Author Topic: Drabble Berantai  (Read 14549 times)

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: Drabble Berantai
« Reply #20 on: August 12, 2012, 12:02:01 AM »
Prompt : Mantel / Coat
Fandom : Smiley * 2G
Characters : Mikage Yuto, Ichikata Keita
Spoiler for Hiden:

WARNING : mengandung unsur SHOUNEN AI

Mikage sedang meratapi nasibnya, tampaknya ia dikutuk oleh seluruh dewa yang ada hingga bernasib sial seperti ini. Yap, berkat beberapa anggota OSIS yang sering melantur, Mikage sukses dilempar ke kolam renang terdekat. Alasannya? Pemuda bernama Mikage Yuto ini disangka sukses mempunyai seorang pacar, yang jelas-jelas bohong. Permasalahan berikutnya, diantara delapan ikemen itu, tidak ada satupun yang membawa baju ganti, mengakibatkan Mikage hanya bisa bertahan dengan seragam dan sweaternya yang kini basah kuyup. Satu catatan yang perlu diingat : sebentar lagi musim gugur. Seterik apapun mataharinya, tetap saja Mikage akan masuk angin dan terkena flu kalau dijemur begitu saja.

"Kaichou ~" ujar seseorang dari belakang Mikage. Tepat ketika pria tampan berkacamata itu menoleh, pandangannya tertutupi oleh sesuatu berwarna hitam yang kemudian mendarat di wajahnya. Sebuah mantel dan sebuah handuk.

Setelah Mikage menarik mantel itu dari pandangannya, ia melihat sosok pemuda berambut cokelat tua yang selalu dijepit. Wakilnya yang paling bawel, "Ichikata, sekarang ini sudah jam pulang." ujarnya dengan nada kesal tentu saja. Karena Ichikata Keita merupakan salah satu otak kejahilan tadi siang.

"Ahahah, gomen. Kaichou sendiri tidak pulang?" balas Ichikata sambil beranjak mendekati ketua OSISnya itu. Tidak lama kemudian, ia mulai membantu Mikage mengeringkan rambut hitamnya itu.

"Aah? Pulang? Dengan baju basah kuyup begini?" jawab Mikage, diikuti oleh sebuah tawa kecil dari mulut Ichikata.

Mikage hanya bisa menutup matanya sambil menikmati semilir angin yang sebentar lagi akan membuatnya terkena flu, dan tangan Ichikata yang mengeringkan rambutnya. "Kalau begitu, Kaichou pakai mantelku saja dulu. Di ruang OSIS ada penghangat ruangan, kan? Kita keringkan baju Kaichou di situ." usul Keita dengan senyum jahilnya.

Mikage mengangguk pelan, "Eh? Tunggu.." Pria berkacamata itu langsung mundur tiga langkah. "Kau salah makan atau kerasukan? Sebentar lagi hujan tombak atau langsung kiamat?" tanyanya dengan tampang horor. Ia tidak pernah melihat sisi baik hati dari wakilnya yang satu itu. "Dan lagi kalau aku mengeringkan bajuku di ruang OSIS, aku mau pakai apa dulu, dan kapan aku bisa pulang?!" tanyanya lagi dengan volume suara yang semakin meningkat.

Ichikata memasang sebuah senyuman penuh arti, "Tentu saja, kan? Man - tel - ku ~ !" katanya dengan penuh penekanan sambil menyeret Mikage ke dalam gedung sekolah. Membiarkan Mikage Yuto terdiam dengan wajah yang pucat pasi, pasrah ditarik oleh Ichikata. Baginya yang hidup satu dunia dengan spesies bernama 'fujoshi', ini adalah sebuah trigger menuju komik boys love yang digemari oknum tertentu.

END

Next Prompt : POCKY GAME!
« Last Edit: August 12, 2012, 12:07:50 AM by KuroYuki »
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
 not playing anymore, just contact me on discord  @
  cornelialk#4273

Offline LennViste

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 799
  • Cookie: 45
  • Corre=Lysfrin
Re: Drabble Berantai
« Reply #21 on: August 12, 2012, 04:37:25 PM »
Prompt: Pocky Game
Fandom: ECO
Character: Shia (Enchantress) Zelte (Cabalist)

Cerita biar aman dispoiler dulu... ._____________________.

WARNING: MENGANDUNG INCEST DAN (Mungkin) BORDERLINE R-15?


Spoiler for Hiden:
Another boring day in Acronia. Since their father decide to have some sort of break from all overtraining he do, two of the youngest triplet of the family only could wait for the hunting mood to come back. Being a mixed race is a fun heritage. Although Zelte the Cabalist is a Dominion, his younger triplet sister is a Titania and Enchantress. Both also contrast so much... That's the fun from it, right? Because they does not looks like triplet nor brother and sister, they can do whatever they want. What I mean here is "apple" aka forbidden love.

"Oniisan, I'm bored."

"Hey, we're in same boat here..."

"Then can we have some sort of fun?"

"What fun?"

Noticing box of pocky, the sister suddenly put the said long chocolate stick cookie between her teeth, smiling as she leaned closer to her brother. Smirking, dark magic user start biting on the said snack. Sound of pocky biting filled the ear of the two. Their goal is clear: To meet each other's lips.

SNAP

The pocky snapped to half just before their lips met.

"Looks like no kiss for you~," the younger of the two giggled before suddenly, her brother bite the pocky hanging on her mouth, continuing their pocky game just with 1/5 of usual pocky length. Their lips met. The two does not care. Their tongue wrestle, exploring the sweetness of each other. Saliva lolling on their jaws... they does not care. Moans of pleasure escaped the mouth of the two...

"...What... are you two doing?"

Their expression turns to horror and furious blush seeing their father already in front of the door, wolf tail swishing and ears twitched.

Oh but it worth it, right? Let's do another pocky game~

Next theme: Telephone Prank

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: Drabble Berantai
« Reply #22 on: August 12, 2012, 06:09:26 PM »
Prompt : Telephone Prank
Fandom : Smiley * 2G
Characters : Hitsujikawa Jun x Honokaze Tomohisa
Spoiler for Hiden:
x

lagi lagi WARNING SHOUNEN AI

Suatu acara klise namun selalu menarik di acara karyawisata adalah 'Jurit Malam'. Tentu saja acara ini merupakan sebuah ide yang dicetuskan oleh seorang Amachi Kaname dan seekor Hajime Inukai. Korban nomor satu adalah Honokaze Tomohisa, siswa berambut pirang dengan tingkat kepopuleran nomor satu. Dari anak TK, ibu-ibu, dan penjaga kantin tunduk akan ketampanannya.

Malam ketiga dalam karyawisata St. Smiley Gakuen, Tomohisa masih mengutak-atik senar gitarnya sementara teman sekamarnya yang berambut keperakan sedang membaca sebuah novel sambil memeluk boneka domba. Semuanya terlihat sempurna dengan dua cowok tampan yang berada dalam satu kamar di sebuah penginapan, hingga ponsel Tomohisa berdering.

"Hal-" Belum sempat pria berambut pirang itu menyelesaikan satu kata, sang pembicara di seberang sana sudah mulai berbicara.

"Hihihi.. Tiga menit lagi.." ujar sebuah suara yang ringan, pelan, dan menakutkan. Tidak perlu menunggu sepersekian detik sampai bulu kuduk Tomohisa mulai meremang. "Tiga menit lagi.. Jendela.. Hihihi..."

KLAP!!

Tomohisa langsung menutup ponselnya, dan berlari menutup jendela kamar, kemudian mulai memetik gitarnya seakan-akan tidak terjadi apapun. Satu menit kemudian, ponselnya kembali berdering dari nomor tidak dikenal. "Nee, kenapa jendelanya ditutup? Padahal dua menit lagi. Hihihi..."

PRAK!!

Tanpa basa-basi lagi Tomohisa melempar ponselnya dan melompat ke samping Hitsujikawa.

"W-Waaah!! Tomohisa-kun, kenapa?" tanya Hitsujikawa yang kaget melihat wajah Tomohisa yang mendadak pucat. "Sakit?" tanyanya sambil menempelkan telapak tangannya ke dahi Tomohisa. Sementara itu, Tomohisa hanya bisa mencengkeram kaos bermotif domba yang dipakai Hitsujikawa erat-erat sambil menunjuk ke arah ponselnya.

"Ma-matikan ponselnya.." bisik Tomohisa yang kini mulai berpindah posisi dan memeluk Hitsujikawa.

Pemuda berambut keperakan itu hanya bisa menghela nafas dan menuruti perkataan Tomohisa. Pikirannya sudah bisa menebak kalau pemuda yang lebih pendek darinya itu baru saja menerima sebuah telepon jahil yang agak horor. Namun yang menjadi masalah sekarang, Tomohisa masih tidak mau melepaskan Hitsujikawa dari cengkramannya, dan sekarang sudah lewat jam mematikan lampu alias harus tidur.

"Tomohisa-kun, kalau begini terus, apa kau berencana untuk tidak tidur sama sekali?" tanya Hitsujikawa yang kini mulai menguap dan menutup novelnya. "Aku mau tidur." ujar Hitsujikawa sambil melepaskan tangan Tomohisa dari kaos domba lucunya, kemudian beranjak mematikan lampu dan berbaring di kasurnya.

Hanya untuk menemukan wajah Tomohisa yang mulai berkaca-kaca di sampingnya sambil memeluk boneka bantal milik Hitsujikawa.

Oke, kali ini Hitsujikawa menyerah. Pemuda itu hanya bisa menarik Tomohisa ke dalam pelukannya, "Sudah, sudah. Tidak seram lagi kok. A-aku ada di sini." bisiknya pelan. Selagi Tomohisa mulai tertidur dalam pelukan Hitsujikawa, ponsel dengan strap domba milik Hitsujikawa bergetar pelan, tepat di samping tangan Hitsujikawa.

Quote
From : world_is_keitas@yahoo.co.jp
To : junjun_sheep@docomo.com
Subject : (no subject)
Yoo, Jun-kun. Bagaimana malammu dengan Honokaze?
Yang daritadi telpon Honokaze itu kerjaannya Amachi, ide olehku, rencana oleh Inukai.

Kami hebat kan \(^o^)/

---

From : junjun_sheep@docomo.com
To : world_is_keitas@yahoo.co.jp
Subject : Re:(no subject)
Kalian mau kujadikan makanan domba, hmm? (ノ*゜▽゜*)



 END
Next Prompt : Fujoshi
« Last Edit: August 12, 2012, 07:33:42 PM by KuroYuki »
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
 not playing anymore, just contact me on discord  @
  cornelialk#4273

Offline LennViste

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 799
  • Cookie: 45
  • Corre=Lysfrin
Re: Drabble Berantai
« Reply #23 on: August 12, 2012, 08:27:53 PM »
Prompt: Fujoshi
Fandom: ECO
Character: Shiinayue (Gambler) - Rald (Druid)

WARNING: DITULIS DALAM POINT OF VIEW SEORANG ANEKI YANG JUGA FUJOSHI

Spoiler for Hiden:
If you ask me to describe my third-youngest brother, I would say that... the guy is one of the most cutest shota I ever seen. Our age difference is quite far. Seven years. The difference at first make us rather close. He would go to me for an "Aneki time", or in short, a time where he want me to spoil him.

A female would exhibit some motherly... love toward a younger child, especially the cute ones. My brother Lenn call it... Motherly instinct. But somehow on me, it manifested as something different. In seven years of our times together, never I noticed how cute my brother is when she's crying, pleading for me to do something to him... Or when he blush and squirm once he take interest in older girl...

ESPECIALLY WHEN HE SAY THAT "Aneki, I love you~" WITH A FACE THAT SQUEALS "CUTEEEEEEEEE!"

I noticed how effeminate my little brother is when I reached fifteen and he's eight. Despite his obvious gender as male, I can't help but to think how cute he'll be if he's dressed in traplike outfit... I mean... maid clothes? That cute face... blushing, greeting you with a cheerful or maybe submissive "Okaerinasai, Goshujinsama/Ojou-sama"

*excess amount of blood has spilled on this paper*

Ahh yes, nothing could beat that shota scream when he reject my moves, mhmhmhm.... Now where is that skimpy maid suit? He'll look good on that... Let me add stockings, too... Cat ears? Cat paws? Tail, too? HECK YES! RALD-KYUUUUUUUN~~

Next theme: Trap (Terserah Trap dalam artian apa)
« Last Edit: August 12, 2012, 08:31:11 PM by LennViste »

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: Drabble Berantai
« Reply #24 on: August 12, 2012, 09:39:05 PM »
Prompt : Trap
Fandom : Smiley * 2G
Characters : Amachi Kaname
Spoiler for Hiden:

Note : based from 'Kettan nau!'

LAGI LAGI WARNING SHOUNEN AI

Di suatu jam istirahat siang yang wajar, waras dan normal, seluruh anggota OSIS St. Smiley Gakuen sedang makan bersama di atap. Entah ada angin apa, hingga mendadak seorang pria dengan suara feminin bernama Amachi Kaname bergumam.

"Mahou Shounen...ya.."

Dan, kalimat itu tertangkap oleh telinga Ichikata Keita. Pemuda berambut cokelat yang selalu dijepit itu langsung tersedak roti melon yang dimakannya dan langsung menoleh ke arah Amachi. Dengan tatapan bak seorang singa kelaparan melihat mangsanya, Ichikata mendekati Amachi yang masih duduk manis dan memakan bekalnya dengan perlahan.

"Kaname-chan mau jadi Mahou Shounen?" tanya Ichikata setelah wajahnya berada dalam radius penggaris dua puluh senti.

Pemuda berambut biru itu menoleh, mendapati muka Ichikata dengan senyum penuh artinya. "Ee-e!! Bukan!!" bantahnya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Senyum Ichikata semakin menjadi-jadi. "Aah, Sou.." Dan detik berikutnya Ichikata melingkarkan kedua tangannya di pinggang Amachi yang berpostur seperti perempuan, dan meletakkan dagunya di bahu Amachi. "Padahal kalau Kaname-chan perempuan, aku pasti akan menikahimu ~" godanya lagi.

Melihat itu, Tomohisa dan Hitsujikawa turut ambil bagian, "Bagaimana kalau Amachi pakai rok saja?" usul mereka bersamaan. Disambut dengan wajah Ichikata yang berseri-seri.

Inukai segera berlari turun, dan kembali dengan sebuah rok. "Amachi-kun, maafkan aku tapi tolong pakai ini!" ujarnya penuh semangat, disambut dengan tepuk tangan bahagia dari Ichikata.

Hanya tinggal Amachi Kaname yang hanya bisa pasrah ketika celananya dipeloroti, dan diganti oleh sebuah rok sambil terus mencubit pipi Ichikata sekuat mungkin.

Quote
From : bulma_love_kaname@hikyaku.jp
To : world_is_keitas@yahoo.co.jp
Subject : buruma
besok kau akan pakai buruma keliling sekolah. bersiaplah Ichikata!!
(;°`Д´°)


END

Next Prompt : Bishounen
« Last Edit: August 13, 2012, 04:52:20 PM by KuroYuki »
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
 not playing anymore, just contact me on discord  @
  cornelialk#4273

Offline sacchan_magician

  • Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: Drabble Berantai
« Reply #25 on: August 12, 2012, 11:04:50 PM »
Prompt: Bishounen
Fandom: Kannou Jikan III - Kurotsurubami no Kangoku
Characters: Sister (Nun), Shuujin (Prisoner)
Spoiler for Hiden:

Tap, tap, tap.

Her footsteps echoes through the floor. The sound of footsteps slowly becoming more and more jittery as she became closer to that cell.

Yes, that guy's cell.

She stopped all of a sudden to rub her aching forehead. What's going on to her, for real?! There must be something wrong with her head!

She sighed. Crimson color filled her cheeks. When did she became attached to that guy, she herself didn't know. All she knew was she can't stop herself from coming here again and again. Was it because of his strange ruby red eyes? His disarrayed-yet-good-looking-golden hair? His low, ruthless, yet endearing voice? The scent of that intoxicate vanilla cigarettes?

She had lost counts of every possibilities. And to make it worse, here she was: in front of his cell.
Maybe this is a wrong idea. Maybe she shouldn't come. Maybe she should never come here in the first place. But to think of it again, maybe it's too late now. Besides, she was assigned to take care of him, and his -supposed- confession, or anything she could do to help him to repent his sin. Well, it supposed to be like that.
And all she did was completely different from that. She ashamed of herself. Maybe she need to do a confession to the Head Priest later...

But then again...it's her own fault. She had been warned before. She should have known that he's dangerous. He's much more dangerous than it looks. Not to mention his brute actions towards every other prisoners, he also seemed to not care about it, as if he never felt any regret. Maybe he didn't think that he did something wrong...she would never know what's inside his mind-it's too complicated.

There he was. As endearing and dangerous as he could be, with his usual vanilla cigarette slipped in his mouth.
As always, that cigarettes made her wanted to scold him, but of course, she would be the one who lose in the end, so she let it be. His hands covered in bloodied bandages; it appeared that he's on a fight...again.
Yet his expression remained the same. He looked amused, alluring, yet dangerous, as always.

"...so. You come again, Sister?" He smirked.

...yes. God won't forgive her, she's sure of it.


next prompt: Rokok/Cigarettes
« Last Edit: August 12, 2012, 11:07:49 PM by sacchan_magician »
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: Drabble Berantai
« Reply #26 on: August 13, 2012, 07:59:19 AM »
Prompt : Rokok / Cigarette
Fandom : Smiley * 2G
Characters : Nemoto Shiro x Namio Toru
Spoiler for Hiden:
x

WARNING SHOUNEN AI LAGI!!

Sore hari adalah saat dimana sebagian besar murid sudah pulang, ekstrakurikuler sedang berjalan, dan rapat OSIS sedang berjalan rusuh seperti biasanya. Memberi kesempatan bagi Nemoto Shiro, salah seorang guru di St. Smiley Gakuen untuk beristirahat sejenak di atap sekolah. Ia mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya. Perlahan-lahan guru science itu menikmati aroma tembakau yang berasal dari rokoknya dan mulai menutup matanya.

Anehnya, ketika ia membuka matanya, semua masih terlihat gelap. "Tebak siapa!!" Sebuah suara yang manis terdengar dari arah belakang Nemoto.

Nemoto meraih kedua tangan itu dengan lembut, "Tooru.." bisiknya dengan lembut. Perlahan Nemoto menarik tangan itu dari wajahnya, dan menemukan sosok seorang Namio Tooru. Teman sejak kecilnya, sekaligus orang yang paling ia cintai saat ini.

Pemuda yang dipanggil Tooru itu tersenyum manis, namun sedetik kemudian ia merengut. "Aah, sudah kubilang tidak boleh merokok!!" protesnya.

Nemoto tersenyum tipis, "Kalau begitu-" Nemoto mendekatkan wajahnya dengan Tooru, "-kucium, ya." bisiiknya sambil tersenyum.

END

Next Prompt : Hantu / Ghost / Obake
« Last Edit: August 13, 2012, 08:01:19 AM by KuroYuki »
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
 not playing anymore, just contact me on discord  @
  cornelialk#4273

Offline faikid

  • * Starlite Chronicles
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2176
  • Cookie: 45
  • Cintailah apa yang menurutmu pantas untuk dicintai
Re: Drabble Berantai
« Reply #27 on: August 13, 2012, 05:57:22 PM »
Theme: Hantu / Ghost / Obake
Fandom: Emil Chronicle Online
Character: Faikidou - Helsing - Chiyu - Chicka


Suatu malam, di Asrama Dark Ring...

Fai   : Gan, godain chiyu yuk
Helsing   : Boleh boleh, tapi nyari itu dimana?
Fai   : Tenang, nih..!! (sambil nunjukin itu)

Fai dan Helsing tersenyum simpul dan segera ngabur ke kamar Chiyu dan menemukannya sedang terkapar ngorok sambil ileran

Fai   : Yu-chan, Yu-chan (goyang-goyangin badan Chiyu)
Chiyu   : Apa? (kucek-kucek mata dan bangun dengan malas)
Helsing : Nih (nunjukin itu)
Chiyu   : WAAAAAAAAAAA....!!!! ***************......!!!! (kabur sambil bawa selimut dan menggemparkan Asrama Dark Ring)

Fai ama Helsing ngakak gak berdosa padahal udah bikin Chiyu kabur sambil nangis sampe matanya bengkak. Chicka yang ternyata lagi tidur di deket situ pun terbangun karena jeritan tengah malam Chiyu. Sambil menepuk bahu Fai dan Helsing

Chicka   : Ada apa tengah malem ribut-ribut (masih ngantuk sambil nyopot mentimun dari matanya)
Fai    : Itu cik, si chi.. ( :shock:)
Helsing   : Lucu tuh cik, si Chiyu kabur karena... ( :shock:)

Sedetik kemudiann, dengan langkah seribu dan mengikuti Koor yang sudah disenandungkan Chiyu beberapa menit lalu, Fai dan Helsing bersenandung menambah semarak suasana malam itu.

HANTUUUUUUUUUUUU....!!!! (teriak Helsing dan Fai bersamaan)

Chicka   : Apa-apaan sih pada ribut, ini kan cuma masker ( :sweat:)

Spoiler for Hiden:
Maafkan aku agan, mbah, yu-chan. sudah mengotori nama baik kalian :sembah:



Next Theme: Sop Buntut
« Last Edit: August 13, 2012, 05:59:15 PM by faikid »
C'est de la vie! Naze ka sore ga ima ichiban no takaramono
ACCEL CHANGER, HENSHIN

Offline sacchan_magician

  • Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: Drabble Berantai
« Reply #28 on: August 13, 2012, 11:56:34 PM »
Theme: Sop Buntut
Fandom: Emil Chronicle Online
Characters: Masha, Emil, Catty Momo


"Tuan...selamat tinggal..." isak Momo. Tanpa menoleh lagi ia menjauhi Airship Masha selagi Emil dan Masha tidak melihatnya. Entah kemana tujuannya, yag jelas dia memutuskan untuk pergi dari sana.

Satu jam sebelumnya...

"Emil! Kamu ini bagaimana sih?!" Terdengar suara Masha yang meneriaki Emil, sementara Emil sendiri tak bisa berkutik di hadapan Masha.

"Maaf, Masha...tapi aku tidak bisa..." Emil berkata lemah.

"Yang benar saja, Emil! Masa pekerjaan semudah ini kamu tidak becus juga?" tukas Masha galak. Tangannya menunjuk ke arah kantung kertas yang ada di meja dapur.

Mendengar pertengkaran ini, Momo yang baru saja selesai menyiram bunga pun terkejut. Tak ingin mengganggu mereka berdua, ia memutuskan untuk bersembunyi di belakang pintu sambil mendengarkan.

"...kentang, wortel, rempah-rempah, ada. Tapi bahan terpenting yang harusnya kamu bawa yang tidak ada!" omel Masha lagi.

"Eh? Kentang? Belanjaan lagi ya?" batin Momo heran.

"Maafkan aku, Masha...aku...tidak tega..." Emil menggumam, matanya berkaca-kaca. Tentu saja ini membuat Momo semakin heran. Sebaliknya, Masha terlihat amat jengkel.

"Ya ampun, Emil! Jangan terlalu lunak begitu! Kalau begini kan aku tidak bisa membuat Sup Buntut Momo pesanan Belial!"

Bagai tersambar petir, Momo hanya bisa ternganga tanpa mampu berkata apa-apa.

***

Saat ini Momo hanya bisa termangu di jembatan East Cape. Dengan tubuhnya yang kecil, ia tentu tidak bisa pergi jauh dari Airship Masha yang diparkir di Fareast Main Street.

"Setelah ini aku harus pergi kemana...?" gumam Momo. Demi keselamatannya dan Emil, dia harus pergi sejauh mungkin dari Masha. Akan tetapi...

"...Masha, tunggu!" Tiba-tiba terdengar suara Emil dari kejauhan. Tampak ia bersusah payah menahan Masha.

"Kalau kamu tidak bisa melakukannya, biar aku saja!" seru Masha kesal. Mercenary Sword di tangannya berayun berbahaya.

"Hiii! A...aku akan dibunuhnya!" Momo ketakutan. Tanpa pikir panjang, ia pun melayang melewati pagar East Cape dan bersembunyi di balik pohon terdekat.

"U...untuk sementara aku aman..." pikirnya.

SRAK!

"Ufufu...mau lari kemana lagi?"

Tiba-tiba  suara Masha terdengar sangat dekat dengan tempat Momo bersembunyi. Wajah Momo pun memucat.

"Jangan dendam padaku...ini demi Sup Buntut..." kata Masha. Momo hanya bisa berdoa dalam hati, menyongsong kematiannya.

"Hiaaat!"

"Moooo...!"

'Moo'?
Momo membuka mata dengan bingung. Di balik pohon, Masha baru saja menghabisi seekor sapi gemuk.

Belum hilang kebingungan Momo, terdengar suara Emil yang menyusul Masha.

“Mashaa!” seru Emil.

“Tuh kan, Emil! Ini kan mudah sekali! Begini saja masa tidak bisa?” omel Masha.

“Eh? Jadi...” Mata Momo membulat.

“Lho? Momo? Kenapa kamu ada di sini?” Emil yang melihat Momo tampak heran, sementara Momo sendiri mematung.

PLAK!
“Tuan bodoooooh!”



Next Theme: Panda
« Last Edit: August 13, 2012, 11:57:45 PM by sacchan_magician »
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: Drabble Berantai
« Reply #29 on: August 14, 2012, 08:40:51 PM »
Prompt : Panda
Fandom : Smiley * 2G
Characters : Hitsujikawa Jun x Honokaze Tomohisa
Spoiler for Hiden:
x

as always WARNING SHOUNEN AI

"Hitsujikawa-kun, ayo pergi ke kebun binatang!!"

Begitulah kata-kata yang keluar dari mulut seorang Honokaze Tomohisa yang mengakibatkan dirinya dan seorang maniak domba bernama Hitsujikawa Jun pergi berduaan ke sebuah kebun binatang. Kencan? Anggap saja begitu. Karena pemandangan seorang cowok manis di samping seorang cowok yang lebih manly adalah surga bagi mata para perempuan, apalagi yang fujoshi.

"Hitsujikawa-kun, ayo ke sana!" ujar Tomohisa penuh semangat sambil menunjuk sebuah area Petting Zoo, "Bayi panda!" teriaknya dengan mata yang membulat karena terlalu bersemangat. "Aku paling suka panda!"

Dan betapa perasaan Hitsujikawa menjadi campur aduk melihat pemandangan itu. Pertama, ia sangat menyukai domba. Kedua, rambut Tomohisa yang lembut dan sedikit keriting itu mengingatkannya pada domba. Ketiga, Tomohisa sangatlah imut ketika bersemangat. Keempat, rasanya jantung Hitsujikawa berdetak semakin cepat ketika melihat Tomohisa.

"Hitsujikawa-kun?" panggil Tomohisa, sekaligus memanggil arwah Hitsujikawa yang sempat melayang-layang di alam sebelah. "Yappari, Hitsujikawa-kun tidak suka panda, ya?" tebak Tomohisa yang sedang memeluk seekor anak panda dengan raut muka kecewa yang menggelitik hati para perempuan dari kalangan anak TK sampai ibu-ibu rumah tangga.

Termasuk Hitsujikawa Jun yang saat itu rasanya ingin membawa Tomohisa pulang, lalu rating drabble melonjak menjadi R-18. "T-tidak kok," bantah Hitsujikawa sambil mengelus kepala Tomohisa, "Panda juga imut...(tapi Honokaze-kun lebih imut..)"

----

Keesokan harinya, para anggota OSIS St. Smiley Gakuen menemukan seekor panda di tempat mereka biasa memelihara domba. Yap, panda. Untuk memperparah keadaan, mereka menemukan daftar nama anggota OSIS baru saja mengalami perubahan.

Quote
Nama : Hitsujikawa Jun Pandakawa Jun
email : junjun_sheep@docomo.com junjun_panda@docomo.com


END

MWAHAHAHAHAHAHAH
Next Prompt : Sleep over
« Last Edit: August 15, 2012, 03:20:00 PM by KuroYuki »
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
 not playing anymore, just contact me on discord  @
  cornelialk#4273