Author Topic: Rebirth Of The Legendary [END]  (Read 18593 times)

Offline Loveandfreakz

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 479
  • Cookie: 45
    • http://friendster.com/littledina
Re: Rebirth Of The Legendary
« Reply #110 on: July 15, 2008, 08:32:47 PM »
@cc sacchan

SU c ratingnya :mrgreen:

anak bandel is back :p

Interview With Alisa


Sebelum kumulai, boleh aku bertanya? Apa yang terjadi pada Cheryl?
“lebih baik kau tidak tahu…terlalu kejam…”

Ok2…kalau gitu, kita mulai saja…pertama…kau bertemu dengan nova, sudah berapa lama?
“hmm…tidak ingat…”

Swt…kalau begitu, kapan pertama kali kau bertemu arus?
“sejak kecil tuh, kan…tuan arus memeliharaku…sejak aku masih telur…”

Wah…berarti sudah lama sekali ya…apa kau merindukan arus?
“hmm…kadang ya…tapi, tuanku yang sekarang juga baik kok…”

Apa kau tidak punya perasaan lain pada tuanmu?
“tidak, mereka adalah majikanku, itu saja…”

Hanya ingin tahu, seberapa besar rasa setiamu pada tuanmu?
“aku akan melakukan apa saja demi mereka, meskipun aku harus mengkhianati semuanya…”

Kau sangat menyayangi tuanmu ya?
“tidak, aku sangat menghormatinya”

Tapi, tampaknya kau sering menggoda nova…
“karena menggoda tuanku yang ini menyenangkan sih :D

…katanya hormat…?
“hormat kan tidak harus selalu…”

Hmm…kekuatanmu itu, apa saja?
“untuk iseng atau untuk bertarung?”

Dua2nya deh…
“untuk bertarung, aku bisa menyemburkan api, berubah jadi naga…dll :p”

…kalau untuk iseng…?
“bisa berubah bentuk…terus…rahasia dong, nanti kan jadi gak bisa iseng lagi :p”

…oh begitu…oh ia, kenapa kau selalu bertengkar dengan Cheryl?
“karena dia dulu mengambil makanan bagianku…”

…hanya itu…?
“ia, memangnya mau apa lagi?”

*pusing*tidak…tidak apa2…terima kasih atas kesediaannya untuk menjawab…
“yah, sama2 deh…berikutnya giliran tuanku ya? Tolong tanyakan semua yang bersifat pribadi ya, aku ingin mendengarnya…”

Ya…tidak janji…

-end-

*kabur*

Offline Loveandfreakz

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 479
  • Cookie: 45
    • http://friendster.com/littledina
Re: Rebirth Of The Legendary
« Reply #111 on: July 20, 2008, 10:15:58 AM »
nyo...

mendukung pembunhuan klibo...

Rebirth 86: Rage

“apa…kita…benar2 tidak bisa menang?” tanya dina, sambil melihat tubuh Cheryl dan lourine yang sudah tidak bergerak lagi.

“pasti masih ada cara…” jawab nova, berusaha menenangkan dina.

“baiklah, permainan kita mulai lagi!!!!” kata sang akhir. Seketika itu, ada sesuatu yang keluar dari dalam dirinya, membuat dina, nova, alisa, dan katsu tidak bisa bergerak. Mereka semua merasa ketakutan, ketakutan akan sesuatu.

“ada apa?? Kenapa kalian tidak bergerak??” tanya sang akhir. Sepertinya, dia tidak menyadari dia telah mengeluarkan sesuatu.

“perasaan takut apa ini….? aku…aku bahkan tidak berani untuk menggerakkan tubuhku sedikitpun…” gumam dina.

“kalau tidak mau, biar aku yang menyerang duluan!!!” kata sang akhir.

Dia langsung mengarahkan serangannya pada dina, mungkin karena dia ingin menghabisi siapa yang kekuatannya sudah diketahu duluan. Katsu berusaha bergerak, tapi dia bahkan sudah tidak sanggun berdiri lagi. Untungnya, nova berhasil bergerak, dan menahan serangan sang akhir, tepat dari depan.

“tuan!!!!!!!” teriak alisa, sambil ikut menahan serangan sang akhir.

“nopa!!!! Alisa!!!!” teriak dina, ketika keduanya menahan serangan sang akhir, dan tiba2 saja terbungkus oleh bola hitam.

“hmm…mereka terkena bola kegelapanku….kasihan…padahal aku ingin bermain2 dengan mereka nanti….” Kata sang akhir.

Tapi, bola itu tiba2 terbelah dua, mengeluarkan sebuah cahaya putih dari dalamnya. Dari dalam, terlihat sosok seorang knight, mengenakan armor serba putih, dan sangat tertutup sekali, hampir tidak ada celah, kecuali di bagian wajah.

“huff…aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku selamat…” kata nova.

“tuan, kita…kita bergabung…” suara alisa terdengar dalam pikiran nova.

“benarkah?” tanya nova.

“ya, seperti Cheryl dan lourine….” Jawab alisa.

“nopa? Dimana alisa?” tanya dina.

“kami bergabung….” Jawab nova.

“kenapa aku jadi sebal ya mendengarnya….” Kata dina, tiba2 saja dia sedikit merasa cemburu.

“sudah jangan bahas itu dulu….” Kata nova.

“wah….lagi2, ada yang bergabung….” Kata sang akhir, “ini akan menyenangkan, untung kau terkena seranganku duluan!!!!”

“kau….kau benar2 tidak bisa dimaafkan….bisa2nya kau berkata seperti itu, setelah kau hampir membunuhnya????” seru dina, sambil menyerang sang akhir. Tapi, semua serangannya dengan mudah ditahan oleh sang akhir.

“kakak….kau sama sekali tidak berkembang ya….” Kata sang akhir.

“dina!!! awas!!!!” teriak nova, sambil menarik dina, tepat saat sang akhir berniat menusuk dina dengan pedangnya, “hati2…”

“ia…maaf…aku terbawa emosi….” Jawab dina.

“wah2….mesra sekali kalian…” kata sang akhir.

“diamlah….” Nova mengangkat pedangnya. Pedangnya kemudian mengeluarkan sinar yang terang, bahkan lebih terang dari saat dia berlatih.

“ini harus berhasil!!!!” gumam nova.

Dia kemudian menghantamkan pedangnya ke tanah, menimbulkan ledakan yang sangat besar, mengguncangkan tanah di sekitar situ.

“katsu!!! Berubahlah jadi kecil, agar lebih aman!!!” kata dina, sambil berusaha menjaga keseimbangan.

Katsu menurutinya, dia berubah menjadi kecil, dan dina langsung mengangkatnya. Tepat saat dia mengangkatnya, sebuah tiang telepon jatuh, menimpa tempat dimana katsu tadi berada.

“kekuatannya….tidak bisa dibayangkan….hebat juga dia!!!! Akan menyenangkan untuk mencoba menahannya!!!!” kata sang akhir.

“ini belum selesai!!!!” kata nova, dia kemudian menginjak pedangnya, menancapkannya di tanah lebih dalam lagi, membuat ledakan dan guncangan yang lebih besar lagi.

Ketika guncangannya semakin besar, sehingga dina tidak bisa lagi berdiri. Dia memutuskan untuk berlutut saja, tapi dia tidak menyadari bahwa sebuah antenna rumah sedang menuju arahnya, dengan ujung yang tajam mengarah ke dirinya. Katsu melihat itu, dia kemudian berubah menjadi bentuk besarnya, berusaha berdiri, menahan rasa sakit di kakinya, dan berusaha bertahan dari guncangan, untuk melindungi dina. Katsu terkena antenna itu tepat di badannya, dan menembus sampai tanah.

“katsu!!!!!!!!!” teriak dina. dia berusaha mencabut antenna itu, tapi sia2, antenna itu tidak bisa bergeming sama sekali.

“dina…untung…kau….selamat….” kata katsu, “kau…terima kasih telah menemaniku selama ini…..aku sangat senang….”

“katsu….tidak!!!! kau….kau tidak boleh mati!!!!” teriak dina.

“cukup mengejutkanku…..kekuatannya….lebih besar dari yang kubayangkan….” Kata sang akhir.

Dina melihat ke arah sang akhir, dan melihat bahwa pedang milik sang akhir menembus armor milik nova, tepat di lehernya.

“nopa!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak dina, perasaan sedihnya tidak bisa tertahankan lagi, melihat semua teman2nya mati satu persatu.

“tapi…rupanya masih kurang untuk mengalahkanku….” Kata sang akhir.

“kau….semua temanku….menjadi seperti ini….” gumam dina.

“ya…itu nasib mereka, lagipula, ini memang tugasku….” Jawab sang akhir.

Saat itu, tiba2 saja pedang dina mulai berubah. Ukurannya membesar, dan warnanya mencampur antara merah, biru, dan putih, serta bentuknya menjadi bergerigi, tapi dengan kesan senjata kali ini lebih dapat melukai apapun yang disentuhnya.

“kau tidak akan kumaafkan…..tidak akan pernah!!!!!!!!” teriak dina.

To be continued…

nyo...

@_@

Offline Loveandfreakz

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 479
  • Cookie: 45
    • http://friendster.com/littledina
Re: Rebirth Of The Legendary
« Reply #112 on: July 22, 2008, 08:53:53 PM »
yup, apo :p

wawancara nopa nih~

PS: aq sama sekali gk edit, semua jawaban dan tulisan di sana murni dari nopa sendiri T_T
2. Kalo dibilangin nurut pls... jgn bandel... tar ngerepotin orang lho~~
Itu dulu d... yang laen masi bisa d toleransi eheheh”

-ada pesan buat penulis?
”Ehem bagi penulis, makaci kontrak caya d perpanjang… karena blakangan sebagai karakter d komik sulit mencari kerjaan apalagi bbm naek… (kok ga nyambung?) ga ga maksud saya adalah ehem… terus maju~~ ampe nanti bikin buku komik beneran ya hahahaha oh iaaaa 1 lagi jgn bikin kesannya nopa serius banget dunk… aq kan cape harus pasang tampang serius mulu :)
“Moga” hubungan kita tidak pernah hilang (kaya apaan aja…) dan smoga yang baca juga semakin senang ^^ c u in the next episode of Rebirth :P

 ~Next Generation of Rebirth~
Seal: Rebirth Character Team (SRTC) ©
Dina Production®

Note: ini original dari nopa loh, sama sekali gak aq edit, Cuma tambahin yg di atas aja ^^

Offline nizami

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 1136
  • Cookie: 54
  • i am back being just a lurker...
    • Travelers of Destiny, a Seal Online fanfiction
Re: Rebirth Of The Legendary
« Reply #113 on: July 24, 2008, 07:43:01 PM »
kt dina wawancara dina dulu :D
arin_armitage: gmn perasaanmu saat first kiss?
arin_armitage: =))
dina.tanoto: errr
dina.tanoto: malu tapi
dina.tanoto: tapi
arin_armitage: tapi...
dina.tanoto: seneng jg c
dina.tanoto: XDXDXD
dina.tanoto: a
dina.tanoto: a
dina.tanoto: naikin
dina.tanoto: a
dina.tanoto: XD
arin_armitage: enak tidak jadi tokoh utama?
dina.tanoto: hmm...
dina.tanoto: enak juga...
dina.tanoto: tapi ya kdng gk enak jg c
dina.tanoto: xD
arin_armitage: apa enaknya?
dina.tanoto: hmm...
dina.tanoto: enaknya
dina.tanoto: sering muncul
dina.tanoto: terus
dina.tanoto: bs ma nopa trus
arin_armitage: ga enaknya?
dina.tanoto: sering muncul kan cap
dina.tanoto: cape
dina.tanoto: xD
arin_armitage: =))
arin_armitage: sama lourine sbrnya musuhan ato temenan sih?
dina.tanoto: musuhan :D
arin_armitage: o0o
arin_armitage: memangnya chris cocok ama lourine yah?
dina.tanoto: cocok banget
dina.tanoto: chris kan playboy
dina.tanoto: lourine kan anti playboy
dina.tanoto: jd bs dihukum
arin_armitage: wew.... seneng ya melihat penderitaan orang lain? --a
dina.tanoto: gak
arin_armitage: asalkan ga ada yg ganggu nopa lagi
dina.tanoto: biar chris tobat
arin_armitage: =))
dina.tanoto: nah
dina.tanoto: itu salah satunya
dina.tanoto: yg tersembunyi
dina.tanoto: XD
arin_armitage: umm apa lagi ya?
arin_armitage: gmn waktu latihan ama duran?
arin_armitage: serem?
dina.tanoto: durannya serem
dina.tanoto: tp
dina.tanoto: dia baik ternyata
dina.tanoto: hehehe
arin_armitage: baik mana ama nopa?
dina.tanoto: nopa dong jauh
dina.tanoto: :D
arin_armitage: ngomong2
arin_armitage: kok bisa ga tau klo katsu itu jantan?
dina.tanoto: abis
dina.tanoto: kalo dia lg bentuk imutnya
dina.tanoto: gk keliatan jantan betina
dina.tanoto: dia jg gk blg
dina.tanoto: ¯3¯
arin_armitage: tapi waktu gede kan ayam jantan
arin_armitage: --a
dina.tanoto: abis gk perhatiin
dina.tanoto: biasa pas jd gde kan
dina.tanoto: pas battle
dina.tanoto: :D
arin_armitage: masa ga percaya ama cowo sendiri?
dina.tanoto: bukan
dina.tanoto: kalo nopa c percaya
dina.tanoto: tp chrisnya
dina.tanoto: gk percaya
arin_armitage: kan ktnya playboy... masa ho**? =))
dina.tanoto: yah
dina.tanoto: takutnya
dina.tanoto: aq kan blon kenal baik ma chris
arin_armitage: ya udah lah ^^
arin_armitage: kt dina
arin_armitage: mending bale tetep ada ato engga?
dina.tanoto: ehmmm
dina.tanoto: beberapa c mending ada
dina.tanoto: soalnya kan kalo semua bale gk ada...
dina.tanoto: katsu jg ilang...
dina.tanoto: trus kn ada bale baik juga...
dina.tanoto: tp
dina.tanoto: kalo bale jahat
dina.tanoto: itu masalahnya
arin_armitage: impian ke depan dina apa?
dina.tanoto: nikah ama nopa :D
arin_armitage: ^^
arin_armitage: satu lg
dina.tanoto: nyo
arin_armitage: sbg pewaris duran, aneh tidak malah jadiannya ama pewaris arus?
dina.tanoto: umm...
dina.tanoto: maksudnya?
arin_armitage: --a gpp sih
arin_armitage: toh dina pernah bilang, dina ya dina, duran ya duran kan
dina.tanoto: yah
dina.tanoto: kalo aq c
dina.tanoto: gak aneh
dina.tanoto: soalnya
dina.tanoto: siapapun duran
dina.tanoto: dia kan gak ada hubungan selain keluarga
dina.tanoto: jd
dina.tanoto: yaaaa
dina.tanoto: wajar aja
dina.tanoto: :)
arin_armitage: rencananya ada rebirth 2 nih
arin_armitage: pilih blademaster ato barbarian? :D
dina.tanoto: ditunggu aja yah :D[/quote]

brb ngakak dulu /heh
lurker on the move
bye bye forum~

Offline Loveandfreakz

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 479
  • Cookie: 45
    • http://friendster.com/littledina
Re: Rebirth Of The Legendary
« Reply #114 on: July 27, 2008, 03:46:36 PM »
akhirnya bagian wawancara selesai...mari kita lanjut ke cerita~!

Rebirth 87: Tragic Past

Sementara pedangnya berubah, baju milik dina juga berubah, menjadi warna abu2, dan di pundak kirinya terdapat sebuah pelindung berbentuk cakar.

“rupanya senjata kakak berkembang ya….tapi, bagaimana dengan kemampuannya?” kata sang akhir, sambil mengeluarkan beberapa gelombang tebasan, yang kesemuanya ditepis dina hanya dengan sebelah tangannya. Tangannya berdarah, tapi tampaknya dina sama sekali tidak merasakan sakit apa2.

“kau membuat teman2ku seperti itu….tiada maaf….” Gumam dina. Dia mengangkat pedangnya, dan membalas serangan sang akhir, membuat gelombang tebasan yang lebih besar.

Sang akhir yang masih menganggap remeh, memutuskan untuk menahannya dengan sebelah tangan saja. Tapi, ketika bersentuhan, tubuhnya langsung meledak, membuat luka yang cukup berat, membuatnya terkejut.

“apa yang…”

“ini….adalah…kemarahanku….” potong dina. Sebelum sang akhir sempat bereaksi apapun, dina sudah mengeluarkan sebuah gelombang tebasan lagi, membuatnya terluka lebih parah.

“tidak mungkin aku kalah dengan manusia!!!!!”

“mungkin saja….jangan pernah kau…meremehkan manusia…” kata dina.

Dina menyerang lagi, tapi sang akhir menghindar. Dia terbang ke atas, dan menyembuhkan lukanya. Tampak bahwa dia sama sekali tidak bisa menerima dikalahkan oleh manusia.

“tidak akan kubiarkan….manusia itu mengalahkanku!!!!” kata sang akhir.

Wujud sang akhir kemudian berubah lagi, kali ini bentuknya menjadi lebih mirip monster. Badannya membesar, kemudian berubah warna menjadi warna coklat mirip warna batu, kedua tangannya membesar lebih jauh, lebih besar dari badannya. Sementara kakinya, menjadi pendek. Sepasang sayap hitam berbentuk sayap malaikat kecil tumbuh dari punggungnya. Dua baris duri menyeruak keluar dari punggungnya, membuat semacam pelindung. Tiga pasang mata mengedip membuka, dari pundak, di dekat bagian lengan, dan di bagian dadanya.

“jadi itu bentuk aslimu ya…” kata dina.

Sang akhir turun dan mendarat dengan menimbulkan guncangan di sekitar situ, tapi dina bahkan sudah tidak perduli lagi, yang dia pikirkan hanyalah mengalahkan sang akhir, membalaskan dendam teman2nya.

“kau akan kuhabisi, selanjutnya, seluruh manusia….” kata sang akhir. Tangannya yang besar dan kekar, menunjuk ke arah dina.

“memangnya aku peduli…..” kata dina, “yang penting….adalah kau mati…selanjutnya, aku tidak perduli lagi….meskipun tubuhku ini harus hancur….” Lanjutnya.

Saat itu, terlihat bahwa sedikit demi sedikit, pedang milik dina menyatu dengan tangannya, seperti sedang mengambil alih tubuhnya.

“begitu….rupanya benar, bahwa ada pedang yang sangat kuat di dunia ini, tapi untuk mendapatkannya membutuhkan kematian yang menyakitkan, dan pedang itu akan memakan pemiliknya….rupanya kabar yang kudengar sewaktu aku masih hidup itu benar…” kata sang akhir.

“kau….kau pernah hidup???” tanya dina, terkejut.

“tentu saja….sewaktu dulu…aku dilahirkan oleh ellios, untuk melindungi dunia, dan mengajarkan banyak hal untuk para penghuni shiltz, terutama kalian para manusia, karena kalian dianggap paling berpotensi untuk berkembang…..” jawab sang akhir, “tapi, apa yang kudapatkan setelah kalian maju??? Perang dimana2, kebohongan, kelicikan, kerusakan alam, semua yang sudah kulindungi, dihancurkan oleh kalian, tangan kalian, kalian yang kuajar, kau tahu bagaimana perasaanku???”

Dina tidak bisa berkata apa2. Dalam hati, dia mengakui kebenaran perkataan sang akhir.

“sejak itu, aku memutuskan untuk menghancurkan kalian saja, itu akan lebih baik. Tapi, ketiga orang itu….mereka malah menyegelku!!! Hanya karena ingin melindungi kaum mereka, kaum mereka yang membuatku seperti ini!!!!”

“tapi…masih banyak manusia yang baik!!!!!” jawab dina, “lagipula, apa ellios tidak mengetahui perbuatanmu itu?? Dia….dia tidak melarangmu??”

“ellios? Hah, setelah melahirkanku, dia langsung memasuki fase pemulihan tenaga, biasa kalian sebut itu dengan tidur, dia tidak tahu apa2!!!!!” jawab sang akhir, “lagipula, aku tidak peduli lagi akan adanya manusia baik!!!! Mereka semua munafik, kotor, licik, dan suatu saat mereka pasti akan melakukan itu!!!”

“tidak!!!! Setiap makhluk hidup pasti akan melakukan kesalahan!!! Tidak terkecuali kau!!!!” kata dina.

“aku tidak pernah salah…lebih jauh, aku tidak hidup….”

“tidak, kau hidup, emosimu itulah buktinya…kau merasa marah…sedih…kecewa…itulah buktinya kau hidup!!!!” jawab dina.

“apapun perkataanmu, manusia harus musnah….” Kata sang akhir.

“kupikir kau masih bisa diajak berunding, ternyata aku salah….” Kata dina.

Dina mengangkat pedangnya. Pedangnya kemudian mengeluarkan kobaran api, makin lama makin besar, sementara sang akhir juga tampak sedang menyiapkan serangan terkuatnya.

“aku tidak ingin berlama2, akan kuhabisi kau dengan 1 serangan…” kata sang akhir.

“pendapat kita sama….” Jawab dina.

Dalam satu gerakan, keduanya mengeluarkan serangan terkuat mereka. Kedua serangan beradu, menimbulkan ledakan yang sangat hebat.

To be continued…

 :mrgreen:

Offline Loveandfreakz

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 479
  • Cookie: 45
    • http://friendster.com/littledina
Re: Rebirth Of The Legendary
« Reply #115 on: July 30, 2008, 09:59:52 PM »
Rebirth 88: The Conclusion

Setelah ledakan dari serangan mereka berdua berakhir, yang terlihat hanyalah asap tipis, dan tubuh sang akhir yang sudah tergeletak.

“hah….hah….apa…sudah…selesai…?” gumam dina, sambil bertumpu pada pedangnya, yang sekarang sudah menyatu dengan bagian bawah tangan kanannya, agar tidak terjatuh.

Tiba2, salah satu dari sayap sang akhir, berubah menjadi tangan, dan langsung menangkap dina sebelum dia sempat berkedip.

“kau benar2 menyusahkan….aku berubah pikiran….kau akan kubunuh perlahan2….” Kata sang akhir, sambil bangkit berdiri.

“a…aku…tidak…bisa…melawan…lagi….” gumam dina, pasrah.

Saat sang akhir berjalan perlahan2, sambil sedikit menyeret sebelah kakinya yang sudah hancur, sesuatu mengenainya dari atas, membuatnya terpental.

“dina….semuanya….”

“baldea?? Kekuatanmu sudah pulih??” tanya dina.

“dina…maafkan aku…seandainya aku tidak berbohong…” jawab baldea.

“berbohong? Apa maksudmu?” tanya dina, bingung bercampur lelah.

“aku…aku takut melawan sang akhir….tapi…aku…aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama….seperti saat aku meninggalkan duran, arus, dan Claire…” jawab baldea.

Dina tidak bisa berkomentar apa2, dia terlalu terkejut untuk mengatakan sesuatu.

“lagi2 ada 1 pengganggu….kau akan kubereskan duluan!!!!!” kata sang akhir. Dia menangkap baldea dengan sebelah sayapnya, dan melemparkannya, tepat mengenai dina.

“kyaaa!!!!”

Baldea segera bangkit berdiri lagi, sementara dina sudah sangat kelelahan, bahkan menggerakkan sebelah tangan saja dia sudah tidak sanggup.

“kali ini aku tidak akan lari lagi!!!!!!” teriak baldea, sambil mengeluarkan sebuah tembakan berwarna hijau, yang langsung ditepis oleh sang akhir.

“dasar…kalian semua…kalian benar2 menyusahkan!!!!” kata sang akhir, sambil menghajar baldea lagi.

Tidak perlu waktu lama untuk mengetahui siapa yang menang. Meskipun sang akhir sudah terluka parah, kekuatannya benar2 jauh melebihi baldea. Dia mengeluarkan semburan api dari mulutnya, , dan langsung mengenai baldea, membuatnya hilang tanpa bekas.

“baldea!!!! Tidakk!!!!!!!!!!” teriak dina.

“sekarang tidak ada yang mengganggu lagi….” kata sang akhir.

“ini…inikah…akhirnya….? Kami….kami gagal?” gumam dina.

Lalu, seketika sekeliling dina menjadi gelap.

“kau sudah menyerah?” tanya seseorang.

“suara itu…duran…tapi…bagaimana lagi? aku tinggal sendiri…lagipula…aku sudah tidak bertenaga lagi….”

“kau bilang kau sendiri? Ternyata kau memang bodoh….”

“duran….apa maksudmu?” tanya dina.

“tutup matamu, dan rasakan…”

Dina menutup matanya, dan dia merasa terkejut, ketika merasakan sepasang tangan yang memegang pundaknya dengan lembut, begitu pula yang dia rasakan di tangan kanannya.

“ini…tangan….tangan teman2ku?”

“silakan kau pikirkan sendiri jawabannya…”

“begitu ya….rupanya aku salah.....kalian….ternyata tetap bersamaku….dari awal…kalian masih bersamaku….terima kasih semuanya….aku….aku tidak akan…takut lagi….”

“kekuatan yang sesungguhnya datang dari persahabatan…” itulah perkataan terakhir didengar dina, sebelum suara itu menghilang.

Perlahan2, tangan dina yang menyatu dengan pedang, mulai kembali seperti semula. Bahkan pedangnya berubah lagi, menjadi warna abu2, sebuah kepala naga terletak di ujung atas gagang, menempel dengan mata pedangnya. Sementara, bajunya berubah, meniadi berwarna abu2, dengan pelindung pundak berbentuk kepala naga di pundak kirinya.

“terima kasih teman2….” Gumam dina.

“tidak mungkin!!!! Darimana….darimana asal kekuatannya???” tanya sang akhir. Seumur hidupnya, baru kali ini dia merasa takut.

“sang akhir….inilah….inilah kekuatan dari teman2ku!!!!! Teman2 yang kusayangi, dan kupercayai!!!!!” teriak dina, sambil mengayunkan pedangnya, membuat sebuah gelombang tebasan berwarna emas yang sangat besar.

Gelombang itu langsung menyapu sang akhir tanpa sisa, anehnya gelombang itu sama sekali tidak merusak bangunan di sekitarnya.

“sudah….selesai….” gumam dina, sebelum jatuh pingsan.

“manusia…maafkan aku…”

“ah…siapa kau?” tanya dina.

“aku…ellios…sang pencipta…sepertinya dia sudah banyak membuat masalah…selama masa pemulihanku…”

“sudahlah….semua sudah berlalu….lagipula itu tidak…akan mengubah….apa2…” jawab dina, sedih.

“tadinya…aku juga berniat memusnahkan manusia…tapi, melihat kau…yang sampai seperti itu berjuang melindunginya…aku mengurungkan niatku…tapi, kenapa kau sampai seperti itu melindungi manusia? Apa karena kau sesama manusia?” tanya ellios.

“bukan hanya itu….aku….aku hanya ingin agar semua yang kusayangi tidak hilang….lagipula…kurasa….memusnahkan bukanlah jawabannya…”

“begitu ya…kurasa hal itu tidak akan dipahami olehku, yang selalu sendiri…”

“aku tidak keberatan kalau kita berteman…” kata dina.

“terima kasih, tapi aku telah memutuskan untuk tidak berteman dengan siapapun, karena mereka semua tidak abadi…” kata ellios, “aku telah menghidupkan kembali semua orang yang menjadi korban bale, balie, dan sang akhir…” bisik ellios.

“semua? Apakah…baldea juga?” tanya dina.

“tidak…aku tidak bisa menghidupkannya, karena dia…”

Kata2 ellios terputus, tiba2 saja dina melihat sekelilingnya menjadi terang benderang.

“…na!!! dina!!! kau baik2 saja??” panggil nova.

“nopa….”

Dina berkedip sekali, dan melihat semuanya. Lourine, alisa, Cheryl, katsu, nopa, chris, semuanya melihatnya dengan wajah khawatir, semuanya, kecuali baldea.

“sudah berakhir….” Kata nova, “kau bisa berdiri?”

“you did it well…” kata lourine.

“tapi…baldea tetap tidak kembali…” gumam dina.

Malam itu, pertarungan mereka telah berakhir, pertarungan yang panjang, yang akan selalu melekat dalam hati mereka, selamanya.

To be continued…

note: chap 88 aq bagi 2, soalnya kepanjangan :mrgreen:

Offline Loveandfreakz

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 479
  • Cookie: 45
    • http://friendster.com/littledina
Re: Rebirth Of The Legendary
« Reply #116 on: July 31, 2008, 08:36:51 PM »
end of season 1!!!!! :mrgreen:

Epilogue: Our Life

3 tahun kemudian, di taman tempat semuanya bermula

“dina!!! maaf, kau lama menunggu?” tanya nova.

“ah…tidak apa2 kok, bagaimana latihanmu? Sebentar lagi lombanya dimulai kan?” tanya dina.

“soalnya tidak sulit sama sekali…” jawab nova.

“nopa…pada akhirnya….bale tetap ada ya….” Kata dina, sambil mengangkat kakinya, menghindari bayi2 piya yang sedang berlari.

“yah….kurasa apapun penyebabnya, mungkin kita memang ditakdirkan untuk hidup bersama bale…” jawab nova, sambil mengusir seekor bale berbentuk kacang polong yang menjilati kakinya.

“nopa…kira2 bagaimana ya, keadaan lourine, chris, dan fana?” tanya dina, “sudah lama kita tidak mendengar kabar mereka.

“menurut yang kudengar dari Cheryl, chris dan lourine sudah resmi berpacaran, meskipun hampir setiap hari chris menjadi korban jarum es lourine, karena suka menggoda wanita…” jawab nova, “kalau fana….sepertinya dia masih dalam tahap mencari pasangan….”

“ah….chris…tidak pernah berubah selama 3 tahun….” Kata dina, menimpali, membuat mereka berdua tertawa, membayangkan chris yang menjadi korban jarum es milik lourine.

“nopa…menurutmu….apa baldea benar2 mati?” tanya dina, wajahnya terlihat sedih.

Mendengar itu, nova langsung menarik kepala dina, dan menyenderkannya di pundaknya.

“ayolah!!! Bukankah ellios waktu itu kau bilang tidak bisa menghidupkannya lagi? itu pasti karena dia belum mati!!! Yakinlah, suatu saat kita semua akan bertemu lagi!!!” katanya.

“ya, benar…suatu saat….kita akan berkumpul lagi….dalam kebahagiaan….” Kata dina, sambil mendekatkan dirinya pada nova.

“master!!!!! Ada bale mengacau lagi di kota!!!!” kata alisa, dari atas, “umm…aku sudah mengganggu saat2 mesra kalian?” tanyanya.

“hahh….bukankah sudah sering, alisa?” tanya katsu.

“jangan bahas itu lagi….dimana letak balenya?” tanya dina.

“ikuti kami!!!!” kata katsu.

Dina langsung naik ke atas katsu, sementara nova menaiki alisa, meninggalkan tempat itu. Sementara, seorang anak kecil, berambut hijau, tertawa kecil melihat mereka, gadis itu berlari, dan hilang di antara pepohonan.

Sementara itu, lourine dan chris

“chris, look!!!! It’s unusual to see moon in the morning!!!! I hope something good will happen….” Kata lourine.

“well…I think that something good is you stop hit me with your ice…” kata chris, sambil menghindari es2 yang dilemparkan lourine.

“never!!!!” jawab lourine.

“master….chris….when they’ll be like dina and nova?” tanya Cheryl, sambil menghela nafas.

Sementara fana

“perpisahan menyedihkan….tidak terjadi….pertemuan membahagiakan akan terjadi….sebentar lagi? kuharap itu maksudnya aku bertemu dengan pasangan hidupku….” Gumam fana, ketika mencoba meramalkan masa depan.

Saat itu, dina dan nova, yang sudah berhasil mengatasi bale di kota

“kapan ya mereka akan kapok untuk mengacau?” tanya dina, sambil menyimpan pedangnya.

“entahlah….” Jawab nova.

Saat itu, tanpa sengaja, mereka berempat melihat, sesosok anak kecil berambut hijau yang tadi ada di taman, sedang memandangi mereka sambil melambaikan tangannya. Hanya sesaat, lalu anak itu menghilang.

“itu….”

“ya, itu pasti baldea….” Sahut nova, “bukankah sudah kubilang?” lanjutnya.

“ya…sekarang kita tinggal menunggu….menunggu pertemuan kembali yang membahagiakan itu…..”

Sementara itu, seorang anak berambut hitam, sedang melihat mereka, sambil sedikit menggerutu.

“huh…dasar terlalu baik….dia bahkan tidak serius menghabisiku….dia hanya menghilangkan kekuatanku….ah!!!! menyebalkan!!!!!” kata anak itu, sambil menendang batu, yang mengenai tiang, dan kembali mengenai kepalanya, membuatnya mengaduh kesakitan.

Pertempuran telah berakhir. Tapi, pertempuran sesungguhnya baru dimulai. Pertempuran dengan musuh bernama “ego”, yang harus dikalahkan agar manusia bisa berkembang, dan meninggalkan sifat jahatnya. Pasti banyak rintangan yang dihadapi, tapi, asalkan bersatu, manusia pasti bisa mengatasinya, karena kekuatan manusia, berasal dari persatuan…..

The End

Tuesday, 21 may, 2008 - Dina

-pesan penulis-

buat semua yang baca...makasih banyak banget, dah mendukung aq sejauh ini...semula gak direncanain bisa sebanyak ini, tapi ternyata malah jadi banyak @_@

ah gk pinter bikin ucapan trima kasih nih, harus latihan lagi -.-

pokoknya, thanks for:

God, for giving me ideas...

Nizami-sensei, for helping me about seal, characters, and any others

Azure-chan, for keep cheering me up ^^ love you sis ^^

M4s4mun3-kun...for...for being everything to me...this story won't even made if I weren't met you...

YamiNoKarasu-san...thanks for helping me too ^^

Sacchan...for keep giving comment and question to me :mrgreen:

love you all!!!! please keep reading and giving comment to me!!!! :mrgreen:

*ada 2 chap loh*

and many of my fan fictions :mrgreen:

ganbatte!!!!!!! XD

Offline nizami

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 1136
  • Cookie: 54
  • i am back being just a lurker...
    • Travelers of Destiny, a Seal Online fanfiction
Re: Rebirth Of The Legendary
« Reply #117 on: July 31, 2008, 08:59:42 PM »
nah, karena cerita ini udah tamat. semua komen di dpn yg komen biasa bakal aku delete.
sebagai penutup, gw minta klo bisa, semua pembaca tulis kesan2 kalian di akhir penutup ini, komen yg panjang klo perlu, entah itu cerita, tokoh, kurang atau tidak, senang bagian mana, yah kaya semacam review lah.

yg chat ato komen biasa langsung aku delete. sesudah itu aku locked. thank u
congratz din, ntar ya reviewnya.
lurker on the move
bye bye forum~

Offline Loveandfreakz

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 479
  • Cookie: 45
    • http://friendster.com/littledina
Re: Rebirth Of The Legendary
« Reply #118 on: August 03, 2008, 06:54:59 PM »
thanks buat semuanyaaaaaa

*nangis*

Another Rebirth 1: Meeting

Note: cerita another diambil saat mereka masih kecil.

“dina…kau yakin, kau tidak mau keluar?” tanya mamanya.

“ia…lagipula, aku kelual pun…aku tidak tahu halus ngapain…” jawab dina, sambil melanjutkan membaca buku bergambarnya. Dia mencoba mengejanya, meskipun masih banyak yg salah.

“kalau begitu…jaga rumah ya…mama mau pergi dulu…ada pekerjaan…kau bisa kan ditinggal sendiri?”

“ia ma…tenang saja…aku sudah biasa kok…” jawab dina.

Setelah mamanya pergi, dina mengunci pintu, dan melanjutkan membaca. Baru sebentar dia membaca, tiba2 lampu mati. Saat itu hari masih siang, sehingga dia tidak merasa takut. Tapi, hari semakin gelap, dan lampu belum menyala juga. Sementara, belum ada tanda2 mamanya akan pulang.

“mama…cepat pulang dong…aku takut…” kata dina, sambil memeluk boneka beruangnya, duduk di sudut kasurnya.

Tiba2, terdengar suara kaca pecah, membuatnya semakin takut. Tanpa sadar, dina menangis, berdoa agar tidak terjadi apa2. Tak berapa lama kemudian, dia mendengar suara pintu diketuk, dia mengira itu adalah mamanya, sehingga dia dengan gembira langsung menuju ke pintu.

“siapa?” tanya dina, seperti biasa yang diajarkan mamanya.

“umm…permisi….boleh aku masuk?” tanya seseorang.

“bukan mama….ini siapa??” tanya dina, rasa takut kembali menyergapnya.

“umm…aku ingin mengambil bola yang tadi tak sengaja memecahkan kacamu…kalau kau marah…aku juga akan menggantinya…” jawab suara itu.

Setelah bimbang beberapa saat, dina kemudian memutuskan untuk membukakan pintu. Dia berpikir, setidaknya ada yang akan menemaninya. Ketika pintu dibuka, dia melihat seorang anak laki2, tingginya sedikit lebih tinggi dari dia, sedang berdiri di pintu depan.

“oh? Anak kecil toh…” kata orang itu.

“apa?? Kau sendiri kan juga masih kecil!!!” jawab dina, sewot.

“wah…maaf2…dimana bolaku tadi memecahkan kacamu?” tanya anak itu.

“huh….disini….” jawab dina, sambil menarik tangan anak itu, ke ruang tamu.

“terima kasih…jadi…kacamu mau kuganti?” tanya anak itu, sambil memegang bolanya.

“aku tidak tahu…tanya mamaku…” jawab dina.

“dimana mamamu?”

“belum pulang…”

“oh ya sudah, kalau sudah pulang tanyakan ya…”

“temani aku menunggu mamaku…” kata dina, sambil menarik baju anak itu.

“ah? Tapi…”

“aku takut sendirian…” kata dina, matanya mulai berair.

“ah…baik2…jadi…aku harus memanggilmu siapa?” tanya anak itu.

“namaku dina…” jawab dina.

“aku nova…senang berkenalan denganmu…” jawab anak itu.

“nopa…terima kasih mau menemaniku…aku sudah sangat ketakutan tadi…” kata dina, yang belum bisa mengucapkan huruf ‘v’ dengan benar, sehingga terdengar seperti ‘p’.

“yah sudahlah…anggap saja ini salah satu ganti rugi atas kacamu…” jawab nova.

Setelah berbicara agak lama, nova bertanya dimana kamar kecilnya, dan minta ijin untuk pergi sebentar. Semula dina ingin ikut, tapi nova melarangnya. Ketika dia kembali, dina sudah tertidur di atas bolanya.

“dasar…anak ini…sama sekali tidak ada rasa curiga ya…padahal aku bisa saja berniat jahat…” gumam nova, sambil duduk di sebelah dina yang sudah tertidur.

Saat sedang melihat keluar, sambil memikirkan juga, kapan lampu akan menyala, tiba2 bola yang ditiduri dina bergerak, sehingga kepala dina hampir terjatuh. Nova refleks menahannya, dan tahu2 saja dina malah berpindah tidur ke atas kakinya.

“ya ampun…” gumam nova, “kalau saja dia tahu…aku sengaja melemparkan bola kesini…agar bisa bertemu penghuni baru rumah ini…seminggu menempati rumah ini…belum pernah sekalipun aku melihatnya…imut juga…” gumamnya, tanpa sadar tangannya mengelus rambut dina, membuat tidur dina semakin lelap.



Malam hari, sekitar jam 11 an, mamanya pulang. Saat itu, lampu sudah menyala. Mamanya terkejut, tapi hanya geleng2 kepala saja, melihat dina dan nova yang tertidur dengan pulasnya.

“dasar dina…masih kecil saja…sudah mengundang cowo datang ke rumah…” gumam mamanya, sambil menyelimuti mereka berdua.

silakan baca 2 episode of another :mrgreen:

Offline Loveandfreakz

  • Elder
  • Follower of Songs
  • *
  • Posts: 479
  • Cookie: 45
    • http://friendster.com/littledina
Re: Rebirth Of The Legendary
« Reply #119 on: August 04, 2008, 05:05:13 PM »
ngakak kenapa? kenapa gk bs OL? :mrgreen: