Author Topic: Drabble Berantai  (Read 12910 times)

Offline faikid

  • * Starlite Chronicles
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2176
  • Cookie: 45
  • Cintailah apa yang menurutmu pantas untuk dicintai
Re: Drabble Berantai
« Reply #10 on: July 10, 2012, 05:49:50 PM »
Nih thread sepi banget, udah gk ada yg reply nih. Yah, mari kita tuangkan sedikit ide... :love:

[Prompt/Theme: Bentou]
[Fandom: Emil Chronicle Online]
[Character: AugustOlfa - ShikaSaikanova]



Hmm, Ku awali hari libur pagiku yang cukup cerah dengan sedikit menguap. Yah, bermalas-malasan di antara pepohonan Fareast ketika liburan adalah salah satu kegiatan favoritku setelah selama 2 minggu menjalankan misi menumpas bandit-bandit di sekitar pulau Enigma.
 Tepat ketika aku akan menutup mata, ku dapati sesosok gadis dominion sedang berdiri di ujung kepalaku. Yah, memang sebatas siluet, tapi cukup membuatku besegera untuk bangkit sambil berusaha menutupi wajahku yang sudah seperti bandana Pirate A atau senapan Fox Hound yang memerah.
"Hai Olfa, sendirian saja?" Sapa gadis Dominion itu
"Oh, hai.. Iya nih, cuma sendiri. Biasa, menikmati liburan. Kau sendiri, sedang apa disini?" Jawabku dengan gugup yang tak dapat ku hindari.
"Sekedar jalan-jalan menikmati pemandangan, boleh aku duduk disitu?" Ia menunjuk sebelah tempat ku mangkal sekarang.
"Silahkan" Jawabku segera sembari menggeser tempat duduk ku sedikit.

Lama kami berbincang mengenai keindahan dan kesejukan kota Fareast. Hingga tak terasa, kini matahari mulai menyegat dan membuat perutku ku ber-drum band ria.
"Kalau kau lapar, aku membawa sedikit bekal. Kau boleh memakannya." Kata Shika sambil mengeluarkan sekotak Bento dari balik keranjang yang ia bawa dan memberikannya padaku. Hmm, aromanya sungguh menggoda. Tampilannya pun lucu, selucu pemilik bento kataku dalam hati.
"Syukurlah kau menyukainya, aku memang sengaja mebuatkannya untukmu". Shika kemudian memandangiku dan tersenyum. Ah, sungguh indah liburan kali ini. Aku bisa bersantai ditempat favoritku sambil makan bento buatan gadis yang diam-diam kusukai.
 :love:


Next Theme: Salju
« Last Edit: July 10, 2012, 05:52:00 PM by faikid »
C'est de la vie! Naze ka sore ga ima ichiban no takaramono
ACCEL CHANGER, HENSHIN

Offline ryoshirokawa

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 460
  • Cookie: 45
  • White Roses~
Re: Drabble Berantai
« Reply #11 on: July 10, 2012, 06:40:58 PM »
Theme: Salju
Fandom: Emil Chronicle Online
Character: Ichi, Naoto, Kyou, Redlin



Hari ini terasa seperti hari-hari yang biasanya, dimana kami para Stalker Squad menghabiskan seluruh waktu kami di Stalker Office karena kami tidak memiliki permintaan dari orang lain, jadi hari ini seperti hari libur bagi kami.
Seharusnya hari itu akan menjadi hari yang biasa saja, tapi semua berubah saat Redlin menanyakanku suatu hal yang tak terduga.

"Hei, Ichi" Sapa Redlin
"Aku penasaran, kenapa aku tidak pernah melihatmu pergi ke utara?" Tanyanya sambil memasang wajah penasaran

"Mungkin aku pergi saat kau tidak melihatnya, Redlin" Jawabku cuek

Lalu tiba-tiba, Naoto pun ikut mengambil andil.

"Aku juga tidak pernah melihatmu kesana, Ichi" Sahutnya

"Cuma perasaan kalian saja kok, aku baru saja pergi kesana" Jawabku lagi untuk menghindari adanya kelanjutan dari pertanyaan itu

Tapi, ada saja halangan untukku agar tidak menjawab pertanyaan tersebut.

"Iya Ichi? Kapan kau pergi ke utara?" Tanya Redlin kembali dengan wajah penasarannya

"3 Hari yang lalu, aku kesana untuk mencari Piece of Mind dari monster di daerah pegunungannya"

"Kok aku tidak melihatmu waktu itu, Ichi? Aku juga sedang mencari Piece of Mind disana" Kyou yang tiba-tiba bertanya keheranan

Aku hanya bisa diam saja, karena memang aku tidak pernah lagi ke daerah utara semenjak aku menjadi explorer.

"Kau bohong kan Ichi? Sudah, jawab saja pertanyaanku, kenapa kau tidak pernah ke utara?" Tanya Redlin yang tahu kalau diriku sedang berbohong

Aku masih diam, tapi mereka terus saja memandangiku, dengan pandangan yang memaksaku untuk menjawab pertanyaan itu.
Agar mata mereka tidak sampai loncat kearahku, aku jawab saja pertanyaannnya.

"Aku tidak suka saljunya, disana dingin dan kita tidak bisa bergerak dengan leluasa disana karena saljunya membuat kita kesusahan untuk bergerak" Jawabku yang lagi-lagi memiliki kebohongan didalamnya

"Aku kira kenapa, ternyata cuma itu toh alasannya" Sahut Redlin yang sedikit kecewa dengan jawabanku

Akhirnya suasana di Stalker Office kembali tenang.

Dan alasanku yang sebenarnya kenapa aku tidak pernah ke daerah utara lagi?

Dulu, saat aku menjalani ujian untuk menjadi explorer, aku diharuskan mengantarkan setangkai bunga kepada penghuni di daerah sana, suku Icy.
Aku memang sudah mendapatkan bunganya, tapi ketika diriku hendak mengantarkannya, aku tersesat.
Ya, seorang ranger yang tersesat.
Dikarenakan mataku sakit melihat salju-salju yang bertebaran disana, sehingga aku tidak memperhatikan jalannya, makanya aku tersesat, butuh kira-kira 4 hari bagiku untuk mengantar bunga itu.
Sejak itu, aku tidak pernah menginjakkan kakiku disana, aku benci salju-salju itu.




Next Theme: Festival Kembang Api

:gone:

Offline faikid

  • * Starlite Chronicles
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2176
  • Cookie: 45
  • Cintailah apa yang menurutmu pantas untuk dicintai
Re: Drabble Berantai
« Reply #12 on: July 16, 2012, 04:04:08 PM »
Theme: Festival Kembang Api
Fandom: Emil Chronicle Online
Character: Atraixa - Tiffa


Musim panas telah tiba, Kota Acropolis yang biasanya ramai dengan para petualang serta penduduk didalamnya semakin padat saja. Yah, seperti biasa setiap tahunnya, tepat ketika hari ke 53 di musim panas akan di adakan festival kembang api di sudut utara Acropolis. Dan hari ini, persiapan untuk acara mulai terlihat di setiap sudut kota. Mulai dari pedagang topeng, manisan, cemilan, permainan, bahkan sekedar kembang api kecil untuk anak-anak.

Kupandangi lagi sebuah bulu terang yang mulai kusam yang ku pegang sejak tadi, mematung dan tetap mengkhayal. Tepat setahun yang lalu, di tempat ini, sambil menikmati pijar-pijar cahaya yang menghiasi langit malam, aku menggenggam tangan kecilnya. Begitu hangat, begitu lembut. Terbayang senyum dan tawanya malam itu.

"Atra... Janji ya, tahun depan kita lihat festival kembang api bersama lagi." Ujar gadis Titania itu dengan tatapan penuh keteduhan

Dziiiiiiiiiiiiiiiiinngg... Ctarrrr...!!!

Bunyi kembang api yang menyemarakkan festival kali ini mulai menghiasi langit malam menyadarkanku dari lamunanku. Membuat hatiku semakin perih. Ku simpan bulu itu ke dalam tas kecil di pinggangku sambil memperbaiki Hand Knit Mufflerku.

"Aku akan menemukanmu dan membawamu kembali Tiffa. Dan kita akan melihat Festival Kembang Api seperti dulu lagi"



Next Theme: Perpustakaan
« Last Edit: July 16, 2012, 04:07:46 PM by faikid »
C'est de la vie! Naze ka sore ga ima ichiban no takaramono
ACCEL CHANGER, HENSHIN

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2967
  • Cookie: 56
  • super ultra biased to tatsun
Re: Drabble Berantai
« Reply #13 on: July 16, 2012, 05:36:35 PM »
Prompt : Library / Perpustakaan
Fandom : Emil Chronicle Online
Characters : Miel Corruna, Crovax, Masha.

Tiga jam tepat, tidak lebih dan tidak kurang. Sebuah rekor terbaru bagi Miel yang agak telmi untuk duduk diam di perpustakaan dan membuat laporan mengenai perburuan harta tadi siang. Anehnya, di samping Miel ada sebuah jamur- maksudnya seonggok-- ah pokoknya ada jamur ungu raksasa yang ikutan duduk di samping Miel dan membantu Miel menulis laporan!! Kayaknya film 2012 bakal jadi kenyataan di sini.

Entah penjaga perpustakaan yang tegas dan terkenal dengan rambutnya yang sudah putih semua itu disogok apaan hingga Miel diizinkan membawa banyak makanan ke dalam perpustakaan. Dan kalau kubilang banyak, berarti benar-benar banyak. Tiga bungkus kwetiaw goreng, dua kotak nasi campur, sebungkus gado-gado, tiga mangkuk bakso dan saat ini Miel sedang memesan semangkuk bubur Chocko plus es campur yang gerobaknya sering mangkal di depan Guild Palace.

Ini mau bikin laporan atau pesta syukuran? Gak sekalian pesan tumpeng nasi kuning?

Beberapa pengunjung perpustakaan lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan seorang Guild Master (yang tidak terkenal) dan sepotong jamur di sudut perpustakaan itu. Hingga seorang Emil berambut cokelat yang dikuncir satu, dan terkenal sebagai seorang Guild Council numpang lewat. Hanya satu langkah bijak yang bisa ia lakukan.

'Pura-pura nggak kenal, deh.' pikirnya sambil berlalu.

~END~

Next Prompt : Pizza
« Last Edit: July 16, 2012, 10:06:23 PM by KuroYuki »
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince

Recently playing AK again: Vestas - Duelist

Offline Natsuki

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 241
  • Cookie: 45
  • Makeruna!! (>u<)9
Re: Drabble Berantai
« Reply #14 on: July 22, 2012, 07:14:16 AM »
[Prompt/Theme: Pizza]
[Fandom: SAO (Sword Art Online)]
[Character: Kirito dan Asuna]



"Kepingin nih.."

"Kepingin apa?" Kirito berbalik ke belakang untuk melihat gadis berambut coklat itu. Gayanya kalau dilihat-lihat sangat imut, memandang ke atas dengan satu jari telunjuk di bibirnya.

"Pizza.." katanya sambil menghela nafas.

"Kenapa tiba-tiba?" tanya Kirito bingung. Sedang dalam perjalanan menuju ke tempat boss dia kepingin makan? 'Soal pizza, aku jadi ingat si Klein waktu pertama kita tidak bisa keluar dari game ini,' pikirnya sambil menghela nafas.

Asuna hanya terus melangkah mendahului Kirito dengan gaya yang masih sama. Mau tidak mau Kirito harus memasang ekspresi kebingungan dan heran. Kemudian Asuna berhenti sejenak, lalu berbalik ke belakang dan melihat cowok shota itu tengah memandanginya, "Ne, belikan aku pizza kalau kita sudah sampai ke kota ya?"

Cowok berambut hitam itu mengangkat sebelah alisnya, lalu menghela nafas dan menganggukkan kepala sambil tersenyum. Kemudian ia menggenggam tangan putih milik Asuna dan mengajaknya kembali berjalan, "Katanya waktu itu kau ke sini bukan untuk mencari makanan, sekarang kepingin, huh?"

"Ya..berlama-lama di sini bikin aku rindu dengan rasa makanan tahu~"

"Ya sudah, tunggu kita mengalahkan boss dulu, oke?" katanya sambil memasang cengiran manis. Pokoknya, sehabis ini harus beli pizza apapun yang terjadi. Kita harus tetap hidup, menyelesaikan game ini, dan pergi ke dunia nyata untuk membeli pizza bersama..



maklum baru ngefans sama SAO :sing:

next theme: cincin / ring
I'll always waiting for you from far away..

Offline faikid

  • * Starlite Chronicles
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2176
  • Cookie: 45
  • Cintailah apa yang menurutmu pantas untuk dicintai
Re: Drabble Berantai
« Reply #15 on: July 22, 2012, 07:57:01 AM »
Theme: Cincin / Ring
Fandom: Emil Chronicle Online
Character: Atraixa - Sachiko - Zegheim - KuroYuki - Larck - Florelle


Ku pandangi lagi emblem bulu phoenix yang terukir di cincin yang kini kupakai. Emblem oranye kemerahan itu begitu berkilau sampai-sampai aku terpesona dibuatnya. Hmm, tak kusangka akan bergabung denga Ring yang ku idam-idamkan sejak dulu. Yah, inilah dia Camaraderie, sebuah ring yang cukup mahsyur di daratan Acronia.

"Selamat datang di Camara, Atraixa." Sachiko, seorang gadis Titania berambut hijau memberi selamat dengan menjabat tanganku dan mengayunkannya tinggi dan cepat. Hampir saja aku jatuh di buatnya.

"Ku harap, emblem itu akan membuatmu bangga dan bisa membuatmu jauh jadi lebih baik." Zagheim, pria Emil yang berada dibelakang Sachiko memberi selamat.

"Huh, sayang dia gk shota. Tapi, walaupun kau shota aku tetap suka Larck-ku yang imut-imut, apalagi kalu dia pake dress, kyaaaaaaa~". Gadis dominion yang sejak tadi menarik perhatianku angkat bicara. Yah, ada sedikit keanehan yang ku tangkap darinya. Seorang Dominion tapi berdandan ala Vates dan... lihat, luka di tubuhnya seperti luka-luka seorang fighter atau backpacker pada umumnya. Cukup aneh menurutku.

"Enak saja, aku gak mau kamu dandanin seperti itu." Tiba-tiba, seorang Dominion muncul entah dari mana asalnya "Aku bukan shota Yuki..!" Wah wah wah, sepertinya darah panas para Dominion itu benar adanya. Pria yang sepertinya bernama Larck itu sekarang sedang bersitegang dengan Gadis Dominion yang di panggil Yuki.

"Nah, untuk merayakan adanya anggota baru, bagaimana kalau kita rayakan dengan makan-makan." Seorang gadis Emil berambut Part Time hitam yang lebih dikenal sebagai Florelle angkat bicara. "Dan menunya kali ini adalah... Pochi..!!!"

Seruan ini langsung disambut dengan sorakan gembira yang menggema di Aula besar Camara, gegap gempita penuh dengan suara teriakan riang kecuali aura suram yang terpancar dari Sachiko. Entah, aku tak tahu apa itu Pochi dan kenapa Sachiko sedih dengan kebahagiaan anggota ring yang lain.



Next Theme: Friends / Persahabatan
[/quote]
« Last Edit: July 22, 2012, 02:12:21 PM by faikid »
C'est de la vie! Naze ka sore ga ima ichiban no takaramono
ACCEL CHANGER, HENSHIN

Offline LennViste

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 799
  • Cookie: 45
  • Corre=Lysfrin
Re: Drabble Berantai
« Reply #16 on: July 22, 2012, 08:32:22 AM »
Ring (Group of people) & Cincin (ring) is different, you know :V

------------------------------------------------------------------------------

Theme: Friendship
Fandom: Ragnarok Online
Character: Katahaya (Monk) - Kyrielle (Archbishop)

They say, mentor and their student is like parent and child. Some other say they're like... well, maybe a senior and junior? Of course, with the student being the immature one and the mentor is the mature one... But in our case, we're...

"*hic!* One more... *hic!* counteragent please!"

...That slurry voice! I should know that she come here to drink! That sensei of mine... Although I'm under her care as an Acolyte, she's.... Oh let me explain from the start, shall we? I was an acolyte back then... and this... sensei of mine are good friend of my parent... maybe? I don't know her base to say "I'm friend of your parents". Even I don't know about my own parents. Either way, she volunteered to take me under her wing.

As a kid, I adore her funny demeanor and her slurry voice when she speak incoherently... I laughed everytime she justifies her action of looting abandoned stuff in name of Odin. But as I grow into what I am now...

They say growing up is boring... But my sensei always there to brighten my day... She's a great friend of mine. We're equally immature in this case.

"...Nani mitenda, omee? (What are you looking at?)"

...Nevermind, I'll just slap that huge bible on her face...

-------------------

Next theme: Temporary Death / Kematian Sementara
o3ob
« Last Edit: July 22, 2012, 08:44:15 AM by LennViste »

Offline fighter-or-backpacker

  • Follower of Songs
  • ****
  • Posts: 344
  • Cookie: 45
  • heee......
Re: Drabble Berantai
« Reply #17 on: July 31, 2012, 04:57:12 AM »
Theme: Temporary Death
Fandom: Sword Art Online (ALO Arc)
Character: Kirito, Lyfa, Yui

Kirito duduk terdiam di tengah dungeon. Laki laki dengan ras spriggan ini sohck karena melihat partner huntingnya mati begitu saja di tangan seekor monster.

“Kalau saja aku tidak telat…” gumamnya serya meringis karena merasakan pedih di hati.

“Papa…” seorang navigation pixie dengan rambut hitam melihat kirito dengan iba.

“Maaf Yui, papa tidak bisa melindungi Lyfa..” kata kirito seraya mengambil Yui dari
kantung jaketnya yang berwarna hitam.

“Tapi papa….”

“Tidak apa-apa Yui bila kau tidak bisa memaafkan aku, aku memang lemah dan bodoh sehingga bisa membiarkan Lyfa mati!” selak Kirito saat Yui berbicara.

“Kita kaluar dingeon saja, disini terlalu banyak kenangan tentang Lyfa…” kata Kirito seraya berjalan keluar dari dungeon.

Dungeon yang telah di masuki Kirito cukup pajang dan tidak bisa terbang di dalam dungeon seperti ini, sehingga berjalan keluar dungeon memakan waktu yang cukup lama. Setelah sekian lama berjalan akhirnya Kirito berhasil sampai pintu masuk dungeon. Di depan dungeon jelas ada seseorang, walay tidak jelas siapa dia karena membelakangi cahaya, bayangan orang ini memiliki rambut yang panjang dan membawa sebuah pedang di pinggang kirinya.

“Yo Kirito, lama sekali kau keluar dungeonnya.” Kata seorang Sylph berambut pirang yang baru saja menengokan kepalanya.

“Lyfa!!!” teriak Kirito seraya berlari kearah Lyfa.

Karena tersandung batu saat berlari, Kirito malah menerjang Lyfa da jatuh dari mulut dungeon yang kebetulan ada di tebing. Hp merekapun menjadi 0 dan kembali ke last save point di neutral city.

“Kirito! Kenapa tiba tiba menerjang seperti itu sih?! Kan bahaya kita malah sampai game over berdua karena jatuh di ketinggian seperti itu!” Teriak Lyfa pada kirito di dalam sebuah Inn di Neutral city.

“Maaf aku sangat senang, aku kira kamu mati saat di hajar monster itu.” jawab kirito pelan.

“Memang sudah sewajarnya kan?! Gimana sih!” kata Lyfa yang masih marah.

“Papa, tadi Yui berusaha bilang bahwa kita bukan di SAO lagi, jadi mati di sini bukan berarti mati di dunia papa juga, disinin papa dan lyfa mati hanya sementara, dan bisa bangkit lagi.” jawab Yui yang muncul dari kantung sebelah kanan jaket Kirito.

“Oh iya! Haha maaf maaf, kalau main VRMMO masih terbawa suasana SAO sih! Hahaha!” jawab Kirito ringan


next theme: Ken/Sword/Pedang
Acronia/Ryuurei//Marionettist/R.O.S.E
Acronia/Ryuuka/Gunner/-
Acronia/AriaLexDevina/Gambler/-

Offline sacchan_magician

  • Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: Drabble Berantai
« Reply #18 on: August 02, 2012, 11:51:25 PM »
belepotan...ud lama ga nge angst...tp yasudahlah ;w;


Theme: Ken/Sword/Pedang
Fandom: Hakuouki
Character: Okita Souji


Okita Souji will die today.

Of course he knew it. The side-effect of Ochimizu and his Tuberculosis made his body weaker day by day. He also knew that he could live longer, as long as he put his sword down, and live somewhere with fresh air. But of course, he, the Captain of Shinsengumi’s First Division would never choose that path. If he were to die, he will die in the way of samurai.

Kondou, whom he swore to protect with all his life, was gone. As for that, he didn’t think that he would forgive Hijikata. But then…here he is, fighting with all the life left on him in behalf of protecting Hijikata from the troops who wanted to ambush him.

“What a comedy…” he laughed bitterly, his sword swung perfectly, ending the life of his enemy. Not even a single wound from his enemy that affecting him.
Every one of his enemy trembled in fear. Nevertheless, the kept attacking him from every direction.


Why he did this in the first place?
The one he wanted to protect was gone. So why did he still doing this? He couldn’t help but keep wondering about that.

Is it because of Chizuru?
He knew that girl was with Hijikata now. She always tried so hard for everyone in Shinsengumi’s sake. And of course, ever since the first day she came to their life, their live becomes different, somehow more relaxing, normal, and more humanly.

…did he love her?
He didn’t have the answer for that question. All he knew was that he relieved that she’s there for them. And the least he could for now is to make sure she’s safe. She’ll be safe, he knew Hijikata would protect her.


Okita stood in the middle of lifeless corpses. He’s the last living being in that hill.
With his last energy, he thrust his sword to the ground to support his body.
Then, Okita gazed to the dark sky.
For whom did he do this? On behalf of Kondou’s will? For Chizuru’s sake? Hijikata? Or Shinsengumi? Or it’s all about his bushido spirit in the end?
He might never know the answer for that question, but he knew he would not regret his actions.

Yes.
If he could die holding his sword until the very end to protect everything he believes, as a samurai, he won’t need anything else.


next theme:
Mask/Topeng

Watching you from afar...and will always love you...
We're always here for you...
[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ]

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline faikid

  • * Starlite Chronicles
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2176
  • Cookie: 45
  • Cintailah apa yang menurutmu pantas untuk dicintai
Re: Drabble Berantai
« Reply #19 on: August 03, 2012, 12:24:22 AM »
Theme: Mask / Topeng
Fandom: Emil Chronicle Online
Character: Atraixa - Larck - KuroYuki


"Tolong aku Atra, ini menyangkut hidup dan mati."

Seekor Dominion jantan berambut emas mengguncang-guncangkan tubuhku yang membuat perutku yang keroncongan semakin merdu menyenandungkan irama Rock n Rollnya.

"Tolonglah, lakukan sesuatu, aku tak mau di dan..."

"Shotaaaaa....!!!"

Sebuah suara nyaring langsung menghentikan bait demi bait yang hendak di senandungkan Larck si Domi jantan.

"Aku ngumpet bentar ya, kamu alihin perhatiannya." Domi itu setengah berbisik dan ge pe el langsung ngumpet dibalik Chain Sword berwujud Katana-ku. Sebuah kelakuan aneh yang entah kena...

"Pailit, liat Shota gak?" (aku belom selse narasi Maggie :cry: )

Tepat sedetik, seekor Domi lain datang, kali ini jenisnya beda dari yang tadi, dia betina dan dari gerak geriknya cukup membuatnya jadi bintang film layar lebar indonesia menggantikan Pocong, Kuntilanak dan Suster Ngesot. Mungkin begitu pikir si Domi jantan yang lagi ngumpet (termasuk aku :gone:).

"Enggak tuh Maggie, kenapa emang?" Jawabku santai sambil berusaha menutupi jari larck yang menyembul sedikit dibalik Gagang Chain Sword-ku.

"Ini, aku baru beli baju, sepertinya cocok buatnya."

Sejenak terpikir, siapakah orang bodoh yang menolak hadiah. Namun segera ku buang pikiran itu jauh-jauh begitu melihat bentuk dari hadiah itu, sungguh sangat wajar dia kabur.

"Mungkin dia lari kearah sana Maggie." Sambil menunjuk Plain yang dipenuhi pohon serta semak belukar yang cocok tempat ngumpet.

"Hoo~ baiklah, makasih Pai..."
Belum selesai kalimat terangkai, belum sempat langkah kaki terhitung selangkah, Maggie mengambil sehelai kain hitam dengan 2 lubang yang nyangkut di ujung Wargod Armor ku.

"Pailit, kamu Swordman Class kan?" Tatapan, aura, serta hawa hitam langsung menyelimuti seolah-olah Warlock Class sedang mengadakan Ujian Praktek pemanggilan Shinigami di sekitarku.
Dan, tanpa basa-basi Yuki mengayunkan Staff-nya dan memukul tanganku yang reflek ku lepaskan pula pedangku. Dan, seperti yang bisa kita kira.

"Aww..."
Menyembullah sosok Larck (tepatnya kepalanya) dari ujung pedangku.

"Kau tak akan bisa lari kemana-mana Shota."
Langsung saja, sang Battle Druid berevolusi jadi seorang Manusia Super Saiya Tingkat 100, lengkap dengan aura kekuatan yang menyesakkan nafas para Pururu.

Di raihnya rambut Larck dan diseretnya (bersama pedangku), ia mengomel tidak jelas, sedangkan larck (hanya kepala, dan berbadan katana) meronta-ronta. Mereka pun menjauh memasuki bagian tengah Uptown Acropolis

Ku raih lagi selendang hitam berlubang 2 yang akhirnya kusadari topeng khas Scout Class. Maafkan aku Larck, semoga kau selamat disana. :gone:



Next Theme: Mantel / Coat
C'est de la vie! Naze ka sore ga ima ichiban no takaramono
ACCEL CHANGER, HENSHIN