Author Topic: [ECO FanFic]XENOCREST [FINAL CHAPTER - UPDATED]  (Read 17777 times)

Offline shinigami_boy

  • Elder
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2364
  • Cookie: 47
  • Alceus
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 03 - UPDATED]
« Reply #20 on: April 14, 2011, 07:39:41 AM »
waw.. mantep juga..
more blood please~ :puppyeyes:

lanjutkan lah~ XD
« Last Edit: April 14, 2011, 08:09:30 AM by shinigami_boy »

Offline Gabri3lla

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 28
  • Cookie: 45
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 03 - UPDATED]
« Reply #21 on: April 14, 2011, 10:42:20 AM »
ea mantep bener ceritanya, chievo~~  /gg

apalagi si Xenocrest~~~  :love2: really my taipo!!!  :laugh:

ps: ada kepikiran utk ganti profesi gk?  =P

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookie: 44
  • Darkness's Last survivor
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 03 - UPDATED]
« Reply #22 on: April 14, 2011, 02:15:59 PM »
@ chievo: chie, maaf kalo lom sempet edit pejwan Thread lomba fanficnya masuk fanficmu, dikarenakan saya blom sempet OL kompi lagi >.<
diusahakan secepatnya. Sekali lagi saya minta maaf yang sebesar2nya.
Terima kasih atas perhatiannya
:)

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline chievo

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 154
  • Cookie: 47
  • ~ Farewell ~
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 03 - UPDATED]
« Reply #23 on: April 18, 2011, 09:14:17 AM »
akhir2 ini bener2 disibukkan sama jadwal in real  ;_;

well, thanks all buat masukan dan komentarnya. i really appreciate it.

here's chapter 4  XD



Chapter 04 – Deadly War


Di Lake Utena, ribuan pasukan gabungan dari 5 negara yaitu Acropolis, Morg, Iron City, Fareast dan Tonka telah bersiap menyerang Organisasi. Kelima negara tersebut sepakat untuk menghancurkan Organisasi. Namun Organisasi juga sudah mengantisipasi kedatangan pasukan gabungan ini. Ratusan pasukan Organisasi berjubah gelap tampak telah bersiaga dengan senjata lengkap. Kedua belah pihak telah bersiap menyerang satu dengan lainnya. Satu instruksi dari pemimpin mereka akan menandai perang besar antara kedua belah pihak. Perang berdarah ini akan menentukan kemana masa depan Acronia akan bergerak.

“Apakah kita akan selamat?” tanya Daisy yang berdiri di antara ratusan pasukan Organisasi lainnya.

“Entahlah,” jawab XenoCrest seraya membetulkan posisi Receivernya. “Mungkin kita akan kalah.”

Daisy hanya terdiam mendengar jawaban Xenocrest. Dia menguraikan rambut pendeknya yang berwarna merah seraya memandangi pasukan musuh di kejauhan yang jumlahnya puluhan kali lipat dari jumlah mereka.

“Tenanglah,” ujar Xenocrest. “Aku akan melindungimu.”

“Xenocrest...” ujar Daisy.

“Lagipula, aku sudah berjanji padanya,” gumam Xenocrest pelan setengah berbisik.

“Kau mengatakan sesuatu?” tanya Daisy yang merasa seperti mendengar Xenocrest mengatakan sesuatu.

“Tidak apa-apa, Daisy... Tidak apa-apa...” jawab Xenocrest seraya tersenyum kecil.


[flashback]

“Xenocrest!” ujar Kurt memanggil Xenocrest.

“Ada apa Kurt?” tanya Xenocrest.

“Aku... sudah menyatakannya...” lanjut Kurt terputus.

“Hah?” tanya Xenocrest kembali dengan mimik tak mengerti.

“Ya... aku telah menyatakan perasaanku pada Daisy,” jelas Kurt.

“Be, begitu... Baguslah...” jawab Xenocerest seraya berusaha menyembunyikan keterkejutannya.

“Tapi, dia belum menjawabku. Hahaha!” ujar Kurt seraya tertawa.

Xenocrest hanya terdiam.

“Xenocrest...” ujar Kurt.

“Hmm?” tanya Xenocrest.

“Kau... juga suka padanya, bukan?” tanya Kurt tiba-tiba.

“A, apa yang kau katakan?” ujar Xenocrest terkejut seraya mencoba mengelak.

“Aku sudah lama mengenalmu. Aku tahu apa yang kau pikirkan,” ujar Kurt.

“A, aku...” ujar Xenocrest tertunduk seraya menghindari tatapan mata Kurt yang tertuju padanya.

“Xenocrest, berjanjilah satu hal padaku...” ujar Kurt lagi.

“Katakanlah...” ujar Xenocrest pelan.

“Jika... suatu hari aku terbunuh,” ujar Kurt. “Berjanjilah, kau akan menjaga Daisy untukku.”

“Kurt...” ujar Xenocrest.


[/flashback]

***

“MAJU!!!”

Teriakan itu menandai dimulainya perang antara pasukan gabungan dari kelima negara dengan Organisasi. Pasukan gabungan dibagi menjadi divisi tempur, divisi kavaleri dan divisi pemanah. Pasukan gabungan ini tampak begitu terorganisir di bawah komando seorang Jenderal. Jenderal itu duduk dengan elegan di atas kudanya seraya memerintah pasukannya. Zirah berwarna perak keemasan menambah kewibawaan Jenderal berambut putih salju tersebut.

Sedangkan pasukan Organisasi lebih tidak terorganisir. Formasi mereka kacau dan berantakan. Mereka memang tidak terbiasa bergerak secara berkelompok. Mereka lebih mengandalkan kemampuan individunya dalam membunuh lawan-lawan mereka dalam sekejab.

Kedua pasukan dari kedua belah pihak bergerak bersamaan. Divisi tempur dari pasukan gabungan bergerak maju. Disaat bersamaan pasukan Organisasi juga bergerak menerjang dengan kecepatan tinggi. Hanya beberapa saat saja sampai kedua pasukan besar tersebut bentrok.

DUAARRRR!!!!!

Sesaat setelah kedua pasukan bentrok, terjadi ledakan besar tepat di tengah-tengah medan perang tersebut. Ratusan pasukan divisi tempur langsung tewas seketika dengan tubuh hancur berserakan terkena ledakan tersebut.

Di tengah kepulan asap akibat ledakan tersebut, pasukan berjubah gelap mulai membantai pasukan gabungan satu persatu. Kemampuan membunuh pasukan Organisasi sangat menakjubkan. Sebelum kepulan asap hilang, jumlah pasukan divisi tempur sudah tinggal setengah.

Formasi pasukan divisi tempur mulai berantakan. Mereka tampak panik dan ketakutan melihat rekan mereka berjatuhan satu persatu. Mereka sama sekali tidak dapat melihat pergerakkan musuh, tetapi musuh dengan mudahnya membantai mereka satu persatu.

“Je, Jenderal Khan, apa yang harus kita lakukan?” tanya salah satu komandan pasukan gabungan kepada Jenderal berambut putih salju di sampingnya.

“Perintahkan divisi kavaleri maju,” perintah Jenderal Khan.

Bersamaan dengan perintah Jenderal Khan, pasukan kavaleri langsung bergerak maju dengan menunggangi kuda mereka. Mereka langsung menerjang ke medan tempur untuk membantu divisi tempur yang kewalahan.

BANG! BANG ! BANG!

Suara letusan pistol terdengar tiga kali. Bersamaan dengan itu, tiga ekor kuda terdepan yang ditunggangi pasukan kavaleri terjatuh. Kuda-kuda di belakangnya ikut berjatuhan setelah menabrak ketiga ekor kuda yang terjatuh tersebut. Pasukan kavaleri yang terjatuh dari kuda tersebut, segera bangkit dan mencari asal suara tembakan tersebut. Mereka terkejut melihat seorang pria berbaju loreng dengan kaca mata Receiver dan seorang gadis berbaju gelap berambut merah telah berdiri menghadang laju mereka.

Ribuan pasukan kavaleri langsung bergerak menyerang kedua orang tersebut. Dengan jumlah yang begitu banyak, mereka sangat percaya diri dapat membunuh kedua orang tersebut dalam sekejab.

BANG! BANG! BANG! BANG! BANG! BANG!

Rentetan suara tembakan pistol meledak. Puluhan pasukan kavaleri tewas seketika. Tembakan demi tembakan terus diledakkan tanpa henti. Seluruh tembakan mengarah ke arah kepala pasukan kavaleri dengan ketepatan 100%. Dalam sekejab ratusan pasukan kavaleri telah tewas dengan kepala hancur berantakan. Dalam sekejap tempat itu telah menjadi lautan darah. Pasukan kavaleri sama sekali tidak dapat mendekati pria berkacamata Receiver tersebut.

Xenocrest masih terus menembakkan pistolnya tanpa beranjak dari tempatnya sedikit pun. Tumpukan mayat-mayat berlumuran darah memberikan pemandangan yang mengerikan. Pasukan kavaleri yang tersisa pun mulai berlarian menyelamatkan diri dari tembakan mesin pembunuh berdarah dingin tersebut. Mereka sadar pria tersebut sangat berbahaya, bahkan hampir tidak mungkin untuk dilawan.

***

Di tempat lain, seorang pria dengan zirah berwarna perak keemasan mengayunkan cambuknya dengan lincah.

CTAAR! CTAAR! CTAAR!

Cambukan tersebut menjatuhkan beberapa pasukan Organisasi sekaligus. Cambuk yang diayunkan dengan lincah itu seolah menari-nari dengan indah di tengah kerumunan itu. Jenderal berambut putih salju tersebut berhasil membalikkan keadaan dengan menjatuhkan puluhan pasukan berbaju gelap dalam sekejap. Tak ada ruang sedikitpun untuk pasukan Organisasi mendekat. Dan tak ada dari mereka yang sanggup menghindar dari ayunan cambuk tersebut.

Jenderal Khan akhirnya turun ke medan perang. Pasukan divisi tempur yang kembali mendapatkan semangat tempur mereka pun mulai memukul balik pasukan Organisasi satu per satu. Tak mau menyia-nyiakan peluang, Jenderal Khan langsung menerjang kerumunan menuju ke markas Organisasi diikuti beberapa pasukan. Jenderal Khan dengan mudah menghabisi pasukan Organisasi yang menghalangi jalannya. Targetnya hanya satu. Menghabisi petinggi Organisasi dan menghancurkan markas tersebut.


Chapter 04 - End
« Last Edit: April 20, 2011, 09:49:31 AM by chievo »
I think this is the time to say enough...

Offline Akashiki

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 47
  • Cookie: 45
  • This feeling... another b-o-r-e-d-o-m
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 04 - UPDATED]
« Reply #24 on: April 18, 2011, 04:45:31 PM »
akhirna update  XD

naisu... tapi... kurang panjang...  :confuse:
juga kurang blood na (pshyco kambuh)

pertamax

edited: saya dudud, ga teliti bacana  T^T
« Last Edit: April 18, 2011, 04:46:49 PM by Akashiki »
The World is so cruel, but it's better than a Hell  -Akashiki

Offline PuffyFluffy

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 134
  • Cookie: 45
  • i just don't care
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 04 - UPDATED]
« Reply #25 on: April 19, 2011, 11:35:46 AM »
waaah chieho *hug*
tak kukira...
chievo ternyata kaya miji *lho*
tapi aku suka gore gore XD
ah maafkan saya yang baru baca hari ini, tapi naisu ^^V
i'm an octopus
octopus
i'm an octopus

Offline GreenDestiny

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 158
  • Cookie: 45
  • New Baby's Born
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 04 - UPDATED]
« Reply #26 on: April 19, 2011, 06:25:08 PM »
*gigit tante chievoo XD

ceritanya bagus.... baru bilang skrg ni kl tante punya bakat ngarang  :kya2:
Mencintai dengan tulus akan selalu memenuhi hati dengan rasa senang dan tenang... Dan dicintai adalah bonusnya...

Offline faikid

  • * Starlite Chronicles
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2176
  • Cookie: 45
  • Cintailah apa yang menurutmu pantas untuk dicintai
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 04 - UPDATED]
« Reply #27 on: April 19, 2011, 11:06:45 PM »
bagus bgt chie, q suka...!!!
emg chie bakat ngarang 8teringat DR FF taun kmaren

maaf, mw komen dkit (lopun udh jauh bgt :confuse:), d chapter 1 pas Hlodyn mninggal (klo d blg mati terlalu sadis) snyumnya it bkannya "tersungging" y?? klo "terngiang" lebih spt "terderngar" kn?? atw ada mkna lain y?
C'est de la vie! Naze ka sore ga ima ichiban no takaramono
ACCEL CHANGER, HENSHIN

Offline chievo

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 154
  • Cookie: 47
  • ~ Farewell ~
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 04 - UPDATED]
« Reply #28 on: April 20, 2011, 09:54:44 AM »
@ Akashiki : waw ada L, pantes physco. lol~

@ puffy : aww, puff2 memang pecinta gorengan  @_@ sering2 mampir ya puff cayankk  :>

@ GD : *sodorin depil sebelum digigit GD  =P

@ kido : wah, iya bener >_< uda ku edit. harusnya "terutas". tq ya kido.
I think this is the time to say enough...

Offline Akashiki

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 47
  • Cookie: 45
  • This feeling... another b-o-r-e-d-o-m
Re: [ECO FanFic]XENOCREST [CHAPTER 04 - UPDATED]
« Reply #29 on: April 20, 2011, 03:42:50 PM »
@chie: emangna L pshyco? kira kali yg pshyco (nah lho jadi OOT)

BTT: btw, lanjutin please... gak enak bersambung pas perang... ayoo semangat! lanjutkan!  XD
The World is so cruel, but it's better than a Hell  -Akashiki