Author Topic: [ECO FanFic]XENOCREST [FINAL CHAPTER - UPDATED]  (Read 18609 times)

Offline chievo

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 154
  • Cookie: 47
  • ~ Farewell ~
[ECO FanFic]XENOCREST [FINAL CHAPTER - UPDATED]
« on: April 09, 2011, 11:54:40 AM »
XENOCREST



@ 2011 by chievo
Disclaimer:
Emil Chronicle Online™ is copyrighted ©GungHo Online Entertainment, Inc. and ©Gravity Co, Ltd. Wavegame was granted the right to publish, distributed and transmit Emil Chronicle Online™ in Indonesia.

ALL RIGHT RESERVED


PENDAHULUAN

Cerita ini berlatar di daratan Acronia, 5 tahun sebelum kisah “Glow In The Dark”. Cerita ini saling berkaitan dengan cerita “Glow In The Dark”. Bahkan beberapa tokoh yang ada di cerita ini, akan muncul dalam cerita “Glow In The Dark”.

Warning : Cerita ini sedikit sadis dan physco. Bagi yang bermasalah terhadap jantung tidak kuat, mohon di skip  =P



CHARACTERS

Xenocrest
Seorang pembunuh bayaran dari Organisasi. Masa lalu yang kelam telah membuatnya berubah menjadi mesin pembunuh yang kejam.

Daisy
Partner sekaligus sahabat kecil XenoCrest. Ada suatu rahasia yang masih menjadi misteri tentang dirinya.

Kurt
Teman masa kecil Xenocrest di Organisasi.

Hlodyn
Teman masa kecil Xenocrest di Organisasi.

Jenderal Khan
Jenderal besar Acropolis yang ditunjuk sebagai Jenderal perang pasukan gabungan.


Prologue – The Assasins


“Ku, kumohon... ampuni kami...” pinta wanita setengah baya itu menggigil ketakutan seraya mendekap anaknya yang menangis.

BANG!

Sebuah peluru meluncur deras tepat ke kepala wanita itu. Wanita itu langsung tergeletak dengan isi kepalanya berhamburan keluar.

“Hiiiyyyy....... Mamaaaaa!!!” teriak bocah di samping wanita itu histeris.

Click...

Terdengar bunyi sebuah pistol yang ditarik pelatuknya.

“Tu, tunggu, Xenocrest. Dia hanya seorang...” ujar wanita berambut pendek berwarna merah itu kepada pria di depannya.

BANG!!!

Kembali sebuah peluru ditembakkan sebelum wanita itu sempat menyelesaikan ucapannya. Kali ini tepat menghantam kepala bocah mungil itu hingga meledak. Bocah itu tewas seketika di samping ibunya.

Pria itu kemudian berjalan meninggalkan tempat itu tanpa sepatah kata pun. Sementara wanita berambut merah itu meratapi mayat kedua orang yang tidak bersalah itu sebelum akhirnya menyusul pria yang disebutnya dengan Xenocrest itu.

Di malam yang dingin itu seluruh penduduk Acropolis sedang tertidur dengan lelap. Tak ada satupun dari mereka yang menyadari dua buah sosok bayangan yang sedang melompat dari atap ke atap rumah lainnya dengan kecepatan luar biasa. Kedua sosok bayangan itu baru saja membantai seorang jenderal Acropolis beserta seluruh keluarganya.

Kedua sosok bayangan itu berhenti tepat di atas gerbang Timur Acropolis. Mereka berbalik dan memandangi sebuah rumah di kejauhan yang seluruh penghuninya baru saja mereka bantai.
 
“Xenocrest, apa yang kita lakukan ini... benar?” tanya wanita berambut merah itu lirih kepada seorang pria berjaket loreng dengan kacamata Receiver berwarna emas di sampingnya.

“Tugas kita adalah melaksanakan misi dari Organisasi. Tidak peduli itu benar atau salah,” jawab pria yang dipanggil Xenocrest itu dingin. “Kita kembali Daisy,” lanjutnya seraya pergi meninggalkan wanita berambut merah bernama Daisy itu.

Daisy hanya terdiam mendengar jawaban partnernya itu. Dia hanya memandangi partnernya yang semakin menjauh dan perlahan menghilang ditelan kegelapan malam.

Suka atau tidak, mereka memang ditakdirkan menjadi mesin pembunuh bagi Organisasi. Kalau bisa memilih, dia lebih memilih kehidupan layaknya gadis-gadis seusianya di Acropolis. Namun tak ada lagi pintu buat mereka untuk kembali. Semuanya sudah terlambat, sangat terlambat...


Prologue – End
« Last Edit: June 01, 2011, 03:45:04 PM by sacchan_magician »
I think this is the time to say enough...

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookie: 44
  • Darkness's Last survivor
Re: [ECO FanFic]XENOCREST
« Reply #1 on: April 09, 2011, 12:54:33 PM »
Pertamax

Wow
nice prologue, ditunggu chap 1 xD

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline milkteddy

  • Rune Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5878
  • Cookie: 63
Re: [ECO FanFic]XENOCREST
« Reply #2 on: April 09, 2011, 01:07:31 PM »
wkwkw tadi awalnya gw kira bang nya itu istilah buat abang beneran
eh ternyata bang pistol wkwkwkwk

nice2 ditunggu selanjutnya

Offline Yuka

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 839
  • Cookie: 53
Re: [ECO FanFic]XENOCREST
« Reply #3 on: April 09, 2011, 05:49:08 PM »
err, sound effectnya ngga dijadiin tulisan miring aja? kalau seperti yang diatas itu, kayak diucapkan @_@

misalnya:
Quote
BANG!!

Offline sacchan_magician

  • Gate Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [ECO FanFic]XENOCREST
« Reply #4 on: April 09, 2011, 06:21:33 PM »
selain dimiringin, mending juga jangan dikasih petik sih itu :nod:

anyway.... :sweat:
sempet speechless juga bacanya (untung saya agak...sedikit....terbiasa...selama bukan violency w/ real people model :sweat: )

tp aside of the violency...sugee bgt :puppyeyes:
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [ECO FanFic]XENOCREST
« Reply #5 on: April 09, 2011, 06:25:18 PM »
setau saya malah sound effect itu ditulisnya tanpa tanda petik  :nod:
soalnya kalo diantara tanda petik gitu kan jadi bingung yang mana dialog, yang mana sound effect.
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
 not playing anymore, just contact me on discord  @
  cornelialk#4273

Offline chievo

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 154
  • Cookie: 47
  • ~ Farewell ~
Re: [ECO FanFic]XENOCREST
« Reply #6 on: April 09, 2011, 06:25:33 PM »
@ yuka & sachan : sound effect diedit. ternyata memang lebih bagus kalo dicetak miring. lol

I think this is the time to say enough...

Offline sinoSOU

  • Lord of Love Conquest
  • Apprentice of Songs
  • *****
  • Posts: 1421
  • Cookie: 68
  • it's time to get up
Re: [ECO FanFic]XENOCREST
« Reply #7 on: April 09, 2011, 06:27:50 PM »
chieee, berjuang >_<,
ceritanya rada serem d dpn @_@
my char is orange Princess - Sweets - Sweet - Yakult - Yogurt - Eilie - Calista and Cio-Petite-Lyx @ Zinnia

Offline chievo

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 154
  • Cookie: 47
  • ~ Farewell ~
Re: [ECO FanFic]XENOCREST
« Reply #8 on: April 09, 2011, 06:33:01 PM »
@kuroyuki : tq2 masukannya  XD

@ oyen : makacih yen hug yen hug  :> err, setelah ini ada yang lebih sadis sih  @_@
I think this is the time to say enough...

Offline chievo

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 154
  • Cookie: 47
  • ~ Farewell ~
Re: [ECO FanFic]XENOCREST
« Reply #9 on: April 11, 2011, 09:38:52 AM »
Chapter 01 – The Meeting


[Flashback]

10 tahun yang lalu

“Huhuhu.... Mama... Huhuhu...” tangis gadis kecil berambut merah di sudut kamar yang gelap tersebut.

Hari ini Organisasi kembali menculik seorang anak lagi. Kali ini yang diculik adalah seorang anak perempuan berusia sekitar 8 tahun. Seperti biasa, anak-anak yang diculik, dikurung di dalam beberapa kamar sempit dan gelap. Mereka nantinya akan diajari cara bertarung dan membunuh oleh Organisasi.

Tiba-tiba tiga bayangan hitam datang menghampiri gadis kecil itu.

“Hiiiyyyyy!!!! Ja, jangan mendekat!” teriak gadis kecil itu histeris dengan sinar mata ketakutan.

“Ssssttt! Diamlah. Kau akan membuat mereka marah,” ujar suara yang berasal dari salah satu bayangan hitam tersebut.

Ketiga bayangan itu perlahan-lahan mendekati gadis kecil itu. Gadis itu menggigil ketakutan. Saking takutnya, suaranya sampai tak bisa keluar.

Ternyata bayangan itu adalah bayangan 3 bocah laki-laki yang bernasib sama dengannya. Mereka berempat diisolasi dalam satu kamar yang sama.

“Siapa namamu?” tanya salah satu bocah laki-laki tersebut.

“Da, Daisy...” jawab gadis kecil itu seraya terisak.

“Aku Xenocrest. Yang di sebelahku ini Kurt. Dan ini Hlodyn,” lanjut bocah tersebut seraya memperkenalkan dirinya dan kedua bocah di sampingnya. “Jangan menangis. Kami akan melindungimu.”

Ucapan yang keluar begitu saja dari mulut bocah bernama Xenocrest itu langsung diiyakan dengan anggukkan oleh kedua bocah di sampingnya. Ketiga bocah laki-laki itu hanyalah anak kecil -mungkin seumuran dengan gadis kecil itu- tetapi satu kalimat bocah tersebut begitu menentramkan jiwa gadis kecil bernama Daisy itu.

Daisy yang semula begitu ketakutan mulai dapat mengendalikan dirinya. Dia mulai berhenti menangis dan sinar matanya kembali memancarkan harapan.

***

Hari demi hari pun berlalu. Sudah setengah tahun sejak pertama kali mereka bertemu di kamar yang gelap itu. Hidup yang mereka jalani setiap harinya bagai neraka. Mereka dipaksa berlatih dengan sangat keras. Bahkan di usia yang masih sangat kecil mereka sudah diajarkan bagaimana cara menghabisi lawan. Tidak jarang mereka ditugaskan untuk membunuh “target” Organisasi. Keempat sahabat tersebut selalu bahu membahu melewati semuanya itu.

Xenocrest adalah anak yang ceria. Dia yang paling bersemangat di antara mereka berempat. Kemampuan bertarungnya juga di atas ketiga sahabat kecilnya itu. Sedangkan Kurt, meskipun agak pendiam, dia satu-satunya sahabat sekaligus rival yang dapat menandingi XenoCrest.

Sementara Hlodyn sangat humoris. Dia sering membuat sahabat-sahabat kecilnya tertawa. Kapanpun dan dimanapun, dia selalu tersenyum. Kemudian satu-satunya anak perempuan di dalam kelompok tersebut. Daisy adalah sosok yang pemalu dan sering menangis. Namun, dia sangat menyayangi ketiga sahabatnya tersebut.

Hubungan keempat sahabat tersebut sangat harmonis. Mereka sangat solid dalam menjalankan semua misi yang diberikan Organisasi. Semuanya berjalan dengan baik, amat sangat baik.

Sampai pada suatu malam di musim dingin, tragedi itu terjadi...

Mereka diberikan misi untuk membunuh seorang panglima perang di suatu negara. Namun mereka gagal dan melarikan diri. Mereka berempat sedang dikejar pasukan dari negara tersebut. Di tengah pelarian mereka, di suatu hutan yang gelap, Hlodyn tersungkur sekarat akibat sebuah anak panah yang menembus dadanya.

“Ugh...” rintih Hlodyn sekarat

“Be, bertahanlah Hlodyn. Kami akan membawamu keluar dari sini.” ujar Xenocrest seraya memeluk Hlodyn yang tersungkur lemah di pangkuannya.

“Hlo, Hlodyn....” ujar Daisy lirih seraya menahan air mata melihat kondisi salah satu sahabatnya itu.

“Pergi...” ujar Hlodyn lemah.

“Ja, jangan bicara Hlodyn. Ka, kami akan menolongmu,” ujar Kurt dengan terbata-bata.

“Pe, pergilah... Ti, Tinggalkan aku,” ujar Hlodyn lagi.

“Tidak. Kami tak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi,” ujar Xenocrest yang mulai mengucurkan air mata.

“Pergi!!!” teriak Hlodyn kali ini dengan keras seraya memuntahkan darah dari mulutnya.

Teriakan Hlodyn kali ini sontak membuat ketiga sahabatnya menangis. Hlodyn sekarat. Namun di sisa akhir hidupnya, bocah itu masih memikirkan keselamatan sahabat-sahabatnya. Hati mereka perih, bagai disayat-sayat. Akhirnya dengan berat hati mereka terpaksa meninggalkan Hlodyn sendirian. Mereka pun berlari seraya mengucurkan air mata.

“Ak, aku.. bahagia.. Aku bahagia.. bisa mengenal.. kalian..” ujar Hlodyn seraya tersenyum.

Disaat bersamaan puluhan pasukan yang menemukan Hlodyn yang tergeletak lemah tak berdaya, langsung menghujani tubuhnya dengan pedang dan tombak. Hlodyn tewas seketika dengan tubuh tercabik-cabik. Namun dibalik wajahnya yang mulai memutih dan berlumuran darah, tersimpul samar-samar senyum kebahagiaan terutas di bibirnya.


Chapter 01 - End
« Last Edit: April 20, 2011, 09:42:18 AM by chievo »
I think this is the time to say enough...