Author Topic: [ECO Short Story]You'll Never Know That You're Not Alone  (Read 5848 times)

Offline azure3173

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 321
  • Cookie: 47
  • The Blue Sky Princess of Asgard Dragon
    • http://www.facebook.com/#!/profile.php?id=1134739844
[ECO Short Story]You'll Never Know That You're Not Alone
« on: May 03, 2011, 11:16:01 PM »
You'll Never Know That You're Not Alone



[Author Note]
Ini pertama kalinya wa bikin short story. Jadi mohon maaf kalo masi ancur bejuel ntah ga jelas kata-katanya :cry:. Cerita ini mengisahkan char lamaku yang bernama Lymnesea Fanelia seorang druid/bard merangkap juga sebagai elementalis/enchanter (tolong jangan dibandingin sama yang di game ya karna bukan Lymnesea yg di game :angry:). Kalau ada kesalahan penulisan atau apa tolong dibantu koreksi juga agar ceritanya ga sepenuhnya hancur :>. Dan saya pake copy right agar ga ada yg bs maen publish sembarangan ke tempat lain tentunya :nod:

Dan thanks to all my Utopian friends, Alceus, Yukika, dan beberapa org untuk doanya. Thanks juga untuk Fafa (Milkteddy) untuk bantu liatin kalo ada yg salah ato ga >_<. And thanks to god with your bless cerita ini slese. Dan thanks jg for my inspiration bikin cerita ini akhirnya slese dan ga stuck >_<



Disclaimer

Emil Chronicles Online Short Story © Azure Airella 2011

Emil Chronicle Online™ is copyrighted ©GungHo Online Entertainment, Inc. and ©Gravity Co, Ltd. Wavegame was granted the right to publish, distributed and transmit Emil Chronicle Online™ in Indonesia.

ALL RIGHT RESERVED



Characters:
Spoiler for "Lymnesea Fanelia":

Gadis berumur 17 tahun yang sedang ditugaskan untuk menjaga dunia Emil yang diramalkan akan terjadi kehancuran. Memiliki kemampuan menguasai waktu dan meramal.

Spoiler for "Eureka Ein":

Seorang blademaster yang sama seperti Lym seseorang dari dunia lain. Pencinta hewan kecil terlebih lagi kucing.




Seorang gadis berdiri di atap sebuah rumah. Matanya memandang langit malam yang dihiasi oleh bintang-bantang. Bulan menyinari pemandangan di sekitar. Gadis itu berpakaian indah bermotif bunga. Sepatu kecil hitamnya menutupi legging putih yang ia kenakan. Tangannya memegang payung pink berenda. Tatapan matanya terlihat sedih.

“Sendirian lagi?”

Gadis itu menoleh. Seorang pria berambut perak pendek datang. Baju merahnya dilapisi armornya berwarna hitam. Sebuah kucing putih kecil berada di kepala sang pria tampaknya menguap kecil. Pedang di punggungnya di sarung dengan rapi. Sang pria berdiri tepat di belakang rumah tempat gadis itu berdiri. Sang gadis hanya terdiam.

“Ayo lah. Sudah satu minggu kita bertemu dan kau tidak mengatakan sepatah kata apapun.” cengir sang pria.

Sang gadis tetap diam, namun tangannya kirinya menggunakan sesuatu. Time-Space Key. Tak lama kemudian sebuah lingkaran mengitari gadis itu, dan tak lama kemudian gadis itu menghilang. Sang pria mendesah pelan.

“Ah lagi-lagi aku dicuekin, tapi dia tetap anggun seperti biasa.”

Sang pria tersenyum sambil menatap bintang dan segera turun dari atap yang dia naiki. Kucing kecil di kepalanya mengeong pelan.

“Kau mengantuk ya? Ayo kita pulang. Lagipula sudah malam sekali. Mungkin gadis itu juga pulang ke rumahnya” kata pria itu menurunkan kucing di kepalanya dan menaruh kucing itu di tangannya sambil mengusap-usap kucing tersebut.

Sang kucing mengeong lagi tapi kali ini dengan senang. Sang pria berjalan ke arah selatan kota dan menggunakan sebuah benda yang menciptakan seutas tali yang menuju ke arah langit. Sementara itu di tempat lain, sang gadis terlihat berada di sebuah desa kecil yang berpadang rumput hijau. Tampaknya tempat itu adalah Far East. Lagi-lagi dia berdiri di atap sebuah rumah. Sang gadis menatap pemandangan desa kecil yang damai itu sambil tersenyum.

“Setidaknya dunia ini benar-benar tidak sepenuhnya jelek dihadapanku.” gumamnya pelan.

Dia menatapi pemandangan malam desa kecil Far East yang damai dan indah. Penghijauan tempat itu benar-benar menyejukkan sehingga semua orang yang tinggal di desa itu selalu berasa aman dan tentram.

Lalu dia turun dan berjalan ke arah barat desa itu. Lalu dia menggunakan sebuah benda yang mirip digunakan sang pria. Di ujung atas tali itu terdapat sebuah kapal bundar kecil. Sang gadis memanjat tali itu dan sampai ke kapal kecilnya. Setelah sampai di kapal, dia segera mengatur kapal untuk menggulung tali yang menuju kapalnya agar tidak ada seorangpun yang bisa masuk ke kapal kecilnya. Setelah itu, sang gadis masuk ke dalam rumahnya.

Rumah kecil yang berisi perabotan yang di tata rapi. Sebuah ranjang terletak di sebelah jendela. Sebuah lemari baju berada di dekat ranjang. Sebuah lemari laci terletak disebelah ranjang yang dihiasi sebuah pot bunga di atasnya. Lemari buku berdekatan dengan perapian. Di atas perapian terdapat sebuah tv merah kecil. Jam dinding berada di tengah tengah ujung ruangan. Sebuah lemari es berdekatan dengan dapur. Tempat sepatu berdekatan dengan pintu masuk. Sebuah gantungan terletak di pintu masuk, tepat di atas tempat sepatu.

Sang gadis melepaskan sepatunya dan menaruhnya di tempat sepatu. Payungnya diletakan di gantungan dekat pintu masuk. Lalu dia menuju lemari es dan membuka pintu lemari es itu. Dia mengambil sebuah air mineral dan meminumnya sampai habis. Lalu dia menutup kembali lemari es dan melihat ke arah jendela kembali. Jam dindingnya berdetak 10 kali, menunjukan bahwa sudah jam 10. Sang gadis mendesah dan segera ke arah ranjang tidurnya. Sebelum tidur dia menarik sebuah notes kecil dan pensil dari laci sebelah ranjangnya. Dibuka buku itu dan dibaca halaman terakhir yang di tulis kemarin.

Quote
Jum’at, 27 Februari

Kembali aku melakukan aktivitas biasaku, mengamati manusia. Tanda-tanda kehancuran belum terjadi. Tapi aku tidak boleh lengah. Sudah mau satu bulan aku berada di dunia ini. Bagaimana kabar kakak-kakakku ya? Seomga saja mereka tetap sehat. Dan juga kembali lagi pria berambut perak itu dating menemuiku. Aku hanya bisa berdiam menatapnya. Aku tidak mengenalnya walaupun aku merasa aku pernah bertemu dengannya. Entah dimana aku bertemu dengannya. Apakah aku harus bertanya kepadanya?


Sang gadis akhirnya membalikkan halaman itu dan mulai menulis.

Quote
Sabtu, 28 Februari

Satu hari lagi genaplah satu bulan keberadaanku di sini. Ya memang sangat sepi sekali. Sendirian berada di dunia ini tanpa bersama yang lainnya. Aku berharap aku segera menyelesaikan apa yang akan terjadi di dunia ini secepat mungkin. Aku sangat merindukan kakak-kakakku. Dan lagi-lagi aku mengelak dari pria berambut perak itu. Entah apa tujuannya dia bersikap baik kepadaku. Dan besok adalah festival Hanami. Dimana bunga sakura bertebaran. Bunga-bunga lainpun ikut bermekaran. Semoga festival Hanami di dunia ini sangat indah.


Lalu sang gadis selesai menggerakkan pensil itu dan menutup notes kecilnya. Dia membuka laci dan menaruh kembali notes dan pensil itu ke laci. Setelah itu dia tutup rapat-rapat. Lalu dia segera menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya.

“Selamat tidur, Lym” Gumamnya kepada dirinya sendiri.

Lalu dia memejamkan matanya dan tertidur nyenyak.

***

Sebuah taman bunga yang indah. Lym, sang gadis berdiri di sana. Raut mukanya terkejut melihat dimana dia sekarang.

“Mimpi...”

“Ya, ini mimpi Lymnesea”

Suara seorang pria. Sang gadis segera menoleh asal suara itu, tapi dia tidak menemukan siapapun di sana.

“Kau tidak akan bisa melihatku di dunia ini karena dunia ini hanyalah dunia mimpi.”

“Siapa kau?”

“Aku adalah orang yang membawamu ke dunia mimpi ini. Dan tenang saja, aku tidak bermaksud melakukan hal yang buruk kepadamu”

Terdengar cengiran suara pelan tapi tidak menjengkelkan. Lym hanya terdiam dan menatap bunga-bunga di taman itu.

“Ah sudah saatnya kau tersadar. Sampai bertemu lagi ya”

“Tunggu-”

Sebuah angin kencang menerpanya. Saat itu juga sebuah bunga terhempas ke arahnya. Dia menangkap bunga itu.


***

Sang gadis terbangun. Dia membuka matanya. Dia merasakan sesuatu berada di tangannya. Dia segera melihat benda yang ditangannya itu. Bunga yang dia tangkap saat bermimpi, bunga daffodil. Bunga daffodil itu berwarna putih indah. Dia menenatap bunga bakung itu dan menggenggam tangkai bunga itu ke arah tubuh mungilnya. Lalu dia menaruh bunga itu di sisi kepalanya dekat telinga.

Dengan segera Lym turun dari ranjangnya dan merapikan tempat tidurnya. Dia melihat ke arah jam dinding. Tepat jam 07.30. Festival Hanami telah di mulai. Dengan segera dia ke arah dapur dan membuka lemari es. Tampak masih terdapat daging fillet, beberapa helai daun bawang dan tiga botol air mineral. Lalu dia membuka lemari di dapur tersebut dan melihat sebuah tulang.

Diambilnya daging fillet, daun bawang, tulang dan air mineral itu. Lalu dia menaruh sebuah panci dan diisi air mineral tersebut. Lalu direbusnya tulang itu, daging fillet itu dia potong kotak-kotak dan memotong halus daun bawang tersebut. Setelah tampak sudah mendidih, dia menaruh potongan daging pertama-tama dan dan menunggu beberapa saat. Tak lama kemudian daging itu terlihat sudah masak, ditaruhnya potongan daun bawang beserta sedikit bumbu. Setelah jadi, dia pindahkan ke sebuah mangkuk kecil yang biasa ia gunakan.

Lalu dia membawa mangkuk sup itu dan mengambil air mineral dari dapur. Dimakan sup itu dengan pelan walaupun sebentar lagi acara Hanami itu akan dimulai. Selesai makan, dicucinya mangkuk tersebut. Melihat sudah jam 08.15, Lym segera mengenakan sepatu hitam kecilnya dan mengambil payungnya lagi. Dia keluar ke arah taman rumahnya dan segera menggerakan pesawatnya ke arah kota Acropolis City, Uptown.

Setelah sampai, tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundaknya.

“Selamat pagi. Tidur nyenyak hari ini?”

Suara pria yang sudah dia temui beberapa kali. Seorang pria berambut perak dengan kucing putih kecil berada di kepalanya. Lagi-lagi Lym hanya terdiam.

“Ayo lah. Sekali-sekali kita ngobrol. Lagipula kau tidak kesepian sendirian?”

“Itu bukan urusanmu”

Sang pria membesarkan matanya. Tiba-tiba dia menunjukan raut yang sangat super senang.

“Akhirnya kau mau berbiacara denganku juga! Aku senang sekali!”

Kedua tangan sang pria menggenggam kedua tangan sang gadis. Lym yang terkejut atas sikap pria tersebut, segera melepaskan tangan sang pria dari tangannya.

“Ah maaf ya. Soalnya sudah lama sekali sih kita tidak berbicara.” kata pria itu

“Sudah lama? Maaf baru sekarang-sekarang ini aku bertemu denganmu rasanya, walaupun aku memang merasa kita pernah bertemu.” jawab Lym

“Ah, kau melukai hatiku... Padahal sudah lama sekali kita tidak bertemu.” kata pria itu pura-pura sedih.

“Tolong jangan bersikap seperti itu atau aku akan segera pergi dari sini” kata Lym sambil bersweat dan hendak berjalan.

“Eh tunggu!” kata pria itu sambil menahan Lym dengan memegang pergelangan tangan Lym.

“Ada apa lagi?” tanya Lym.

“Kau ingin ke festival Hanami Itukan?” tanya pria itu balik.

“Iya. Memangnya kenapa?” balas Lym.

“Aku ikut ya. Please” pinta pria itu.

“Tampaknya aku tidak mengijinkanmu, kaupun pasti akan mengikutiku benar?” tanya Lym sambil melihat anggukan kepala pria itu.

“Baiklah kau boleh menemaniku pergi.” jawab Lym yang segera melihat senyum pria itu.

“Oh iya aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Eureka, Eureka Ein. Panggil saja aku Eur. Namamu Lymnesea Fanelia bukan?” tanya pria itu.

“Dari mana kau tahu namaku?” tanya Lym bingung

“He he he. Ra-ha-si-a. Nanti deh kalau sidah sampai di tempat festival aku beritahu.” cengirnya sambil menjulurkan lidahnya.

Tiba-tiba kucing kecil di kepala Eur mengeong pelan. Tampaknya ingin cepat-cepat pergi ke tempat festival. Eur yang menyadari arti erangan kucing tersebut, segera menarik tangan Lym dan mengajaknya pergi.

“Oke kita ke sana sekarang ya”

“Tidak perlu menggandeng tanganku!”

“Ha ha ha. Boleh dong sekali-sekali.”

Ketika berjalan, entah mengapa Lym merasa dia memang pernah bertemu dengan pria bernama Eur yang sekarang bersamanya. Tangan kokoh Eur yang menggandeng tangan kecil Lym. Payung yang dibawa Lym dibawa oleh Eur agar Lym tidak susah saat berjalan berdua dengannya.

Festival Hanami tersebut berada di Far East Main Street, di tengah-tengah perbatasan antara kota Acropolis dengan desa Far East. Eur yang tampaknya tahu akan segala tempat ini, segera mengajak Lym ke suatu tempat.

“Jadi kapan kau mau cerita? Kita sudah sampaikan?” tanya Lym heran.

“Belum. Sedikit lagi sampai.” kata Eur sambil terus berjalan menggandeng Lym.

Lym masih bingung. Ke mana pria ini akan membawanya. Tak lama kemudian, Eur mendadak berhenti.

“Sudah sampai?” tanya Lym

Tiba-tiba Eur menutup mata Lym dari belakang.

“Tunggu sebentar. Maju sedikit. Jangan ngintip ya.” bisik Eur ke telinga Lym.

Lym hanya menurut dan maju ke depan. Tentu karena tidak bisa melihat dia harus berjalan dengan pelan-pelan.

“Oke stop. Tapi jangan buka mata dahulu ya.”

“Uh... Kapan bukanya kalau begini?” tanya Lym kesal

“Sabar-sabar.” jawab Eur.

Tiba-tiba tubuh Lym serasa digeser ke arah lain.

“Oke. Saat hitungan ke tiga buka matanya ya. 1, 2, 3!”

Lym membuka matanya. Tiba-tiba dia berada di taman bunga seperti mimpinya walaupun sedikit berbeda. Bunga sakura bertebaran dimana mana dan tertiup angin dengan lembut. Dia melihat pemandangan itu dengan tatapan tidak percaya.

“Bagaimana kau menemukan tempat ini?” tanya Lym

“Ha ha ha. Anggap aja ini rahasiaku. Dan menjadi rahasiamu juga.” kata Eur sambil menatap bunga sakura yang bertebaran juga.

“Dan katanya kau akan menceritakannya.”

“Hm... Sekali lagi, kau benar-benar tidak mengingatku?” tanya Eur

Lym hanya mengangguk pelan. Eur menghela nafasnya dengan berat. Lalu dia menatap Lym.

“Aku ini sama sepertimu. Seseorang yang berasal dari dunia lain Lym. Aku adalah anak dari teman keluarga ayahmu. Kita pernah bertemu sekitar 5 tahun yang lalu. Kita pernah bermain bersama dengan kakak-kakakmu juga. Yah hanya sebentar si saat itu.” kata Eur menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Jadi... Selama ini kita pernah bertemu?” tanya Lym

“Ya. Jujur aku jatuh cinta padamu semenjak awal kita bertemu. Sayangnya saat itu kedua orang tuaku ingin menjodohkanku dengan wanita lain yang tentunya aku tolak mentah-mentah” katanya sambil tersenyum

“Dan bagaimana caranya kau kesini? Bukankah kau tidak bisa menggunakan sihir waktu dan tempat?” tanya Lym

“Mudahnya semua berkat kakak perempuanmu. Kalau saja kakak perempuanmu tidak memberitahuku kalau kau berada di sini dan membantuku agar aku bisa ke sini, mungkin kau akan selalu sendiri dan aku tidak mau itu.” jawab Eur.

Dari nadanya Lym tahu, ya pria ini tidak berbohong. Sebab dia memang ternyata mengenal pria ini. Dan pria ini datang hanya untuk bersamanya. Bersama dirinya yang sudah lama sendirian di dunia ini. Lym hanya tersenyum.

“Dan sekarang aku tahu siapa yang memberikan aku bunga ini.” katanya sambil mengambil bunga daffodil yang berada di kepalanya.

“Kau bukan yang memberinya?” tanya Lym sambil tersenyum.

Eur hanya mengangguk dan tersenyum. Lym menutup matanya juga tersenyum. Tiba tiba dia mendekatkan kepalanya ke tubuh Eur.

“Terima kasih… Eur.” gumamnya pelan yang tapi masih bisa didengar

“Sama-sama.” jawab pria itu sambil memeluk Lym.




And this is the end of the story. Thank you for reading it *bow*
« Last Edit: June 23, 2011, 11:09:52 AM by sacchan_magician »
IstharForestry (Melody of Regeneration) [Cardinal] | ArrutoEin (Knight of Soul) [Guardian] | Althesea (Book of Knowledge) [Force Master] | Lymnesea (Lady of Cycle) [Astralist]
Life is something that everyone craft till the end of their own life, not what I decided of what they become.
~Azure Airella, Blue Sky Princess

Offline milkteddy

  • Rune Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5878
  • Cookie: 63
Re: You'll Never Know That You're Not Alone
« Reply #1 on: May 03, 2011, 11:17:22 PM »
somehow gw baru sadar itu aslinya arruto ein kan bi bzzzz

Offline azure3173

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 321
  • Cookie: 47
  • The Blue Sky Princess of Asgard Dragon
    • http://www.facebook.com/#!/profile.php?id=1134739844
Re: You'll Never Know That You're Not Alone
« Reply #2 on: May 03, 2011, 11:20:05 PM »
bukannn!! itu bukan a r r u t o  tapi e u r e k a A_A. ITS HIS FATHER! XD muahahahahahaha *run*
IstharForestry (Melody of Regeneration) [Cardinal] | ArrutoEin (Knight of Soul) [Guardian] | Althesea (Book of Knowledge) [Force Master] | Lymnesea (Lady of Cycle) [Astralist]
Life is something that everyone craft till the end of their own life, not what I decided of what they become.
~Azure Airella, Blue Sky Princess

Offline sacchan_magician

  • Gate Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: You'll Never Know That You're Not Alone
« Reply #3 on: May 03, 2011, 11:45:24 PM »
wiwiwiwiwiw XD
naisu XD
sweet short story XD

btw cc, itu tiap kalimat banyak bgt yg krg tanda baca @_@
kalimat langsung banyak yg "botak", trs ada bbrp typo2, dan habis dialog banyak yg ke-kapital @_@

tp selain itu, story nya bagus XD
berasa 'sweet' nya, dan cukup buat oneshot, walopun bikin penasaran ama keseluruhan cerita mereka @_@
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline azure3173

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 321
  • Cookie: 47
  • The Blue Sky Princess of Asgard Dragon
    • http://www.facebook.com/#!/profile.php?id=1134739844
Re: [ECO Short Story]You'll Never Know That You're Not Alone
« Reply #4 on: May 03, 2011, 11:52:01 PM »
@sachi
aw tq say. and... kurang tanda baca... :shock: not againnnn :cry: dimana aja sac yg salanya. bener2 need editor kayaknya.  wakkakakakaka. dan... cerita asli... ._. Tidak akan di post disini~~ :laugh: *kabur sebelom diinjek2 :gone:*
IstharForestry (Melody of Regeneration) [Cardinal] | ArrutoEin (Knight of Soul) [Guardian] | Althesea (Book of Knowledge) [Force Master] | Lymnesea (Lady of Cycle) [Astralist]
Life is something that everyone craft till the end of their own life, not what I decided of what they become.
~Azure Airella, Blue Sky Princess

Offline sacchan_magician

  • Gate Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [ECO Short Story]You'll Never Know That You're Not Alone
« Reply #5 on: May 04, 2011, 12:40:15 AM »
Tak lama kemudian sebuah lingkarang mengitari gadis itu dan tak lama kemudian gadis itu menghilang.
Kata pria itu menurunkan kucing di kepalanya dan menaruh kucing itu di tangannya sambil mengusap-usao kucing tersebut.
Sang pria berjalan ke arah selatan kota dan menggunakan sebuah benda yang menciptakan seutas tali yang menuju kea rah langit.
Jam dindingnya berdentak 10 kali,
Aku hanya bias berdiam menatapnya.
Dengan segera dia kea rah dapur dan membuka lemari es.
Tak lama kemudiandaging itu terlihat sudah masak,
Dia keluar ke arah taman rumahnya dan segera menggerakan pesawatnya kea rah kota Acropolis City, Uptown.
Tiba-tiba dia menunjukan raut yang sagat super senang.
Lym hanya menurut dan manju ke depan. Tentu karna tidak bias meliihat dia harus berjalan dengan pelan-pelan.
Saayngnya saat itu kedua orang tuaku ingin menjodohkanku dengan wanita lain yang tentunya aku tolak mentah-mentah” katanya sambil tersenyum
“Dan bagaimana caranya kau kesini? Bukankah kau tidak bias menggunakan sihir waktu dan tempat?” Tanya Lym
“Terima kasih… Eur.” Gumamnya pelan yang tapi masih bias didengar

itu semua @_@
maaf ga bs rapi @_@
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline chievo

  • Follower of Words
  • **
  • Posts: 154
  • Cookie: 47
  • ~ Farewell ~
Re: [ECO Short Story]You'll Never Know That You're Not Alone
« Reply #6 on: May 04, 2011, 08:24:36 AM »
waw, storynya keyeeen  XD

aku penasaran dengan keseluruhan ceritanya.

request story lengkapnya donk  :puppyeyes:
I think this is the time to say enough...

Offline azure3173

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 321
  • Cookie: 47
  • The Blue Sky Princess of Asgard Dragon
    • http://www.facebook.com/#!/profile.php?id=1134739844
Re: [ECO Short Story]You\'ll Never Know That You\'re Not Alone
« Reply #7 on: May 04, 2011, 08:59:36 AM »
@sachi
oke 1 jam lg edit. mata sakit bgt ntah knapa -_+.

@atas
cerita aslinya like hell bikinnya. ada puluhan episode (dan males bgt kalo dsuru bikin semua :cry:). Rencana cerita asli ga post disini tapi melalui blog =P. jadi mampir2 aja ke blog sini kalo mau liat updatenya.

Post Merge: May 04, 2011, 09:47:13 AM
Edited. Kalo masih ada sala tolong bantu cek ya semua :D
« Last Edit: May 04, 2011, 09:47:13 AM by azure3173 »
IstharForestry (Melody of Regeneration) [Cardinal] | ArrutoEin (Knight of Soul) [Guardian] | Althesea (Book of Knowledge) [Force Master] | Lymnesea (Lady of Cycle) [Astralist]
Life is something that everyone craft till the end of their own life, not what I decided of what they become.
~Azure Airella, Blue Sky Princess

Offline shinigami_boy

  • Elder
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2364
  • Cookie: 47
  • Alceus
Re: [ECO Short Story]You'll Never Know That You're Not Alone
« Reply #8 on: May 04, 2011, 09:51:53 AM »
wiii.. ada namaku nangkring di author note XD

bagus bi~ XD
dah posting aslinya aja skalian biar panjang juga~
*lirik FF yg panjang gak slese, padahal pingin cepet2 namatin*

Offline azure3173

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 321
  • Cookie: 47
  • The Blue Sky Princess of Asgard Dragon
    • http://www.facebook.com/#!/profile.php?id=1134739844
Re: [ECO Short Story]You'll Never Know That You're Not Alone
« Reply #9 on: May 04, 2011, 10:00:04 AM »
@atas
post in blog onleh story fullnya =P syangnya ga jelas kapan di post =P saya ini pengarang SS story kalo di sini. Fanfic itu dijadikan cerita di blog :laugh: balik ke FFmu sana :cambuk:
IstharForestry (Melody of Regeneration) [Cardinal] | ArrutoEin (Knight of Soul) [Guardian] | Althesea (Book of Knowledge) [Force Master] | Lymnesea (Lady of Cycle) [Astralist]
Life is something that everyone craft till the end of their own life, not what I decided of what they become.
~Azure Airella, Blue Sky Princess