Author Topic: [ECO Fanfict] Artificial War [Ch. 12]  (Read 4891 times)

Offline EsTiup

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 35
  • Cookie: 45
  • Together like a goup of wolves
[ECO Fanfict] Artificial War [Ch. 12]
« on: October 19, 2013, 04:59:02 PM »
Kyaang~! hahaha Ice is here
 :hi:

Berhubung ECO Indo berhenti di saga 10, fanfict ini menggunakan fitur yang ada dan beberapa fitur yang di ganti gak bayangin kalo ada skill ress

Hahaha maaf saya masih nubie dalam ini. Mohon kritik dan sarannya.
Disclaimer : I don't own ECO, dan sebagian besar char yang ada




Character :
Spoiler for Hiden:
  • Ice Blow
    Job : Striker-Gunner
    Spoiler for Hiden:
  • AlcheTan
    Job : Alchemist
    Spoiler for Hiden:
  • Vixzard
    Job : Sage
    Spoiler for Hiden:
  • Hau
    Job : Elementalist
    Spoiler for Hiden:
  • Crush
    Job : Blademaster
    Spoiler for Hiden:
  • Candy
    Job : Blacksmith
    Spoiler for Hiden:
  • Hiyuu
    Job : Blacksmith-Machinery
    Spoiler for Hiden:
  • Fiori
    Job : Bard-Druid
    Spoiler for Hiden:


Chapter 0, Prologue
-Guild Palace, Acropolis-
“Walaupun perang besar dengan DEM dan hilangnya High Race sudah ratusan tahun berlalu, para Acronia Guardian masih belum kunjung terbebas dari tugas mereka...” Seorang pria Emil berdiri di dekat sebuah jendela berukuran besar. Dari situ, seluruh Acropolis yang terselimuti salju dan bercahayakan sinar dari lampu kota terlihat dengan jelas. “Mungkin sekarang waktunya..” gumamnya sambil meletakan telapak tangannya pada kaca jendela yang dingin, ‘Sudah lama aku tidak bertemu mereka, bahkan kurasa aku tidak akan sempat bertemu mereka semua...’ pikirnya. Jendela tersebut memantulkan bayangan samar dirinya. Rambut hitam kecoklatan dan mengenakan kacamata coklat, sama seperti dulu, saat usianya masih remaja, saat semuanya belum terjadi. Tetapi ada yang sedikit berubah, raut wajah dan sorot matanya yang kini kelabu di bawah kelamnya masa lalu. Itulah yang dipikirkan pria itu.

“Yang mulia..” seorang wanita Dominion berambut hitam terurai panjang, ia mengenakan pakaian terbuat dari kulit berwarna hitam dan ketat, muncul dari bayang-bayang pilar ruangan. Wanita itu menekuk lututnya dan berlutut ke arah pria Emil. Pria Emil itu hanya menolehkan muka ke arahnya.

“Angin utara..”

Wanita itu mengangguk dan berdiri kembali. Perlahan dia berjalan mundur dan kembali ke dalam bayangan pilar. Sesaat itu juga dia menghilang.

Pria Emil itu kembali melihat keluar jendela, “Selangkah lagi..”




-Snov Fork-
Hembusan angin kencang menerjang beberapa orang berjubah hitam yang sedang berdiri di tengah salju. Awan yang terbawa angin bergerak tak menenentu. Mereka terfokus pada hutan cemara yang terlihat membentang di horizon.

“Kita sudah sampai,  satu kunci ada di sana” kata salah satu dari mereka yang berdiri paling depan, “kuharap kau tidak menyesal melakukannya” orang itu melirik  ke salah seorang rekan yang berada di belakangnya lalu tertawa sadis.

“Mereka hanyalah pion yang menari di tangan Acronia.” balas orang itu dengan nada dingin, “tidak ada waktu lagi, ayo”

“Hihihi, menyakitkan sekali, sudah 4 tahun menghilang. Sekarang pulang untuk merenggut nyawa desa kelahiranmu sendiri,” tawa seorang perempuan yang berjalan mendekatinya. Perempuan itu memeluknya dari belakang, “Aku tak sabar mengoleksi tubuh kerabat-kerabatmu dan terutama..., tubuh adikmu”

“Ingat tujuan awal kita, hancurkan semua saksi dan bukti. Jangan biarkan satupun hidup!” balasnya, dia melepas pelukannya dan berjalan memimpin. Mereka kemudian mengenakan sebuah topeng rubah menutupi wajahnya, “Semua demi mengembalikan Acronia seperti seharusnya!”




Heee jd pendek >__<
 :shock:
« Last Edit: July 14, 2017, 12:06:16 PM by EsTiup »

Offline sacchan_magician

  • Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [ECO Fanfict] Artificial War
« Reply #1 on: October 19, 2013, 07:14:00 PM »
wooo, akhirnya ada yang bikin fanfict eco lagi! \owo/
well, memang rada gimana gt sih kl dibayangin ada skill ress...bs2 idup selamanya dong =w=a



that aside, kykny bakal jadi dark gitu ini, buat prolog asik juga, bikin penasaran XD

tanda bacanya....hmm >.<
bbrp kalimat langsung blm ada tanda bacanya sebelom " akhir, dan
Quote
"--kau yakin akan melakukannya?".
habis kalimat langsung mestinya ngga ada tanda baca lagi sih....kalo eyd rules belom berubah dr yg dua taun lalu (soalnya ada temen yg bilang sekarang ada berubah tp blm saya cek juga sih...) @_@

gpp pendek yg penting kan seru o3o/

Watching you from afar...and will always love you...
We're always here for you...
[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ]

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline EsTiup

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 35
  • Cookie: 45
  • Together like a goup of wolves
Re: [ECO Fanfict] Artificial War
« Reply #2 on: October 20, 2013, 07:25:40 PM »
Hehehe tq sarannya *tulis d catatan
 :puppyeyes:

Yup~ mungkin bisa di bilang sisi dark. Hahaha agak telat sih bikin fanfictnya *lirik pengumuman
 :cry:

Tehee~ semoga menikmati ceritanya
 :sing:

Offline Mizura

  • Apprentice of Songs
  • **
  • Posts: 1316
  • Cookie: 56
Re: [ECO Fanfict] Artificial War
« Reply #3 on: October 20, 2013, 08:49:12 PM »
gapapa pendek yang penting berkelanjutan.


...........


ga ngaca

eh, pengumuman mana yang bilang kau telat? *bertolak ke tret pengumuman*

oh, betewe, lanjut dong! :nom:
·············································································································································
▉ Don't grow up too fast & don't embrace the past; life's too good to last & I'm too young to care
·············································································································································

Offline faikid

  • * Starlite Chronicles
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2176
  • Cookie: 45
  • Cintailah apa yang menurutmu pantas untuk dicintai
Re: [ECO Fanfict] Artificial War
« Reply #4 on: October 21, 2013, 04:26:06 PM »
hai ice..!!! akhirnya ke post juga.. Ditunggu Ch 1 nya nih.. akhirnya thread ini gk kesepian lagi *lirik2 yg ngepost d atas pada punya utang semua* :laugh:
Hmm.. msih sedkit bngung dg alurnya. tp gpp sih, baru ch 0 juga. XD
« Last Edit: October 21, 2013, 04:28:31 PM by faikid »
C'est de la vie! Naze ka sore ga ima ichiban no takaramono
ACCEL CHANGER, HENSHIN

Offline EsTiup

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 35
  • Cookie: 45
  • Together like a goup of wolves
Re: [ECO Fanfict] Artificial War
« Reply #5 on: October 21, 2013, 09:43:55 PM »
Hehehe maaf membuat kalian menunggu  :confuse:
next chapter~!




Chapter 1, Burnt Snow

-Snov Fork-
Badai salju menerpa wilayah utara. Angin kencang membawa salju bergerak tak tentu arah. Kobaran api terlihat menerangi malam di tengah hutan cemara. Sekelompok orang mengenakan jubah hitam menyerang penduduk desa yang berlarian menyelamatkan nyawa mereka. Seorang gadis berambut magenta lurus sebahu berlari kebelakang sebuah tumpukan kayu besar sambil menggandeng tangan seorang anak Domi-neko berambut biru. Mereka berdua bersembunyi di balik tumpukan kayu yang belum terbakar.

“IceBlow! Cepat lari dari sini! Bawa benda ini ke Acropolis bersamamu, jangan tunjukan benda ini ke siapapun selain Rune!” teriak gadis itu sambil membungkus sebuah potongan kayu yang memiliki ukiran berbentuk huruf-huruf yang tidak pernah dilihat sebelumnya, dan memberikan benda itu kepada temannya.

“Ce RedSnow... a-aku..” Ice hanya bisa melihatnya dan membiarkan gadis itu meletakan kedua tangannya ke pundaknya.

Teriakan penduduk semakin menjadi-jadi. Perempuan itu menyuruhnya untuk cepat pergi. Dia hanya bisa mengangguk dan berlari ke dalam hutan.

‘Menyusul ke Acropolis? Huft aku pasti sudah gila’ pikir gadis itu sambil mengawasi temannya pergi. Saat dia hendak mengeluarkan tombak kayu yang menggantung di punggungnya, seorang dari kelompok berjubah hitam sudah berdiri di belakangnya. Karena terkejut, RedSnow tidak berhasil meraih tombaknya. Orang berjubah itu kemudian menurunkan kerudung jubah dan melepas topeng rubah yang dia kenakan.

Mata ramah berwarna abu-abu serta senyuman manis menyapa perempuan itu.

“A-anda... ScytheSpade?!” perempuan itu terjatuh lemas.

“Hai, sudah 4 tahun ya, RedSnow?” sapanya, “bagaimana kabar adik mungilku? Kukira aku akan bertemunya jika aku menemuimu sekarang, -ah tapi bukan itu yang terpenting. Dimana barang itu?”

“Apa yang kau inginkan dari benda itu?”

“Ohh.. itu..  Kurasa kau tak perlu mengetahuinya.”

“...”

Saat melihat sekeliling, Spade menyadari satu hal, terlihat sebuah jejak sepatu yang tertinggal di atas salju. Dengan cepat pria itu melihat RedSnow untuk meyakinkan apa yang terpikir olehnya. RedSnow yang menyadari tatapan tersebut langsung memalingkan wajahnya.

“Kamu selalu membuatku terkejut, sejak pertama berkenalan denganmu, aku sungguh menyukainya, momen-momen itu...”

Pria itu mendekati RedSnow lalu menghunuskan pedang bermata dua miliknya. Perempuan itu hanya bisa melihat dan tidak melawan, dia menyadari ada yang aneh dengan pria itu. Tidak hanya warna matanya yang berubah, tetapi raut mukanya yang mencerminkan kesedihan yang mendalam. RedSnow mulanya terkejut tetapi kemudian dia tersenyum melihatnya, “Jezz.. kau juga tidak berubah, Spade...”

“Sarabada.. ore no koi” ucap Spade sambil menyembunyikan wajahnya.

SLASSHH!!!

Perlahan Spade melangkah mundur dari jasad kekasihnya dan mengamati darah yang terus mengalir menggenangi tubuh perempuan itu. Tanpa banyak bersuara, dia mengusap mukanya yang mulai dibanjiri air mata lalu melihat ke arah hutan, “Be safe, my brother.... Kita akan bertemu lagi, suatu saat nanti...” pria itu pergi meninggalkan tempat itu.



Sementara itu Ice terus berlari menyusuri hutan cemara. Tumpukan salju yang tinggi dan kencangnya angin, memperlambat geraknya. Domi-neko itu menyandarkan badannya pada sebuah pohon cemara besar, ‘Aku tidak sanggup lagi’

//Jangan menyerah!//

Ice berusaha mencari arah mana sumber suara itu, tetapi tidak ada siapapun disana. Tiba-tiba sesuatu mencuri perhatiannya, seberkas cahaya bergerak cepat membentuk sebuah jalan. Dengan setengah sadar dia mengikuti cahaya itu dan melihat sosok hitam yang membuat jalan itu.

Seekor serigala hitam dengan corak jingga di pipi, pundak dan kaki belakangnya, sedang berdiri tidak jauh di depannya. Jalan bercahaya itu pun berhenti tepat dikakinya berdiri dan serbuk bersinar mirip kunang-kunang mengiringi setiap langkahnya.

“Ka-kau?”

//Berdirilah bocah. Namaku Lykaios Fenrir... Ikuti aku!//

Tanpa berpikir panjang, Icepun mengikuti ke mana serigala hitam itu berlari. Tapi serigala itu terlalu lincah, jarak mereka berdua semakin jauh. Dalam sekejap serigala itu menghilang dari pandangannya lalu tergantikan dengan hamparan salju yang luas. Salju turun sewajarnya, badai telah berlalu, ’Akhirnya, sedikit lagi.. Acro-po-lis...’ pikirnya sambil berjalan sempoyongan.


Pandangannya menjadi gelap. Tubuh miliknya melemah, dan iapun terjatuh di tengah salju. Tidak jauh darinya, serigala hitam itu muncul lagi, dan duduk di sebelahnya.

//Masih ada yang harus kamu lakukan... IceBlow...//




Huufftt... masih chap 1 >__<

ehm, oh iya mungkin bakal banyak istilah yang kupakai
seperti 'domi-neko' = dominion neko atau seperti 'tita-emil' = titania setengah emil

Yup! cerita mulai bergeser dari fitur ECO  :laugh:
ughhh susahnya mw klik 'post' *keringat dingin
« Last Edit: July 07, 2017, 04:52:09 PM by EsTiup »

Offline faikid

  • * Starlite Chronicles
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2176
  • Cookie: 45
  • Cintailah apa yang menurutmu pantas untuk dicintai
Re: [ECO Fanfict] Artificial War
« Reply #6 on: October 21, 2013, 10:59:48 PM »
yang kayak gini nih minta cepet-cepet di tagih... Ch 2 jgn lama2 ice..!!!
C'est de la vie! Naze ka sore ga ima ichiban no takaramono
ACCEL CHANGER, HENSHIN

Offline EsTiup

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 35
  • Cookie: 45
  • Together like a goup of wolves
Re: [ECO Fanfict] Artificial War
« Reply #7 on: October 24, 2013, 05:54:14 PM »
Time to update~!!
Hope you like it  :love:




Chapter 2, Five years later

-ShiningVanguard's Mansion, North Bridge-
Ice mengambil Neko-Neko Muffler dan mengenakannya di leher sama seperti yang biasa dikenakannya. Pemuda itu berjalan menuju sebuah kalender yang terpasang pada sebuah tangga kayu di kamarnya. ‘Tidak terasa sudah genap 5 tahun semenjak kejadian itu’.

Walaupun kini usianya sudah 20 tahun, ketakutan pada kejadian itu masih terasa jelas. Setelah kesadarannya pada hari itu menghilang di tengah hamparan salju, sekelompok pengembara yang kebetulan lewat datang menemukan dan menyelamatkannya. Salah satu dari mereka adalah Lexus, seorang BladeMaster dari Shining Vanguard. Dia adalah orang yang membawanya ke Acropolis. Setelah kejadian malam itu dilaporkan pada Rune, dengan segera dia mengutus Titania Military untuk memeriksa desa kecil itu dan hasil tak ditemukan satu pun warga yang hidup dan yang berhasil kabur maupun sekelompok orang berjubah hitam.

Ice mengambil jaket hijaunya dan keluar dari kamarnya, menyusuri koridor panjang yang membentang, pintu-pintu kamar yang berderet sepanjang koridor tertutup rapat mengisyaratkan bahwa tempat itu sepi nyaris tak berpenghuni. Ice kemudian berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu.

Sesampainya di ruang tamu, seorang Tita-mermaid berambut biru muda yang bermata biru laut keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk di lehernya, “Hmm? Sudah mau keluar?” tanya pemuda itu sambil mengeringkan rambutnya.

“Yup! Kau mau ikut, Vix-Chan?”.

“ehm.. sepertinya aku pass kali ini. Ajak yang lain saja... Hahaha, tapi kurasa mereka sedang sibuk dengan pekerjaan mereka, oh ya Ice, kurasa kau perlu mengubah kebiasaan burukmu memanggil nama anggota ring dengan sebutan sesukamu.“ jawabnya sambil berjalan ke arah dapur. Domi-neko itu hanya membalas dengan senyuman,

Setelah mengenakan jaket dan sepatunya, Ice berjalan menuju pintu keluar, “Eh iya, Vixzard. Jangan lupa nanti jam 11 malam kumpul di DownTown, tempat biasanya ya~”

“Malam sekali.... akan kuusahakan”.

Pemuda itu tersenyum lebar dan membuka pintu dan kemudian meninggalkan Vixzard sendirian. Sedangkan Tita-mermaid itu mulai menuangkan segelas susu dan meminumnya. ‘5 tahun yang lalu...’.

-North Bridge, Acropolis
Udara dingin berhembus lembut menyambut Acropolis. Sambil berjalan ke utara, Ice berkunjung ke sebuah toko bunga tidak jauh dengan pintu gerbang Uptown.

“Ohhh!! Paman Ice!” seorang gadis kecil menyambut kehadirannya, “paman pesan bunga seperti biasanya?”.

“Yup! Tanomu, Miruki-Chan..”.

Gadis kecil itu berlari ke dalam toko. Dia bergegas mengambil sebuah karangan Light Flower dan memberikannya kepada Domi-neko itu. “Paman, ini, kuharap teman paman bisa beristirahat dengan tenang”.

“Terimakasih, Miruki!” balasnya sambil mengelus kepala gadis itu. “Oh iya tolong sampaikan salam pada ibumu, aku akan segera membayarnya”.

“Tehee~ tenang saja, serahkan semua padaku”.

Ice melambaikan tangannya ke arah gadis itu dan melanjutkan perjalannya.




Hehehe, btw terimakasih kepada orang2 yang sudah memperbolehkan nama ring/charnya  digunakan dalam pembuatan cerita ini.
« Last Edit: July 07, 2017, 04:55:32 PM by EsTiup »

Offline faikid

  • * Starlite Chronicles
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2176
  • Cookie: 45
  • Cintailah apa yang menurutmu pantas untuk dicintai
Re: [ECO Fanfict] Artificial War [Ch. 2]
« Reply #8 on: October 26, 2013, 01:18:21 PM »
Hmm, saran dikit ice, bisa dipanjangin gk story-nya. kesannya tllu pendek aja sih :(
C'est de la vie! Naze ka sore ga ima ichiban no takaramono
ACCEL CHANGER, HENSHIN

Offline EsTiup

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 35
  • Cookie: 45
  • Together like a goup of wolves
Re: [ECO Fanfict] Artificial War [Ch. 2]
« Reply #9 on: October 26, 2013, 04:53:27 PM »
Owh okey, i will do with all my best >__<

*mengumpulkan tenaga  :sembah: