Author Topic: [Tips dan diskusi] Menulis prosa  (Read 16988 times)

Offline sacchan_magician

  • Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5843
  • Cookie: 62
  • YKS!
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #40 on: May 04, 2011, 11:46:19 AM »
:laugh:
Inem hebat dong berarti, ampe kodok naksir :laugh:

hmmm,
selama itu memang bener2 perlu, dan ada batasan yg jelas sih yah @_@
rasa2nya saya seringnya nemu yg begitu itu, tp sudut pandang ketiga, cm berpindah sentral tokh, misal kyk tadinya yg di utamakan si polisi, trs paragraf berikutnya ngikut si penjahat, jadi mau ga mau tokoh utama bergeser selama bbrp saat jd si penjahat @_@

jadi ya, selama itu ga bolak balik berganti2 gt (cm sekali2, bukan terus2an) masih gapapa rasanya :nod:
Contacts Line only
srsly, you can find me there

[ IdECO - Sachiko | Mirenne ] | [ JpECO - 菜の花幸子 - Zinnia ] | [ Els - Okiku ] | Granblue Fantasy

Cherry blossom petals falling from the sky...down to the pure white earth, falling with the pure white snow...

Offline Rickluck

  • Loveable Starter
  • Posts: 8
  • Cookie: 45
  • New Baby's Born
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #41 on: May 04, 2011, 07:57:29 PM »
ok, thanks ya udah ngerti,...

btw di mata lain spesies kita itu primata,... kalo kodok naksir, mungkin karena Inem mirip ma kodok  :laugh:

Offline Shefira

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 1062
  • Cookie: 47
  • Everything is Heresy
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #42 on: March 03, 2012, 06:55:30 PM »
post terakhir 1 taun lalu... gile :gone:

Misalnya nih kita mau nulis 1 chapter, trus mau bikin ceritanya ganti2 dari sisi A, ke sisi B, nuker2 sepanjang cerita buat ngasih sorotan ke dua sisi tersebut. Kira2 masuk akal ga kalo sisi A itu 1st person, trus sisi B digambarin 3rd person? jadi rada beda gitu penulisannya.

(misalnya sisi A ada anak perempuan mau ngasih coklat valentin, sisi B anak cowonya lagi maen sepak bola)
<null>

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2975
  • Cookie: 56
  • kang daniel stan
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #43 on: March 03, 2012, 07:38:33 PM »
rasanya masuk akal aja kok. waktu awal awal nulis, aku juga ganti ganti pov kayak begitu
*lirik lirik fanfic infil*
Deceased Zinnia server :
クロユキ、テヨン、ユ・シジン、ファインダー、Trip, Virus, Prince
 not playing anymore, just contact me on discord  @
  cornelialk#4273

Offline nizami

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 1136
  • Cookie: 54
  • i am back being just a lurker...
    • Travelers of Destiny, a Seal Online fanfiction
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #44 on: April 13, 2012, 09:30:46 AM »
post terakhir 1 taun lalu... gile :gone:

Misalnya nih kita mau nulis 1 chapter, trus mau bikin ceritanya ganti2 dari sisi A, ke sisi B, nuker2 sepanjang cerita buat ngasih sorotan ke dua sisi tersebut. Kira2 masuk akal ga kalo sisi A itu 1st person, trus sisi B digambarin 3rd person? jadi rada beda gitu penulisannya.

(misalnya sisi A ada anak perempuan mau ngasih coklat valentin, sisi B anak cowonya lagi maen sepak bola)


saran aku, hati2 membuat pembaca bingung. lebih bagus klo PoV tetap konsisten sbg 3rd/1st person, hanya personnya yg diubah. bukan mengubah PoV dari 3rd ke 1st ato sebaliknya.

Post Merge: April 13, 2012, 09:34:49 AM
DOSA-DOSA YANG SERING DILAKUKAN PENULIS PEMULA


1. Bab Satu Dijadikan Pemanasan
Rasanya berpuluh-puluh kali--bahkan ratusan--aku ketemu naskah dengan tipe bab satu kelewat bertele-tele. Maksudnya, alih-alih mulai mengambil start mengarahkan pembaca ke petunjuk-petunjuk mengenai konflik utama, si penulis malah berlama-lama dengan cerita nggak penting tentang bunga-bunga, awan cerah, deskripsi ruangan. Menurut Jack M. Bickham, pembaca menginginkan cerita yang maju, bukannya mundur. Selain itu, deskripsi bertele-tele membuat cerita lambat dan malah bahkan nggak bergerak sama sekali. Pembaca jelas nggak berminat berlama-lama dengan buku yang nggak membawa dia ke mana-mana.

Selanjutnya, menurut Bickham, bab satu yang baik sebaiknya dimulai dengan gambaran bagaimana tokoh bereaksi dengan masalah-->sesuatu yang akhirnya membawa pembaca ke konflik utama. Sesuatu yang mendebarkan biasanya jauh lebih bikin penasaran kan?


2. Jangan Menjadikan Orang Beneran Sebagai Karakter
Kecuali ini memoar atau faksi (non fiksi bergaya fiksi). Alasannya sederhana aja, kepribadian seseorang itu terdiri dari hal-hal menarik dan yang nggak menarik. Kalo kamu tetap bersikeras mengadopsi penuh karakter nyata ke dalam tokoh novelmu, jatuhnya bakal membosankan--beneran deh. Dan ini jelas bertolak belakang dengan ekspektasi pembaca pada tokoh fiksimu. Mereka menginginkan tokoh yang menarik 80..., 90%--bahkan 100%! Selain itu, kamu akan terjebak dengan pembenaran kalo ada bagian dari karakter yang nggak masuk logika pembaca. Kamu nggak bisa dong simpel bilang, "Lho, temen gue beneran kayak gitu kok!" Nggak perlu nyolot, karena pembaca itu nggak bisa disalahkan. Dia nggak kenal sama sekali dengan temenmu itu... gimana ceritanya coba dia bisa ngerti alur pikiran orang itu.

Plus, kalo si orang yang kamu jadikan inspirasi itu cukup dekat dengan hidupmu, artinya peluang nggak enak hati akan semakin tinggi. Tau nggak perasaan ini akhir-akhirnya berujung di mana? Segan... yang bikin kamu setengah-setengah aja mengembangkan karaktermu. Nggak berani membuat si tokoh mengatakan hal2 jelek dan bertingkah negatif karena takut bikin orang yang kamu kopi kepribadiannya tersinggung, malah merasa dipermalukan.


3. Hati-hati dengan Jebakan Cara Bercerita Orang Pertama
Brutally honest, di antara berbagai sudut pandang dalam menulis cerita, cara bercerita orang pertamalah yang paling sulit. Aku malah menambahkan, kalo belum bisa memisahkan kepribadianmu dengan kepribadian tokoh utamamu, sebaiknya jangan coba-coba nulis dengan POV org pertama. Seringnya, karaktermu sebagai penulis justru muncul tanpa sengaja di dalam cerita dan editor baik biasanya dengan cepat mengendus kejanggalan itu saat membaca naskahmu.


4. Show, Not Tell
Nasihat klasik, tapi ini teori yang berlaku selamanya. Jangan terlalu asyik dengan dialog aja. kalo kamu bingung membayangkan tulisan seperti apa yang 'show, not tell' ini, coba cari adegan dari sebuah buku yang kamu akui bagus. Latih ketajaman nalurimu dengan mengecek satu-satu kalimat2 mana saja yang membangkitkan sensasi penglihatan, sensasi pendengaran, sensasi sentuhan, sensasi penciuman, dan sensasi rasa. Penulis yang baik akan sangat berhati-hati bermain dengan deskripsi di novelnya.

contoh;
Quote
tell:

Lenny duduk di sebuah bangku besi antik dan kuno.

show:

Lenny duduk di sebuah bangku, tangannya meraba pegangan bangku yang terbuat dari besi itu.
Ia bisa merasakan ukiran-ukiran halus yang terpahat di seluruh pegangan bangku itu tak lekang walaupun telah dimakan usia. Kayu sandaran bangku itu berderik saat ia menyandarkan punggungnya, hmm pasti karena telah dimakan oleh usia, pikir Lenny.


Quote
yang tell;
kurara seorang cewek yang galak.

yang show:
kurara melotot. "apa lu liat-liat!"



5. Don't Write Just For Money
In the end, harus diakui, royalti memang penting. Tapi menjadikan uang sebagai tujuan utama menulis nggak lantas bikin kamu sekelas J.K. Rowling atau Habibburahman. Kalau uang memang penting, masih banyak cara lain yang lebih oke kan... berdagang misalnya. Saat ini, kamu berhadapan dengan penulis-penulis lain berkomitmen tinggi, yang mencurahkan seluruh pikiran dan tenaganya untuk menghasilkan karya yang bagus, baik dari segi mutu maupun komersial. Pikirkan, gimana caranya bersaing dengan orang-orang hebat seperti itu kalau yang kamu lakukan selama ini hanya menulis di kala senggang (pas lagi inget, pula) dan semangat menulis karena terdorong bayangan royalti Raditya Dika?

Sebenarnya masih banyak. Tapi yang terpikir baru itu dulu.  ^-^

by Christian Simamora

sumber
« Last Edit: April 13, 2012, 09:34:49 AM by nizami »
lurker on the move
bye bye forum~

Offline Shefira

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 1062
  • Cookie: 47
  • Everything is Heresy
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #45 on: April 13, 2012, 10:07:51 AM »
*jleb
poin pertama ;_;

Quote
4. Show, Not Tell

Quote
Lenny duduk di sebuah bangku, tangannya meraba pegangan bangku yang terbuat dari besi itu.
Ia bisa merasakan ukiran-ukiran halus yang terpahat di seluruh pegangan bangku itu tak lekang walaupun telah dimakan usia. Kayu sandaran bangku itu berderik saat ia menyandarkan punggungnya, hmm pasti karena telah dimakan oleh usia, pikir Lenny.

Apa detail yang ga mensupport plot kek gini ga terlalu berlebihan ya? Keknya terlalu menunda jalan cerita gitu @_@
<null>

Offline nizami

  • Apprentice of Words
  • *
  • Posts: 1136
  • Cookie: 54
  • i am back being just a lurker...
    • Travelers of Destiny, a Seal Online fanfiction
Re: [Tips dan diskusi] Menulis prosa
« Reply #46 on: April 13, 2012, 10:17:35 AM »
Untuk poin 4, memang lbh tepat k penggambaran karakter drpd obyek. makanya ada 2 contoh, dan contoh k 2 itu paling mantep.

untuk obyek, ga mesti semua dishow. kadang cukup tell. klo ga ya, seperti atzu tulis, cerita jd bertele-tele dan lamban.
hrs pintar2 kpn mesti tell ato show, ato bahkan mix dua2nya untuk obyek.
lurker on the move
bye bye forum~