Author Topic: [ECO Fanfic] A Certain Angelic Sadist [Oneshot]  (Read 2477 times)

Offline whyyou

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 790
  • Cookie: 53
  • 大丈夫だよ!
[ECO Fanfic] A Certain Angelic Sadist [Oneshot]
« on: September 04, 2015, 08:21:20 AM »
Author's note

Haihai :hi:

Karena kesambet, akhirnya saya pun menulis fanfic ini.

...oke, ngga cuma gara2 kesambet

Sebenernya fanficnya dibuat sebagai sarana penulis belajar menulis fighting scene, meski sepertinya... gagal total.

Enough rant.

Selamat menikmati~
Kalo ketemu ada typo ato ada yang rada mengganjal, kasih tau ya~




Oh iya, fanfic ini mengambil setting dari fanfic sebelah yang updatenya udah lama ditungguin ngga nongol2



Underground Force HQ, siang hari.

“Kak Serix~”

Suara iblis kejam—*uhuk*—suara halus seorang perempuan terdengar memanggilku, bersamaan dengan bunyi derap langkah yang semakin lama semakin keras.

Aku harus cepat-cepat mengung—

*brak*

Pintu ruang kerjaku terbuka dengan bunyi keras, dan sesosok ibl—gadis berambut pink keunguan berdiri dibaliknya. Ibli—Gadis itu tersenyum manis dengan kedua tangannya dibelakang, sosok yang sungguh manis--apabila tidak membawa sabit seukuran tubuhnya, tentunya.

Sial, terlambat.

Sambil mengutuk diri sendiri, aku merapalkan Invisibility. Cahaya putih perlahan menutupiku dari bawah. Namun, saat sudah setengah jalan,

“Eh?! Puppet!”

Tubuhku tiba-tiba menjadi kaku. Cahaya yang menutupiku perlahan memudar. Bahaya.

“Kak Serix nggak boleh kabur! Eryn, bantu aku!”

“Baiik!”

Ibli—Gadis itu masuk ke dalam ruang kerjaku dengan satu tangannya terarah padaku. Aku melihat beberapa utas benang keluar dari jari-jarinya. Benang-benang tersebut mengikatku, membuatku tidak dapat bergerak. Tangan lainnya menyandarkan sabit yang dipegangnya sedari tadi di dinding terdekat.

Marionettist memang menyeramkan.

Beberapa saat setelah ibli--gadis itu masuk, sesosok Titania terlihat kehabisan nafas. Titania itu—Eryn—menyandarkan tubuhnya ke dinding di koridor di depan ruanganku, mengistirahatkan tubuhnya yang (sepertinya) dipaksa berlari (terbang?) melewati batasnya.

“Kak....Allu...haah...cepat....sekali...haah...” ucap Eryn terengah. Yah, tidak heran. Dibandingkan dengan Eryn, ibli—gadis berambut pink tersebut jauh lebih bertenaga karena sering berkeliaran mencari tanaman-tanaman misterius dan berbahaya.

Iblis manis berambut pink itu—Allu—berbalik menghadap Eryn, satu tangannya di pinggang, tangan lainnya menunjuk Eryn, dan berkata, “Kamu lambat, nanti temani aku berkeliling Momo Plains ya!”

Eryn hanya mengangguk tidak berdaya.

Aku menelan ludahku, lalu dengan nada senormal mungkin berkata, “Eh, ada Allu dan Eryn. Ada urusan penting apa kalian kesini?”

Eryn hendak membuka mulutnya, namun urung dibawah tatapan Allu. Aku pun ikut menjadi target tatapannya.

Mengerikan.

“Kak Serix sendiri, kenapa tadi mau menghilang kak? Kami adik-adikmu yang lucu ini kan kangen sama kakaknya yang introvert ini~” Allu berujar ringan sambil tersenyum lebar.

Ini berbahaya. Keringat dingin perlahan menyelimuti tubuhku. Tanpa menunggu jawabanku, Allu mengambil sabitnya, lalu dengan cepat mengayunkan bagian tumpulnya ke arah kepalaku. Yang kuingat setelahnya hanyalah rasa sakit, dan kegelapan total.

***

Rasanya kegelapan itu hanya bertahan beberapa detik saja. Aku membuka mataku perlahan. Yang terlihat di depanku ialah langit biru. Aku mencoba untuk bangun. Punggungku rasanya sedikit panas. Kenapa ya?

“Kak Serix! Ayo duel!” Allu berteriak dengan semangat sambil menunjukku. Yang benar saja. Aku baru saja siuman dan yang diucapkan pertama kali adalah hal seperti itu?

Tentu saja aku tidak mengucapkan hal itu. Aku masih sayang nyawaku.

“Baiklah, jika aku menang, jangan ganggu aku ya.” Aku mengiyakan ajakan duelnya. Allu pun menyatakan syaratnya jika ia menang, “Jika aku menang, kakak harus menemani kami berkeliling ya!” Aku mengangguk.

Aku berdiri dan mengambil sebuah tongkat kecil yang berbentuk seperti ranting pohon. Untuk permainan anak-anak seperti ini, aku tidak perlu sampai menggunakan senjata terkuatku, kan?

Aku dengan segera menyesali pilihanku. Lawanku menggunakan sabit merah besar yang ukurannya melebihi ukuran tubuh pemiliknya. Oi, sebegitu inginkah dirimu merodiku, wahai adikku yang cantik?

Aku memasang physical barrier dan magic barrier lalu memakai catty booster milikku. Kuaktifkan Ignite agar gerakanku sedikit lebih cepat. Sepertinya Allu berpikiran sama denganku. Ia memakai catty booster...papa? Oi!

Eryn pada duel ini bertindak sebagai jurinya. Ia mengeluarkan sekeping emas dari saku kimono birunya.

“Pertandingan dimulai saat koin ini menyentuh tanah ya!” Eryn kemudian melemparkan koin emas tersebut ke udara. Aku dan Allu saling berhadapan. Ia menatapku serius. Sepertinya aku tidak boleh menahan diri.

Ketika suara dentingan logam terdengar, Allu langsung menggunakan marionette miliknya untuk berubah menjadi Nymph. Ia kemudian memanggil marionette lain, sang burung api Homura. Perasaanku tidak enak.

Benar saja, lingkaran sihir muncul di bawah kakiku. Tanpa menunggu lama, lingkaran itu aktif dan menghasilkan pusaran api. Blazing Tornado.

Aku teleport ke arah samping. Pusaran itu luput hanya beberapa meter saja dari jarak maksimal teleport-ku. Fiuh. Aku kembali fokus ke Allu. Namun...

Dia tidak terlihat.

Celaka, aku lengah. Ia tiba-tiba muncul di sampingku dengan bentuk marionette Electell, lalu mengayunkan sabitnya. Aku bergerak menghindari ayunan itu, tetapi...

“Homura, Back Draft!”

Homura yang sekarang berada di belakangku mengeluarkan hawa api di depannya. Sial, kalau sudah begini...

Aku teleport ke belakang Allu. Ia sepertinya tidak menyangka aku akan mendekatinya. Aku membuat sebuah Magic Globe dan mendorong Allu mundur ke arah Homura. Ia memanggil kembali summon-nya lalu mengacungkan tangannya ke arahku.

“Marionette Discharge!” Whoops, aku terkena sebuah gaya dorong yang cukup kuat. Sambil sedikit terdorong, aku memanggil dua buah pedang sihir lalu meluncurkannya ke arah Allu. Kedua pedang itu hanya menggores sedikit bagian lengannya. Sepertinya menggunakan sihir tanpa konsentrasi sulit juga.

Lingkaran sihir berwarna merah tiba-tiba muncul di bawah kakiku. Lalu, area lingkaran tersebut meledak hebat, membuatku terpental ke arah samping. Untung tidak kena telak.

Ledakan tersebut membuat area duel tertutup tanah yang berterbangan. Aku melihat sekelebat cahaya merah dari debu tanah tersebut. Tanda bahaya. Aku teleport ke samping sejauh mungkin. Sebuah bola api raksasa menghantam tanah tempatku tadi berdiri. Debunya mulai menipis, dan yang kulihat ialah Allu sedang duduk di pundak salamander raksasa.

Pundak Fire Marionette King. YANG BENAR SAJAAA!!

“Oi! Niatmu itu merodi atau membunuh, hah?!” Aku sontak berteriak. Maksudku, melawan kakakmu sendiri dengan memanggil dewa elemen bukankah berlebihan?! Kakakmu sendiri lho! Rasanya aku ingin sekali pergi ke suatu ujung tebing dan berteriak, tapi saat ini situasinya lebih kritis dari itu.

Dan sang summoner hanya menatapku keheranan. “Loh, kalau aku ngga manggil dia, mana bisa aku menang lawan kakak, kan?”

......Ngga salah sih.

Sepertinya aku memang harus serius. Bukan untuk menang, tapi untuk bertahan hidup. Aku mengeluarkan gulungan yang berisi sihir angin, lalu menggunakannya ke salamander raksasa itu. Salamander itu terhuyung terkena rentetan sihir angin tanpa henti, lalu perlahan menghilang kembali ke dunianya.

Bukan, bukan alam baka.

Baru saja aku hendak menghela nafas lega, tiba-tiba sekelilingku menjadi gelap. Saat aku melihat kebelakang, terdapat seekor lobak raksasa di belakangku, bersiap untuk menginjakku.

Seekor lobak.

Allu pasti benci sekali padaku.

Aku teleport ke belakang lobak itu, lalu dengan kekuatan penuh aku menembakkan Energy Bomb ke arahnya. Ketika proyektil Energy Bomb menyentuh lobak itu, ia terhuyung ke depan. Namun, sebelum ledakannya muncul, lobak itu sudah menghilang.

Kali ini di depanku muncul dua Nymph raksasa. Kedua Nymph tersebut telah bersiap untuk melepaskan sihirnya ke arahku. Sial.

Aku mengaktifkan Reflect, memantulkan salah satu sihir Nymph tersebut. Nymph itu langsung kembali ke alamnya. Namun, sihir dari Nymph yang satu lagi mengenaiku dengan telak. Aku terdorong mundur beberapa meter. Sakit sekali.

Ketika aku kembali fokus ke Allu, ia sudah selesai merapal mantra untuk memanggil Marionette King lainnya. Kali ini ia memanggil mandragora raksasa. Mandragora itu tanpa basa-basi meluncurkan sihirnya yang berupa gelombang yang kuat. Aku meaktifkan Reflect, mengirim mandragora itu kembali ke alamnya. Aku bergerak cepat mendekati Allu agar ia tidak menggunakan Marionette King yang area serangannya luas. Allu mengacungkan tangannya ke arahku. Secara refleks aku memanggil tembok sihir. Serangannya mengenai tembok itu, dan mengeluarkan bunyi gaung yang keras disertai gumpalan debu. Aku bergerak menuju pusat gumpalan debu tersebut lalu memanggil doppelganger. Setelah itu aku menjauh dengan teleport lalu menghilang dengan invisibility. Aku kemudian bergerak memutar ke belakang Allu. Ia sedang bertarung melawan bayanganku. Baguslah.

Doppelganger itu hanya bertahan beberapa detik dibawah tebasan dan ayunan sabit Allu, namun beberapa detik itu sudah cukup untuk bergerak ke belakang Allu. Ketika aku fokus untuk memanggil beberapa pedang sihir...

*BOOM!*

Tanah di bawah kakiku meledak. Rupanya ia menanam bom waktu disini. Untungnya aku sempat mengaktifkan solid aura-ku. Namun, saat aku hendak memanggil ulang pedang sihirnya, tubuhku mendadak tidak bisa digerakkan.

Puppet. Sial.

Allu menghantamkan sisi tumpul sabitnya ke tanah, menimbulkan debu di sekitarku. Lalu, dari arah depan muncul botol-botol berisi suatu cairan yang dilempar ke arahku. Botol-botol itu pecah di dekatku, menyipratkan isinya ke arahku. Mendadak tubuhku merasa lemas.

Botol-botol tersebut berisi racun. Dan terdapat tidak kurang dari 10 botol dilemparkan ke arahku secara bersamaan.

Allu, kejaaaaaaaaaaammm!!!

Efek dari Puppet miliknya telah hilang, namun kekuatan tubuhku pun rasanya ikut hilang setelah terkena cipratan racun-racun berbahaya tersebut. Aku terduduk lesu, tidak kuat untuk mengangkat bahkan tongkat rantingku. Allu mendekatiku dengan wajah tersenyum lebar. Ia berjongkok di depanku dan menatapku dengan senyum penuh kemenangan, dengan sebuah botol berisi cairan berwarna ungu terjulur ke arahku.

“Menyerah, kak?”

Tidak ada pilihan lain. Aku mengangguk, tidak bisa membuka mulutku untuk menjawabnya.

Hari itu, aku mengenal secara harfiah apa yang mereka sebut sadist.
« Last Edit: September 04, 2015, 08:29:07 AM by whyyou »
すべてが始まったとき、すべてが終わった

Silver Bullet - パンデモニウム - Sanctuary
Random sumpah
See you later, my little angels...

Offline Mizura

  • Apprentice of Songs
  • **
  • Posts: 1316
  • Cookie: 56
Re: [ECO Fanfic] A Certain Angelic Sadist [Oneshot]
« Reply #1 on: September 05, 2015, 11:33:24 PM »
prelude: lobak adalah sayur yang sangat kejam. lobak adalah musuh kita bersama.

hola thus. sori baru sempet muncul, tapi akhirnya sekarang bisa komen di sini.
alluminia dimana-mana sadiz bingitz ya, suka deh. #...
saran kripik apa ya... paling anu sih. kan eco udah mokad beberapa tahun yang lalu, jadinya ingatanku soal beberapa skillnya eco sedikit... karatan... i dont even know wat iz solid aura /derp
mungkin bisa disiasatin pake deskripsi yang menurutmu pas aja. apa sih warnanya solid aura itu. soid aura itu rasanya kayak gimana. pas pake ngerasa apa. bling bling kah. waw. serix bling bling. #stahp
eniwei, nais kombek, thus. i liek it. \o/

Spoiler for why:
aku kmrn baca yang versi 'fic ini ambil setting dari fic sebelah yang ga apdet2' dan

... i suppose it's fair /sobs /SOBSGROSSLY
·············································································································································
▉ Don't grow up too fast & don't embrace the past; life's too good to last & I'm too young to care
·············································································································································

Offline whyyou

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 790
  • Cookie: 53
  • 大丈夫だよ!
Re: [ECO Fanfic] A Certain Angelic Sadist [Oneshot]
« Reply #2 on: September 10, 2015, 09:38:50 PM »
agak galau sebenernya, kalo nulis deskripsi kadang suka kebablasan
paling parah deskripsinya jadi 1 chapter soalnya :gone:

Spoiler for Hiden:
trus mignonya kapan :gone:
すべてが始まったとき、すべてが終わった

Silver Bullet - パンデモニウム - Sanctuary
Random sumpah
See you later, my little angels...

Offline sinoSOU

  • Lord of Love Conquest
  • Apprentice of Songs
  • *****
  • Posts: 1421
  • Cookie: 68
  • it's time to get up
Re: [ECO Fanfic] A Certain Angelic Sadist [Oneshot]
« Reply #3 on: September 10, 2015, 10:41:23 PM »
Wwww, cmn nemu tulisan aneh di awal2, ibl sama ibli... terus bagian bawahnya iblis.
Ga tau mksdnya dr awal mau nulis iblis tp ga jadi atau sebutannya ibli.

Btw thus, ceritanya sadis, penuh siksaan.
Good job allu, hohoho
my char is orange Princess - Sweets - Sweet - Yakult - Yogurt - Eilie - Calista and Cio-Petite-Lyx @ Zinnia

Offline whyyou

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 790
  • Cookie: 53
  • 大丈夫だよ!
Re: [ECO Fanfic] A Certain Angelic Sadist [Oneshot]
« Reply #4 on: September 11, 2015, 09:30:37 PM »
Wwww, cmn nemu tulisan aneh di awal2, ibl sama ibli... terus bagian bawahnya iblis.
Ga tau mksdnya dr awal mau nulis iblis tp ga jadi atau sebutannya ibli.

Btw thus, ceritanya sadis, penuh siksaan.
Good job allu, hohoho

semacam... ngga jadi ngomong "iblis"

trus akhirnya malah kelepasan ngomong terus

.......ya begitulah
すべてが始まったとき、すべてが終わった

Silver Bullet - パンデモニウム - Sanctuary
Random sumpah
See you later, my little angels...