Author Topic: [ECO FanFic]XENOCREST [FINAL CHAPTER - UPDATED]  (Read 18614 times)

Offline sinoSOU

  • Lord of Love Conquest
  • Apprentice of Songs
  • *****
  • Posts: 1421
  • Cookie: 68
  • it's time to get up
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 01 - UPDATED]
« Reply #10 on: April 11, 2011, 09:58:07 AM »
;_;
cerita yg kejam tp menyayat hati chie ;_;

hau, hau ;_;
frienship T^T
chie kejammmmm :gone:


canda kok, tp bagus~ XD
my char is orange Princess - Sweets - Sweet - Yakult - Yogurt - Eilie - Calista and Cio-Petite-Lyx @ Zinnia

Offline Mizura

  • Apprentice of Songs
  • **
  • Posts: 1316
  • Cookie: 56
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 01 - UPDATED]
« Reply #11 on: April 11, 2011, 04:20:04 PM »
kasihan...... kasihan..... hiks hiks

Hlodyn!! huaaa :cry: *lho ngapain aku*

more please :cry:

tapi jangan yang sedih ya :cry:
·············································································································································
▉ Don't grow up too fast & don't embrace the past; life's too good to last & I'm too young to care
·············································································································································

Offline chievo

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 154
  • Cookie: 47
  • ~ Farewell ~
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 01 - UPDATED]
« Reply #12 on: April 12, 2011, 10:43:22 AM »
Chapter 02 – Decision


Mereka bertiga berhasil lolos dari kejaran pasukan musuh. Namun dengan pengorbanan sahabat mereka, Hlodyn. Mereka sangat terpukul. Mereka menangis sekeras-kerasnya. Mereka menyalahkan Organisasi yang telah membuat mereka kehilangan sahabat mereka.

Mereka tidak ingin lagi melihat ada yang bernasib sama seperti Hlodyn, sahabat mereka. Dan mereka juga sudah tidak mau lagi membunuh. Mereka bertekad mengakhiri mimpi buruk itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk melarikan diri dari Organisasi.

Mereka mengubah arah dan berlari secepat mungkin. Mereka sadar Organisasi tidak akan melepaskan mereka begitu saja. Organisasi pasti segera menyadari dan menyuruh pembunuh bayarannya mengejar mereka. Dan memang benar, tak beberapa lama kemudian mereka telah terkepung oleh puluhan pembunuh bayaran dari Organisasi.

“Ck, kita terkepung,” ketus Kurt.

“Kita hadapi mereka,” seru Xenocrest dengan mimik serius.

“Ta, tapi jumlah mereka terlalu banyak,” ujar Daisy cemas.

“Daisy, tetaplah di belakang kami,” ujar Xenocrest kemudian.

Bersamaan dengan itu, para pembunuh bayaran dari Organisasi langsung menyerang mereka. Perbedaan kekuatan tampak begitu mencolok. Para pembunuh bayaran tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk melumpuhkan mereka. Mereka bertiga berhasil ditangkap dan dibawa kembali ke Organisasi.

Dalam hitungan menit mereka telah diseret kembali ke Organisasi. Di Organisasi, ketiga sahabat itu dihadapkan kepada para elit Organisasi. Tubuh ketiga sahabat itu diikat dengan rantai. Mereka terkulai lemah dan berlumuran darah di lantai. Mereka disiksa habis-habisan.

“Kalian sudah menghianati Organisasi,” ujar seorang pria setengah baya yang bernama Khrusyaz.  “Kalian seharusnya mati.” lanjut salah satu elit Organisasi tersebut.

“Le, lepaskan mereka...” ujar Xenocrest lemah. “Mereka tidak bersalah. Aku yang memaksa mereka untuk melarikan diri dari Organisasi.”

“Xenocrest...” ujar Daisy yang tergeletak disampingnya seraya mengucurkan air mata.

“Hmm.. kudengar kalian adalah anak-anak terbaik dengan kemampuan di atas rata-rata,” ujar Khrusyaz seraya tersenyum sinis. “Baiklah, aku akan memberi kalian kesempatan.” 

“A, apa..” ujar Kurt lemah.

“Aku ingin melihat siapa diantara kalian yang terkuat,” lanjut Khrusyaz.

“Apa?” tanya Daisy tak mengerti.

“Kalian akan bertarung satu sama lain,” ujar Khrusyaz dingin. “Dan hanya yang terkuat yang boleh tetap hidup.”

“Kau, kau..” seru Xenocrest dengan nada marah.

***

Keesokan harinya, tampak Xenocrest dan Kurt telah berdiri saling berhadapan di dalam sebuah pagar besi di tengah-tengah sebuah aula yang cukup luas. Mereka berdua dipaksa untuk bertarung di dalam pagar besi tersebut disaksikan seluruh elit Organisasi dengan pembunuh bayarannya. Hanya salah satu dari mereka yang boleh keluar dari pagar itu hidup-hidup.

“Tidakk!” jerit Daisy dari luar pagar seraya menangis melihat kedua sahabatnya akan saling membunuh.

“Apa yang kalian tunggu?” seru Khrusyaz dari luar pagar besi tersebut. “Apa kalian ingin melihat gadis ini mati?” lanjutnya seraya menendang kepala Daisy hingga membentur lantai dan kemudian menginjaknya.

Di dalam pagar besi tersebut, tampak Xenocrest dan Kurt saling berdiri berhadapan. Kurt  menggenggam sebuah pisau di tangannya, sementara Xenocrest memakai Claw yang melingkar di kedua tangannya. Keduanya terlihat sangat tertekan. Di satu sisi mereka adalah sahabat baik. Namun disisi lain, mereka hanyalah bocah yang takut akan kematian.

“Kita tak perlu bertarung, Kurt,” ujar Xenocrest.

“Ki, kita tidak ada pilihan. Kalau kita tidak bertarung, kita bertiga akan mati,” ujar Kurt gemetaran.

“Tenang, Kurt...” ujar Xenocrest berusaha menenangkan sahabatnya.

“Ak, aku... takut...” ujar Kurt terbata-bata.

Xenocrest terkejut melihat sorot mata Kurt. Sorot mata itu bukan sorot mata sahabat yang dia kenal. Sorot mata itu adalah sorot mata seseorang yang hampir gila karena ketakutan.

“Dengar Kurt, aku ada rencana,” ujar Xenocrest. “Aku akan menipu Khrusyaz agar masuk ke sini. Saat dia mendekat, kita akan menyanderanya. Kita akan melarikan diri dari tempat ini bertiga.”

“Ba, baiklah...” ujar Kurt seraya menunduk.

Xenocrest pun berbalik dan berjalan mendekati tribun Khrusyaz.

“Tidakkkk!!!” teriak Daisy tiba-tiba.

JREEBBBB!

Tiba-tiba sebuah pisau menembus punggung Xenocrest dari belakang!!!


Chapter 02 - End

« Last Edit: April 12, 2011, 06:50:28 PM by chievo »
I think this is the time to say enough...

Offline sinoSOU

  • Lord of Love Conquest
  • Apprentice of Songs
  • *****
  • Posts: 1421
  • Cookie: 68
  • it's time to get up
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 02 - UPDATED]
« Reply #13 on: April 12, 2011, 11:32:27 AM »
hau hau, ditucuk ama sahabat sendiri @_@
(nebak >_<)

lanjutin chieee~ XD
 pertumpahan darah yg bkin penasaran @_@
my char is orange Princess - Sweets - Sweet - Yakult - Yogurt - Eilie - Calista and Cio-Petite-Lyx @ Zinnia

Offline sacchan_magician

  • Gate Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 02 - UPDATED]
« Reply #14 on: April 12, 2011, 06:41:25 PM »
awawawawa..... @_@
tragis bgt nasibnya Xeno ;_;
ga heran dia jd dingin gt T^T

ch 1
Quote
Teriakan Hlodyn kali ini sontak membuat ketiga sahabatnya menangis. Hlodyn sekarat. Namun di sisa akhir hidupnya, bocah itu masih memikirkan keselamatkan sahabat-sahabatnya.

ch 2
Quote
Mereka tergulai lemah dan berlumuran darah di lantai. Mereka disiksa habis-habisan.
err....terkulai? @_@

aaah...btw, blm jelas yah Daisy itu...jobnya apa? :???:
ato di organisasi ini ga ada job2an gt?
« Last Edit: April 12, 2011, 06:42:30 PM by sacchan_magician »
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline chievo

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 154
  • Cookie: 47
  • ~ Farewell ~
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 02 - UPDATED]
« Reply #15 on: April 12, 2011, 07:03:22 PM »
@ oyen : hug oyen XD

@ sachan : like always.. mata sachan tajam setajam silet  @_@
err, sekedar informasi ceritaku ini adalah zaman Acronia sebelum mengenal job2an (aww spoiler  @_@)

karenanya, aku butuh banyak char di ceritaku yang satu lagi buat jadi jobtrend setter (spoiler spoiler)  @_@

dan satu lagi, di Acronia ini hanya ada ras emil.. titania sama dominion masih merupakan ras yang belum diketahui eksistensinya.. uda dispoiler di Glow In The Dark Chap 6 (ketika kelsey terkejut melihat mizu)  @_@

enough for the spoiler. lol~

here's chapter 3 XD


Post Merge: April 13, 2011, 11:20:57 AM
Chapter 03 - Painful


“Ugh!” rintih Xenocrest yang terluka akibat serangan tiba-tiba.

“Haaah.... Haaah...” terdengar nafas Kurt tersengal-sengal.

“Ke, kenapa?” ujar Xenocrest lemah.

“Ak, aku tidak bisa mati di sini,” seru Kurt dengan sorot mata kegilaan. “Mati kau!”

Kurt kembali menusukkan pisaunya ke tubuh Xenocrest berulang-ulang. Suara daging yang tercabik-cabik memenuhi seisi aula tersebut. Xenocrest terkapar di lantai dengan sekujur tubuh berlumuran darah.

“Hahahaha!” tawa penuh kegilaan langsung diledakkan Kurt begitu memastikan Xenocrest tak bergerak lagi.

Kemudian Kurt berjalan perlahan ke arah tribun Khrusyaz.

“Tuan Khrusyaz, aku memenangkan pertarungan ini. Keluarkan aku dari sini,” ujar Kurt.

“Hmm, siapa bilang kau sudah memenangkan pertempuran,” ujar Khrusyaz dingin.

“A, apa maksudmu?” ujar Kurt terkejut seraya mengalihkan pandangannya ke belakang.

Xenocrest bangkit kembali. Dengan tubuh penuh luka dan berlumuran darah, dia berdiri kokoh.  Mimiknya dingin, tanpa ekspresi. Warna matanya berubah menjadi merah menyala. Aura di sekitarnya terasa begitu berat. Seluruh pembunuh bayaran yang ada di sana dapat merasakan aura tersebut. Aura yang bahkan membuat bulu kuduk mereka berdiri.

“Kenapa? Kenapa kau harus bangun lagi?” gerutu Kurt kesal. “Sialan!” teriak Kurt seraya menerjang Xenocrest di saat bersamaan.

Dengan keahliannya mengayunkan pisau, Kurt menyerang Xenocrest yang masih tidak beranjak dari tempatnya.

JREBBB!!!

Tiba-tiba dada Kurt ditembus oleh sebuah Claw hanya beberapa saat sebelum Kurt merajamkan pisaunya ke leher Xenocrest. Semuanya terjadi begitu cepat.

“Ugh...” erang Kurt.

Kurt sekarat. Mulutnya mulai mengeluarkan darah. Dia berdiri kaku tak berdaya dengan Claw yang  menancap di dada, menembus jantungnya.

“K, kau...  memang... hebat...” ujar Kurt lemah seraya tersenyum pahit.

Xenocrest seolah tidak mendengarkan perkataan Kurt. Dia memutar Claw yang menancap di dada Kurt, mencengkram jantungnya dan menariknya keluar.

CRESHH!!!

Jantung Kurt ditarik paksa keluar dari tubuhnya. Jantung yang berlumuran darah itu bahkan masih berdenyut di dalam genggaman Xenocrest. Sementara Kurt berdiri kejang dengan muka pucat pasi.

“Xeno... crest...” ujar Kurt lemah nyaris tak terdengar lagi. “Ku... mo... hon... jaga... Daisy... untuk... ku...”

JRASHHH!!!

Kepala Kurt terlepas dari badannya! Kali ini Xenocrest menebas kepala Kurt hingga putus menggunakan Claw di tangan kirinya. Darah langsung bermuncratan dari leher Kurt, sementara kepalanya terbang ke udara sebelum akhirnya terjatuh keras ke lantai. Sementara tangan kanan Xenocrest yang menggenggam jantung Kurt langsung meremasnya hingga hancur.

CRASHH!!!

Bersamaan dengan remuknya jantung yang ada di genggaman Xenocrest, tubuh Kurt perlahan terjatuh.

“Daisy...”

“Hmm?”

“Ak, aku..”

“Kenapa Kurt?”

“Aku suka... aku suka padamu, Daisy.”

“Kurt...”

“Setelah dewasa, mari kita tinggalkan Organisasi. Aku... aku akan terus melindungimu sampai saat itu tiba.”



“TIDAAAKKKKK!!!!!!” jerit Daisy pilu seraya menangis perih.

Daisy memandang tubuh Kurt yang perlahan terjatuh. Perasaannya hancur. Hatinya seperti tercabik-cabik. Waktu seolah berjalan begitu lambat. Tubuh Kurt  menghantam ke lantai dengan keras. Kurt tergeletak kaku. Darahnya membanjiri lantai.

Kurt tewas dengan kepala dan jantung yang terpisah dari tubuhnya serta darah yang bercucuran membanjiri lantai. Seluruh anggota Organisasi yang melihat hal tersebut hanya bisa menelan ludah seraya berkeringat dingin. Meskipun mereka sudah terbiasa melakukan pembunuhan, tetap saja pemandangan yang mereka saksikan itu terlalu mengenaskan sehingga membuat mereka merinding.

“Lu, luar biasa!” puji Khrusyaz memecah keheningan.

Khrusyaz berjalan memasuki pagar itu dan menghampiri Xenocrest yang masih tak beranjak dari tempatnya. Khrusyaz kelihatan sangat puas dengan kekuatan yang dimiliki Xenocrest.

“Bagus sekali,” pujinya seraya menepuk bahu Xenocrest.

JRASHHH!!!

Tiba-tiba lengan Khrusyaz yang memegang bahu Xenocrest terputus. 

“UAKKHHH!!!” erang Khrusyaz kesakitan dengan darah bermuncratan dari bahunya bekas potongan lengannya.

Semuanya terjadi begitu cepat. Tidak ada satupun pembunuh bayaran dari Organisasi yang melihat apa yang terjadi. Semuanya hanya berdiri tercengang seraya berkeringat dingin.

“Enyahlah,” ujar Xenocrest dingin seraya berjalan meninggalkan Khrusyaz yang masih mengerang kesakitan.

Xenocrest mengakhiri pertarungan itu dengan kemenangan. Pertarungan yang menjadi mimpi buruk di sepanjang sisa hidupnya. Xenocrest kecil telah mati ketika sahabatnya mengkhianatinya dan menusuknya dari belakang. Bersama dengan mata merahnya, Xenocrest yang sekarang adalah mesin pembunuh yang akan memangsa korbannya hingga mati.

[/flashback]

***

Sementara itu di Acropolis, di istana putih yang berdiri nan megah, sedang berkumpul para penguasa dari berbagai negara. Mereka di undang oleh penguasa Acropolis untuk membahas situasi genting saat itu. Tampak para penguasa negara yang memakai baju kebesaran mereka masing-masing memasuki aula di dalam istana tersebut. Aula tersebut tampak mewah dengan dinding-dinding yang berkilauan emas. Di tengah-tengah aula tersebut terdapat sebuah meja bundar berwarna emas dengan para penguasa duduk mengelilinginya.

“Kupikir kalian tahu alasanku mengumpulkan kalian,” ujar Raja Aarhus, sang penguasa Acropolis.

“Organisasi itu berulah lagi?” tanya penguasa dari negara Morg.

“Ya,” jawab Raja Aarhus singkat. “Mereka baru saja membunuh seorang Jenderal besar Acropolis beserta seluruh keluarganya di kediamannya.”

“Kurang ajar!” seru penguasa dari negara Tonka kali ini seraya memukul meja. “Beberapa hari yang lalu, mereka juga membunuh Komandan tempur dari negara kami.”

“Dasar pembunuh berdarah dingin. Kapan mereka baru puas membunuh,” keluh penguasa negara Iron City geram.

“Karena itulah aku mengumpulkan kalian semua di sini,” ujar Raja Aarhus mengambil alih pembicaraan. “Kami mendapat informasi, markas mereka terletak di Lake Utena. Kuminta kalian mengerahkan pasukan untuk menghancurkan Organisasi tersebut.”

“Tunggu. Apa tidak terlalu berlebihan mengerahkan pasukan gabungan dari lima negara hanya untuk menghancurkan satu organisasi?” potong penguasa Fareast.

“Dari informasi yang kami dapat, jumlah pasukan Organisasi sekitar setengah dari pasukan Acropolis. Dan tiap pasukannya dikabarkan memiliki kemampuan setara 100 orang.” ujar Raja Aarhus.

“Mu, mustahil...” ujar penguasa Tonka terkejut.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Aku akan segera mengerahkan pasukanku,” lanjut penguasa Iron City. “Tapi siapa yang akan memimpin pasukan gabungan ini?”

“Tenang,” jawab Raja Aarhus. “Kami sudah mempunyai seorang Jenderal yang tangguh untuk posisi tersebut.”

“Hmm...” gumam penguasa Morg.


Chapter 03 - End
« Last Edit: April 15, 2011, 11:56:36 AM by chievo »
I think this is the time to say enough...

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookie: 44
  • Darkness's Last survivor
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 03 - UPDATED]
« Reply #16 on: April 13, 2011, 06:56:39 PM »
Bunuh! Tendang! Hancurkan!
Xenocrest sendirian bisa bunuh semuanya kok /gg #plak

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline sacchan_magician

  • Gate Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 03 - UPDATED]
« Reply #17 on: April 13, 2011, 07:09:31 PM »
ara ara....
saya...merinding dan melongo bacanya @_@
death machine yang....menakjubkan... @_@

Quote
Khrusyaz berjalan memasuki pagar itu dan menghampiri Xenocrest yang masih tak beranjak dari tempatnya. Khrusyaz kelihatan sangat puas dengan kekuatan yang dimiliki XenoCrest.
itu c nya kena kapital...? @_@

Quote
Xenorest kecil telah mati ketika sahabatnya menghianatinya dan menusuknya dari belakang.
mengkhianati?

btw nama2 karakter di sini...unik2 yah... :nod:
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline sinoSOU

  • Lord of Love Conquest
  • Apprentice of Songs
  • *****
  • Posts: 1421
  • Cookie: 68
  • it's time to get up
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 03 - UPDATED]
« Reply #18 on: April 13, 2011, 08:29:14 PM »
ah ah kejam @_@
chie kejam @_@
*bukan chie tp ceritanya =P

lanjut lagi chie~ XD
*hug chie XD
my char is orange Princess - Sweets - Sweet - Yakult - Yogurt - Eilie - Calista and Cio-Petite-Lyx @ Zinnia

Offline Akashiki

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 47
  • Cookie: 45
  • This feeling... another b-o-r-e-d-o-m
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 03 - UPDATED]
« Reply #19 on: April 13, 2011, 11:13:50 PM »
sa... sa... sadis sad.
ga rugi saya bacana :cry:
naisu, lanjutkan XD
The World is so cruel, but it's better than a Hell  -Akashiki