Author Topic: [ECO Fanfict] Artificial War [Ch. 12]  (Read 3731 times)

Offline EsTiup

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 35
  • Cookie: 45
  • Together like a goup of wolves
Re: [ECO Fanfict] Artificial War [Ch. 12]
« Reply #30 on: July 14, 2017, 12:09:40 PM »


Chapter 12, Highest Floor of Abadoned Tower
-Upper Floor, Light Tower-
Setelah menaiki belasan lantai dan ribuan anak tangga sebuah gedung tua yang berhenti di tengah renovasi, mereka langsung dapat melihat langit kelabu dengan angin bertiup kencang. Walau hari sudah siang dan tidak ada salju turun, udara di atas gedung itu tetap dingin menembus kulit.

Lantai teratas gedung itu berupa lantai yang tak beratap, tidak jauh dari tangga masuk, terdapat panggung pada tengah ruangan. Di atas panggung itu terdapat sebuah patung melayang berbentuk kepala harimau dengan sebuah bola kristal kuning besar yang dikelilingi batu kecil mirip dengan kristal berwarna biru. Salah satu patung pelindung Acronia, Gwyn Tegra.

“Thats it!!” Lisa bergegas menuju batu itu.

“Hoahh kukira orang misterius itu sudah sampai di sini terlebih dahulu” Hau mengusap keringatnya.

Nino melemparkan medali berwarna putih berukir harimau kepada Lisa. Titania itu dengan refleksnya langsung menangkap medali itu dan mengarahkannya pada bola kristal. Seketika itu bola beserta patung dan medalinya bersinar terang dan hancur berkeping-keping.

“Sekarang Gwyn Tegra tidak bisa di sentuh oleh Ouroborus” Ice mengamati setiap serpihan yang berterbangan yang perlahan menghilang, “-dan.. kita tidak bisa melihat Gwyn lagi...”

“West Protector telah hancur” jawab Crush dengan dingin.

/Tapi kekuatan ikatan tersebut tidak akan hilang, walau aku pergi/

Mata mereka terbelalak dan melihat sumber suara itu berasal. Seekor Sabertooth putih bercorak seperti harimau tetapi berwarna biru dan bertaring panjang muncul di depan mereka. Tubuhnya gagah perkasa dengan mata bersinar memancarkan semangat yang tak pernah padam.

“Gwyan Tegra..? Bagaimana mungkin?” tanya Candy terheran-heran.

“Kalau begitu cepatlah pergi dan jangan repotkan kami lagi” Crush berpaling dan berjalan meninggalkan mereka, “Karena tidak ada kabar dari Hiyuu, ayo kita ke selatan”

/Kau benar Crush, tetapi seharusnya kau tetap bersama temanmu. Malapetaka akan terus mengejarmu jika terus meninggalkan temanmu.../

Ucapan harimau itu membuat Titania Blademaster itu menghentikan langkahnya sejenak, dan menolehkan kepalanya. Rekan-rekannya hanya bisa diam dan mengira Titania itu akan marah, tapi sebaliknya, pemuda itu justru tersenyum.

“Kau membuatku mual, Gwyn. Aku akan menunggu hari itu tiba” jawabnya dan kemudian berjalan pergi menuruni tangga.

“Crush!! Tu-tunggu!!” Candy menyusulnya.

/Kurasa kalian perlu menyusulnya, sepertinya Ouroborus juga mengambil langkah bahkan bisa jadi mendahului kita.../

Semuanya menggangguk dan bergegas menyusulnya. Ice melirik pada kucing besar putih itu “Gwyn Tegra.... apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”

/Mungkin iya, mungkin tidak/ harimau itu duduk manis dan kemudian tubuhnya memudar  menjadi transparan, /-tapi auramu mengingatkanku pada sahabat baikku.. Lykaios/

“Lykaios?” sebelum pertanyaannya terjawab, Gwyn telah menghilang meninggalkan mereka.

-Morg City-
Sesaat kembali ke kota utama wilayah barat, mereka memesan tiket airship menuju wilayah selatan Acropolis. Lisa dan Nino tidak ikut bersama mereka, kedua orang itu menjaga kota Morg dan wilayah sekitarnya dengan bantuan orang-orang di sana dan beberapa anggota ringnya dari serangan Ouroborus. Ice, Hau, Crush, dan Candy menaiki airship berukuran cukup besar menuju selatan. Dan lepas landas.

Lisa dan Nino melihat kepergian mereka, “Kuharap mereka akan baik-baik saja.”

“Hei, Lisa, bagaimana kalo kita juga mencari info tentang Ouroborus?”

“Ide bagus”