Author Topic: [Tips dan diskusi] Menulis prosa  (Read 15295 times)

Offline nizami

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 1136
  • Cookie: 54
  • i am back being just a lurker...
    • Travelers of Destiny, a Seal Online fanfiction
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #20 on: December 16, 2009, 05:26:32 PM »
"Kamu menantangku, ya, dito?" >>  salah
"Kamu menantangku ya, Dito?" >> benar
"Dito, Kamu menantangku, ya?" >> benar, tapi hrsnya 'kamu' itu K-nya huruf kecil
"Kamu menantangku ya, To?" >> sama ama contoh ke-2
lurker on the move
bye bye forum~

Offline Mizura

  • Apprentice of Songs
  • **
  • Posts: 1316
  • Cookie: 56
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #21 on: March 15, 2010, 09:18:07 PM »
Sekedar sharing... ini ada tips untuk menulis fan fiction yang baik, namun dalam bahasa Inggris... enjoy :)

Spoiler for Hiden:
·············································································································································
▉ Don't grow up too fast & don't embrace the past; life's too good to last & I'm too young to care
·············································································································································

Offline shirouamada

  • Gate Guardian
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2032
  • Cookie: 56
  • Pensi
    • Banpresto
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #22 on: March 18, 2010, 06:06:54 PM »
...

Saat membaca karya pop akhir-akhir ini, saya melihat banyak penulis yang melalaikan aturan tanda baca. Terutama berkaitan dialog. Dan ini cukup membingungkan karena, sebagai contoh, saya tidak bisa membedakan seorang karakter yang berteriak, "Kemarikan guci itu!!!!!!!!" dengan karakter lain yang membalas "TIDAK!!!" Apalagi saat karakter pertama membalas, "KENAPA tidak??!!!?!!"

Saya bingung karena tiga alasan:

1. Bagaimana membedakan teriakan dengan tiga tanda seru (apakah seperti lolongan serigala?) dengan delapan tanda seru (lolongan Celine Dion?)
2. Mana yang lebih keras; tiga tanda seru dengan huruf BESAR atau delapan tanda seru dengan huruf kecil?
3. Guci seperti apa yang bisa mendorong orang untuk memperebutkannya dengan gaya sinetron?

...

1. Mungkin bedanya di bagian penekanan berapa lama karakter itu tersekat suaranya? XD
tiga tanda seru mungkin seperti... teriakan orang yg kelingkingnya kejepit pintu?
delapan mungkin seperti...  Zeus waktu kakinya kecelup kawah gunung Vesuvius?
menandakan berapa lama mulut si pengucap terbuka lebar? (saya sih yakin mulut si Zeus bakal mangap 8 detik klo kakinya kecelup kawah gunung Vesuvius)

2. Sepertinya huruf besar, karena entah sejak kapan huruf besar = berteriak (rule of chatting?)

3. Guci yg ada di sinetron
Farewell ECO

Offline nizami

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 1136
  • Cookie: 54
  • i am back being just a lurker...
    • Travelers of Destiny, a Seal Online fanfiction
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #23 on: August 07, 2010, 09:12:43 AM »
Antara imbuhan di- dan kata depan "di"

Banyaknya penulis baru yg muncul di FFA -hampir- selalu membuat aku harus mengkoreksi bagian yg sama berulang-ulang. (It's boring and frustating --a)

Jadi aku menulis bagian ini, berharap ada yg mau sudi baca dan mencernanya baik2...
Well... sarana tanya jawab udah disediakan, tapi ga mau dipake? ya.. itu sih terserah orangnya...



and begins...



Imbuhan di-

Imbuhan di- digunakan untuk suatu kalimat pasif yang terikat pada suatu kata kerja/predikat.
Jadi bukan di kalimat aktif dan bukan obyek atau subyek.

Penulisan katanya disatukan antara imbuhan di- dan predikatnya.

Untuk mengecek apa kata tersebut benar suatu predikat/kata kerja di dalam kalimat pasif adalah dengan cara membalikkannya menjadi kalimat aktif, yaitu mengganti imbuhan di- dengan imbuhan me-.


Contoh:

[subyek]-[predikat]-[obyek]-[keterangan (optional)]

Tulisan ini diketik olehku langsung di komputer. << kalimat pasif
V
V
ganti jadi kalimat aktif:
Aku mengetik tulisan ini di komputer.

Contoh lain:
ditaruh
ditempatkan/ditempati
ditunjukkan



Kata depan "di"

Kata depan "di" digunakan untuk menunjukkan kata tempat. Penulisannya dipisah dengan obyek tunjukkannya.

Untuk mengecek apa kata tersebut benar merupakan kata depan dan bukan kata kerja yg diberi imbuhan di-, dapat digunakan cara untuk mengecek imbuhan di- atau bukan seperti telah ditulis di atas, atau dengan cara mengganti kalimatnya dengan menambahkan "menunjuk tempat ke..."


Contoh:

"Taruh buku itu di sana," perintahnya.

cek 1 > Karena kalimat di atas merupakan kalimat aktif, jadi tidak mungkin "di" tersebut adalah imbuhan di- yg hanya dipakai di kalimat pasif.
cek 2 > "di" tersebut tidak bisa diganti dengan imbuhan me-

Contoh lain:
di tempat
di sana/ di sini
di ujung
di atas/ di bawah



Well... aku jg bukan orang yg pandai menjelaskan... jadi kalau ada pertanyaan, silakan jgn ragu2 untuk posting.
Aku harap setelah ini ga ada lagi kesalahan minor yg seperti ini. (soalnya aku males benerinnya...  @_@)


See u again in another tutor  :hi:
lurker on the move
bye bye forum~

Offline shinigami_boy

  • Elder
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2364
  • Cookie: 47
  • Alceus
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #24 on: September 07, 2010, 04:38:31 PM »
mau nanya soal kata "pun" dong..
itu dijadiin 1 dg kata sebelumnya ato gak c?
- Sachipun / Sachi pun (maap, yg kepikiran aja namanya ^^a)
- iapun / ia pun
- haripun / hari pun

dari yg di atas itu mana yg bener, kanan ato kiri?
bingung mulu soalnya, sjauh ini c pake yg dipisah, tp gak pernah yakin.. :confuse:
« Last Edit: September 07, 2010, 04:46:11 PM by shinigami_boy »

Offline sacchan_magician

  • Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #25 on: September 07, 2010, 04:52:37 PM »
lho kok nama saia O_o
er...anyway, yg bener yg kanan, setidaknya dalam konteks kyk di contoh itu @_@

tp antara lupa dan inget, kykny ada bbrp keadaan dimana kata 'pun' bs disambung deh....ato aku kebalik2 ama kata 'di' yah? @_@

kyk misalnya...
Ai pun terlempar ke dalam tempat sampah bersama dengan Momo.
(sorry for 'ngawur' example @_@)

dan...
"Yang manapun boleh kok," kata anak itu tak peduli.

contoh terakhir itu sering aku baca...both are right ato...? @_@
« Last Edit: September 07, 2010, 04:56:47 PM by sacchan_magician »

Watching you from afar...and will always love you...
We're always here for you...
[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ]

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline nizami

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 1136
  • Cookie: 54
  • i am back being just a lurker...
    • Travelers of Destiny, a Seal Online fanfiction
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #26 on: September 07, 2010, 05:44:34 PM »
Ah, ada pertanyaan!
Okay... kita googling sebentar untuk mencari jawaban yg paling tepat.



"PUN", TERPISAH ATAU MENYATU?


Partikel “Pun”, Tulis Terpisah!
Sumber

MENULIS kata/kalimat dengan tata bahasa yang baik itu membutuhkan “kebiasaan” selain pemahaman dan kecermatan. Demikian halnya soal penulisan partikel “pun” yang berarti “juga/saja” (denotatif) dan “penegasan” (konotatif). Jika tidak tahu dan terbiasa, kita akan menuliskannya disambungkan dengan kata yang mendahuluinya.

Kaidah tata bahasa menegaskan, kata “pun” dalam pengertian “juga/saja” dan sebagai penegasan harus dipisahkan penulisannya dari kata yang mendahuluinya.

Contoh

    * Saya pun menyaksikannya = Saya juga menyaksikannya
    * Aku pun mengerti = Saya juga mengerti
    * Setelah dijelaskan, dia pun memahami
    * Hujan turun, aku pun kehujanan.

Tidak semua penulisan partikel “Pun” dipisah, tapi banyak juga yang harus disambungkan dengan kata yang mendahuluinya, yaitu beberapa kata tertentu yang lazim dipakai. Berikut ini daftar beberapa partikel “pun” yang penulisannya digabung:

    * Adapun
    * Andaipun
    * Ataupun
    * Bagaimanapun
    * Biarpun
    * Kalaupun
    * Kendatipun
    * Maupun
    * Meskipun
    * Sekalipun
    * Sungguhpun
    * Walaupun



Well... i hope that's help  :santai:
lurker on the move
bye bye forum~

Offline Mizura

  • Apprentice of Songs
  • **
  • Posts: 1316
  • Cookie: 56
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #27 on: September 07, 2010, 05:49:15 PM »
sangat membantu sekali cc nizami :puppyeyes:
akhir2 ini juga bingung gimana nulis "pun"... well sekarang sudah jelas banget nih :> :>
thanks a lot cc nizami XD
·············································································································································
▉ Don't grow up too fast & don't embrace the past; life's too good to last & I'm too young to care
·············································································································································

Offline shinigami_boy

  • Elder
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2364
  • Cookie: 47
  • Alceus
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #28 on: October 26, 2010, 01:14:14 AM »
thx buat jawabannya soal yg pun~ :sing:

mau nanya lagi.. :confuse:

dalam satu cerita, boleh gak punya 2 jenis sudut pandang?
misal awal2 kita pake orang pertama. trus ingin ceritain kjadiaan di tempat laen.
nah kjadian di tempat laennya itu pake orang ketiga terbatas, ato make sudut pandang orang pertama tapi beda orang sama sebelumnya (kayak aleron)?

ato skalian aja smua dibuat orang ketiga dari awal?
soalnya ntah knp orang pertama lbh bisa mengexplorasi prasaan satu char (bisa c tinggal diubah) daripada langsung nulis pake orang ketiga..
« Last Edit: October 26, 2010, 01:16:31 AM by shinigami_boy »

Offline nizami

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 1136
  • Cookie: 54
  • i am back being just a lurker...
    • Travelers of Destiny, a Seal Online fanfiction
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #29 on: October 26, 2010, 02:44:35 PM »
mau nanya lagi.. :confuse:

dalam satu cerita, boleh gak punya 2 jenis sudut pandang?
misal awal2 kita pake orang pertama. trus ingin ceritain kjadiaan di tempat laen.
nah kjadian di tempat laennya itu pake orang ketiga terbatas, ato make sudut pandang orang pertama tapi beda orang sama sebelumnya (kayak aleron)?

ato skalian aja smua dibuat orang ketiga dari awal?
soalnya ntah knp orang pertama lbh bisa mengexplorasi prasaan satu char (bisa c tinggal diubah) daripada langsung nulis pake orang ketiga..


boleh2 aja kok. tapi untuk ga membingungkan pembaca, hrs tetep ada konsistensinya.
konsistensi di sini adalah sudut pandang apa dulu yg bakal kmu pakai.
sebisa mungkin jgn pas awal pk sudut pandang orang pertama, trus waktu ganti sudut pandang lain, jadi ke sudut pandang orang ketiga.

untuk perubahan sudut pandang emang sih lbh mudah mungkin memakai sudut pandang orang ketiga. bukan yg terbatas, tapi sbg penulis yg membawakan ceritanya kan... jadi bisa ngeliatian char A pertama, kemudian char B di tmpt lain.
aku sering mengganti sudut pandang orang ketiga di fanfic ToD-ku kok ^^

memang klo pk sudut pandang orang pertama, maka pembaca bisa lbh menyelami apa perasaan si tokoh (ya... tergantung yg nulisnya gmn jg sih :P). tapi ada jg kok yg nulis pk sudut pandang orang ketiga bisa bikin orang yg baca menyelami perasaan tokoh2nya.
nah, klo mau ngubah sudut pandang orang pertama, jgn sampai penggantian sudut pandang membuat orang rancu dan berpikir, "jadi tokoh utamanya yg mana sih?".
pernah baca Holy Knights di majalah Ultima? di situ pk sudut pandang orang pertama, dan "si aku" pernah bbrp kali berganti tokoh. tapi hanya bbrp chapter tentunya, krn tokoh utama tetep dpt porsi yg besar.

ato mo coba sudut pandang orang kedua? lumayan sulit lho ngolahnya. hehehe

edit:
oh iya. usahakan waktu mengganti sudut pandang timingnya tepat. jgn krn cuman berganti chapter, trus sudut pandangnya ganti, pdhl di chapter sblmnya si tokoh A -misalnya, blm selesai ngelakuin apa yg dia lakuin. ato ganti sudut pandang dgn menjadikan chapter sblmnya berakhir dgn cliffhanger.

semoga membantu ^^
« Last Edit: October 26, 2010, 02:47:24 PM by nizami »
lurker on the move
bye bye forum~