Author Topic: [Fanfic lomba] The Fathomless 6 -EX- (END)  (Read 27867 times)

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2967
  • Cookie: 56
  • super ultra biased to tatsun
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #10 on: April 17, 2011, 12:25:36 PM »
perang yang kocak. dengan kedodolan Ai pas lupa ngeset bomnya. (dan saya suka bagian suppliernya :D
terus...
Quote
“Mother Brain. Dua mammoth hancur. Mohon kirim bantuan.” Gigant ketiga mengeluarkan suara yang amat memekakkan telinga.
mother brain? setauku malah mother board? di tutorial DEM sama story kuro/berial path juga kalo ga salah disebutnya mother board deh @_@

sebutannya sama kah?
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing AK again: Vestas - Duelist

Offline shirouamada

  • Gate Guardian
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2032
  • Cookie: 56
  • Pensi
    • Banpresto
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6 -Prelude to 3rd Ghost-
« Reply #11 on: April 17, 2011, 12:32:42 PM »
Mother Board dan Mother Brain itu beda.

Karena pemimpin, jadi dikasih namanya itu. Daripada Father Brain kan...  :omg2:



prelude to
Third Ghost: 
Aftermath

(Buntut)


Xenocrest membuka matanya dengan perlahan dan bangun. Ia melihat ke sampingnya, Jack dan Alice tergeletak di kirinya. Lalu ia berdiri dan melihat sekeliling, seluruh kota telah rata karena perang. “Sudah bangun?” terdengar suara Mayor Ai dari atas. Xenocrest pun mendongak dan melihat Ai sedang berdiri di atas tiang tinggi, wajahnya masih suram dan tidak menunjukkan ekspresi.

“Mayor… yang tadi itu…” Xenocrest melihat ke hutan yang terbakar.

“604, mereka berhasil menghancurkan markas mereka.”

“604?” tanya Alice yang baru saja sadar.

“Mereka menggunakannya. Itu berarti…” untuk sesaat, Ai terlihat menahan amarahnya.

“Berarti?” Alice menaikkan kaca matanya dan melihat Ai dengan matanya yang merah.

Ai melompat turun dan mendarat di depan Alice. “Kita menang, pemimpin mereka sudah hancur.” Ai dengan cepat menurunkan kaca mata Alice hingga menutupi matanya. Alice memekik kecil karena kaget.

“Apa!? Secepat itu!?” teriak Xenocrest. Ia tidak percaya, pasukan DEM yang mengerikan itu berhasil dikalahkan dengan satu serangan saja.

“Mereka seperti serangga. Begitu pemimpin mereka kalah, mereka akan berhenti.”

“Berarti…” Xenocrest tersenyum lebar.

“Kita menang,” jawab Ai sembari memukuli wajah Jack tanpa perasaan.

Xenocrest menatap langit, “Tidak bisa kupercaya… semudah itu?” Ia lalu melihat Ai dengan bingung, “apa yang sedang kau lakukan?”

“Membangunkannya.” Ai lalu mengambil pistol Xenocrest dan menghantam Jack dengan gagangnya.

“Uhhh…” Jack membuka matanya perlahan, “Ai?”

Sebuah hantaman keras mendarat di hidung Jack. “Sudah sadar?” tanya Ai

“Su…sudah, mayor.” Jack bangun dengan cepat sembari memegangi hidungnya yang berdarah.

“Misi selesai. Kita pulang.” Ai mengambil sebuah kotak hitam dengan dua tombol, merah dan biru, dan menekan tombol merah. “Kalian semua bawa teleporter kan?”

“Ya.” Xenocrest menekan tombol merah di teleporternya.

“Tentu~♪.” Alice menekan tombol merah di teleporternya.

“Hancur...” Jack menunjukkan serpihan teleporternya.

“Jalan kaki,” kata Ai dengan tegasnya.

“…”Xenocrest terlihat menahan tawa.

“Maaf ya.” Alice tersenyum kecil.

Teleporter pun mengirim mereka ke dome. “Jangan tinggalkan akuuuu!” teriak Jack yang ditinggal sendirian.

===

Dan dunia menjadi aman dan tenteram~
« Last Edit: April 19, 2011, 01:38:23 PM by shirouamada »
Farewell ECO

missypurple

  • Guest
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #12 on: April 17, 2011, 09:40:03 PM »
kasian si jack...
kenapa gw jd pemeran figuran hah!!!
berikan peran utama!!!


* missypurple tabok ben

btw gaya ceritanya gw suka
sejauh ini belum bosenin
walau kdg ribet apa karena gwnya yg ga konek

tapi supp di bawah, emank ga pernah bikin boring D:
« Last Edit: April 17, 2011, 09:41:41 PM by missypurple »

Offline Vee

  • Mr.Owner
  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 940
  • Cookie: 66
    • http://aboutme.gate00.net
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #13 on: April 17, 2011, 09:49:01 PM »
suplemennya bikin ngakak wakkkaka

ayo lanjutkan!

btw... commando kan ga bs pake gold bullet? D=
« Last Edit: April 17, 2011, 09:51:28 PM by Vee »
Ómnia fert aetas, animum quoque...
Ómnia vincit amor; et nos cedamus amori...

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2967
  • Cookie: 56
  • super ultra biased to tatsun
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #14 on: April 17, 2011, 10:02:15 PM »


btw... commando kan ga bs pake gold bullet? D=

writer's power, anything is possible :P
*kabur sambil lirik lirik fanfic sendiri yang kacau*
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing AK again: Vestas - Duelist

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookie: 44
  • Darkness's Last survivor
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #15 on: April 17, 2011, 10:35:06 PM »
Berarti tamat ya? :nod:
Kocak + seriusnya kerasa :D

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline shirouamada

  • Gate Guardian
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2032
  • Cookie: 56
  • Pensi
    • Banpresto
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6 -Third Ghost-
« Reply #16 on: April 18, 2011, 01:14:39 PM »
@ Vee
karena ini adalah saat perang dengan DEM, jadi manusianya lebih modern sehingga Commando juga bisa menggunakan that bullet. (dan sebenarnya ada peluru yang lebih kuat lagi)

@ KuroYuki
beeeenaaaaar sekali  :laugh:

a bit background untuk acropolis:
pada masa ini, kota acropolis itu dibangun hingga sampai ke ujung daerah. Bagian-bagian pinggir namanya adalah pinggir kota, bagian yang sekarang menjadi plains disebut sebagai kota, sementara tempat acropolis yang sekarang disebut dome. Karena acropolis belum jadi danau, maka tidak ada donton.

Anyway, this is the 3rd Chapter!
Warning: contains ecchi material! Yang ga suka cerita manis2, siapkan permen mint pencegah mual!
Caution: Jika ada bahasa tak dikenal, jangan coba2 ditranslate.

Third Ghost:
Aftermath

(Buntut)

Sesampainya di Council Tower, pasukan 601 diperintahkan untuk menemui Letnan Jenderal Pruelle di ruangan 7P dengan segera. Mereka pun pergi ke lantai tujuh. Ai mengetuk pintu ruang 7P. Dari dalam terdengar suara seorang wanita mempersilakan masuk. Ai pun masuk ke dalam, diikuti Xenocrest dan Alice.  Di dalam, terlihat seorang wanita Dominion cantik dengan mata merah yang indah sedang duduk di meja dengan anggun. Ai memberi hormat kepada sang wanita lalu berkata, “Mayor Ai telah kembali dari perang. Letnan Jenderal, apa perintah anda selanjutnya?”

“Seluruh pasukan DEM sudah berhenti bergerak. Kalian sudah tidak perlu berperang lagi. Untuk saat ini, kalian dibebas-tugaskan.”

“Maaf, Letnan Jenderal, bolehkah saya bertanya?”

“Mengenai apa?” Pruelle berjalan mendekati Ai.

Ai menurunkan wajahnya ke bawah, “Pasukan 606 dan 604, apa yang terjadi dengan mereka.”

Pruelle berhenti di depan Ai, menyentuh dagu Ai, lalu mengangkat wajah Ai hingga bertatap muka dengannya, “Ini adalah rahasia militer.”

“Kumohon, beritahu aku.”

Letnan Jenderal Pruelle melihat mata Ai yang berkaca-kaca. Ia berpikir sejenak lalu tersenyum, “Baiklah. Kalau kau benar-benar ingin tahu apa yang terjadi dengan mereka. Tapi…” Pruelle melihat ke Xenocrest dan Alice. “Kalian berdua tidak boleh tahu. Keluarlah.”

“Baik.” Xenocrest memberi hormat lalu keluar dari ruangan Pruelle. Alice menyusulnya dengan wajah yang sedikit memerah.

“Haaaahhh…” Alice menghela napas panjang, “sebenarnya ada apa dengan Mayor dan Letnan Jenderal?” tanya Alice kepada Xenocrest yang ada di sampingnya.

Xenocrest menyibakkan mufflernya ke belakang sehingga berkibar dengan kerennya, “Sudah pasti, di pasukan itu pasti ada saudara atau pacarnya Mayor.”
 
“Tidak mungkin…” gumam Alice.

“Mungkin.”

“Tidak mungkin...” Alice menekan tombol turun di pintu lift. Pintu lift pun terbuka.

“Jadi, ada alasan lain?” Xenocrest masuk lift mengikuti Alice. Sialnya, Mufflernya terjepit di pintu.

“Jangan-jangan… Letnan Jenderal dan Mayor...” Alice bergumam sendiri, sembari menekan tombol 1. Ia tidak memperhatikan Xenocrest yang sedang berjuang menarik mufflernya.

BRET

terdengar suara muffler sobek dan lolongan menyedihkan dari lift. Beberapa detik setelah lolongan itu, pintu lift di lantai satu terbuka. Alice berjalan dengan cepat, keluar dari Council Tower tanpa mempedulikan Xenocrest yang berdiri diam,kaku, tak bergerak, memegangi Mufflernya yang tinggal setengah. “Muffler… peninggalan ayah…” Xenocrest menggenggam mufflernya erat-erat kemudian memasukannya ke dalam kantong celana, ia berusaha tidak sedih dan tetap kalem. Kemudian Xenocrest keluar dari lift sembari menahan air matanya agar tidak merusak receiver peninggalan ibunya. Saat itu, ia melihat Jack yang berjalan tertatih-tatih dengan tongkat kayu masuk ke Council Tower. “Jack…” Entah kenapa, tubuhnya terlihat agak hangus dan basah kuyup.

“Ha… hai,” kata Jack dengan gemetar.

“Kau ditunggu di ruang 7P. Cepatlah ke sana.” ‘Mengapa Jack bisa hangus dan basah sekaligus?’

“Ba…baik…” Jack berjalan tertatih-tatih masuk ke dalam lift.

Xenocrest berjalan keluar dengan senyum mengembang, membayangkan hal-hal yang akan terjadi kepada Jack. Di luar, ia melihat ke langit biru yang indah, ‘Apakah perang sudah benar-benar berakhir?’ lalu melihat ke lantai dome yang seluruhnya dilapisi oleh marmer, ’Sudahlah, tak usah terlalu dipikirkan.’ Kemudian ia berjalan dengan santai menelusuri jalan-jalan dome yang amat megah.

“Kakak!” dari samping terdengar suara yang familiar di telinga Xenocrest. Xenocrest pun menoleh ke sumber suara itu. Ia melihat Mia berlari ke arahnya. “Kakak Xen!”

“Jangan panggil aku dengan nama itu! Kita bisa dituntut!” teriak Xenocrest panik.

Mia melompat dan memeluk Xenocrest, “kalau begitu harus kupanggil apa?” tanyanya riang.

“Uhhh... kakak Xeno?” jawab Xenocrest dengan ragu-ragu.

“Baik! Kakak Xeno!” Mia mempererat pelukannya. Beberapa warga bersiul karena melihat tingkah mereka berdua.

“Mia?”

“Ya?”

“Lebih baik kita… pergi… jalan-jalan, yuk?” Xenocrest berusaha melepaskan pelukan Mia dengan susah payah.
 
“Ke mana?” tanya Mia dengan polos.

“Ke looo…” Xenocrest berusaha untuk tidak menyebut dua kata terlarang itu, “…unge palace.”

Mia menggembungkan pipinya karena sebal, “tidak mau ah, tidak asik. Bagaimana kalau kita berkeliling dome saja?”

Xenocrest melihat ke sekeliling dome, “Melihat-lihat seluruh dome ya? Bukan ide yang buruk. Ayo!”  Xenocrest dan Mia berjalan berdua, mengitari dome. Mia menggandeng Xenocrest dengan riang. Mereka melihat-lihat barang-barang di pertokoan, bermain game di game center,  terjatuh bersama di lubang misterius dekat air mancur, makan soft cream sambil melihat air mancur yang entah-kenapa-sedikit-miring, menonton film “Emil Chronicle” di bioskop, dan berfoto di photo box dekat guild tower.

Saat keluar dari photo box, Mia melihat puncak guild tower yang tinggi. Tiba-tiba, ia ingin melihat dome dari tempat tertinggi. Ia pun bertanya, “Kakak Xeno, apakah tempat itu tempat yang paling tinggi di dome?”

Xenocrest melihat  guild tower, “Umm, itu tempat tertinggi keempat di dome ini.”

 “Aku ingin ke tempat yang paling tinggi di dome!” teriak Mia dengan semangat.

Xenocrest merasa bulu kuduknya tiba-tiba berdiri. “Te… tempat yang tertinggi ada dua…” Xenocrest berusaha mengalihkan pandangannya.

Mia menatap Xenocrest dengan mata birunya yang polos, “Yaitu?”

Xenocrest melanjutkan jawabannya, “yang satu adalah kamar raja di istana… kita tidak mungkin ke sana… ” Xenocrest berusaha menelan ludahnya yang entah kenapa terasa amat kental.

“Yang satu lagi?” Mia menatap dengan penuh harap.

Xenocrest berkata dengan suara bergetar, “Ki…Ki…”

“Ki?” tanya Mia yang bingung.

Xenocrest mengambil napas panjang dan langsung menyebutnya, “King’s Room di Love Hotel.”

“Apa kita bisa ke sana?” tanya Mia dengan polos

Xenocrest melirik dompetnya, “Sepertinya bisa…” Karena tertutup receiver, Mia tidak bisa melihat wajah Xenocrest yang sudah pucat pasi, ‘Gaji satu bulan sepertinya bisa habis… dalam sekejap…’

Mia menunjuk ke gedung diujung jalan yang memiliki papan iklan H.E.ART L.O.V.E. H.O.T.E.L. yang terang benderang, “Yang itu kan?”

Xenocrest mengangguk dan menjawab dengan pelan, “Ya...”

Mia berlari ke hotel sembari menarik Xenocrest. Xenocrest terlihat kesulitan mengimbangi lari Mia karena sudah kehilangan semangat. Sesampainya di dalam, Mia tampak kebingungan karena tidak ada satu orang pun di dalam, “Kenapa tidak ada orang? Di mana resepsionisnya?”

Xenocrest menggaruk-garuk kepalanya dan berjalan menuju ke mesin pemesan kamar otomatis, “Di tempat ini… semuanya serba otomatis.” Xenocrest menekan tombol King’s Room dan memasukkan seluruh gold di dompetnya ke dalam mesin tersebut. ‘Benar-benar habis dalam sekejap…’ Sebuah kartu dengan tulisan King’s Room berwarna merah keluar dari mesin itu. “Ayo…” Xenocrest menarik kartu King’s Room dan berjalan menuju ke lift di sudut ruangan. Mia mengikutinya dengan mata berbinar-binar. Xenocrest lalu menggesek kartu King’s Room di lift tersebut dan pintu lift pun terbuka. Xenocrest masuk dengan sedikit gontai sementara Mia masuk dengan riang.

Mia menatap Xenocrest dengan pandangan bangga, “Kakak Xeno tahu banyak hal ya~♪”

Xenocrest tersenyum dan menggesekan kartu King’s Room sekali lagi, “Tentu saja. Untuk menjadi seorang Commando yang baik, ia harus mengetahui banyak hal.” Lift mulai bergerak menuju lantai tertinggi. Xenocrest berbalik dan melepas receivernya, “Lihatlah, pemandangan dome waktu senja.” Xenocrest mengangkat tangan kirinya untuk melindungi matanya yang hitam berkilauan dari sinar matahari.

Mia melihat pemandangan yang indah itu dan tersenyum lebar, “Indahnya…” Keduanya melihat pemandangan itu hingga sampai di lantai teratas.

Pintu lift pun terbuka; Xenocrest menggenggam tangan Mia dan membawanya masuk ke King’s Room. “Inilah, tempat tertinggi di dome. Ruangan ini sama tingginya dengan kamar raja dan dibuat sama persis seperti kamar raja yang asli. Bahkan menurut cerita yang beredar, raja Tokikage sendiri yang menyuruh hotel ini untuk membuat King’s Room.” Lantai itu hanya terdiri dari satu ruangan saja, kamar tidur raja yang amat luas dan bernuansa pink. Gambar hati dan boneka tiny imut menghiasi ruangan itu. ‘Masa sih, raja suka yang seperti ini…’

Mia melihat-lihat ruangan itu dengan gembira. “Luas dan indah sekali! Apakah raja tidur di tempat seperti ini?” tanya Mia dengan riang.

Xenocrest berjalan menuju ke pintu beranda, “Ya, bisa dibilang begitu.”

Mia berlari mendekati Xenocrest, “kakak! Apakah kakak tahu arti tulisan itu?” Mia menunjuk ke kaligrafi di langit-langit, 百処女強姦.

Xenocrest amat terkejut melihat tulisan itu hingga rahangnya seperti mau jatuh, “Aku tidak tahu, sepertinya artinya buruk.” ‘Dasar raja gila…’ Xenocrest membuka pintu beranda dan keluar. “Mia, lihatlah, seluruh dome bisa dilihat dari tempat ini. Tenang saja, pelindung sihir telah membuat angin tidak bisa bertiup kencang di tempat ini.”

Mia berlari ke beranda dan melihat ke bawah, “Inikah… pemandangan dome dari atas?” Saat itu, matahari telah tenggelam dan lampu warna-warni dari rumah penduduk memenuhi kota. Mia berlari mengelilingi beranda, “Banyak sekali cahaya-cahaya yang indah.”

“Cahaya itu, bukan hanya dari dome. Kita juga bisa melihat cahaya kota dari sini.” Xenocrest berjalan mendekati Mia.

“Benarkah?” Mia menoleh ke Xenocrest yang sudah berada di sampinnya.

“Ya.” Mata Xenocrest yang tajam dan indah menatap mata Mia.

“Kakak Xeno…” wajah Mia memerah, “aku…”

Xenocrest meletakkan telunjuknya di bibir Mia, “ssshh, tidak perlu kau katakan, Mia...” Xenocrest lalu memeluk Mia.

Air mata mengalir dari mata Mia, “kupikir… kupikir… aku sudah tidak bisa bertemu dengan nenek lagi…”

“tenanglah…”

“kupikir… aku tidak bisa …” Mia terdengar tersengal-sengal, “...ayah dan ibu…”

Xenocrest membelai rambut Mia dengan pelan, “...akan selalu ada jalan…”

“kakak… ” pelukan Mia makin erat, Xenocrest merasa mendengar bunyi tulang retak. “…aku tidak tahu bagaimana nasibku jika tidak bertemu kakak…”

“Ya…” Xenocrest mengambil napas dalam-dalam, “Aku mengerti perasaanmu…” ‘sakit…’

============================================

Sebelum Xenocrest bertemu Mia, di ruangan Pruelle…

Pruelle membuka-buka catatan laporan pasukan 604 dan 606 di komputer tangannya, “Pasukan 604 menemukan pemimpin DEM, yang disebut Mother Brain. Ia dijaga oleh puluhan armada. Pasukan 606 segera datang dan membantu pasukan 604. Saat itu, pangeran berhasil menghancurkan 45 armada yang menjaga sebelum akhirnya kehabisan tenaga dan tertembak. Pangeran berhasil diselamatkan oleh pelayannya, namun lukanya terlalu parah sehingga ia dalam keadaan koma.”

“Pangeran kenapa?” tiba-tiba Jack masuk ke dalam dengan wajah polosnya yang hangus.

PRANG!
BRUGH!


“Bisa dilanjutkan?” tanya Ai setelah melempar Jack keluar jendela.

“Pangeran segera di bawa kembali ke dalam dome oleh pelayannya. Sementara itu, pasukan 606 yang tersisa terus berperang membantu pasukan 604 untuk menghancurkan Mother Brain. Pada akhirnya, seluruh pasukan DEM berhasil dihancurkan oleh pasukan 606 dan 604. Hanya tinggal Mother Brain saja...”

“Lalu?” Ai mendongak dan menatap mata Pruelle dengan matanya yang sedikit berkaca-kaca.

Pruelle tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah Ai seperti hendak menciumnya, “Seluruh pasukan 606 dan 604 menyerang hingga kehabisan amunisi, tapi Mother Brain bisa menahan setiap serangan yang dilancarkan. Serangan balasan Mother Brain membunuh semua pasukan yang tersisa. Pada saat terakhirnya, Mayor Domon mengaktifkan nuklir itu.”

“Jadi, Domon…” Ai memalingkan wajahnya, ia berusaha keras agar tidak menangis.

“Pasukan 604 telah menyelesaikan misinya dengan baik.”

“Ya.” Ai menatap Pruelle dengan matanya yang sudah kembali suram, “Terima kasih atas pemberitahuannya, Letnan Jenderal.”

“Sama-sama,” Pruelle mencium bibir Ai.

Tanpa perubahan ekspresi, Ai mundur beberapa langkah dan memberi hormat, “Mayor Ai, dengan ini, mohon diri.” Ai berbalik dan keluar dari ruangan. Pruelle tersenyum melihat Ai yang tanpa ekspresi itu.

Ai turun ke lantai 1, keluar dari Council Tower, dan melihat Jack yang masih tergeletak di jalanan. Ai mengambil seember air es, menyiram Jack agar bangun, lalu pergi begitu saja. Jack yang sadar setelah disiram air, bangun dan melihat Ai yang sedang berjalan dengan santai. Dengan segera Jack mengejar Ai dengan panik, “Mayor! Bagaimana dengan pertemuannya? Apa ada misi baru?”

“Tugas kita selesai. Kita dibebas-tugaskan hingga misi selanjutnya.”

“Benarkah?” tanya Jack tidak percaya.

“Ya, berterima kasihlah pada kakakmu.”

“Eh?”

“Ia yang meledakan nuklir itu.”

“Apa?” Jack tiba-tiba merasa lemas dan jatuh terduduk.

“Ya. Tapi ini rahasia. Jangan ceritakan pada siapapun.” Ai berjalan pergi meninggalkan Jack yang masih shock.

To be continued in: Everlasting Peace

Spoiler for supplement:
Alice melihat Jack yang berjalan dengan pelan karena kelelahan. Alice lalu menyapa Jack sambil tersenyum, “Hai, Jack. Sebaiknya kau cepat ke Council Tower. Mereka sudah menunggumu.”
“Ba…Baik…” Jack pun berlari menuju Council Tower.

BLAR!
BRAK!
BYUR!

Alice pergi dengan senyum menyeringai yang mengerikan.

Spoiler for supplement in supplement:
“Jenderal!”

“Ada tagihan dari departemen keamanan dan kebersihan kota!”

“Apa?”

“Mereka meminta dua puluh juta gold untuk memperbaiki lubang besar di jalan dan air mancur yang bengkok akibat ulah putri anda!”

“…”

“Ah! Jenderal! Tolong! Dokter! Jenderal pingsan dengan mulut berbusa!”
« Last Edit: April 19, 2011, 01:38:50 PM by shirouamada »
Farewell ECO

Offline sanhiez

  • Apprentice of Wisdom
  • ***
  • Posts: 1659
  • Cookie: 39
  • Saber X Gilgamesh~ <3
    • http://twitter.com/yaoiyaoiuke
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #17 on: April 18, 2011, 01:32:41 PM »
Love Ho...Tel... *pikiran menjadi aneh*

Hu..hugu..

Ada Yuri nya juga..

*spechless*
~Retired but still Lurking on Forum~

Offline alverina

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 209
  • Cookie: 46
  • Ng?
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6 -Chapter 3 Updated-
« Reply #18 on: April 18, 2011, 02:08:09 PM »
Quote
“Manua?” tanya Jack sembari meminum healing potion yang besar.
manua?  :???:

btw aku suka pembawaan ceritanya
lucu haxhaxhax

aku ms penasaran tulisan kaligrafi piiippp itu artinya apa  :???:

dan aku cukup menyukai Jack, krn dia tertindas  /gg
You think that same trick will work on me? Before you can finish weaving your best spell, I've dismantled every essence you poured into it!

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2967
  • Cookie: 56
  • super ultra biased to tatsun
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6 -Chapter 3 Updated-
« Reply #19 on: April 18, 2011, 02:24:23 PM »
untuk yang belom translate, beneran JANGAN DI TRANSLATE!!
oh my god zerouuuuu! saya telah mentranslate dan menyesal T^T

@ clara : itu "mana?" tapi gara gara sambil minum atau ngunyah makanan jadi "manua?" coba aja sendiri tapi ati ati keselek  :)
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing AK again: Vestas - Duelist