut pirang segera mencari sebuah pintu rahasia.

“Nah, ketemu.” bisik Xenocrest sambil mengangkat sebuah papan kayu yang terlihat baru. Kini terdapat sebuah tangga yang menurun ke arah laut.

“Hah? Itu kan ke arah laut. Kau yakin tempatnya di sana?” tanya Hinmel.

“Itu yang tertulis di denah! Kalau aku boleh protes, akan kulakukan sekarang!” Kali ini bisikan Xenocrest terdengar sedikit keras.

“Kalau begitu, dicoba saja?” tanya Hinmel sambil melirik tangga yang gelap di depan Xenocrest. Kemudian ia berjalan menuruni tangga kayu itu dengan hati-hati, diikuti oleh Xenocrest yang menutup kembali pintu rahasia itu dengan kayu.

Kedua Assassin itu berjalan tanpa penerangan, hanya mengandalkan insting mereka untuk berjalan di terowongan sempit yang lembab dengan tambahan air yang sesekali menetes dari langit-langit terowongan itu. Hinmel yang berjalan di depan, berusaha mencari pijakan yang benar-benar kering agar bebas dari lumut.

“Kira-kira,terowongan ini sampai mana? Sudah jelas ini melewati Morg Airport di sebelah barat kan?” tanya Hinmel.

“Seharusnya sih, sekarang sampai-“ Ucapan Xenocrest terpotong ketika ia melihat sekelebat cahaya di depan mereka. “Hinmel, Cloaking!” bisiknya.

Tidak sampai lima detik, kedua Assassin itu menghilang dari pandangan mata biasa. Sambil mengendap-endap dan berusaha untuk tidak menimbulkan suara, Hinmel dan Xenocrest berjalan menuju sebuah pintu kayu yang tampaknya mulai lapuk. Keduanya mengintip dari sela-sela papan kayu itu. Setelah memastikan kondisi aman, dan tidak ada orang sama sekali. Hinmel dan Xenocrest memasuki ruangan itu, tetap dalam kondisi Cloaking.

“Gula?” tanya Hinmel sambil melirik timbunan benda berwarna putih di atas meja. Tangannya menyentuh sedikit butiran itu. Dan ketika ia nyaris mencicipi butiran itu, Xenocrest menepis tangannya.

“Jangan dicoba! Itu racunnya!” bisik Xenocrest sambil mengambil sebuah botol kaca berukuran kecil.

Assassin itu memasukan serpihan-serpihan bubuk racun itu ke dalam botol kaca. Sedangkan Hinmel hanya bisa meratapi keberuntungannya barusan. Sedetik saja Xenocrest terlambat mengingatkannya, mungkin ia akan dijemput oleh tandu para Gayfish kuning keemasan.

“Oke, cukup. Kita bisa kembali-“

Ucapan Xenocrest terputus ketika ia mendengar langkah kaki di luar ruangan itu. Langkah kaki yang mengarah ke tempat mereka berdua berada. Segera saja mereka meneguk sebotol Stamina Potion dan kembali menghilangkan keberadaan mereka.

“Hinmel, Xenocrest! Kalian di sana, kan? Jawab aku!” ujar sebuah suara yang terdengar familiar di telinga mereka.

____________
Chapter 1 END


Dan untuk yang masih pada bingung soal senjata senjata yang dipake, silakan cek link dibawah buat deskripsi handgun yang dimaksud ya :D

yang ini buatan USA
Wildey
FN FNP-45 << apakah ini udah cukup mirip sama psycho gun? @_@ bagi saya sih iya soalnya ._.

yang ini buatan Britain
Welrod Silent  << beneran bentuknya kayak pentungan hansip komplek  @_@
« Last Edit: April 09, 2011, 01:29:15 AM by KuroYuki »
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing AK again: Vestas - Duelist

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookie: 44
  • Darkness's Last survivor
Re: [ECO Fanfic] Infiltration
« Reply #12 on: April 09, 2011, 01:22:26 AM »

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2967
  • Cookie: 56
  • super ultra biased to tatsun
Re: [ECO Fanfic] Infiltration
« Reply #13 on: April 09, 2011, 01:23:38 AM »
jas, kalo mau ngasi tau typo jangan pas di kata katanya doang dong @_@ wa jadi kaga tau kan itu typo dimana @_@
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing AK again: Vestas - Duelist

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookie: 44
  • Darkness's Last survivor
Re: [ECO Fanfic] Infiltration
« Reply #14 on: April 09, 2011, 01:27:09 AM »
gya maaf
 
Quote from: KuroYuki
Chapter 1 : Night

Siang itu juga, Xenocrest segera berangkat ke Morg dengan menumpang Airship salah satu pedagang yang memiliki urusan di Morg City. Perjalanan menuju Morg City tampak berjalan mulus tanpa hambatan. Tidak ada pasukan Morg yang memeriksa Airship itu, sehingga Xenocrest tidak harus berpura-pura menjadi seorang turis. Cukup dengan alasan yang ia katakana pada pedagang Morg tadi. ‘Ingin menemui saudara di Morg’.

saya tidak biasa ngasih koreksi =3=



Sejauh ini, tidak melihat typo yang lain, err tapi menurut saya kok agak pendek ya chapterny? *lirik sesepuh writing yang lain*
@_@
« Last Edit: April 09, 2011, 01:29:36 AM by squad »

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline SetoKun

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 944
  • Cookie: 46
  • clap
    • http://setonobaka.blogspot.com
Re: [ECO Fanfic] Infiltration
« Reply #15 on: April 09, 2011, 02:49:40 PM »
wah nice, chapter selanjut musti menarik nih, tar ada adegan battlekan? Sgt menunggu hoho
Setosama[Alchemist][93/47] GiDemo

Visit my blog http://setonobaka.blogspot.com

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2967
  • Cookie: 56
  • super ultra biased to tatsun
Re: [ECO Fanfic] Infiltration
« Reply #16 on: April 09, 2011, 03:47:36 PM »
Sejauh ini, tidak melihat typo yang lain, err tapi menurut saya kok agak pendek ya chapterny? *lirik sesepuh writing yang lain*
@_@
jas, kejam dikau. masa fanfic saya disandingkan dengan para sesepuh, ya enggak lepel lah, lepel saya masih jauh dibawah @_@

@ seto : sankyu :) monggo ditunggu chapter 2nya yang mungkin bakal mepet beresnya @_@
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing AK again: Vestas - Duelist

Offline sacchan_magician

  • Gate Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [ECO Fanfic] Infiltration
« Reply #17 on: April 09, 2011, 06:29:27 PM »
Quote
Assassin itu memasukan serpihan-serpihan bubuk racun itu ke dalam botol kaca. Sedangkan Hinmel hanya bisa meratapi keberuntungannya barusan. Sedetik saja Xenocrest terlambat mengingatkannya, mungkin ia akan dijemput oleh tandu para Gayfish kuning keemasan.
dan berbunyi, "Wasshoi! Wasshoi!" ? :laugh:

btw Hinmel nya ceroboh bener, mau main icip barang yg ada di tempat kyk gt O_o

Watching you from afar...and will always love you...
We're always here for you...
[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ]

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2967
  • Cookie: 56
  • super ultra biased to tatsun
Re: [ECO Fanfic] Infiltration
« Reply #18 on: April 09, 2011, 06:37:18 PM »
soalnya disini saya bikin hinmel jadi rada bolot tapi maniak senjata api. sedangkan xenocrest kebalikannya yang banyak mikir dulu sebelom jalan. biar klop dan imbang @_@

gak seru aja kalo karakter utama serba bisa, apa apa beres.  T^T
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing AK again: Vestas - Duelist

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookie: 44
  • Darkness's Last survivor
Re: [ECO Fanfic] Infiltration
« Reply #19 on: April 09, 2011, 08:04:01 PM »
jas, kejam dikau. masa fanfic saya disandingkan dengan para sesepuh, ya enggak lepel lah, lepel saya masih jauh dibawah @_@

hau
ya saya hanya membandingkan dengan realita yang terjadi di bagian writing ini
wkwk

anyway, nice update :)

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter